Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Sidney Australia: Petisi Menyerukan Perubahan Legislasi Untuk Membantu Mengakhiri Kekejaman Pengambilan Organ di China

9 Mei 2013 |   Oleh koresponden Minghui, Hua Qing dan Yun Yun


(Minghui.org) Sebuah petisi dengan lebih dari 70.000 tanda tangan telah disampaikan kepada David Shoebridge dan Jamie Parker, Anggota Parlemen untuk Negara Bagian New South Wales (NSW) pada konferensi pers di depan gedung Parlemen negara pada tanggal 24 April 2013.

Petisi itu berusaha mengakhiri pengambilan organ ilegal praktisi Falun Gong yang masih hidup dengan meminta Parlemen NSW untuk mengubah hukum yang ada. Hasilnya akan membatasi warga negara dan penduduk dari NSW memperoleh organ yang didapat dari korban yang tidak bersedia, untuk melarang pelatihan dokter yang terlibat dalam perdagangan organ ilegal, dan untuk menghukum mereka yang menerima organ melalui cara ilegal.

Konferensi pers ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran akan kekejaman pengambilan organ yang terjadi di China. Lebih dari 100 praktisi Falun Gong juga hadir.

Anggota Parlemen NSW David Shoebridge dan Jamie Parker setelah menerima surat petisi yang menyerukan tindakan untuk menghentikan pengambilan organ dari prkatisi Falun Gong yang masih hidup oleh PKC


Anggota Parlemen David Shoebridge menyampaikan pidato pada konferensi pers


Anggota Parlemen Jamie Parker berbicara pada konferensi pers


Seorang pejalan kaki menandatangani petisi setelah mengetahui penganiayaan di China

Beberapa petisi telah banyak membantu

Anggota Parlemen David Shoebridge dari NSW mengatakan pada konferensi pers, "Kami menerima petisi yang luar biasa dari lebih dari 70.000 orang di seluruh New South Wales, di seluruh Australia. Jumlah orang yang menandatangani petisi yang disajikan saat ini tiga kali lebih banyak dari orang yang menandatangani semua petisi yang disampaikan kepada Majelis Tinggi NSW pada tahun 2012, dan sesungguhnya akan menjadi petisi terbesar yang disajikan di masa Parlemen ini sejak 2011.

"Orang-orang biasa yang telah menanggapi permohonan ini menyerukan pada pemerintah New South Wales untuk mengambil tindakan, sesuai dengan bagiannya untuk menghentikan kejahatan pengambilan organ paksa, baik yang terjadi di New South Wales, Australia, atau di seluruh planet.

"Kita tahu bahwa negara-negara di wilayah kita terlibat dalam kejahatan pengambilan organ secara paksa. Pemerintah China sendiri mengakui bahwa ia terlibat dalam praktek pengambilan organ dari tahanan yang dieksekusi dan menggunakan organ-organ tersebut untuk dijual dengan sangat tersembunyi, dan untuk unsur-unsur instansi militer dan medis China, proses yang sangat menguntungkan, di mana mereka menjual organ-organ untuk orang asing dan juga untuk warga lokal yang kaya."

Anggota Parlemen Shoebridge melanjutkan, "Sekarang kita tahu dari penyelidikan terperinci dari orang-orang seperti David Matas dan David Kilgour bahwa cukup banyak dari organ yang digunakan oleh pemerintah China berasal dari tahanan nurani, dan sebagian besar adalah praktisi Falun Gong. Kita hidup dalam masyarakat di Australia yang menghormati hak orang untuk memiliki kebebasan berkeyakinan, untuk melaksanakan keyakinan mereka, terutama ketika keyakinan mereka didasarkan pada penghormatan, dan didasarkan pada rasa spiritualisme yang tidak berdampak atau menyakiti orang lain.”

