Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mengalami Kekuatan Dafa Dalam Perjalanan Kultivasi

16 Juni 2013 |   Oleh: praktisi Falun Dafa Xialian dari Provinsi Liaoning


(Minghui.org)

Salam kepada Guru belas kasih dan agung! Salam kepada semua praktisi!

Suatu hari pada April 1997, abang dari suami saya bertanya, ”Mengapa kamu tidak berlatih Falun Dafa!” Saat itu, untuk menyingkirkan penyakit, saya sedang berlatih qigong kesurupan roh yang telah mencelakai banyak orang. Kakak dari suami saya memberitahu saya bahwa Falun Dafa adalah Fa yang lurus. Ia memberikan buku Zhuan Falun kepada saya.

1. Memperolah Fa dan Hati Murni

Ketika pertama kali membuka buku, saya merasa sulit bernapas. Tapi ada kekuatan besar yang mendukung saya ketika terus membacanya. Saya merasa harus terus membacanya. Makin dibaca, makin tidak bisa bernapas rasanya. Tapi saya terus membaca. Sudah hampir fajar dan saya sedang membaca paragraf, ” Xuanguan Menempati Posisi” Ceramah IV. Saya tiba-tiba merasa lebih baik. Saya tidak pernah begitu nyaman. Kemudian, saat terus membaca Fa, saya menyadari itu adalah benda jahat yang menganggu saya belajar Fa karena saya telah mengundang mereka dengan berlatih qigong kesurupan roh sebelumnya. Ketika sedang membaca buku, Guru menyingkirkan mereka.

Guru agung telah menyelamatkan saya! Meski saya tidak jelas mengenai Fa, saya berkeyakinan kuat. Tidak hanya percaya, bahkan abang, suami, kakak, mertua dan kakak dari suami saya semuanya mulai berlatih kultivasi Falun Dafa.

Bilamana ada waktu, saya baca buku-buku Dafa. Suatu hari saya sedang baca “Sebuah Pukulan yang Keras” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I,

“Hai para pengikut! Kalian jangan selalu baru memahami setelah saya menunjukkan persoalannya. Sebenarnya semua ada dalam Fa, mengapa justru tidak lebih banyak membaca buku? Saya usulkan semua orang menenangkan hati dan membaca 10 kali artikel saya ‘Petunjuk Penting untuk Gigih Maju’ yang anda sebut Jing Wen, tidak ada gunanya belajar Fa kalau hati tidak tenang, tenangkanlah hati untuk belajar.”

Saya pikir, karena Guru suruh membaca 10 kali, saya akan membaca 10 kali.

Ketiga kali saya membaca buku, kata-katanya berubah dadu. Keempat kali, menjadi hijau. Kelima kali, menjadi biru. Ketika saya membaca keenam kali, buku itu mulai memancarkan warna emas. Ketujuh kali, menjadi sangat indah karena semua warna warni bercahaya membaur. Lebih lagi, beragam cahaya membersihkan tubuh saya dan saya merasa sangat nyaman.

2. Menghormati Guru dan Melindungi Fa

Pada 20 Juli 1999, Partai Komunis China (PKC) memulai penganiayaan terhadap Falun Gong dan praktisinya. Unit kerja saya milik seksi perusahaan dan di bawah pengawasan langsung kepala kejahatan, Zhou Yongkang. Setiap hari unit kerja dipenuhi rasa takut. Setiap departemen harus membuat laporan. Saya adalah manajer kantor dan bertugas meminta tanda tangan dokumen. Ketika saya membaca isi yang memfitnah Dafa, saya merasa sangat tidak nyaman. Saya merasa latihan yang begitu bagus diperlakukan tidak adil dan Guru yang begitu lurus difitnah. Maka saya menyita semua dokumen. Kemudian ketika perusahaan menggelar pertemuan khusus untuk membahas situasi penganiayaan Falun Dafa. Mereka menanyakan dokumen itu. Saya berkata, ”Saya tidak pernah melihatnya.” Pada saat bersamaan saya memohon perlindungan Guru, sehingga tidak ada seorangpun yang menyelidiki ke mana dokumen itu hilang. Kemudian memang tidak ada kabar lebih lanjut. Sebelum ini, karena tidak ada seorangpun yang pernah melihat dokumen ini, departemen kami tidak pernah menggelar pertemuan mengenai penganiayaan Falun Dafa.

