Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Guru Terhormat & Praktisi Falun Gong Liu Weishan Dikirim ke Krematorium Saat Masih Hidup

30 Maret 2013 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Huber, China


(Minghui.org) Liu Weishan, seorang guru sekolah dari Kota Xiangfan, Provinsi Hubei, ditangkap beberapa kali sejak tahun 1999 hingga 2002 oleh Partai Komunis China karena teguh berlatih Falun Gong. Ia telah diperlakukan tidak layak dan ditahan di pusat penahanan diluar keinginannya.

Lumpuh dan dalam kondisi mental hancur selama bertahun-tahun, penguasa mengirimnya untuk dikremasi pada tahun 2011. Untungnya, pegawai krematorium menyadari bahwa ia masih hidup dan menolak untuk memprosesnya.

Ia tetap ditahan di rumah sakit hingga hari ini, dalam kondisi vegetatif, dan tidak boleh dikunjungi.

Kisah-kisah yang mirip dapat diceritakan oleh keluarga praktisi Falun Gong yang disiksa di rumah sakit dan di pusat penahanan di seluruh China. Detail kasus Liu dilaporkan di bawah ini.


Liu Weishan, lumpuh karena disiksa di penjara

Nama: Liu Weishan (刘伟珊)
Jenis Kelamin: Wanita
Usia: 50an
Alamat: Pabrik Mesin Hanjiang (汉江机械厂)
Pekerjaan: Guru
Tanggal Penangkapan Terakhir: 13 Oktober 2002  
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Wanita Kota Wuhan (武汉市女子监狱)
Kota: Kota Xiangfan (襄樊市)
Provinsi: Provinsi Hebei (湖北省)
Penganiayaan yang Diderita: Penjara, penyiksaan, paksa makan, dilarang tidur, disuntik / diberi obat dengan paksa
Pelaku Utama: Fan Zhiyong (樊智勇), Li Feng (丽峰)

Guru yang Berdedikasi

Liu sebelumnya mengajar di sekolah afiliasi Pabrik Mesin Hanjiang (sekarang Perusahaan Peralatan Keamanan Penerbangan) dan beberapa kali diakui sebagai “pribadi yang luar biasa” oleh pabrik dan tingkat provinsi. Rajin dan tulus, Liu sangat dihormati dan dihargai oleh rekan-rekan guru dan murid.

Penyiksaan Tanpa Belas Kasih

Penganiayaan terhadap Falun Gong mulai pada bulan Juli 1999, pimpinan pabrik Liu menuruti perintah rejim, berulang kali menyiksa Liu.

Pada bulan September 2002, Liu ditangkap untuk ketujuh kalinya. Kali ini karena ia membagikan materi informasi mengenai Falun Gong.

Sekertaris partai untuk pabrik, Hu Daixin, memberitahu Kantor 610, “Jangan biarkan ia pulang kali ini. Saya akan membayar kamu sebanyak yang kamu inginkan asal kamu tetap menahannya di dalam.”

Pada tanggal 13 Oktober 2002, Liu dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh Pengadilan Kota Xiangfan. Hanya beberapa bulan setelah ia dikirim ke Penjara Wanita Wuhan, ia mengalami kerusakan mental akibat penyiksaan yang dideritanya.

Liu diam-diam dipindahkan ke Rumah Sakit Penerbangan 364 di Kota Xiangfan untuk “perawatan” di bulan Januari 2006.

Tahun 2010, masih dalam keadaan linglung, ia juga lumpuh dan ototnya menyusut. Ia tidak lagi dapat berdiri tegak, kakinya bengkok dan cacat. Kadang-kadang ia berkata, “Saya ingin pulang!”

Ketika Rumah Sakit Penerbangan 364 pindah dari pinggiran kota ke kota pada bulan Agustus 2011, pegawai kantor 610 dan sekertaris PKC rumah sakit memerintahkan untuk membawa Liu ke krematorium walaupun jantungnya masih berdetak. Berkat pegawai krematorium yang menolak untuk mengkremasi Liu, ia lolos dari kematian.

