Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui China | Mengkultivasikan Diri Sendiri Saat Melakukan Pekerjaan Teknologi

24 Des. 2013 |   Oleh praktisi Hebei


(Minghui.org)

Salam kepada Guru Terhormat!

Salam kepada rekan praktisi sekalian!

Saya mulai berkultivasi Falun Dafa pada tahun 1997. Di bawah ini utamanya adalah saya ingin melaporkan kepada Shifu pengalaman kultivasi saya di tengah pekerjaan teknologi, dan membagikannya kepada rekan praktisi. Bila ada kekurangan, mohon ditunjukkan dengan belas kasih.

1. Menorobos Konsep Manusia untuk Belajar Teknologi Perangkat Keras

Kami sekeluarga bertiga semuanya berkultivasi Dafa, suami tidak pandai berbicara, biasanya selalu menundukkan kepala mempelajari teknologi, lebih pandai di bagian perangkat keras dan reparasi printer, sedangkan saya lebih pandai di bidang perangkat lunak. Dengan demikian akan berguna apabila kami berdua bekerja sama.

Tahun ini, seorang rekan praktisi pembina setempat mengunjungi saya dan berkata, teknologi di kabupaten sekitar agak kurang, terutama di bagian reparasi printer dan telepon genggam, apakah dapat pergi membantu mereka. Saya berdiskusi dengan suami, tetapi divisi pekerjaan suami sangat sibuk, juga kekurangan orang, sangat sulit untuk mendapatkan ijin. Pada saat ini muncul kekhawatiran pada diri kami, harus bagaimana? Kemudian rekan praktisi menyarankan agar saya belajar mereparasi perangkat keras. Setelah mendengarnya, saya langsung beranggapan bahwa itu tidak mungkin, karena itu adalah pekerjaan pria, saya seorang wanita bagaimana dapat melakukannya? Biasanya disaat suami melepas dan memasang komponen, saya selalu membantunya, dapat dikatakan sudah sangat terbiasa melihat pekerjaan itu, tetapi juga merasa bahwa benda-benda tersebut seperti berasal dari dunia lain, papan sirkuit, kabel, kepala colokan, sekrup, begitu melihatnya hati saya menjadi resah dan bingung, sama sekali tidak mengerti. Rekan praktisi sekali lagi menyemangati saya, suami juga menyemangati saya dengan mengatakan mudah dipelajari.

Tidak ada cara lain, selain mempelajarinya. Suami sedikit demi sedikit mengajari saya, sambil mengerjakannya saya mencatat dengan detail proses yang dilakukan selangkah demi selangkah. Tetapi setelah suami pergi bekerja, ketika saya mereparasi sendiri, masih sering terdapat kesalahan, mungkin pada sekrupnya, atau kesalahan pada rangkaian kabel, bahkan ada kalanya tidak dapat dirakit kembali. Setelah berkali-kali, suami akhirnya menjadi sedikit jengkel, mengatakan sesuatu yang membuat saya emosi: “Sudah diberi tahu saya tidak bisa mengerjakannya, kamu tetap menyuruh saya belajar! Cepatlah minta ijin, kamu saja yang pergi! Saya tidak mau belajar lagi!” Suami tidak berbicara lagi, bersabar menahan marah sambil terus mengajarkan saya.

Kemudian saya juga mencari ke dalam, menemukan adanya keterikatan tidak menerima kritikan. Keterikatan ini sudah sangat lama, dan menjadi keras membatu, saya harus melenyapkannya. Mengapa saya selalu melakukan kesalahan, selalu saja tidak dapat mengingatnya? Saya teringat yang Shifu katakan di dalam “Lunyu:”

“Untuk menyelami bidang ini, kita perlu secara fundamental mengubah konsep manusia biasa, bila tidak, wajah asli alam semesta selamanya tetap menjadi legenda umat manusia, dan manusia biasa selamanya merangkak dalam bingkai yang terbentuk oleh kepandirannya sendiri.”

Ternyata saya dihalangi oleh konsep diri sendiri yang terbentuk setelah lahir, konsep ini selalu beranggapan bahwa ini adalah pekerjaan pria, wanita tidak dapat melakukannya. Saya harus menerobos konsep ini, saya pasti dapat mempelajarinya dengan baik.