Setelah insiden “Bakar diri di Tiananmen” yang dibuat oleh PKC dan disiarkan, kolega-kolega saya semua berkumpul di kantor keamanan untuk menonton TV. Maka saya memberitahu mereka hal-hal mencurigakan dalam insiden “bakar diri” itu.

Pada Agustus 2005, anak kolega saya diterima di sekolah yang bagus. Saya menghadiri perayaan di restoran. Itu dirancang bagi saya untuk duduk dengan sebelas manajer di unit kerja saya. Orang-orang ini semuanya anggota PKC. Saya ingin menggunakan kesempatan bagus ini yang diberikan Guru untuk menyelamatkan makhluk hidup. Saya memberitahu mereka tentang keluar dari keanggotaan PKC. Tidak ada dari mereka yang menyela saya dan mereka semua mendengarkan dengan seksama. Kemudian ketika mereka keluar dari restoran, wakil manajer mengejar saya dan berkata, ”Tolong bantu saya keluar dari keanggotaan PKC. Di masa depan jika terjadi pembalasan, kamu akan melindungi saya.” Saya berkata, ”Bukan saya yang akan melindungimu. Adalah kepercayaanmu pada Dafa yang memungkinkan Guru Dafa melindungi kamu.”

3. Menyaksikan Keajaiban Dafa

A. Kesempatan kedua

Setelah meninggalkan unit kerja, saya pergi ke pasar untuk menjual roti untuk sementara waktu. Ada sekali sebuah traktor membawa selusian orang dari wilayah lain datang ke kios saya untuk beli roti. Mereka berkata berasal dari kabupaten lain, jauh dari sini. Mereka berkata betapa enak roti saya, mereka tidak akan bisa kembali lagi. Saya tidak mengklarifikasi fakta kepada mereka. Setelah traktor pergi, saya sangat menyesal! Saya memberitahu Guru, ”Saya bersalah, jika ada kesempatan lagi saya tidak akan melewatkannya lagi.”

Pada hari kedua, asisten toko keramik memberitahu saya bahwa mereka ingin membeli roti saya. Tetapi mereka baru bisa mengambil roti ketika pulang kerja jam 17.00. Mereka menginginkan saya mengantar roti ke toko mereka. Biasanya, saya pulang sebelum tengah hari sehingga dapat menyiapkan materi klarifikasi fakta pada sorenya. Saya pikir itu adalah Guru mengatur kesempatan bagi saya untuk klarifikasi fakta. Maka saya menyetujui. Jam 17.00 mereka masih rapat. Asisten toko meminta saya menunggu sebentar. Saya mengiyakan. Pada saat itu seseorang berteriak, “Hei, ada mobil di sana ingin membeli roti!” Saya melihat bahwa itu adalah traktor sehari sebelumnya dan masih membawa begitu banyak orang! Saya tahu tidak boleh kehilangan kesempatan kali ini. Saat menjual roti kepada mereka, saya klarifikasi fakta tentang Falun Dafa. Karena mereka telah mencoba roti saya sehari sebelumnya, mereka hendak membeli lebih banyak. Saya berkonsentasi untuk klarifikasi fakta sehingga lupa meminta uangnya. Saat itu seorang nenek tua datang dan berdiri di sebelah saya dan berteriak, ”Yang ini belum bayar dan itu juga.” Saya tidak kenal nenek ini dan semua pelanggan saya pikir dia adalah kerabat saya dan mereka bergegas membayarnya. Ketika supir traktor akan pergi, saya bertanya, ”Apakah kalian semua tidak akan kembali lagi?” Mereka menjawab, ”Bibi yang kami beli tidak cukup! Jadi kami akan kembali lagi nanti!” Saya berbalik untuk berterima kasih kepada nenek yang menolong saya, tetapi tidak menemukan. Saat itu air mata saya mengalir. Ini bukan saya yang menyelamatkan orang, jelas dilakukan oleh Guru!

