Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Kemungkinan Penyebab Pokok “Karma Penyakit” Praktisi

9 Mei 2013 |   Oleh praktisi di China


(Minghui.org) Kami telah menyadari dari membaca artikel Minghui bahwa baru-baru ini praktisi di banyak daerah sedang mengalami “karma penyakit” dan akhirnya telah mengakibatkan beberapa praktisi meninggal. Para praktisi dari daerah-daerah ini telah menghabiskan tenaga yang cukup banyak untuk mengatasi masalah ini. Kami juga memiliki kasus yang serupa di daerah kami. Pada artikel ini, pertama-tama kami akan menggambarkan kasus-kasus “karma penyakit” di daerah kami, dan kemudian mempertimbangkan kemungkinan masalah yang menyebabkannya.

1. Kasus “Karma Penyakit” di Daerah Kami

Praktisi A adalah seorang praktisi wanita berumur delapan puluhan. Ia menjadi salah satu orang pertama yang menghadiri ceramah Guru selama musim panas di Beijing pada tahun 1993, dia telah melakukan dengan sangat baik pekerjaan memperkenalkan Fa dan mengklarifikasi fakta kepada orang-orang. Praktisi lanjut usia ini telah berpartisipasi dalam “Perang Pembebasan” Partai Komunis China (PKC) dan menerima banyak penghargaan. Dia memiliki koleksi buku yang diterbitkan oleh PKC, bersama-sama dengan medali, dan perangko figur kepala pemimpin PKC. Walaupun dia tahu hal-hal tersebut tidak baik, dia tidak ingin membuangnya dan memberikan kepada anaknya. Kadang-kadang ia tinggal di rumah anaknya dimana koleksinya disimpan. Ia menggantung foto Guru di rumah. Selama musim panas, dia sering belajar Fa, melakukan rutinitas sehari-hari, tidur, dan berjalan-jalan di rumah telanjang. Ketika suaminya meninggal, keluarganya membelikannya sebidang tanah di samping kuburan suaminya, dan dia tidak memberitahu mereka kalau dia tidak menginginkannya. Kemudian dia meninggal karena “pendarahan otak” dan dimakamkan di samping suaminya seperti yang dia inginkan.

Praktisi B adalah seorang pria berusia 70-an. Dia menghadiri ceramah Guru di Guangzhou pada tahun 1994. Dia berpartisipasi dalam Perang Korea dan menerima banyak penghargaan. Dia memiliki koleksi buku yang diterbitkan oleh PKC dan beberapa medali. Meskipun ia tahu hal-hal itu buruk, ia hanya menulis kata “Miek (Musnah)” di atasnya. Selama penganiayaan terhadap Falun Gong, dia dibebaskan dari pusat pencucian otak karena tindakan dan pikiran lurusnya. Namun, dia menyimpan buku “Karya Mao Zedong” dengan rapi di rak atas rak buku dan sembarangan menempatkan buku-buku Dafa di rak di bawahnya. Dia meninggal karena “gagal jantung dan pernapasan.”

Praktisi C adalah seorang wanita berusia 50-an. Dia menjadi praktisi pada tahun 1996. Selama jangka waktu yang panjang, dia membuat materi Dafa di rumah dan tampaknya melakukan tiga hal dengan baik. Dia sering belajar Fa dengan duduk di atas tempat tidur, dan menyimpan buku-buku Dafa di laci di bawah tempat tidur di mana dia dan suaminya tidur. Rumahnya penuh dengan surat kabar dan majalah PKC. Ketika merenovasi rumah, mereka membangun atap di balkon dengan bentuk tiga “卍.” Untuk menghasilkan lebih banyak uang, pasangan itu membuka sebuah kafe internet dan mengijinkan para remaja untuk menonton video porno di kafenya. Dia terkena stroke, dan meskipun ia merasa lebih baik setelah dioperasi, akhirnya dia meninggal karenanya.

