Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dari Penjudi menjadi Kultivator Dafa yang Teguh

14 Nov. 2013 |   Oleh praktisi Dafa dari Shaanxi, China


(Minghui.org) Saya mulai berkultivasi Falun Dafa pada tahun 1994. Saya pensiun dari militer pada tahun 1982. Saya suka bermain game. Saya belajar bermain catur, poker dan mahjong dengan cepat. Sebelum saya mendapat Dafa, seluruh waktu luang saya pergunakan untuk bermain semua permainan ini. Saya menjadi ketagihan bermain poker dan mahjong. Bahkan setelah saya menikah dan anak perempuan saya lahir, kegemaran saya terhadap judi berlanjut.

Di tempat bekerja, saya dikenal sebagai penjudi besar, dan saya mempunyai banyak teman berjudi di sana. Untuk uang berjudi, saya menjual semua surat berharga negara. Sering sekali saya berjudi semalaman. Saya menelantarkan istri yang pekerja keras dan anak perempuan saya.

Suatu waktu di tahun 1985, tak lama setelah saya menikah, teman berjudi saya mengajak saya berjudi dan bolos bekerja. Akhirnya saya ditangkap polisi dan ditahan setelah 15 hari. Orang tua dan saudara-saudara kandung saya melakukan upaya sekeras mungkin untuk membuat saya berhenti berjudi. Istri bahkan mengancam akan menceraikan saya, tapi saya tidak bisa berhenti.

Setelah beberapa waktu, tubuh saya terasa menurun karena saya terlalu berlebihan bermain. Saya tidak menjaga diri saya sendiri, hanya tertarik pada judi. Saya mulai kehilangan rambut pada usia 30 tahun, tubuh saya kurus, dan wajah saya kuning dan berminyak. Saya mengidap penyakit hati pada akhir tahun 1994 dan saya dirawat di rumah sakit.

Beruntung, saya memperoleh Dafa pada saat saya dirawat di rumah sakit. Dafa merubah saya sepenuhnya. Saya sadar bahwa tujuan hidup itu adalah kembali ke jati diri yang sejati. Penyimpangan pada nilai-nilai kemanusiaan membuat orang-orang hanya ingin mengejar permainan dan kesenangan, termasuk berjudi dan minum-minuman keras. Keinginan mereka untuk mengejar semua hal ini membuat mereka mempunyai jarak yang jauh sekali dari karakteristik alam semesta, Sejati-Baik-Sabar, dan membuat nilai moral masyarakat menjadi merosot lebih dalam.

Setelah memperoleh Dafa, saya memutuskan untuk mengubah diri saya sendiri, patuh pada prinsip Dafa dan berusaha untuk menjadi orang yang baik. Saya mulai menjauhi teman-teman judi saya, dan bergaul lebih banyak dengan para praktisi Falun Dafa. Saya mulai bekerja dengan rajin, saya tidak lagi memilih-milih pekerjaan dan tugas ketika bekerja. Saya tidak lagi datang terlambat ke tempat kerja atau pulang lebih awal. Dan, saya tidak lagi bersaing dengan orang lain demi kepentingan pribadi dan reputasi. Saya juga berusaha untuk menjadi suami dan ayah yang baik.

Setelah memulai patuh terhadap prinsip Falun Dafa, penyakit saya perlahan-lahan hilang, dan saya menjadi lebih bersemangat. Tidak ada lagi perkelahian dan pertengkaran di rumah, dan rumah saya menjadi lingkungan yang bahagia. Senyum istri saya yang telah lama hilang, kembali lagi dan sangat indah untuk dilihat.

Saya dan keluarga sangat berterima kasih sedalam-dalamnya kepada Dafa. Dafa tidak hanya menyelamatkan hati dan jiwa saya, tapi juga keluarga saya.

Mempertahankan Keyakinan Ditengah Penganiayaan

Pada 20 Juli 1999, pemimpin rejim komunis, Jiang Zemin dan Partai Komunis China (PKC), mulai menganiaya praktisi Falun Dafa. Sejak penganiayaan dimulai, hampir seluruh waktu saya dihabiskan di pusat penahanan, kamp kerja paksa dan pusat cuci otak.

Rejim komunis tidak hanya menganiaya saya secara fisik dengan segala macam cara penyiksaan, tapi juga secara finansial.

Ketika dikirim pertama kali ke kamp kerja paksa tahun 1999, pemimpin perusahaan tempat saya bekerja, memecat saya. Istri saya telah di PHK pada waktu itu, jadi kami tidak memiliki penghasilan. Istri harus bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menunjang anak kami dan mengunjungi saya di kamp kerja.

Tahun-tahun ini sangatlah sulit. Tapi bagaimanapun kejahatan menganiaya saya, tidak seorangpun yang sanggup merubah apa yang saya yakini. Hidup saya adalah milik Dafa-tidak ada apapun juga yang bisa merubah itu.

Istri saya menanggung banyak kesengsaraan, akibat dari penganiayaan ini. Ketika saya ditahan di berbagai pusat penahanan dan kamp-kamp kerja, banyak sanak keluarga dan teman-teman yang merasa ketakutan dan berusaha meyakinkan istri saya untuk menceraikan saya, demi kebahagiaannya dan masa depan anak kami.

Istri saya tidak mendengarkan mereka, bahkan ketika hidup begitu amat sangat sulit. Dia tidak hanya tidak pernah menyerah terhadap keadaan saya, tapi juga mulai berkultivasi pada tahun 2006. Itu adalah kekuatan Dafa dan perasaan belas kasih Guru yang tidak terbatas!

Istri saya mengambil jalan kultivasi karena dia sendiri telah menjadi saksi kebaikan, belas kasih dan ketidakegoisan banyak praktisi Falun Dafa. Dia juga menjadi saksi transformasi yang saya alami dari sakit dan tukang judi yang egois menjadi sehat, dan bersinar. Bahkan setelah saya menahan penyiksaan, saya tetap menjadi orang yang tulus dan mulia. Semua hal ini membuat dia sangat percaya dan teguh pada Falun Dafa, dan saya percaya keadilan akan terlaksana.

Sekarang seluruh keluarga saya berkultivasi Falun Dafa. Kami berkultivasi dengan rajin dan meningkat bersama-sama untuk mengikuti Guru pulang ke rumah.

Chinese version click here
English version click here