Kemudian saya menggunakan kamera digital memotret bagian yang sering saya lupakan, maka disaat merakitnya menjadi jauh lebih mudah. Walaupun saya telah lancar membongkar pasang perangkat keras tetap masih juga sering melakukan kesalahan, mungkin ada bagian yang kurang sekrup, salah letak, tanpa sadar merusak spare part komputer. Sepulangnya suami yang juga rekan praktisi melihat timbulnya kesalahan yang begitu serius, segera emosi: “Bagaimana kamu melakukannya?! Jika tidak dapat memasangnya, maka jangan dipasang lagi, jangan memaksakan diri! Alat ini masih baru, telah kamu rusak! Lain kali jangan kamu kerjakan lagi!” Saya tak bersuara, dalam hati menyalahkan diri sendiri, alat yang masih baru telah rusak karena saya! Seketika menjadi tidak percaya diri lagi, suasana hati sangat berat, sangat menderita, sangat ingin menangis.

Saya kemudian mencari ke dalam lagi dan menemukan masih adanya keterikatan tidak menerima kritikan orang lain, juga perasaan dendam yang kuat, serta melakukan sesuatu dengan ceroboh. Ini adalah kultivasi, jadi saya harus giat mengkultivasikan hati dan lebih percaya diri, saya harus rasional berjalan dengan stabil, saya harus teguh. Setelah melewati ini saya kembali sungguh-sungguh mencatat urutan membongkar pasang perangkat, dan melakukannya dengan lebih teliti, kemampuan teknologi saya dengan seketika mengalami kemajuan besar, dan tidak lagi melakukan kesalahan.

2. Mengkultivasikan diri Saat Berbagi dan Mengajarkan Teknologi

Melenyapkan Keterikatan Memandang Rendah Orang Lain


Ketika pergi ke daerah C untuk mengajarkan teknologi mereparasi dan memasang printer, rekan praktisi dari daerah G yang juga mengerti teknologi juga pergi ke daerah C, rekan praktisi ini berkali-kali mengatakan ia juga dapat melakukannya, dan mengatakan jika membaca buku petunjuk juga dapat mengerjakannya. Awalnya saya masih dapat mengendalikan suasana hati.

“Namun acap kali saat konflik terjadi, jika tidak sampai menusuk lubuk hati seseorang, akan sia-sia dan tidak berguna, tidak akan mendapat peningkatan.” (Zhuan Falun)

Saya melupakan ajaran Guru, akhirnya saya menjadi marah karena ia tidak juga berhenti berbicara, dengan mengatakan: “Kalau begitu anda pulang saja untuk membaca buku petunjuknya!” Setelah itu, selalu tidak sabaran terhadapnya, nada bicara juga menjadi ketus, akibatnya menimbulkan kerugian, praktisi itu tidak lagi berhubungan dengan kami.

Setelah kembali, rekan praktisi pembina yang pergi bersama menunjukkan kepada saya bahwa saya merendahkan orang lain, terlalu emosi. Saya juga mencari ke dalam, menemukan diri sendiri memang terdapat masalah yang sangat besar, berhati sempit, memiliki emosi yang buruk, tidak dapat menerima orang yang tidak sesuai dengan konsep diri sendiri. Pengetahuan teknologi saya telah meningkat, tetapi tidak demikian dengan Xinxing saya, apa manfaatnya terhadap kultivasi? Kemudian saat tiba di kabupaten lain untuk mengajarkan teknologi atau membantu, ketika menemukan ada perkataan dan perilaku rekan praktisi yang tidak sesuai dengan konsep diri sendiri, saya sedapat mungkin mengekang emosi diri sendiri, mengkultivasikan diri sendiri, berdiri di sudut pandang rekan praktisi untuk memahami rekan praktisi. Sekarang saya merasa hati diri sendiri menjadi lebih lapang.

