Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mencari Ke Dalam Untuk Menolong Orang Lain

2 Mei 2013 |   Oleh: praktisi di Provinsi Liaoning, China


(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa pada 1995. Selama 18 tahun ini, saya telah mengalami tiga bentuk kultivasi berbeda mengenai masalah mencari ke dalam: 1) Tidak tahu bagaimana mencari ke dalam 2) Mencari ke dalam demi peningkatan dan 3) Mencari ke dalam supaya makhluk hidup dapat mengenal fakta kebenaran tentang Dafa dari saya dan terselamatkan. Saya hendak membagikan beberapa pengalaman saya dengan rekan-rekan praktisi.

Suami saya juga seorang praktisi, mengalami penganiayaan untuk kedua kalinya pada 2006. Karena ketergantungan yang serius pada suami, saya tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Saya merasa dipukul jatuh dan hampir tidak bisa bangun. Saya merasa sangat sakit dan sedih bilamana memikirkan tentang tidak dapat menyelesaikan misi saya dalam membantu Guru meluruskan Fa dan pikiran ini menyeret saya pada perenungan menyakitkan akan kehancuran saya.

Saat terbenam dalam kesengsaraan, Guru memperlihatkan pemandangan yang menyedihkan dari makhluk hidup saya yang tersingkirkan. Saya hampir tercekik pada pemandangan itu. Pada saat itu, saya tiba-tiba mengerti bahwa hidup saya bukan demi sentimentalitas egois terhadap suami saya, tapi memiliki arti penting bagi makhluk hidup saya. Saya punya tanggung jawab lebih besar. Ketika menyadari hal ini, saya merasa hidup dan kultivasi saya melampaui alam dunia saya. Saya hidup demi makhluk hidup saya, untuk menyelesaikan misi saya dalam membantu pelurusan Fa Guru. Itu berarti bahwa semua di dalam kultivasi masa depan saya adalah bagi orang lain bukan untuk diri sendiri.

Setelah merubah dasar kultivasi saya, jalur baru kultivasi saya muncul dihadapan saya. Sejak itu, saya terus menerus berpikir, ”Apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan makhluk hidup dan membuat mereka memahami lebih baik tentang fakta kebenaran Dafa?” Ketika mengendur, saya mencari ke dalam dan bertanya, ”Mengapa saya mengendur? Pasti ada keterikatan yang menghalangi saya untuk bertanggung jawab terhadap makhluk hidup. Terus bagaimana?” Ketika saya membenci orang lain, saya mencari ke dalam, ”Apakah ini sesuai dengan persyaratan Fa? Kebencian itu sendiri juga pikiran jahat yang timbul dari konsep saya yang merosot dan menyentuh keegoisan. Terus bagaimana?” Ketika saya memikirkan begini, Guru memberi isyarat kepada saya sehingga dapat melihat keterikatan yang sebelumnya tidak saya sadari. Melalui proses ini mencari ke dalam cukup menyakitkan, saya mengerti bahwa apapun masalah yang terjadi, itu muncul karena perbuatan saya tidak sesuai dengan permintaan Fa.

Terima kasih kepada Guru, saya mengatasi masalah tidak gigih dalam berlatih Gong dan mengalami kesengsaraan selama hari-hari tanpa suami saya. Saya menenangkan diri dan menghadapi tekanan dari masyarakat, keluarga dan pekerjaan. Sementara itu, saya terus mengunjungi suami saya di kamp kerja paksa dan membantu menurunkan stresnya. Saya juga berusaha sebaik mungkin untuk mengklarifikasi fakta Falun Dafa kepada orang-orang. Saya akhirnya berhasil melenyapkan unsur-unsur jahat yang memperpanjang penahanan suami saya di kamp kerja paksa.

Selama masa ini, Guru juga menunjukkan prinsip-prinsip Fa kosmos baru yang memikirkan orang lain. Saya tersentuh oleh kedalaman, ketidakegoisan, keluhuran dan martabat Dafa. Selagi mencari ke dalam dari sudut hidup demi orang lain, saya melihat betapa sangat berbedanya dari mencari ke dalam demi peningkatan pribadi dan saya membuat peningkatan luar biasa. Ini membuat saya lebih gigih dalam berkultivasi. Keyakinan lurus yang saya kembangkan melalui kultivasi Dafa membuat saya mengalami alam pikiran yang tak tergoyahkan seperti berlian.

Ketika saya memberitahu orang-orang tentang fakta kebenaran Falun Dafa, saya dengan seksama mengamati reaksinya, apapun respon dari orang-0rang itu. Saya bersikap rendah hati terhadap orang-orang yang mendengarkan saya, ”Jika saya adalah dia, bagaimana perasaan saya? Apakah saya setuju atau membenci kata-kata saya?” Jika saya melakukan dengan baik, saya juga bertanya, ”Mengapa saya mengklarifikasi fakta dengan baik? Dari sudut apa saya ketika mengklarifikasi fakta kepadanya?” Jika melakukan tidak bagus, saya juga bertanya, ”Keterikatan apa yang menghalangi saya mengklarifikasi fakta dengan baik?” Melalui proses ini, saya dapat mengidentifikasi keterikatan yang tidak akan pernah saya temukan dalam kultivasi pribadi saya. Sambil menyelamatkan makhluk hidup sepenuh hati, saya menemukan konsep merosot yang fundamental dan kemerosotan juga berubah serta dibersihkan oleh Dafa. Hasilnya, saya melebur ke dalam Dafa.

Ketika saya berbagi dengan rekan-rekan praktisi, saya kadang-kadang merasa bahwa beberapa praktisi tidak dapat mengidentifikasikan keterikatan mereka, dan merasa mereka sudah buntu dalam berkultivasi. Saya pikir jika kita mencari titik awal dalam berkultivasi, mungkin ini akan berubah.

Di atas adalah pengalaman pribadi saya. Saya harap dapat membantu rekan-rekan praktisi.

Chinese version click here

English version click here