B. Kertas yang Kependekan Dipotong Namun Ajaib Bisa Memanjang Lagi

Setelah Hong Yin II diterbitkan, saya bertanggung jawab untuk menyusun halaman dari buku cetakan. Saat itu, saya tidak punya pemotong kertas besar, sehingga kertasnya tidak rata di ujungnya. Saya merasa sangat sedih. Saya berkata kepada Guru, ”Pengikut ini sangat tergesa-gesa. Saya ingin menyelesaikan buku ini dengan cepat supaya rekan-rekan praktisi dapat membacanya. Besok saya pasti akan membuat ujungnya rata.” Malam itu, ada latihan bersama dan ketika saya melakukan gerakan kedua dan memegang Roda Hukum di atas kepala, saya melihat tangan kanan saya, dari pergelangan ke bawah, memanjang. Baik rekan praktisi dan saya tidak tahu apa artinya. Hari berikutnya, ketika saya kembali pada buku-buku itu, saya melihat ujung buku-buku itu sudah rata. Saya bertanya kepada suami saya kapan ia meratakannya. Ia berkata tidak melakukannya. Saya berkata, ”Itu pasti Guru yang membantu untuk membuat pinggirannya lurus.” Saya sangat tersentuh dan berteriak, ”Adalah Guru yang meratakan pinggirannya!”

Suatu hari pada 2007, saya sekali lagi ditunjukkan bagaimana tangan saya memanjang dan akhirnya mengerti bahwa bukan Guru yang memotong lurus pinggirannya tetapi Guru yang memanjangkan pinggiran yang dipotong kependekan.

4. Tercerahkan Melalui Kesengsaraan

A. Gangguan Iblis karena Keterikatan Mentalitas Pamer

Pada Oktober 2005, polisi menggeledah rumah saya. Setelah ditahan secara ilegal, saya divonis tujuh tahun penjara. Dengan perlindungan Guru, saya melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan. Penjara menolak menerima saya. Empat bulan kemudian saya pulang ke rumah. Hari berikutnya, untuk menghindari penganiayaan, saya meninggalkan rumah dan mulai berkelana. Pada September 2007, ketika jauh dari rumah, polisi sekali lagi menangkap dan membawa saya ke pusat tahanan. Saya tercerahkan bahwa ada air dan makanan di Fa. Maka saya pikir tidak akan kelaparan atau kehausan ketika mogok makan dan tidak akan bereaksi ketika selang cekok paksa dimasukkan ke perut saya. Kejahatan tidak dapat melakukan apapun terhadap saya. Setelah “Konferensi Partai ke-17”, agen-agen rejim sedang menyiapkan pembebasan saya. Saya punya pikiran in, ”Dua pusat tahanan ini tidak dapat berbuat apapun terhadap saya. Jika saya dikirim ke kamp kerja paksa, akan saya mengacak-acak di sana!” Keterikatan kuat ini membuktikan kebenaran diri sendiri sehingga kejahatan memanfaatkan celah kebocoran saya. Setelah Konferensi Partai, saya benar-benar dikirim ke kamp kerja paksa.

B. Membawa Kembali Praktisi yang Tersesat

Kamp kerja paksa ini merupakan tempat paling jahat di seluruh negeri untuk “merubah” praktisi. Mereka menggunakan kaki tangan untuk merubah praktisi. Para kaki tangan ini berusaha membujuk saya dengan alasan sesat dan berusaha merubah saya.

Melihat kaki tangan ini dan mengingat betapa sulitnya Guru nan belas kasih menyelamatkan kita, saya bertanya kapan mereka mulai berlatih Falun Dafa. Satu dari mereka mulai pada 1996 dan lainnya pada 1994. Saya berkata, ”Tidakkah kalian mengecewakan Guru? Jika kalian menulis surat penyataan untuk melepaskan Falun Dafa, bukankah kalian telah mengkhianati Guru? Dalam kultivasi masa lalu, Guru seharusnya telah menyingkirkan kalian. Tetapi Guru kita berbelas kasih dan tahu kalian menulis surat pengkhianatan ini di bawah tekanan partai jahat serta surat-surat itu tidak berasal dari hati kalian. Selama kalian mengakui kesalahan dan menulis pernyataan khidmat untuk menyangkal surat jaminan, Guru akan tetap mengakuimu sebagai pengikut.” Saya melafalkan Fa yang saya hapal. Setelah dua hari berbagi pengalaman, salah satu dari mereka menangis dan berkata, ”Kamu meluruskan saya, terima kasih!” Saya berkata, ”Bukan saya yang meluruskan kamu, adalah Guru belas kasih yang tidak mau meninggalkan seorang pengikut pun.” Meski yang satunya tidak tersadarkan, ketika kami berpisah, ia mengatakan pada saya untuk berhati-hati karena para penjaga tak berperasaan. Kemudian ketika seseorang datang untuk merubah saya, saya malah merubah mereka.