Melenyapkan Kegembiraan Hati dan Mentalitas Pamer

Shifu dalam Zhuan Falun membicarakan secara tunggal mengenai kegembiraan hati dan mentalitas pamer, dapat dilihat bahwa kedua keterikatan tidak baik ini sangat berbahaya bagi orang yang berkultivasi. Beberapa tahun lalu, kegembiraan hati dan mentalitas pamer sangat menonjol pada diri saya, karena itu saya selalu dapat melihatnya dengan jelas. Seringkali di bawah dominasi kegembiraan hati dan mentalitas pamer menjadi egois, setelah itu akan merasa bahwa diri sendiri sangatlah buruk, dalam hati akan sangat menyesal dan sangat sedih. Tetapi selalu saja tidak mampu mengendalikan diri sendiri, lagi-lagi muncul keterikatan itu. Saat belajar Fa mengetahui bahwa keterikatan semacam ini bukanlah diri saya yang sejati, saya dengan gigih menyangkalnya, menahannya, sedikit berbicara jika tidak perlu, dengan demikian mentalitas pamer tidak punya kesempatan untuk muncul. Kemudian dengan jelas merasakan bahwa keterikatan ini semakin melemah, saya semakin dapat menemukan diri saya yang sejati,  dan dapat mengendalikan diri sendiri.

Ada beberapa rekan praktisi melihat ada seorang rekan praktisi memiliki sedikit kemampuan teknologi atau dapat mengatur beberapa hal, kemudian salah beranggapan bahwa rekan praktisi tersebut telah berkultivasi dengan baik, selalu suka memuji atau menanyakan pendapat mengenai hal apapun kepada rekan praktisi tersebut. Sesungguhnya pemahaman seperti itu sangat tidak di atas Fa, diri sendiri tidak dapat meningkat dalam berkultivasi, bahkan memperbesar kegembiraan hati dan mentalitas pamer rekan praktisi, hal demikian dapat mencelakakan kedua belah pihak. Shifu di dalam ceramah Fa pernah mengatakan untuk mengukur praktisi berdasarkan Xinxing mereka.

“Jangan melihat orang lain memiliki kemampuan Gong, kuasa supernormal atau dia mampu melihat barang sesuatu, kemudian anda mengikuti dia, lalu serta-merta anda mendengar dia, anda juga dapat mencelakakannya, dia dapat timbul kegembiraan hati, akhirnya segala yang ada pada dirinya akan hilang, jadi tertutup, akhirnya jatuh ke bawah.”(Zhuan Falun)

Melenyapkan Sifat Iri Hati

Dahulu disaat mengajarkan teknologi kepada rekan praktisi, saya hanya mengajarkan apa yang ditanyakan. Saya lebih suka memperbaikinya sendiri daripada mengajarkan kepada mereka, bukan karena tidak ada waktu untuk mengajarkan mereka, tetapi karena saya tidak ingin berbagi informasi. Akhirnya rekan praktisi yang memiliki kesulitan teknologi tidak mencari saya lagi melainkan telah mencari rekan praktisi lainnya. Hati saya menjadi sedikit tidak senang, saat beberapa rekan praktisi membicarakan suatu teknologi yang tidak saya pahami, hati saya akan menjadi tidak senang..... Saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya merasa sepert itu, mengapa menjadi tidak senang? Bukankah ini adalah sifat iri hati?

Saya pernah bertemu dengan seorang rekan praktisi lokal yang dikarenakan sifat iri hati sehingga berpenampilan tidak seperti orang yang berkultivasi, sangat dominan, suka memerintah, di dalam kultivasi bukankah sangat disayangkan? Mengapa ini diperlihatkan kepada saya? Bukankah ini dikarenakan sifat iri hati saya yang juga sangat kuat? Shifu pernah mengatakan dengan jelas:

“Dalam hal ini berlaku sebuah ketentuan: Manusia dalam berkultivasi, jika sifat iri hati tidak disingkirkan tidak akan memperoleh buah sejati, mutlak tidak akan memperoleh buah sejati.”(Zhuan Falun)

Saya harus melenyapkan sifat iri hati ini. Saya mulai sungguh-sungguh dengan sabar mengajarkan apa yang saya bisa kepada rekan praktisi, dan meminta bantuan praktisi lain. Saya tidak mengakui ketidaksenangan dalam hati adalah diri saya. Saya merasa gembira jika ada rekan praktisi yang memahami teknologi lebih banyak. Perlahan-lahan, saya menemukan bahwa suasana hati diri sendiri semakin tenang dan semakin tenang.