Liu sekarang berada di kamar 10 lantai 6 Rumah Sakit Penerbangan 364. Ia tidak diijinkan dikunjungi. Menurut keluarganya, Liu berada dalam kondisi vegetative. Ia tidak bisa minum maupun makan dan juga tidak dirawat.

Dibawah ini beberapa gambaran apa yang diderita Liu:

Mulai Berlatih Falun Gong pada Tahun 1999 dan Memperoleh Kembali Kesehatannya


Liu Weishan sebelumnya memiliki kesehatan yang buruk, tetapi setelah ia berlatih Falun Gong awal tahun 1999, ia berubah menjadi orang yang sehat, penuh vitalitas. Tiga bulan kemudian semua penyakitnya secara ajaib hilang.

Pada tahun 1999, rejim Komunis China mulai secara terbuka menindas Falun Gong. Melihat orang-orang disekitarnya terkelabaui oleh berita-berita yang disiarkan secara besar-besaran oleh media yang dikendalikan pemerintah, dan atas keinginannya sendiri untuk melakukan apa yang dianggapnya benar, Liu mulai memberitahu orang-orang mengenai manfaat Falun Dafa. Ia memberitahukan orang-orang untuk tidak mempercayai kebohongan di TV, untuk itu pejabat Partai di pabrik menempatkannya dalam tahanan rumah.

Berulang Kali Ditangkap, Ditahan, Dipaksa Makan

Pada tahun 2000, sebuah selebaran klarifikasi fakta muncul di papan bulletin pabrik. Pimpinan pabrik kemudian berkolusi dengan Kantor 610 dan menangkap Liu dalam perjalanan ke tempat kerja. Ia mulai melakukan protes dengan mogok makan. Setelah ia dibebaskan, gajinya dikurangi hingga hanya tinggal 100 yuan lebih per bulan, yang sangat tidak mencukupi untuk hidup.

Pada tanggal 16 Desember 2000, Liu diberitahu bahwa ia dapat melanjutkan mengajar di sekolah. Itu adalah sebuah tipuan. Ia dibawa ke pusat cuci otak dari sekolah. Di pusat cuci otak, ia dipukuli dengan kejam, diikat, ditendang, dan dipaksa berlutut oleh Nie Xiaowu, kepala bagian keamanan politik Departemen Kepolisian Xiang fan. Ia ditahan di Kantor Polisi Hanjiang selama 18 hari.

Pada tanggal 3 Juli 2001, Liu ditangkap oleh kaontor keamanan pabrik dan dibawa ke Kamp Kerja Paksa Kota Xiangfan, dimana ia dimasukan ke sel solitari yang sempit selama lima hari. Sel itu begitu kecilnya hingga ia tidak bisa berdiri dan terpaksa harus berjongkok.

Pada bulan April 2002, petugas Kantor Polisi Hanjiang menyerbu dan menggeledah rumahnya, mengambil buku-buku Dafa. Pada bulan Mei 2002, Kejaksaan Kota Xiangfan memerintahkan penangkapannya. Liu melakukan mogok makan untuk memprotes dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pertama Kota Xiangfan, dimana ia dipaksa makan selama 15 hari dan hampir meninggal dunia.

Dijatuhi Hukuman Penjara setelah Tujuh Kali Ditangkap

Liu ditangkap untuk ketujuh kalinya pada tanggal 14 September 2002, ketika ia sedang membagikan materi klarifikasi. Ia dibawa ke Pusat Penahanan Pertama di Kota Xiangfan. Setelah beberapa kali bandingnya gagal, ia mulai mogok makan. Kemudian ia dipaksa makan.

Beberapa orang narapidana kuat memegang kepala, kaki dan tangannya, sebuah selang dimasukan ke perutnya melalui hidung. Di saat yang sama, polisi menyuruh narapidana untuk mencubit, menjambak, menampar dan menelanjanginya. Mereka menutupinya dengan selembar kain, mengatakan dengan begini lebih mudah buatnya untuk buang air.

