Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Permohonan Pasangan Manula yang Memilukan: Bebaskan Menantu Perempuan Kami

21 Mei 2013

(Minghui.org) Sepatu usang kakek itu menceritakan perjalanan panjang yang memilukan hati. Ia berusia 91 tahun dan sudah kehilangan pendengaran. Ia dan istrinya dengan sabar duduk di lantai memegang papan, meminta pembebasan menantunya. Kakek itu kelihatan sedih dan tak berdaya. Istrinya berusia 81 tahun dan buta. Papan itu menunjukkan permohonan yang memedihkan, ”Bebaskan menantu kami.”


Pasangan tua itu dari Desa Goukouzi, Kota Shuangshanzi, Kabupaten Qinglong, Provinsi Hebei. Menantunya, Cui Aijun, dibawa dari rumah oleh polisi setempat karena berlatih Falun Gong pada 11 Desember 2012. Sejak itu ia masih ditahan.

Sebanyak 56 ribu penduduk setempat menandatangani petisi, meminta pihak berwenang membebaskannya. Tetapi, pejabat Divisi Keamanan Domestik Kabupaten Qinglong bersikeras membawa Cui ke pengadilan.

Mertua Diusir Pergi karena Meminta Pembebasan Cui

Ibu mertua Cui menangis setiap hari. Ayah mertuanya menunggu di pintu, mencarinya, berharap ia telah dibebaskan. Berkali-kali, pasangan manula ini pergi ke kantor rejim Komunis untuk meminta pembebasan menantunya. Berkali-kali pula, pejabat rejim dan petugas polisi membohongi dan mengusir mereka.

Pasangan manula ini bergantung pada menantu mereka dan kehidupan mereka menjadi sengsara karena tanpa dia. Mereka tahu menantunya tidak bersalah dan telah difitnah oleh rejim. Mereka sekali lagi pergi ke kantor-kantor pemerintahan, berharap pejabat akan mendengarkan mereka. Lagipula, pemerintahan kabupaten disebut sebagai “Pemerintahan Rakyat”, seperti tertera di gambar.

Diperlakukan Wewenang-wenang di Tahanan

Cui Aijun ditahan di Pusat Tahanan No. 1 Qinghuangdao. Ia dipaksa kerja berat selama 15 jam sehari. Jika ia tidak dapat menyelesaikan kerja beratnya, ia dihukum.

Salah satu metode penyiksaan yang dialaminya adalah tidak diperbolehkan tidur. Di samping sudah melakukan kerja berat, ia harus mencuci kamar mandi dan mengepel lantai. Ia hanya diberi sepotong bakpao kecil untuk makan.

Ia sekarang seperti sekantong tulang. Kakinya bengkak dan tidak dapat berjalan lurus.

Laporan sebelumnya:

Lebih dari 3.000 orang Menandatangani Petisi Meminta Pembebasan Praktisi Cui Aijun (Kabupaten Qinglong, Provinsi Hebei)
http://en.minghui.org/html/articles/2013/3/25/138628.html

Chinese version click here

English version click here