Praktisi D adalah seorang wanita berusia 70-an. Dia mulai berlatih pada tahun 1996 dan tampaknya telah melakukan tiga hal dengan baik. Menantunya melakukan beberapa kali aborsi tapi dia tidak melakukan apapun untuk menghentikannya. Seorang praktisi memberinya beberapa kardus buku Dafa dan dia menyimpannya di bawah tempat tidur dan kemudian tidur di atasnya. Kemudian dia mengalami sakit punggung kronis dan ke rumah sakit untuk CT scan. Dia diagnosis dengan “penjepitan tulang belakang.” Dia menjalani operasi, dan insiden itu mendorongnya untuk mencari ke dalam. Dia menyadari ini terjadi karena ia telah menyembunyikan buku-buku Dafa di bawah tempat tidur dan tidak menghormati Guru dan Fa. Dia segera mengakui kesalahannya, dan belajar Fa, memancarkan pikiran lurus, dan mengklarifikasi fakta lebih sering. Dibutuhkan beberapa bulan baginya untuk pulih dari karma penyakit itu.

Praktisi E adalah pria berumur 70-an yang berlatih sejak tahun 1997. Setelah stroke, ia mengalami masa-masa sulit untuk pemulihan. Ketika praktisi lain mengunjunginya, mereka mendapati kalau di sana ada banyak surat kabar PKC di dalam lemari dan perabotan kunonya. Dia menggunakan koran sebagai pelapis laci supaya pakaiannya bersih. Dia telah menempatkan buku-buku Dafa di mana-mana di seluruh rumah. Ada yang di tempat tidur dan laci-laci bercampur dengan pakaian dan kaus kaki. Selama Tahun Baru China, keluarganya membakar dupa untuk menghormati leluhur. Dia menempatkan foto Guru di samping tempat dupa ketika ia melakukan penghormatan terhadap leluhur. Keluarganya menanyakan apakah dia boleh menaruh foto Guru di sebelah altar dan praktisi E berkata boleh. Kemudian, dia hampir tercekik sampai meninggal oleh dahak. Untungnya praktisi lain pergi ke rumahnya untuk memancarkan pikiran lurus baginya. Meskipun tidak meninggal, ia belum pulih dari stroke.

Praktisi F adalah seorang wanita berumur 50-an. Dia menjadi praktisi pada tahun 1996, dan melakukan pekerjaan membuktikan Fa dengan baik selama penganiayaan. Kemudian dia menjadi sangat sibuk mencari uang dan perlahan-lahan semakin sedikit menghabiskan waktu belajar Fa sehingga pikiran lurusnya melemah. Anak pertama putranya adalah seorang gadis. Ketika menantunya mengetahui anak gadisnya hamil, dia menginginkannya untuk melakukan aborsi. Menantu perempuannya menanyakan pendapat praktisi F, dan dia memberitahu menantunya kalau itu tergantung padanya dan tidak mencoba untuk menghentikannya. Ayah gadis itu, seorang peternak ikan, membawa beberapa ratus kilo ikan hidup untuk putrinya setelah aborsi. Walaupun praktisi F tidak membunuh ikan, dia membantu membawanya keluar dan membiarkan orang lain untuk membunuh ikan-ikan itu. Dia biasanya menggantung baju untuk dikeringkan di balkon, dan menaruh buku-buku Dafa di bawah baju-baju itu. Kemudian dia mengalami stroke dan dibawa ke rumah sakit. Untunglah dia ingat untuk meneriakkan “Guru, tolong bantu saya,” dan para praktisi pergi ke sana untuk membantunya memahami situasinya berdasarkan prinsip Fa. Dia menyadari kesalahan-kesalahannya, memperbaiki diri, dan mulai lebih banyak belajar Fa dan memancarkan pikiran lurus. Di bawah perlindungan Guru, dia dengan cepat sembuh.

