Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui Minghui | Mengharmoniskan Kelompok untuk Menjadi Partikel Dafa

17 Maret 2013 |   Oleh: praktisi Dafa di China


(Minghui.org) Melalui kejadian ini, saya menyadari bahwa dengan peningkatan koordinasi melalui belajar Fa dan kultivasi, alih-alih menggunakan cara manusia biasa dalam melakukan sesuatu. Bagaimana bisa cara mereka membentuk kelompok Dafa? Seiring peningkatan Xinxing (watak, kualitas moral) kelompok, semua orang menjadi bertanggung jawab dan koordinasi meningkat secara alami. Jadi rekan-rekan praktisi dan saya sekarang berkomitmen untuk memulai dari paling dasar: memulihkan kelompok belajar dan berbagi pengalaman/pemahaman.

Salam kepada Guru agung dan belas kasih! Salam kepada rekan-rekan praktisi!

Berikut ini adalah pemahaman saya mengenai mengkultivasikan konsep pikiran manusia, merubah konsep dan mengharmoniskan satu tubuh pengikut Dafa melalui pekerjan koordinasi.

1. Menyingkirkan Rasa Takut, Melepaskan Ego dan Mengemban Tanggung Jawab untuk Berkoordinasi

Praktisi Falun Gong di kota saya dianiaya lebih parah daripada di daerah lain dalam wilayah yang sama, terutama sebelum dan sesudah Olimpiade 2008. Lingkungan kultivasi menjadi hancur. Jarak antara praktisi membesar. Ketika kami melihat daerah lain melakukan dengan baik, kami merasa cemas atas situasi kami dan berharap daerah kami dapat menjadi makin dewasa.

Medan energi positif dapat menekan dan menceraiberaikan semua kejahatan. Namun, saya tidak berani mengemban tanggung jawab untuk berkoordinasi, karena saya berpikir itu terlalu berbahaya. Setelah saya dibebaskan dari kamp kerja paksa, saya memutuskan hanya mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang saya kenal dan menuliskan artikel untuk diterbitkan di Internet. Saya merasa lebih aman hanya berbicara secara pribadi kepada seseorang, karena saya dapat melihat apakah mereka dapat dipercaya, dan untuk menerbitkan artikel di internet, karena tidak seorangpun tahu saya yang menulisnya.

Namun demikian, pada pertengahan tahun 2011, hampir semua praktisi yang saya ajak bicara selalu membicarakan tentang satu tubuh, jadi saya merasa Guru mendorong saya untuk lebih maju. Awalnya, saya selalu menolak jika praktisi berkata saya cocok menjadi koordinator. Saya berkata hanya ingin melakukan apa yang ingin saya lakukan.

Praktisi A berpikir bahwa saya perlu menempatkan penyelamatan makhluk hidup sebagai prioritas utama, daripada melakukan proyek yang ingin saya lakukan dan kami semua perlu melakukan apa yang paling dibutuhkan oleh Dafa. Kata-kata praktisi membuat saya melihat ketakutan saya, dan saya menggunakan alasan bekerja pada proyek untuk menutupi ketakutan saya. Melalui belajar Fa, saya memahami bahwa penyimpangan dari alam semesta lama, kehidupan menjadi egois. Ketika mereka menjalani interaksi sosial, mereka menjadi makin egois dan akhirnya turun tingkat dan menjadi makin buruk.

Apa yang saya percaya yang dikehendaki Guru adalah dewa yang tidak mementingkan diri sendiri di alam semesta baru. Maka itu, kualitas dasar kita ditempa melalui kultivasi, bekerja sama secara keseluruhan, dan menyelamatkan makhluk hidup, maka kita memenuhi standar tidak mementingkan diri sendiri di alam semesta baru. Hanya dalam proses pembaharuan alam semesta, seseorang dapat disebut pengikut Dafa pelurusan Fa dan mengemban misi suci untuk menyelamatkan makhluk hidup. Jadi, ketika seorang koordinator dibutuhkan di daerah kami, saya pikir perlu mengambil insiatif.