"Dan ketika kita melihat, sebagai pemerintah negara bagian, atau sebagai pemerintah federal, hak-hak praktisi, apakah itu Falun Gong, pengikut Kristen, pengikut agama apapun, sedang dianiaya hanya karena keyakinan mereka, dan lebih buruk dari itu, telah terungkap bahwa organ mereka telah dirampas, melalui sebuah rezim pengambilan organ yang bobrok  seperti apa yang telah kita lihat di China, kita memiliki kewajiban untuk bertindak.”

"Tak seorang pun dari negeri ini, tidak satupun dari negara ini, diperbolehkan untuk berpergian ke luar negeri, untuk mengobati diri sendiri, dengan mengorbankan tahanan nurani, atau orang dalam keadaan keuangan yang buruk di mana saja di seluruh dunia. Seiring kemajuan keahlian medis, seiring keterampilan medis transplantasi kita menjadi lebih canggih dari waktu ke waktu, permintaan untuk mendapatkan organ yang tidak etis akan tumbuh dan berkembang. Jadi kita perlu bertindak dan meminta pemerintah kita untuk menghentikannya. Ada rancangan undang-undang di Parlemen New South Wales yang bisa disampaikan tahun ini untuk melakukan perannya untuk menghentikan, untuk menjadi kejahatan bagi perjalanan ke mana saja di seluruh dunia untuk menerima organ yang tidak etis. Itulah isi petisi ini meminta pemerintah untuk bertindak. Kami hanya bisa berharap bahwa dukungan yang sangat kuat ini akan mendapatkan dukungan dari lintas partai, kita perlu membuat pasal ini menjadi undang-undang.”

“Jadi selamat untuk kalian semua, untuk pekerjaan yang telah kalian lakukan dalam berbicara dengan orang-orang biasa di seluruh negeri dan mendapatkan dukungan mereka dalam petisi ini. Perjalanan kita masih panjang, tapi ini adalah sebuah langkah besar ke depan. "

Menerima Organ dari Pengambilan Organ secara Paksa adalah Berlawanan dengan Kaidah Australia

Anggota Parlemen Jamie Parker dari NSW mengatakan dalam pidatonya, “Saya di sini untuk menerima permohonan ini, petisi yang luar biasa ini. Lebih dari 70.000 warga di sini di New South Wales telah menandatangani petisi ini. Dan kalian ingat, awal tahun ini, lebih dari 10.000 orang menandatangani petisi yang serupa, untuk pemerintah New South Wales untuk menghentikan orang Australia untuk pergi ke luar negeri untuk mendapatkan organ. Secara khusus, organ seperti yang kita tahu dari negara-negara seperti China, yang berasal dari tahanan hati nurani, yang diambil secara paksa, tidak memiliki tempat dalam nilai-nilai yang dipresentasikan di sini di Australia, dan tidak ada tempat bagi warga Australia yang akan pergi untuk menerima organ-organ itu.”

Berbicara kemudian pada konferensi pers, Parker mengatakan, "Petisi ini sangat penting. Ini penting tidak hanya karena masalah ini mendapat dukungan dan tersebar sangat luas, tetapi penting karena pemerintah negara bagian di sini di New South Wales memiliki kesempatan untuk bertindak, dan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan, dan memiliki kesempatan untuk memberikan tamparan bagi perdagangan pengambilan organ paksa ini. Kita tahu bahwa pemerintah negara bagian mengelola kesehatan, pemerintah negara bagian mengelola rumah sakit dan sistem kesehatan, terserah kepada pemerintah negara bagian untuk mengambil tindakan, karena kita telah mendengar bahwa hal ini adalah sesuatu yang seharusnya diselesaikan oleh pemerintah federal. Tapi ini adalah khusus masalah pemerintah negara bagian, dan negara bagian tidak bisa lagi menutup mata dari masalah penting ini.