Praktisi G adalah seorang wanita berumur 70-an yang berlatih pada tahun 1996. Selama penganiayaan, dia melangkah maju membuktikan kebenaran Fa dan melakukan tiga hal dengan baik. Praktisi lain berpikir dia mempunyai pikiran lurus yang kuat, jadi mereka membawa salinan Mingguan Minghui ke rumahnya setelah mereka selesai membacanya. Majalah-majalah ini mengandung nama dan ceramah-ceramah Guru. Dia menyimpan majalah itu di dalam gudang yang berisi barang-barang rongsokan. Karena udara lembab di dalam ruangan, majalah-majalah tersebut mulai berjamur dan menarik kutu. Tahun 1999, dia berkonsultasi ke peramal. Peramal itu mengatakan padanya bahwa dia akan menemui beberapa masalah. Dia gagal menghilangkan apa yang dikatakan oleh peramal itu. Kemudian persis seperti yang diramalkan, dia mengalami stroke dan masuk rumah sakit. Para praktisi memancarkan pikiran lurus dan belajar Fa bersamanya. Di bawah perlindungan Guru, dia perlahan-lahan pulih kembali.

Beberapa tahun yang lalu, suami praktisi itu mengalami stroke. Dia menggunakan kursi roda dan memakai tongkat penyangga untuk berjalan. Setelah ia meninggal, praktisi wanita ini memberikan kursi roda dan tongkat penyangga itu kepada orang lain. Tapi ketika dia tidak sanggup berjalan lagi, dia menginginkannya kembali. Begitu dia timbul pikiran itu, dia terjatuh keras dan tidak dapat bergerak.  Dia menjadi lumpuh dan belum sepenuhnya pulih kembali.

Praktisi H adalah seorang wanita berumur 60-an. Pada tahun 1994, dia menghadiri ceramah Guru di Jinan, Zhengzhou, dan Guangzhou. Dia juga seorang koordinator. Selama penganiayaan, dia membiarkan praktisi lain membuktikan kebenaran Fa dan tidak melakukan tiga hal dengan baik. Karena dia seorang praktisi, unit kerjanya menolak untuk membayarnya setelah penganiayaan dimulai. Dalam usahanya untuk mencari makan, dia melakukan pekerjaan serabutan di sana sini. Bosnya memberi dia sepasang burung untuk Tahun Baru China tahun lalu. Dia membawanya ke gunung dan melepaskannya. Untuk Tahun Baru China tahun ini, bosnya memberi tiga ekor ayam dan empat ekor ikan. Dia memberikan ayam itu kepada orang lain, tapi menyimpan ikannya dan membiarkan suaminya membunuh mereka. Setelah ini, dia mendapat serangan pusing-pusing dan mengalami banyak konflik dengan keluarganya. Dia menjadi sangat sibuk, tidak ada waktu belajar Fa, dan menjadi tidak rajin.

Praktisi I adalah perempuan berumur 30-an yang menjadi praktisi pada tahun 1995. Selama penganiayaan, dia membiarkan orang lain membuktikan Fa dan tidak melakukan tiga hal dengan baik. Setelah suaminya yang praktisi dibebaskan dari penjara, dia hamil diluar dugaan. Setelah melahirkan, dia mempunyai selera makan yang besar. Saudara perempuannya memelihara banyak ayam dan memberikan padanya untuk dimakan. Tidak lama setelahnya, praktisi I mengalami sakit punggung berat dan kesulitan berjalan. Setelah Guru memberikan isyarat, dia mulai menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari ke dalam, belajar Fa, memancarkan pikiran lurus, dan klarifikasi fakta. Dia membuang barang-barang PKC yang ada di dalam rumahnya. Dia menyadari bahwa dia kurang menaruh hormat pada Guru dan Fa, posisi tubuhnya perlu dibenarkan ketika belajar Fa. Dia mulai menaruh perhatian pada detail-detail. Dia menyimpan buku-buku Dafa di tempat terhormat di rumah, menjadi hormat terhadap Guru dan Fa, dan sepenuhnya mengungkapkan pengalamannya dianiaya. Secara perlahan-lahan sakit punggungnya hilang dan dia menjadi sehat sekarang.

