Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pentingnya Mengaplikasikan "MIEK" Sejak Dini

11 April 2013 |   Oleh: praktisi Jakarta

(Minghui.org)

Rekan-rekan praktisi,

Kita semua tahu penggunaan huruf "MIEK", dimana pengikut Dafa ketika memancarkan pikiran lurus memusatkan kekuatan pikiran pada huruf tersebut dengan demikian memfungsikan Kemampuan Gong untuk memusnahkan kejahatan yang merusak Dafa.

Huruf "miek" dipilih oleh Shifu sendiri karena manifestasi dari huruf tersebut adalah yang paling kuat perkasa dalam memusnahkan kejahatan.

Berikut adalah Tanya Jawab Ceramah Fa di New York, 2004, menjelaskan tentang hal ini:

Tanya: Di saat membersihkan diri sendiri sebelum membasmi kejahatan dengan memusatkan pikiran pada sebuah huruf “Miek” (terbasmi), bolehkah memusatkan pikiran pada sebuah huruf “Chu”(menumpas)?

Shifu: Saya menyuruh anda bagaimana melakukan maka lakukanlah begitu, hal yang saya suruh anda lakukan pasti adalah yang paling kuat perkasa. (tepuk tangan) Ada praktisi yang pikiran lurusnya selalu kurang, begitu timbul rasa kegembiraan lalu ingin menghadirkan seperangkat yang lain, dengan demikian anda niscaya dapat diperalat oleh iblis, anda niscaya akan menyimpang sehingga timbul masalah. Mereka yang timbul masalah, tidak berarti seketika sudah timbul masalah, melainkan secara berangsur-angsur dengan awal mula yang begini.

Oleh karena itu menurut pemahaman saya, juga adalah baik dan penting bagi kita untuk selalu mengaplikasikan huruf "miek" ini dalam aktifitas kehidupan kita sehari-hari dimana ketika kita temukan atau sadari terbersit pikiran yang tidak benar atau ucapan yang tidak benar harus segera kita "miek" saat itu juga, dengan demikian pikiran atau ucapan yang tidak benar itu sudah kita musnahkan sejak dini sebelum semakin berkembang lebih jauh dan akhirnya berperan mengganggu.

Mengapa harus dimusnahkan segera dan mengapa pikiran pengikut Dafa yang tidak benar bisa menimbulkan efek yang mengganggu?

Berikut saya kutipkan Fa Shifu yang menunjukkan kesalahan berpikir praktisi akan menimbulkan gangguan yang serius dan meluas.

"Namun di antara kita ada orang di saat memancarkan pikiran lurus apa yang ia pancarkan? Ia duduk di tempat menegakkan telapak tangan namun pikirannya bukan pikiran lurus, ia berpikir: Mengapa tahun ini dilakukan secara demikian? Saya tahun lalu menjual tiket sangat berhasil, oh! Mengapa suruh saya memancarkan pikiran lurus di sini, tidak memperkenankan saya pergi menjual tiket? Mengapa harus menggarap masyarakat arus utama? Tiket ini begitu mahal, apakah orang-orang mampu membelinya? (Hadirin tertawa) Kalian sekarang mendengarnya merasa sangat menggelikan, namun itu adalah sebuah fenomena yang sangat umum. Apakah kalian tahu? Benda yang dipancarkan itu telah membentuk sesuatu yang bersifat merekat di seluruh dunia, kejahatan dalam jumlah sedikit saja sudah dapat mengganggu kalian, namun kalian malah tidak dapat memberantasnya, hal ini secara langsung menghalangi penjualan tiket pengikut Dafa dan menghalangi pengikut Dafa yang sungguh-sungguh memancarkan pikiran lurus, sehingga kejahatan tidak dapat diberantas. Bila kejahatan datang mengacau, kalian memancarkan pikiran lurus langsung memberantas dan membasminya, dia lari ketakutan; namun dalam hal menyangkut pengikut Dafa, kita malah tidak dapat membasminya. Berhubung selisih satu pikiran darinya, dia dalam masalah ini belum cukup memahami, maka bagaimana anda jadinya? Apa boleh buat, bahkan Shifu juga tidak dapat mengatasinya, karena saya harus menunggu kalian praktisi yang kultivasinya baik, pada kesempatan ini berkultivasi dengan lebih baik lagi, menempuh sepotong jalan ini hingga selesai". (“Pengikut Dafa Harus Belajar Fa”)

Berdasarkan Fa Shifu di atas, selisih pikiran yang tidak tepat berefek termanifestasinya materi-materi di dimensi lain yang malah berperan mengganggu secara serius dan meluas. Walaupun kita semua tahu bahwa kejahatan sudah tinggal sedikit yang tersisa, tetapi justru dengan dengan adanya pemikiran yang salah dari praktisi sendiri malah mengakibatkan kejahatan yang dalam jumlah sedikit saja sudah dapat mengganggu praktisi ataupun lingkungan ataupun kegiatan yang akan direncanakan.

Oleh karena itu adalah sangat penting bagi praktisi untuk dapat selalu mengkultivasi pikiran dan ucapan dengan sebaik mungkin. Hal-hal seperti ini janganlah dianggap sepele, salah dalam berpikir atau bersikap dapat menimbulkan gangguan yang serius karenanya, dimana ironisnya justru itu semua berasal dari praktisi sendiri.

Lalu bagaimana dengan materi-materi yang telah terbentuk di dimensi lain karena pemikiran ataupun ucapan kita yang sadar ataupun tidak disadari tidak sesuai dengan Fa selama ini ?

Saya pernah membaca dalam suatu artikel tentang pengalaman dari seorang praktisi di China.

Diceritakan praktisi ini tidak Xiukou (kultivasi pembicaraan) dengan baik, ia terbiasa untuk membicarakan hal-hal tidak baik dari orang lain.

Suatu saat Tianmu praktisi ini terbuka, dan ketika dia melihat alam semesta dia sendiri dia terkaget, alam semestanya penuh dengan sampah-sampah atau benda-benda tidak baik yang terwujud dari pembicaraannya yang tidak tepat selama ini.

Praktisi ini bingung harus bagaimana untuk mengatasi ini semua. Lalu ia pun mendapatkan pemahaman. Kemudian ia memancarkan pikiran lurus untuk memusnahkan segala sesuatu yang telah terbentuk di alam semestanya ini yang tidak sesuai dengan Fa dan dalam sekejab semua benda-benda buruk tersebut pun musnah.

Berdasarkan pengalaman praktisi tersebut, ada baiknya kita pun melakukan hal yang sama, memusnahkan segala materi atau benda yang telah terbentuk di dimensi lain karena pemikiran ataupun ucapan kita yang tidak sesuai dengan Fa selama ini dalam setiap pemancaran pikiran lurus, dan selanjutnya kita harus berupaya lebih baik lagi dalam mengkultivasi pikiran kita sendiri ataupun ucapan kita sendiri.

Dalam perjalanan xiulian, tidak bisa dihindari bahwa memang bisa muncul gangguan di sana sini, tetapi hendaknya sebisa mungkin kita dapat mengkultivasi pikiran dan ucapan kita berbasiskan Fa, sehingga gangguan-gangguan yang muncul bukanlah berasal dari kesalahan kita berpikir atau berucap. Begitu tersadar pikiran atau perkataan kita tidak tepat, langsung "miek". Begitu tersadar, langsung "miek". Musnahkanlah sedini mungkin dengan demikian tidak sampai muncul kerugian-kerugian yang tidak semustinya.

Demikian pemahaman saya mengenai hal ini, mohon koreksi bila dianggap kurang tepat.

Heshi