"Kita lihat di sini bahwa lebih dari 70.000 orang telah mengatakan kepada pemerintah ini bahwa mereka harus bertindak. Petisi lebih dari 70.000 nama adalah sebuah upaya besar. Merupakan upaya yang menunjukkan dukungan untuk masalah ini di masyarakat. Dan merupakan upaya yang menunjukkan bahwa kita orang biasa, kita orang biasa mendengar tentang masalah ini dan telah menjelaskan kepada mereka, dan mereka sangat terkejut bahwa ini bisa terjadi. Jadi saya berkomitmen untuk bekerja di dalam dan di luar parlemen untuk terus mendorong masalah ini, dan saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menyimpulkan dan memberikan setiap orang ucapan selamat untuk meneruskan kampanye mereka tahun demi tahun, minggu demi minggu, hari demi hari, mengumpulkan petisi. Jadi, terima kasih."

Puluhan Ribu Pendukung Falun Gong di Australia

Dengan mengikuti cara-cara yang formal, anggota Parlemen Shoebridge dan Parker meminta praktisi untuk membantu membawa petisi ke taman belakang dari Parlemen NSW, di mana mereka sekali lagi menyatakan apresiasi mereka terhadap upaya praktisi selama beberapa bulan terakhir.

Shoebridge berkata, "Besok adalah ulang tahun ke-14 dari permohonan 25 April. Dan bahwa protes pada 25 April 1999 merupakan protes damai, adalah protes yang penuh hormat tetapi adalah pesan yang kuat ketika praktisi Falun Gong mengatakan kepada pemerintah China, ‘Hormatilah hak-hak kami dan hormatilah keyakinan kami.’"

“Dan 14 tahun yang lalu besok menandai awal bahwa kekerasan yang brutal, kekerasan polisi, penahanan, penahanan praktisi Falun Gong yang sedang berlangsung di kamp kerja paksa hanya karena mempelajari keyakinan Anda, dan itulah sebabnya sangat penting bahwa di negara bebas seperti Australia ini, Anda datang bersama-sama, Anda menggunakan ruang-ruang terbuka dan menggunakan hak Anda untuk berunjuk rasa. Dan Anda menandai hari tersebut di sini.”

“Jadi saya ingin membuat hal ini jelas bagi Anda bahwa petisi ini menjelaskannya untuk Anda. Anda punya ribuan teman dan ribuan pendukung yang mendukung hak-hak dasar Anda. Anda memiliki hak untuk berkeyakinan dan berkumpul di tempat umum untuk membela hak-hak Anda. Anda punya di sini di Australia dan kami menuntut bahwa Anda memilikinya juga di China”

"Dan pada tanggal 9 Mei, saya akan secara resmi menyerahkan petisi ini di Parlemen di gedung di sana. Dan Anda semua dipersilahkan datang ke Parlemen Anda untuk melihat petisi ini disampaikan pada pagi hari tanggal 9 Mei."

Parker mengatakan, "Saya pertama kali mendengar tentang isu Falun Gong di China, ketika saya berada di lapangan Tiananmen. Dan saya melihat praktisi memprotes dengan damai, dan dipukuli sangat parah oleh pejabat pemerintah, polisi dan personil militer. Jadi saya tahu dengan sangat jelas tentang tindakan keras terhadap para praktisi Falun Gong di China.”

“Sebagai anggota Parlemen ini saya ingin menekankan betapa pentingnya ini. Saya ingin mengucapkan selamat kepada setiap orang dari Anda karena usaha yang telah Anda curahkan untuk mendapatkan tanda tangan ini. Ini adalah pernyataan yang sangat kuat yang akan membuat perbedaan yang sangat signifikan. Jadi saya berpikir bahwa kita harus memberikan tepuk tangan untuk semua orang-orang yang telah membantu petisi ini: Terima kasih!”

“Saya ingin menyimpulkan dengan mengatakan bahwa sebagai Anggota Parlemen lokal di sini, saya akan melakukan yang terbaik untuk mendorong petisi ini dan berbicara dengan anggota Parlemen lainnya. Dan saya juga akan mendukung Anda untuk melanjutkan upaya ini, untuk melanjutkan permohonan ini, untuk memberitahu teman-teman dan tetangga dan keluarga Anda untuk melanjutkannya, karena ada kemajuan yang sangat kuat yang sedang dibuat. Dan ini hanya akan berlanjut dengan usaha Anda, jadi saya terima kasih banyak.”