Praktisi J adalah wanita berumur 40-an yang berlatih pada tahun 1995. Ketika penganiayaan dimulai, dia mengajukan keadilan bagi Falun Dafa dan melakukan tiga hal dengan baik. Dia menyembunyikan hal-hal jahat dan sering melangkah ke ekstrim. Dia membuang apapun yang dia anggap tidak baik. Suaminya yang praktisi ditransformasi oleh PKC dan memfitnah Dafa. Oleh sebab itu dia tidak mengijinkannya pulang. Dia mengubah nama putranya menjadi nama gadisnya, dan tidak mengijinkan dia pergi ke sekolah. Dia tidak mau berbicara dengan keluarga suaminya dan membuang semua yang suaminya miliki di rumah, termasuk baju dan buku-buku. Dia bukanlah seorang yang rapi dan tidak melakukan pekerjaan rumah apapun. Adalah suaminya yang melakukan pekerjaan rumah. Ketika dia dipenjara, rumahnya menjadi berantakan. Dia tidak menjaga kebersihan dirinya sendiri maupun putranya. Rumahnya kotor, dan dia menaruh buku-buku Dafa, majalah Mingguan Minghui, dan materi klarifikasi fakta di laci, di bawah tempat tidur, dan di balkon. Dia tidur di atas ranjang dan putranya bermain di atasnya. Buku Dafa menjadi kotor dan halaman-halamannya robek ataupun lecek. Ibu dan anak itu terlihat berantakan dan seperti orang gila dan pengemis ketika mereka keluar. Dia terlihat seperti menderita “sakit mental” dan tidak berpikiran jernih.

Praktisi K adalah pria berumur 70-an. Dia berlatih tahun 1996, dan tidak lama kemudian istrinya menjadi praktisi. Ketika penganiayaan dimulai, istrinya ketakutan dan melepaskan latihan. Dia meninggal tahun 2005. Praktisi K diganggu oleh iblis nafsu, dan pindah serumah dengan perempuan lain. Perempuan itu mencuri 30.000 yuan dan meninggalkannya. Kemudian dia pindah lagi dengan perempuan lain. Dia menolak mendengarkan ketika praktisi lain menunjukkan kesalahannya. Dia mencari keluar, berkultivasi setengah hati, dan memperlakukan kultivasi seperti permainan anak-anak. Kemudian dia masuk rumah sakit karena kista di tangan dan jatuh ke pelukan perempuan yang menipu habis uangnya. Perempuan itu mengancam dan menyuruhnya membayar 100.000 yuan sebagai kompensasi. Dia menolak membayar dan terlibat pertengkaran fisik dengannya. Salah satu kaki perempuan itu patah, dan praktisi K harus membayar 20.000 yuan sebagai kompensasi.

2. Penyebab Pokok “Karma Penyakit”

Kami telah mencatat sebelas kasus dalam artikel ini. Walaupun setiap kasus berbeda, mereka semuanya berbagi sesuatu yang umum: para praktisi ini berkultivasi tapi gagal menaikkan tingkat xinxing mereka sesuai dengan standar Fa. Mereka menciptakan efek negatif besar buat Dafa, mempermalukan Dafa, Guru, dan diri sendiri, dan menyebabkan sejumlah kesulitan besar bagi usaha para praktisi lokal dalam menyelamatkan makhluk hidup.

Ketika para praktisi gagal berjalan di jalurnya dengan lurus, itu mungkin terwujud dalam bentuk karma penyakit pada permukaan tubuh. Kekuatan lama telah mencengkeram keterikatan manusia mereka. Berikut ini adalah beberapa penyebab pokok.

Tidak Hormat terhadap Guru dan Dafa

Adalah krusial bagi kita untuk hormat terhadap Guru dan Dafa. Pelurusan Fa adalah hal paling penting di alam semesta. Ada beberapa cerita orang-orang yang berkultivasi dengan baik di dalam sejarah China kuno.

Dahulu kala, ketika seorang kultivator melakukan tindakan tidak hormat, atau mengatakan perkataan ataupun pemikiran tidak hormat terhadap Dharma dan Guru mereka, itu dipertimbangkan sebagai serangan mengerikan dan mereka tidak akan dapat menyelesaikan kultivasinya. Selama periode kultivasi pelurusan Fa, Guru telah memberikan kesempatan kepada para praktisi yang melakukan hal-hal seperti itu untuk memperbaiki diri. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan kita harus menghargai kesempatan ini.