Kemudian terjadi keajaiban: Saya meletakkan beberapa informasi untuk digunakan untuk menulis artikel klarifikasi fakta di folder komputer, namun sekarang saya tidak dapat menemukannya. Saya akhirnya menemukannya di sub-folder dari folder lain. Saya pikir bahwa Guru telah menggunakan ini untuk membantu saya menyadari bahwa saya harus melakukan koordinasi keseluruhan sebagai prioritas utama.

Proyek pertama yang perlu saya koordinasikan adalah menyelamatkan Praktisi B. Kami harus mengungkap kejahatan kepada masyarakat setempat dan berhubungan dengan keluarga serta pengacara. Praktisi B telah diawasi oleh pihak berwenang dan dianggap sebagai tokoh kunci. Saya sering berhubungan dengannya dan tidak tahu apakah saya telah dikenali. Demi alasan keamanan, beberapa praktisi menyarankan saya untuk tidak terlibat, tetapi mencari satu atau dua praktisi yang tak terungkap untuk menghubungi keluarga dan pengacara. Namun demikan, hanya Praktisi C dan saya mengenal keluarga itu dengan baik. Karena C lebih banyak diawasi dari pada saya, saya tidak bisa membiarkan dia menanggung resiko, jadi saya pikir saya saja yang melakukannya.

Ketika saya menemani keluarganya untuk menemui pengacara pada pertama kali, pengacara itu berkata ia sedang diawasi petugas keamanan kota dan polisi telah meminta ia untuk bertemu pada hari berikutnya. Ketika saya bertanya apakah ia pernah ditangkap karena mewakili praktisi, pengacara itu berkata bahwa anggota keluarga seharusnya tidak ada masalah jika menyewa pengacara, karena ini adalah hak mereka, dan pengacara hanya melakukan tugas mereka dan tidak akan terjadi apa-apa pada mereka. Hanya pengikut Dafa yang menemani anggota keluarga mungkin akan diikuti setelahnya dan ditahan oleh polisi, ia menambahkan.

Ketika pengacara membuat komentar ini, ia meletakkan ponselnya di meja sepertinya untuk melihat reaksi saya. Saya menyadari bahwa semua ini ditujukan pada ketakutan saya untuk melihat apakah saya berani untuk meneruskannya. Saya pikir harus menggunakan pikiran lurus untuk menghadapi tantangan. Sebagai praktisi Dafa yang membantu Guru dalam pelurusan Fa, saya sedang melakukan hal yang paling lurus di alam semesta. Kejahatan bukan apa-apa dan perlu dilenyapkan.

Maka, setiap kali saya pergi menemui keluarganya atau pengacara, saya akan menjaga pikiran lurus ini, di samping tindakan keamanan yang sesuai. Sementara itu, makin banyak praktisi mulai mendukung upaya ini. Mereka memancarkan pikiran lurus, berbagi pemahaman mereka dan menulis artikel untuk mengungkap kejahatan. Perlahan-lahan, kami membentuk satu tubuh dan pekerjaan penyelamatan mendapatkan kemajuan. Dengan karunia Guru dan pikiran lurus praktisi, saya merasa dilindungi dan aman, ketakutan saya berkurang banyak.

2. Kultivasi Selama Berkoordinasi

Dahulu, saya memiliki keterikatan untuk melakukan sesuatu yang menyebabkan saya dianiaya. Saya menganggap seberapa banyak yang dapat saya kerjakan sebagai ukuran seberapa rajin saya dan refleksi langsung dari Xinxing saya. Ini menyebabkan saya menyimpang dari Fa, namun saya merasa puas dengan diri sendiri dan merasa berkultivasi dengan baik. Akibatnya, kejahatan dapat mengambil kesempatan atas celah kekosongan dan saya dianiaya.

Melalui belajar Fa, saya menyadari bahwa sebagai praktisi sejati, kita perlu melakukan yang terbaik di setiap proyek Dafa, besar atau kecil; saya perlu memperlakukan setiap proyek koordinasi sebagai kultivasi dan menjaga mentalitas sebagai seorang kultivator. Saya harus pergi bekerja, mengurus orangtua di rumah, dan mengkoordinir proyek-proyek untuk menyelamatkan makhluk hidup. Tetapi, sesibuk apapun, saya menempatkan belajar Fa sebagai prioritas utama. Jika saya belum belajar Fa pada suatu hari, saya akan menunda pekerjaan sampai saya selesai belajar Fa. Hasilnya, saya semakin jernih dan teratur.