Setelah ditahan dan disiksa selama dua hari dan semalaman, seorang praktisi tidak tahan dan “dirubah” secara paksa. Kejahatan ingin saya berkompromi dan membiarkan praktisi yang “dirubah” ini memaki Guru di hadapan saya. Saya menatapnya dan berkata, ”Ini bukan kehendakmu. Guru akan memaafkan kamu.” Setelah ia mendengar kata-kata saya, ia menangis dan pergi. Setelah itu, ia menulis pernyataan khidmat dan menyangkal semua sikapnya yang mengkhianati Dafa serta mengungkapkan akan gigih berkultivasi Dafa.

C. Menyanggah Kata-kata Jahat

Penjaga membuat mantan praktisi, yang tersesat, mencuci otak praktisi lain. Ia membuat coretan di buku. Ia juga mencoret kata-kata dan menambahkan kata-katanya sendiri ke dalam ceramah. Maka saya menghentikan dia membaca. Ia berkata, ”Maka kamu baca.” Saya mengambil buku darinya dan melihat itu adalah ceramah Guru. Ia dengan sengaja mengutip bagian yang telah ditandainya untuk dibaca dan menggunakan metode ini untuk memfitnah Dafa. Saya mengambil buku darinya dan membaca kata demi kata tanpa ketinggalan satu katapun. Setelah membaca beberapa paragraf, saya menyerahkan buku itu ke praktisi lain untuk dibaca. Dengan cara ini, kami belajar Fa bersama selama setengah hari.

Suatu hari ia mengutip beberapa Fa Guru dan menyalinnya di papan tulis. Ia berusaha menjelaskan Fa kepada kami dan beberapa praktisi yang tidak memiliki pemahaman Fa yang jelas dibuat sesat olehnya. Saya berkata, ”Kamu keterlaluan. Betapa beraninya kamu merubah Fa!” Saya memberitahu praktisi untuk tidak mendengarkan kata-kata jahatnya karena ia sepenuhnya mengkhianati Dafa. Dengan cara ini, dua praktisi lain dan saya mengacaukan kelasnya. Mulai sejak itu, mereka tidak berani menaruh saya di kelasnya.

D. Menceraiberaikan Apa yang Dinamakan “Belajar” di Kamp Kerja Paksa

Beberapa hari sebelum Olimpiade 2008, ada babak baru pencucian otak. Setiap orang di setiap sel dipaksa untuk “belajar” artikel yang memfitnah Dafa sepanjang malam. Saya pikir tidak boleh membiarkan kejahatan memfitnah Dafa. Maka ketika praktisi meneriakkan,”Falun Dafa Hao (baik)” di sel lain, saya melafalkan puisi “Baik dan Jahat Sudah Jelas,” Hong Yin: “Makhluk hidup berubah jahat, bencana tak habis-habis datang, Dafa memberi penyelamatan dalam dunia yang kacau; Tidak membedakan baik dan jahat, memfitnah Fa langit, Pengikut sepuluh kejahatan menunggu angin musim gugur.”

Pada saat ini kepala kamp kerja paksa membawa seseorang untuk menilai. Setelah ia mendengar puisi, ia dengan cepat memberitahu bawahannya, ”Berhenti belajar.” Mulai saat itu, apa yang dinamakan sesi “belajar” dihentikan.