Ia dipaksa makan dua kali sehari, tetapi selang hanya diganti 15 hari sekali. Ketika selang dicabut, bagian paruh bawahnya menghitam. Ia mengalami penyiksaan ini selama 40 hari, hingga akhirnya ia menjadi sangat lemah.

Pada 13 Oktober 2002, Liu yang sudah lemah diam-diam dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Hari berikutnya, ia dibawa ke Penjara Wanita Wuhan.

Mentalnya Runtuh setelah Disiksa dengan Kejam di Penjara


Penjara Wanita Wuhan menempatkan praktisi Dafa di sel solitary, memborgol tangan mereka ke belakang punggung, tidak diberi makan beberapa hari, mereka tidak diperbolehkan tidur. Penjaga berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Praktisi melakukan mogok makan untuk memprotes kekejaman itu. Penjaga lalu menggunakan makan sisa para narapidana dicampur dengan makanan yang sudah basi dan sup untuk memaksa makan mereka. Dalam kondisi keras itu, banyak praktisi yang menjadi gila dan bahkan meninggal.

Hanya dalam beberapa bulan setelah dibawa ke Penjara Wanita Wuhan, mental Liu terganggu. Ia menjadi kurus, menstruasinya terhenti, tangannya gemetar, kakinya bengkok dan cacat. Ia menjadi sangat rapuh. Ia sering dibawa ke klinik dan disuntik dengan obat yang tidak diketahui. Ia diikat dan diberi makan obat dengan paksa. Pemaksaan makan dengan brutal merusak kerongkongannya.

Rumah Sakit Menuruti Instruksi dari Kantor 610 Menyiksa Liu


Pada malam tanggal 31 Januari 2006, Liu diam-diam dibawa ke Rumah Sakit Penerbangan 364 untuk “perawatan.” Ia tidak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis. Namanya tidak dicatat di registrasi rumah sakit, dan dua orang ditugaskan untuk mengawasinya setiap waktu.

Rekan-rekan, murid dan teman-teman yang mengunjungi sangat terkejut melihat kondisinya: “Bagaimana seorang yang sehat bisa berakhir demikian? Ia tidak lebih dari tulang terbungkus kulit. Seluruh tubuhnya cacat dan berubah bentuk, matanya kosong.”

Setelah 11 Februari 2006, ketika orang mengunjunginya lagi, mereka melihat sebuah tanda ditempatkan di pintu bangsal yang berbunyi, “Sakit Parah, Tidak Boleh Dijenguk.” Semua orang yang mengunjunginya dihentikan dan ditanyakan.

Pada tahun 2010, Liu menjadi lumpuh dan otot-otonya mengalami penyusutan. Ia dalam kondisi linglung dan hanya dapat berbicara beberapa patah kata. Ia terus memberitahukan penjaga, “Saya ingin pulang!”

Pada bulan Agustus 2011 ketika Rumah Sakit Penerbangan 364 pindah, Liu juga ikut dipindahkan. Saat itu, pegawai dari Kantor 610 dan Fan Zhiyong, sekretaris PKC rumah sakit, memerintahkan untuk membawa Liu ke krematorium walaupun jantungnya masih berdetak.

Ketika pegawai krematorium sedang mempersiapkan proses kremasi, mereka menemukan bahwa jantung Liu masih berdetak, jadi mereka menolak untuk melanjutkan proses tersebut. Oleh karena itulah Liu dibawa kembali ke rumah sakit.

Liu Weishan sekarang ini berada di Kamar 10 lantai 6 Rumah Sakit Penerbangan 364 di Hubei. Beberapa rekan kerja Liu pergi menjenguknya, tetapi dihentikan oleh perawat bermarga Kang, yang mengatakan, “Saya dapat perintah dari atas. Tidak seorang pun diperbolehkan untuk menjenguknya.”

Untuk informasi lebih detail mengenai penganiayaan Liu Weisan, silahkan baca: “Summary of the Persecution of Ms. Liu Weishan, A Teacher in Xiangfan City, Hubei Province, Tortured Until Paralyzed and Mentally Disabled”  

Chinese version click here
English version click here