Praktisi di daerah kami sadar bahwa kelompok belajar Fa adalah dasar untuk memantapkan satu tubuh kami. Dengan upaya setiap orang, beberapa kelompok belajar Fa terbentuk dan saya menghadiri satu kelompok belajar. Selama dua pertemuan pertama, setelah belajar Fa, saya segera mendiskusikan proyek dengan semua orang. Kami menghabiskan banyak waktu tanpa mencapai banyak hasil, sehingga perlahan-lahan praktisi kehilangan antusias mereka untuk menghadiri pertemuan. Apa masalahnya? Saya menemukan bahwa saya terperangkap dalam cara manusia biasa melakukan sesuatu. Maka itu, saya meluruskan diri saya. Mulai sejak itu, setelah belajar Fa, kami berbagi pengalaman kami dan praktisi merasa mereka mendapatkan banyak manfaat darinya. Kami mempunyai sedikit waktu untuk mendiskusikan proyek. Seiring tingkatan Xinxing kami meningkat, setiap orang berinisiatif untuk melakukan tugas, dan bilamana membutuhkan bantuan, praktisi bersedia melakukan.

Praktisi D menderita karma penyakit serius dan diopname di rumah sakit. Saya sering memancarkan pikiran lurus untuk membantunya dan membantu dia untuk mencari ke dalam, tetapi kondisinya tidak membaik. Rumah sakit memberitahu keluarganya atas kondisi kritisnya dan memasang peralatan monitor serta pernapasan. Para praktisi mengingatkan saya bahwa Praktisi D cukup lama tidak belajar Fa dengan sepenuh hati. Setelah kami saling membahas, kami memutuskan tidak hanya berbicara saja, tetapi juga belajar Fa bersamanya ketika pergi menjenguknya. Praktsi E menggunakan istirahat makan siangnya, bersusah payah menembus panas mendidih di musim panas dalam bis yang penuh sesak, untuk pergi ke rumah sakit untuk membacakan Fa kepadanya.

Dengan upaya kelompok kami, Praktisi D kemudian bisa meninggalkan rumah sakit, dan ia berinisiatif untuk membuat rencana belajar. Selama siang hari, praktisi manula melafakan Lunyu (kata ulasan di buku Zhuan Falun) dan Hong Yin serta baca Zhuan Falun bersamanya. Pada malam hari, praktisi yang lebih muda menemaninya belajar ceramah baru Guru.

Seminggu kemudian, saya menemukan Praktisi D telah berubah banyak. Semangatnya meningkat, wajahnya bersinar dan ia dapat makan lagi. Ia tenang saat belajar Fa dan telah belajar mencari ke dalam. Ketika saya membaca ceramah baru bersamanya, saya merasa kami berdua melebur dalam energi Dafa, pikiran kami dipenuhi Fa dan Falun berputar di sekeliling tubuh kami. Saya melihat D belajar Fa dengan sungguh-sungguh. Ketika saya meninggalkan rumahnya, saya merasakan kebahagiaan tak terkira dan sepenuhnya menghargai keindahan dari belajar Fa.

Saya tiba-tiba mengerti apa yang Guru katakan:

“Di Tiongkok ada satu patah kata: Pagi mendengar Tao, Sore boleh meninggal.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Eropa 1998”)

Ketika seseorang melebur ke Dafa, apakah ia masih manusia biasa? Dapatkah kejahatan menyentuhnya? Melalui pengalaman ini, saya mendapatkan pemahaman mendalam tentang mengapa Guru berulang kali menyarankan kita untuk belajar Fa.

Selama proses menyelamatkan praktisi B, saya segera melaporkan kepada para praktisi di mana posisi kami dan apa yang perlu dilakukan pengacara dan keluarganya berikutnya. Saya berharap semua orang akan menggiatkan pemancaran pikiran lurus, mengumpulkan dan menyediakan informasit tentang pihak berwenang yang terlibat dalam penganiayaan, dan mengunduh serta membagikan artikel untuk mengungkap kejahatan. Tetapi, saya tidak mendapatkan banyak respon dari rekan-rekan praktisi.