E. Menghentikan Penyiksaan

Pada Oktober 2008, bersama praktisi lain saya ingin menyelamatkan praktisi yang menolak untuk menandatangani “lembar evaluasi pekerja” maka mengalami penyiksaan “ditarik merentang”. Pelaku kejahatan pikir saya adalah orang yang memimpin upaya penyelamatan. Maka saya dipanggil ke kantor di mana tujuh sampai delapan pelaku kejahatan menggunakan tongkat listrik untuk menyetrum saya bersamaan. Karena perlindungan Guru, mereka tidak dapat melakukan apapun terhadap saya. Mereka berkata bahwa tubuh saya bukan penghantar listrik. Mereka menekan saya ke lantai, membuka sepatu dan menuangkan air di kaki saya. Mereka terus menyetrum, tetapi saya tidak bereaksi. Maka mereka memutuskan menggunakan penyiksaan “ditarik merentang” terhadap saya.

Penyiksaan ini menggunakan bagian atas dan bawah ranjang susun. Mereka menaruh tubuh atas saya di ranjang bawah di bagian kepala ranjang. Mereka mengikat kaki ke kaitan kaki di ranjang bawah, kemudian memborgol lengan ke kaitan di ranjang atas. Punggung saya tidak dapat lurus juga kaki tidak dapat menekuk. Beban seluruh tubuh saya tertumpu di tangan. Dalam beberapa menit, saya bercucuran keringat dan pingsan.

Di bawah penyiksaan ini, saya tidak takut. Saya menenangkan diri dan mencari ke dalam. Keterikatan apa yang saya miliki sehingga kejahatan dapat mengambil kesempatan? Saya menemukan banyak keterikatan. Keterikatan mentalitas pamer, gembira mencapai sesuatu, mental bersaing, membuktikan kebenaran diri sendiri, hawa nafsu dan terutama keterikatan pamer yang membesar. Contohnya, sebelum Olimpiade 2008, ada dua praktisi bersama saya di penjara. Mereka tidak tahan di setrum tongkat listrik dan menandatangani “pernyataan jaminan.” Saat itu saya berpikir, ”Apa artinya tongkat listrik bagi saya?!” Itu adalah keterikatan kuat untuk pamer yang membuat saya menghadapi tongkat listrik hari ini. Saat bersamaan, saya memiliki keterikatan bersaing dengan rekan-rekan praktisi. Guru berkata,”…. Mentalitas pamer ditambah dengan perasaan puas diri paling mudah diperalat oleh keinginan iblis.” (“Kesimpulan yang Ditetapkan,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

Saya sekarang mengerti bahwa adalah memalukan untuk dianiaya dan saya telah menyusahkan Guru. Saya berkata kepada Guru, ”Guru, saya bersalah. Karena saya tidak berbuat benar, pelaku kejahatan memiliki kesempatan untuk melakukan penganiayaan, ini sungguh membuat kerusakan bagi makhluk hidup. Mulai sekarang, saya harus melakukannya dengan baik dan tidak memperkenankan pengaturan kejahatan apapun. Saya mohon Guru memperkuat saya.” Saat itu, kata-kata “menembus kesengsaraan” melintas di benak saya. Saya teguh percaya pada Guru dan yakin dapat melewati kesengsaraan ini. Tak peduli bagaimana sakitnya tubuh saya, saya harus menghentikan penyiksaan. Di masa depan, tidak boleh ada praktisi yang mengalami penyiksaan ini lagi. Saya pikir, ”Karena kalian merentangkan saya, saya akan merentangkan kalian.” Saya berteriak kencang, ”Buddha Maiterya merentang!...kendurkan…” Pada saat itu meski mulut saya diplakban, saya masih dapat berteriak. Ketika saya berteriak, ”Kendurkan”, borgol yang dikaitkan di jeruji di depan saya bergerak. Pada saat ini, seorang petugas datang dan bertanya siapa yang memborgol saya begitu kencang. Ia berkata akan melonggarkannya. Saya tahu Guru telah menahan kesengsaraan bagi saya lagi di dimensi lain. Selama dua hari dua malam, praktisi mendukung lengan kanan saya. Saya tidur dengan kepala bersandar pada lengan kanan. Ketika haus, praktisi lain memberikan sesuatu untuk saya minum. Ketika saya lapar, saya diberi susu. Praktisi lain yang tahu tentang kesengsaraan saya memancarkan pikiran lurus. Maka, dengan begini saya dapat melewati penyiksaan ini.