Melenyapkan Keterikatan Melakukan Pekerjaan

Dikarenakan personel teknologi tidak terlalu banyak, selain itu kabupaten sekitar juga sering membutuhkan bantuan, ada kalanya pekerjaan sangat sibuk, tanpa sadar waktu belajar Fa semakin lama semakin sedikit, keterikatan melakukan pekerjaan semakin berat. Selalu ingin lebih dulu menyelesaikan pekerjaan baru kemudian belajar Fa, terbalik memprioritaskan, menempatkan belajar Fa pada posisi sekunder, lupa bahwa belajar Fa adalah hal penting pertama. Berkembang lebih lanjut menjadi semakin buruk, semakin tidak mengutamakan belajar Fa dan semakin disusupi oleh kejahatan, hingga akhirnya membuat anda semakin sibuk, tetapi hal-hal yang dikerjakan tidak banyak. Semakin lama semakin tidak memiliki waktu belajar Fa. Akhirnya kultivasi menjadi terabaikan hanya melakukan pekerjaan. Shifu setiap kali berceramah Fa selalu sungguh-sungguh menanamkan kepada kita harus banyak belajar Fa, belajar Fa dengan baik. Sesungguhnya hanya dengan belajar Fa dengan baik, baru dapat benar-benar meningkatkan diri sendiri di dalam kultivasi, mempertahankan pikiran yang sadar jernih dan suasana hati yang stabil, kejahatan baru tidak dapat menyusup celah kekosongan dan mengganggu. Pekerjaan juga akan menjadi lancar secara alami, dan hasil yang dicapai juga jadi meningkat. Karena itu saya menuntut diri sendiri pagi dan malam berlatih Gong. Pagi hari sebelum pukul 10 belajar Fa dengan tenang, asalkan bukan pekerjaan yang terlalu mendesak seluruhnya ditunda untuk dikerjakan pada sore hari.

Beberapa tahun ini, saya melihat tidak hanya praktisi yang mempunyai kemampuan teknologi yang sangat mudah melakukan kesalahan ini, beberapa rekan praktisi pembina juga sangat mudah melakukan kesalahan ini. Bahaya yang mengancam dari keterikatan terhadap melakukan pekerjaan juga sangat besar. Begitu muncul keterikatan melakukan pekerjaan, apabila tidak segera dikultivasikan akan menyebabkan pikiran orang terlepas dari Fa, dan dengan demikian berbagai macam keterikatan lain akan mengambil kesempatan untuk menyerang dan menyebar, dan pada akhirnya kejahatan akan menyusupi celah kekosongan ini untuk mengganggu.

Meskipun saya masih memilki banyak keterikatan yang harus dilenyapkan, sedikitpun saya tidak takut pada mereka lagi, karena saya memiliki Shifu, memiliki Dafa, dan mereka juga jelas sudah semakin melemah.

Saya mengerti kemampuan teknologi yang saya miliki adalah pemberian Shifu, untuk menyelesaikan misi dan memenuhi sumpah janji saya. Shifu telah membukakan kebijaksanaan saya. Saya berdosa jika saya tidak melakukannya dengan baik. Saya masih jauh dari tuntutan Fa, karena saya sudah tidak segigih seperti saat baru memperolah Fa, tidak menyingkirkan keterikatan hati dengan cepat, sering kali mengendur, saya tahu bahwa diri sendiri yang demikian adalah berdosa, bersalah kepada Shifu, bersalah kepada makhluk hidup, bersalah kepada diri sendiri. Saya harus rajin belajar Fa, menguatkan kesadaran utama, setiap saat harus selalu dapat sadar jernih mengerti makna kehidupan diri sendiri yang sesungguhnya adalah demi apa, dan melakukan tiga hal dengan baik.

Saya pasti akan berusaha sebaik mungkin! Mohon Shifu tidak khawatir!

Chinese version click here
English version click here