Saya menanyakan beberapa praktisi tentang kemajuan dan menemukan hal itu tidak dikerjakan. Saya merasa sangat lelah. Beberapa praktisi mengatakan saya hanya meneriakkan slogan, punya mentalitas untuk melakukan sesuatu, mengganggu jalan yang ditempuh orang lain dan seterusnya. Saya merasa disalahkan dan mengeluh tentang praktisi di dalam hati: ”Bukankah kita harus menjadi satu tubuh? Mengapa semuanya tidak bekerja sama ketika suatu tindakan dibutuhkan?”

Saya merasa ragu apakah ini perlu diteruskan. Saya benar-benar ingin berhenti menjadi koordinator, tetapi sisi dewa saya sangat jelas: Daerah kami baru mulai bekerja sebagai satu tubuh dan kejahatan di dimensi lain dengan susah payah mencoba untuk mengganggu kami sehingga menghalangi kami membentuk satu tubuh. Jika saya mundur dari kesulitan sekarang ini, maka saya akan berjalan di jalan yang diatur oleh kekuatan lama.

Saya berusaha menekan emosi negatif saya. Saya samar-samar merasakan adanya suatu kekurangan di dalam saya dan karena itulah kenapa tidak berjalan dengan lancar. Saya menenangkan diri untuk menemukan alasannya. Saya menemukan banyak masalah dari keseluruhan kelompok: Kelompok belajar tidak cukup menyebar, dan tidak cukup banyak berbagi di antara praktisi, interaksi antar koordinator dan seterusnya.

Ketika saya berbagi pemahaman dengan praktisi A, ia menunjukkan adanya masalah dengan pendekatan saya dalam melakukan sesuatu. Saya sedang melakukan sesuatu seperti manusia biasa dalam sebuah organisasi: Ketika seorang petugas memberikan perintah, bawahannya akan mengikuti perintah itu. Sekelompok kultivasi di masa pelurusan Fa sepenuhnya berbeda: Setiap partikel menempuh jalurnya masing-masing. Sementara itu, setiap orang belajar Fa, berbagi dan bersama-sama gigih maju, serta membentuk satu tubuh. Ketika Xinxing meningkat, secara alami masalah akan menjadi mudah dilakukan dan pekerjaan koordinasi menjadi lebih lancar.

Kata-kata praktisi A membangunkan saya. Ia membuat saya menyadari bahwa saya telah mencari keluar, sementara akar dari masalah ada di dalam diri saya sendiri. Meskipun saya ingin melakukan sesuatu sebagai kultivator, cara berpikir dan gaya saya melakukan sesuatu seperti manusia biasa. Bukankah itu seperti orang biasa melakukan pekerjaan Dafa? Bukankah itu memberikan alas an kepada kejahatan untuk merusak keseluruhan koordinasi? Itulah kenapa upaya saya menemui banyak rintangan.

Saya juga menemukan unsur racun dalam kebudayaan Partai Komunis dalam cara saya melakukan sesuatu: hanya permukaan saja, berbicara tidak jelas kepada orang lain, memohon dukungan tanpa mempertimbangkan orang lain, dan tidak melakukan secara mendalam serta teliti. Sebagai contoh, saya tidak memberitahu terlebih dahlu tentang waktu dan tempat kepada yang lain untuk memancarkan pikiran lurus atau hal-hal yang berkaitan dengan panggilan telepon untuk klarifikasi fakta: ataupun memberitahu praktisi di mana untuk mengunduh materi klarifikasi fakta setempat dan kepada kalangan siapa akan dibagikan. Tentu saja, saya tidak mungkin melakukan semua itu sendirian, tetapi saya masih memonopoli semuanya. Keterikatan tersembunyi saya untuk membuktikan kebenaran diri sendiri telah terbentuk dan saya tidak menyadarinya.

Guru berkata:

“Mempunyai satu keinginan tulus dengan harapan semua orang dapat bersama-sama menyelesaikan pekerjaan dengan baik, anda akan lihat bagaimana hasilnya.” (“Bagaimana Membimbing,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

Begitu saya menemukan keterikatan-keterikatan ini, saya tiba-tiba merasa rileks, sepertinya dibebaskan dari beban berat. Kemudian, ketika praktisi yang dimanfaatkan oleh kejahatan untuk menyebarkan gosip jahat untuk menghancurkan kelompok, saya tidak membiarkannya menyeret saya jatuh.