Setelah saya diturunkan, saya tidak dapat merasakan bagian kanan tubuh saya. Petugas mengirim saya ke rumah sakit pusat. Dokter berkata, ”Jika ia tidak melakukan terapi fisik, ia tidak akan sembuh dalam delapan sampai sepuluh tahun.” Tetapi setelah saya dibebaskan dari kamp kerja paksa, tubuh saya sebaik sebelumnya. Keajaiban ini terjadi karena jiwa kembali ke Dafa.

5. Mewujudkan Martabat Praktisi Dafa

Saya selalu mengingatkan diri sendiri sebagai praktisi Dafa dan tidak boleh mengecewakan Guru. Ketika saya ditahan di Divisi No. 1, kepala divisi meminta saya untuk menandatangani “lembar evaluasi.” Tetapi saya menolak dan ia bertanya kenapa. Saya berkata, ”Seorang kultivator berpegang hanya pada satu jalan kultivasi. Lembar evaluasi ditandatangani untuk PKC dan PKC adalah sesat, jika saya menandatanganinya, maka saya tidak dapat menyelesaikan kultivasi saya.” Ia berkata, ”Saya akan menandatanganinya atas namamu.” Saya berkata, ”Jika kamu menandatanganinya juga tidak bermanfaat bagimu.” Ia berkata, ”Saya menyerah.” Mulai sejak itu, tidak ada seorangpun minta tanda tangan saya.

Suatu hari, ketua tim berkata, ”Semua ketua tim berkata kamu meremehkan kami dan tidak pernah menyapa saya.” Saya menjawab, ”Kamu semua mengawasi tahanan. Jika saya menyapa kamu, kamu akan berpikir saya juga tahanan. Demi kebaikanmu, saya tidak dapat menyapamu. Jika kita ada di luar, mungkin bisa menjadi teman baik.”

Pada Tahun Baru 2009, semua tahanan memberi ucapan selamat Tahun Baru saat makan pagi. Saya yang terakhir masuk ruangan dan mendengar ketua tim meneriakkan selamat Tahun Baru kepada saya. Semua orang di ruangan melihat saya. Beberapa praktisi merasa terhibur dan beberapa penjaga terkejut. Banyak tahanan kagum kepada praktisi Dafa!

6. Guru Membantu Saya Keluar dari Kamp Kerja Paksa

Tiga hari sebelum dibebaskan dari kamp kerja paksa, saya bermimpi. Saya bermimpi kejahatan memperlihatkan sebuah film. Saya menolak menontonnya dan keluar dari gedung. Sekelompok polisi mengejar saya dengan senjata. Saya berteriak, ”Guru tolong selamatkan saya!” Kemudian saya bermimpi ada di kereta dorong. Seperti ada seseorang mendorong saya. Melalui telepati, saya diberitahu ini adalah jalan pulang. Saya menengok ke belakang dan melihat orang yang mendorong saya adalah Guru. Setelah bangun, saya terharu. Dalam hati saya, pemandangan ini muncul: Pada 2005, polisi menciduk saya dan saya berteriak, ”Guru tolong selamatkan saya!” Pada saat itu, Fashen Guru menuju ke bawah saya dan mengangkat saya ke atas. Sepertinya saya telah memasuki awan dan merasa sangat nyaman. Polisi menyeret saya dari lantai tiga ke lantai satu tetapi saya tidak terluka sama sekali. Tiga hari kemudian, saya keluar dari kamp kerja paksa secara terhormat.

Ketika saya mengenang proses kultivasi saya selama lebih dari sepuluh tahun, Guru membantu untuk membersihkan saya ketika saya dipenuhi karma. Tetapi kejahatan mengambil celah kebocoran karena keterikatan saya. Saya ditahan. Keterikatan saya membesar dan beberapa kali hampr mati di alat penyiksaan. Guru menolong saya kembali dari ambang kematian. Saya tidak tahu berapa banyak kesusahan yang diderita Guru untuk saya. Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkap terima kasih saya kepada Guru. Saya hanya dapat mengkultivasi diri saya sendiri dengan baik dan rajin di masa depan. Saya akan menyelamatkan makhluk hidup lebih banyak dan memenuhi sumpah janji pra-sejarah dan mengikut Guru pulang.

Saya bersujud dan menyembah Guru belas kasih dan agung!

Terima kasih rekan-rekan praktisi! Jika ada yang kurang tepat mohon ditunjukkan.

Chinese version click here
English version click here