Namun, jika seorang praktisi melakukan tipe kesalahan ini dan tidak menyesal, maka kekuatan lama akan menggunakan alasan itu untuk menganiaya praktisi. Salah satu dari banyak perwujudan bisa saja “karma penyakit.”

Jika praktisi yang berkultivasi dalam masyarakat manusia biasa tidak menaruh perhatian pada masalah ini, akan sangat mudah melakukan kesalahan seperti ini. Satu contoh tentang menempatkan foto Guru di tempat kotor atau di tingkat rendah dalam ruangan. Yang lain tentang berjalan telanjang atau ganti baju di depan foto Guru. Belajar Fa, melakukan latihan, dan memancarkan pikiran lurus setengah telanjang atau menggunakan piyama adalah contoh lainnya. Selama belajar Fa kita tidak seharusnya dalam posisi tubuh yang tidak baik, terus menerus menggerakkan anggota tubuh, bicara, makan, minum, membaca kata-kata salah, melewati kata-kata, memikirkan hal lain, dan kita juga seharusnya mempertahankan sebuah hati yang murni dan tenang. Beberapa hal lain yang tidak seharusnya kita lakukan termasuk menaruh atau menyembunyikan buku-buku Dafa dalam tumpukan baju atau di bawah ranjang, menggunakan air liur untuk membalik halaman, dan membakar, mengotori, ataupun merobek halaman buku-buku Dafa. Kita tidak boleh mengganti format ceramah untuk membuatnya lebih mudah buat kita baca. Untuk para praktisi yang telah di “transformasi,” mengatakan hal-hal tidak hormat terhadap Guru dan Fa dan mengkhianati praktisi lain adalah salah. Pasangan menikah tidak seharusnya melakukan perbuatan intim atau yang tidak pantas di depan foto Guru. Ini semua adalah contoh tidak hormat terhadap Guru dan Dafa. Seorang praktisi wanita lokal pemilik bisnis mencetak simbol Falun di atas produk-produk keramik, dan mencetak gambar Guru di atas kaca meja yang kemudian dia jual. Dia berkata ini adalah caranya menyebarkan Fa. Kami berpikir ini adalah tidak hormat terhadap Guru dan Fa.

Selama pelurusan Fa, kekuatan lama mencatat para praktisi dan makhluk hidup di alam semesta yang tidak hormat terhadap Guru dan Fa. Guru dan Dafa adalah belas kasih tapi juga bermartabat. Akan sudah terlambat untuk menyesalinya kemudian. Saya pikir setiap orang telah melakukan, dalam tingkat yang berbeda, perbuatan-perbuatan salah sejenis seperti kasus-kasus yang diceritakan artikel ini.

Guru berkata:

“Dengan demikian, ada satu masalah, yaitu jika kalian sampai tidak hormat terhadap Shifu, ditinjau menurut prinsip alam semesta itu adalah salah, dengan begitu kekuatan lama niscaya akan berdasarkan hal tersebut menyusup celah kekosongan untuk memusnahkan kalian, mereka telah menangkap kelemahan terbesar untuk memusnahkan kalian, karena mereka telah melihat seluruh proses perihal saya menyelamatkan kalian.” (Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Amerika Barat Saat Hari Yuan Siao Tahun 2003)

Masalah Membunuh dan Tidak Menghargai Kehidupan

Guru membicarakan masalah pembunuhan dalam Zhuan Falun. Tapi beberapa praktisi masih tidak menanggapinya dengan serius, dan dengan sadar membunuh, sampai mereka menghadapi karma penyakit. Membunuh, langsung maupun tidak langsung, mempunyai konsekuensi, sebagaimana bisa kita lihat dari cerita praktisi F, H, dan I. Guru telah menjelaskan masalah ini dengan jelas dalam Zhuan Falun, jadi itu tergantung pada kita untuk menyadarinya.

Walaupun beberapa praktisi tidak membunuh, mereka masih memelihara binatang. Guru juga telah berbicara tentang masalah “tidak memelihara binatang dan tidak membunuh kehidupan” dalam ceramah-ceramahnya.