Guru berkata:

“..mengapa di tengah pengikut Dafa bisa ada orang semacam ini, bisa terjadi peristiwa seperti ini? Apakah kedatangan dia khusus ditujukan terhadap sejumlah orang? Khusus ditujukan terhadap sejumlah sifat hati manusia? Pasti adalah demikian. Di dalam Xiulian tidak ada kejadian apa pun yang tanpa sebab. Tatkala kondisi tidak benar dan kelakuan orang yang tidak baik muncul di tempat kita ini, itu adalah datang tepat ditujukan terhadap sifat hati manusia. (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Washington DC 2009”)

“..di tengah Xiulian harus banyak mengintrospeksi diri sendiri. Walau muncul masalah apa pun, pertama pikirkan pada diri sendiri, pikirkan pada kelompok yang saat itu melakukan pekerjaan, mungkin dapat menemukan sumber permasalahan.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Washington DC 2009”)

Selama belajar kelompok, saya memberitahu praktisi tentang keterikatan dan pemahaman saya berdasarkan Fa. Seorang praktisi berkata: ”Pengikut Dafa di daerah kami perlahan-lahan membentuk satu tubuh dimana ditakuti kejahatan. Kita harus mengkultivasikan diri kita sendiri dengan baik, melepaskan ego sendiri, dengan mantap saling bekerja sama, dan membentuk satu tubuh tak terhancurkan. Maka kejahatan tidak akan bisa mengganggu kita dan seluruh kelompok akan menjadi makin dewasa.”

Melalui kejadian ini, saya menyadari bahwa dengan peningkatan koordinasi melalui belajar Fa dan kultivasi, alih-alih menggunakan cara manusia biasa dalam melakukan sesuatu. Bagaimana bisa cara mereka membentuk kelompok Dafa? Seiring peningkatan Xinxing (watak, kualitas moral) kelompok, semua orang menjadi bertanggung jawab dan koordinasi meningkat secara alami. Jadi rekan-rekan praktisi dan saya sekarang berkomitmen untuk memulai dari paling dasar: memulihkan kelompok belajar dan berbagi pengalaman/pemahaman.

3. Mengharmoniskan Satu Tubuh untuk Menjadi Partikel Dafa

Koordinator di daerah kami punya pemahaman berbeda tentang menggunakan cara hukum untuk menyelamatkan Ppraktisi B. Saya berulang kali menekankan pentingnya pendekatan saya, tetapi mereka memikirkan cara lain yang lebih sesuai dengan kelompok kami. Saya pikir bahwa saya tidak seharusnya terobsesi dengan pendekatan itu sendiri. Ketika saya tidak dapat meletakkan pendapat saya, saya sedang membuktikan kebenaran diri sendiri.

Saya menyadari bahwa jika kondisi untuk pendekatan saya kurang matang, saya seharusnya tidak keras kepala mengikutinya. Hasilnya jelas tidak sepenting proses mengungkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta untuk menyelamatkan makhluk hidup. Saya kemudian tidak lagi memaksakan pendapat saya kepada yang lain; sebaliknya saya mengikuti proposal koordinator lain. Ketika saya berhenti memaksakan pendapat saya, saya lebih dapat mendengarkan saran mereka.

Koordinator sering mendengar pendapat berbeda dari praktisi lain dan kadang malah dituduh salah atau salah paham terhadap yang lain. Dahulu ketika saya menemui konflik seperti itu, saya akan berusaha menjelaskan dan membela diri sendiri. Suatu kali saya bertengkar dengan seorang praktisi dan mengkritik suara dan sikapnya, mengatakan ia tidak mencari ke dalam. Setelah itu, saya merasa salah atas apa yang saya ucapkan.