Praktisi Falun Gong Mendengar Perampasan Organ Hidup

Sebuah stasiun televisi lokal, ABC TV meliput seluruh kejadian. Praktisi Falun Gong Zeng (Jennifer) Zheng, yang mengalami penganiayaan brutal di China, mengatakan dalam sebuah wawancara, "Saya mengalami pemeriksaan fisik secara menyeluruh dua kali. Pada waktu itu kami disiksa dengan sangat kejam setiap hari sampai diambang kematian. Kami tidak berpikir tentang masalah ini, mengapa penjara menghabiskan uang untuk melakukan pemeriksaan fisik untuk kami sementara menyiksa kami secara brutal. Saya ingat bahwa ketika saya dipenjara di China, seorang penjaga penjara mengintimidasi kami, 'Jika Anda tidak melepaskan keyakinan Anda, saya akan mengirimkan ke tempat itu. Anda tidak akan pernah bisa kembali.’ Tempat yang ia maksudkan adalah Xinjiang. Kemudian saya membaca laporan dari Agence France-Presse menyatakan bahwa ada sebuah kamp konsentrasi menahan 50.000 orang. Seorang penulis Barat (Ethan Gutmann) yang menulis Kehilangan China Baru, menyebutkan bahwa perampasan organ hidup bermula di Xinjiang. Seorang dokter di Inggris berpartisipasi dalam proses ini."

Zeng melanjutkan, "Saya bertanya kepada seorang dokter di Australia tentang berapa lama untuk menunggu transplantasi hati dan ia mengatakan rata-rata 11,5 tahun. Di China, hati dapat diperoleh dalam beberapa minggu, bagaimana mungkin? Satu-satunya kemungkinan adalah bahwa ada banyak manusia hidup yang akan digunakan untuk tujuan ini. Pemeriksaan fisik terhadap praktisi Falun Gong merupakan langkah penting. Kemudian data kami disimpan dan ketika organ dibutuhkan, database akan dicari. Ini adalah membunuh sesuai permintaan. Ini adalah kesimpulan yang dibuat oleh ahli medis. Satu-satunya kemungkinan adalah bahwa donor yang cocok dapat ditemukan dalam waktu begitu singkat dari ratusan ribu orang dipenjara."

Praktisi Falun Gong lain, Lisa, diwawancarai oleh ABC TV selama konferensi pers. Ibunya, Zhang Fengying, saat ini dipenjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Tiantanghe di Beijing karena berlatih Falun Gong. Lisa meminta bantuan untuk menyelamatkan ibunya yang menghadapi bahaya kehilangan nyawa karena pengambilan organ paksa.

Berharap Pemerintah Australia Mendengarkan Permintaan Umum dan Meluluskan Undang-undang Tersebut

Zhao dari Himpunan Falun Dafa Australia mengatakan pada akhir konferensi pers, "Kami sangat  memperhatikan masalah pengambilan organ hidup dari praktisi Falun Gong di China. Kami telah mengumpulkan lebih dari 72.000 tanda tangan petisi untuk menuntut dihentikannya pengambilan organ hidup, dan menyerahkan petisi kepada pemerintah Australia melalui dua Anggota Parlemen NSW, David Shoebridge dan Jamie Parker. Para anggota parlemen NSW telah mengusulkan amandemen pada sebuah undang-undang untuk membuat partisipasi dalam perdagangan organ dan permpasan organ hidup adalah sebuah kejahatan. RUU tersebut sedang dibahas. Kami menyerahkan tanda tangan untuk mendukung RUU itu dan membuat orang-orang Australia tahu bahwa pergi ke China untuk transplantasi organ bisa mengakibatkan pembunuhan orang yang tidak bersalah."

Chinese version click here
English version click here