Tidak Bersedia Memusnahkan Budaya PKC

Kebudayaan China kuno diciptakan adalah untuk mempersiapkan para praktisi untuk memahami Dafa. PKC diciptakan untuk mencegah makhluk hidup mengetahui kebenaran, untuk mengganggu pemahaman para praktisi terhadap Fa, dan dikendalikan oleh kekuatan lama untuk menghancurkan manusia. Ketika praktisi memiliki barang PKC di rumahnya, dia menyimpan budaya PKC dalam pikirannya, dan unsur kejahatan akan memiliki tempat untuk bersembunyi. Bukan hanya akan bersembunyi dalam rumah praktisi, tapi juga akan bersembunyi dalam hatinya. Ini akan memupuk unsur-unsur jelek, mencegah praktisi untuk naik tingkat, dan mengundang unsur-unsur kejahatan untuk menganiayanya dan lain-lain. Para praktisi yang disebut dalam artikel ini semua melakukan kesalahan dalam tingkat yang berbeda. Oleh karena itu kita harus menyingkirkan semua barang PKC di rumah dan memancarkan pikiran lurus untuk memusnahkan budaya partai dalam pikiran kita. Ini adalah sebuah langkah yang harus kita ambil dalam jalur kultivasi kita.

Budaya PKC termanifestasi dalam berbagai cara yang berbeda. Kita harus membakar barang berwujud apapun dalam lingkungan sekitar kita dan memusnahkan unsur-unsur tidak berwujud yang ada di dalam pikiran kita. Ini adalah cara terbaik untuk memusnahkan mereka secara keseluruhan. Jika diberikan kepada orang lain, orang lain akan tersakiti dan kita jelas sangat bertanggung jawab atas tindakan ini.

Masalah Mengejar Keinginan

Guru menyinggung masalah mengejar keinginan dalam Zhuan Falun, tapi beberapa praktisi tidak menaruh perhatian terhadapnya dan terus melakukan kesalahan sampai mereka “menjadi sakit.” Beberapa orang telah meninggal tanpa mengetahui kesalahan yang telah mereka buat.

Apa yang terwujud dalam dunia manusia ketika kita mempunyai keterikatan untuk “mengejar keinginan” adalah sangat rumit. Menggunakan contoh dalam artikel ini, beberapa dari bentuk paling jelas dari “mengejar keinginan” adalah membuat pengaturan untuk kematian seseorang, seperti dalam kasus praktisi A. Gagal menghilangkan ramalan tukang ramal adalah sama dengan mengakui ramalan itu, seperti apa yang terjadi pada praktisi G. Praktisi G tidak bersedia melepaskan hal-hal masa lalunya.

Keterikatan terhadap Nafsu dan Hasrat

Kita harus memperlakukan keterikatan terhadap nafsu dan hasrat dengan serius sebagaimana dikatakan dalam Zhuan Falun. Praktisi yang berbuat kesalahan sehubungan masalah ini harus berurusan dengan karma penyakit atau meninggal. Kita tahu dari ceramah Guru bahwa kekuatan lama menanggapi permasalahan ini paling serius. Ketika praktisi melakukan kesalahan dalam hal ini, kekuatan lama menempatkan unsur-unsur bejat dalam dimensi mereka dan menciptakan kesulitan luar biasa bagi mereka, mengakibatkan tingkat mereka jatuh. Karma penyakit adalah salah satu bentuk manifestasi.

Guru berkata dalam “Ceramah Fa di Los Angeles,”:

Tanya: Shifu, pengikut pernah mengucapkan sumpah di hadapan foto anda untuk tidak melakukan perbuatan asusila, namun belakangan dilakukan lagi. Pengikut sangat pedih, takut kehilangan segalanya.

Shifu: Hal ini bagi orang Xiulian, sebagai pengikut Dafa benar-benar merupakan hal yang tidak terhormat. Dalam agama Buddha disinggung perihal pantangan, jika melanggar pantangan birahi, hal ini sungguh adalah satu hal yang sangat besar! Apakah kalian tahu? Pengikut Dafa adalah lahir dari alam semesta lama, melangkah ke luar dari prinsip hukum lama, akan tetapi alam semesta lama, prinsip hukum lama, kehidupan yang lama, segala sesuatu, semua sedang mengikat anda!