Dari belajar Fa, saya mengerti bahwa apakah benar atau salah di permukaan adalah tidak penting. Dewa hanya melihat apakah hati seseorang meningkat atau tidak. Bukankah mendengar kata-kata yang tidak enak merupakan kesempatan bagus untuk mengkultivasikan keterikatan seseorang dari rasa malu? Sekarang ketika saya mendengar pendapat yang berbeda, saya berusaha untuk memahami niat baik setiap praktisi dan mengingatkan diri sendiri bahwa jika apa yang praktisi katakan itu ada sedikit kebenaran, saya harus mendengarkan dan berterima kasih. Saya ingin menjaga pikiran belas kasih dan tidak peduli dengan gengsi.

Dulunya, saya punya banyak pikiran negatif tentang rekan praktisi dan suka membicarakan kekurangan mereka. Saya menemukan bahwa pikiran ini disebabkan oleh iri hati dan mentalitas pamer, itu memiliki efek merusak dalam kelompok. Guru ingin kita memiliki pikiran positif dan belas kasih terhadap rekan-rekan praktisi dan manusia biasa, sehingga saya berusaha keras mengkultivasikan pikiran negatif ini dan mengingatkan diri sendiri untuk hanya melihat sisi positif praktisi. Kultivator perlu memaafkan sisi yang belum dikultivasikan.

Guru berkata:

“Biarpun kalian mengerjakan secara kolektif ataupun secara perorangan, yang kalian kerjakan adalah hal yang sama, inilah suatu tubuh kesatuan. Semuanya sedang mengklarifikasi fakta, memancarkan Zheng Nian dan belajar Fa, secara konkrit hal yang dilakukan tidaklah sama, pembagian kerja teratur, saat menyatu menjadi bentuk, saat mengurai menjadi butir.” (“Ceramah Fa dan Penguraian Fa pada Konferensi Fa di Amerika Barat Saat Hari Yuan Siao 2003”)

Tubuh utama dari pengikut Dafa – para pengikut di daratan China --masih terus berjalan di Jalan Besar. Saya merasa seorang koordinator haruslah pertama-tama menjadi pengikut Dafa dan melakukan tiga hal dengan baik. Seseorang seharusnya tidak puas hanya merencanakan dan mengkoordinasikan sesuatu, sementara mengendur dalam mengklarifikasi fakta untuk menyelamatkan makhluk hidup, jadi saya menaruh perhatian itu sepanjang waktu dan di manapun.

Sebagai contoh, ketika daerah kami memulai jadwal untuk memancarkan pikiran lurus, saya menetapkan jam 22.00 setiap malam. Tetapi, kadangkala saya sibuk dan ketinggalan. Suatu hari saya tiba-tiba menyadari bahwa untuk menghargai waktu pemancaran pikiran lurus adalah komitmen kepada kelompok dan makhluk hidup. Jika saya tidak menepatinya, itu akan mengurangi kekuatan dari kelompok. Selain itu, di samping memancarkan pikiran lurus sesuai waktu global, saya menetapkan untuk memancarakn pikiran lurus pada jam 22.00 setiap malam.

Ketika praktisi dari daerah lain datang ke kantor keamanan publik regional kami untuk menyerahkan materi klarifikasi fakta, saya pergi ke sana untuk memancarkan pikiran lurus dari jarak dekat. Bilamana ada pertemuan teman sekolah atau teman, atau ketika pergi berbelanja atau naik taksi, saya berusaha untuk menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup. Saya memberikan DVD Shen Yun Performing Arts dan Sembilan Komentar tentang Partai Komunis kepada orang-orang, menyarankan orang-orang keluar Partai Komunis China dan mengklarifikasi fakta. Pendeknya, lakukan apa yang saya bisa lakukan.

Saya sadar betul bahwa saya masih di bawah standar praktisi Dafa periode pelurusan Fa. Ketika saya berpikir tentang jatuh bangun dalam jalur kultivasi, saya menyadari bahwa Guru telah berulang kali membeirkan kesempatan kepada saya untuk melakukannya dengan baik. Saya tahu Guru telah menyelamatkan saya. Saya hanya bisa memenuhi harapan dan memastikan bahwa saya melakukan sesuatu sesuai dengan permintaan Guru. Saya akan menghargai kesempatan berharga ini yang hanya datang sekali dalam puluhan ribu tahun.

Chinese version click here
English version click here