“Saya mengatakan tentang gangguan kekuatan lama, apakah kalian pernah berpikir? Ini juga merupakan faktor dari pengikatan semacam itu! Hal apa yang dipandang paling utama oleh kekuatan lama dan alam semesta lama? Yaitu nafsu birahi, kelengahan antara pria dan wanita, hal ini dipandang paling utama. Maka dahulu sekali melanggar pantangan dari aspek ini, tentu akan diusir ke luar dari kuil, sama sekali sudah tidak dapat berkultivasi lagi. Lalu sekarang ini bagaimana Dewa memandang hal tersebut? Apakah kalian tahu bagaimana mereka mengatakannya dalam ramalan yang ditinggalkan? Mereka meramalkan: Pengikut yang tersisa sampai paling akhir semua adalah yang telah terjaga kesuciannya dalam aspek ini. Dapat dikatakan mereka memandang hal-hal tersebut sangat utama, oleh sebab itu barang siapa telah melanggar pantangan dalam aspek ini, barang siapa telah berbuat tidak benar dalam aspek ini, maka kekuatan lama serta semua Dewa dari alam semesta itu tidak akan melindungi anda, dan juga akan mendorong anda ke bawah. Mereka tahu bahwa Li Hongzhi tidak akan mencampakkan pengikutnya, kalau begitu kami membuat anda mencampakkannya, maka mereka akan membuat praktisi yang berbuat kesalahan berkali-kali melakukan kesalahan, akhirnya melakukan hal buruk, melangkah menuju sisi yang bertentangan, membuat seluruh benaknya dipenuhi dalil-dalil kesadaran sesat, sehingga merusak Dafa, coba lihat apakah anda masih ingin mempertahankan dia. Anda tahu mereka justru berbuat demikian. Ada sebagian dari mereka yang berkesadaran sesat, kalian kira apakah dia dengan sungguh hati melangkah menuju kejahatan? Semua itu juga ada sebabnya.”

Menempatkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Selama periode pelurusan Fa, sebagian praktisi masih menggenggam erat konsep kultivasi pribadi. Mereka berpikir kultivasi Dafa adalah untuk meningkatkan pribadi, dan mereka menganggapnya sebagai aspek yang paling krusial dan kultivasi. Mereka tidak jelas tentang perbedaan antara kultivasi pribadi dan kultivasi periode pelurusan Fa, dan menaruh perhatian besar atas dirinya sendiri. Guru mengharuskan pengikut Dafa bergeser dari kultivasi pribadi ke kultivasi periode pelurusan Fa. Praktisi harus memperlakukan Fa dan pelurusan Fa sebagai hal yang paling penting. Karena beberapa praktisi tidak memahami permintaan Guru dan gagal berjalan di jalur yang telah diatur Guru, sebaliknya mereka mengikuti pengaturan kekuatan lama. Oleh karena itu kekuatan lama mengendalikan mereka dan memaksakan kesulitan serius terhadap mereka. Ketika mereka gagal melewati kesulitan itu, mereka akan dimusnahkan. Ini adalah salah satu sebab mengapa praktisi menemui karma penyakit.

Tentu saja, masih ada banyak penyebab karma penyakit. Kami hanya menyebutkan beberapa dalam artikel ini. Ini adalah keterikatan-keterikatan yang perlu kita hilangkan.

Guru bersama kita selama periode pelurusan Fa, jadi kita harus memandang semuanya berdasarkan sudut pandang Guru. Kita harus memahami dan menyelesaikan permasalahan secara lurus, menggunakan kemampuan kita yang terbaik untuk mengharmoniskan pengaturan Guru, menyelamatkan lebih banyak makhluk hidp, dan memberi contoh bagi alam semesta yang akan datang.

Setelah berbagi pengalaman dengan praktisi lain, kami mengumpulkan masukan dari setiap orang dan menulis artikel ini bersama-sama.

Harap ditunjukkan apabila ada sesuatu yang tidak semestinya.

Chinese version click here
English version click here