Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Kopenhagen, Denmark: Penganiayaan Falun Gong Memasuki 15 Tahun, Perlawanan Damai Tetap Berlanjut

5 Agu 2013 |   Oleh: De Xiang, koresponden Minghui


(Minghui.org) Hampir seribu praktisi Falun Gong dan pendukungnya dari seluruh Eropa berkumpul di Lapangan Parlemen di Kopenhagen, Denmark, pada pagi hari, 20 Juli 2013, untuk mengutuk 14 tahun penganiayaan di China. Mereka menggelar rapat umum dan pawai akbar untuk memperlihatkan keindahan Falun Gong dan membangkitkan kesadaran masyarakat atas pelanggaran HAM keji oeh rejim komunis China, termasuk pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup.

Setelah hampir 100 juta orang di China berlatih Falun Gong, melebihi jumlah anggota Partai Komunis, rejim melancarkan kampanye kejam untuk melenyapkan latihan meditasi damai ini. Sejak 20 Juli 1999, ratusan ribu praktisi telah ditahan di kamp kerja paksa dan penjara-penjara China serta ribuan telah disiksa dan dibunuh karena keyakinan mereka.

Selama 14 tahun lebih, praktisi di Eropa dan seluruh dunia telah menggelar berbagai aksi damai untuk menentang penganiayaan Falun Gong yang berlangsung di China, mendesak komunitas internasional agar terlibat dan membantu menghentikan pelanggaran HAM oleh Partai Komunis China (PKC).

Praktisi di Denmark memulai kegiatan dengan melakukan latihan Falun Gong bersama. Karena musik yang tenang mengiringi latihan mereka melalui speaker, banyak pejalan kaki berhenti untuk mempelajari tentang latihan ini dan menandatangani petisi untuk meminta diakhirinya penganiayaan di China.


Warga Denmark menandatangani petisi untuk mendukung Falun Gong dan mengutuk penganiayaan oleh rejim China


Para pelajar berhenti untuk mempelajari tentang Falun Gong saat praktisi memperagakan latihan

Dukungan publik

Kegiatan di Kopenhagen menarik perhatian luas masyarakat umum. Banyak penduduk Denmark dan para turis terkejut mengetahui kebrutalan rejim China terhadap praktisi Falun Gong dan kebanyakan dengan senang hati menandatangani petisi untuk mengutuk penganiayaan dan pengambilan organ secara ilegal.

Diantara para penonton terdapat banyak turis China. Mereka dengan antusias menonton, memfoto dan merekam video untuk dibagikan kepada keluarga dan teman-teman di rumah.


Anita Villadsen, berada di samping para praktisi yang memegang foto korban untuk menghormati mereka yang dibunuh oleh rejim China, menandatangani petisi untuk mengutuk penganiayaan

Anita Villadsen menandatangani petisi untuk meminta diakhirinya penganiayaan Falun Gong di China.

“Orang-orang harus melakukan ini,” katanya. “Mungkin kita tidak melihat hasilnya segera, tetapi kita harus melakukannya juga. Akan ada hari di mana kita akan melihat hasilnya.”

Setelah mendengar kejahatan keji rejim atas pengambilan organ illegal terhadap praktisi Falun Gong yang masih hidup demi keuntungan, seorang penduduk Denmark lainnya juga segera menandatangani petisi.


Penulis Yang Guang (kanan) memuji semangat praktisi Falun Gong

Penulis Yang Guang, yang tidak berlatih Falun Gong, memutuskan untuk mendukung upaya praktisi dengan memegang poster berbunyi, ”PKC tidak akan pernah berkata jujur tapi hanya bisa berbohong. Kata-kata PKC harus dipahami secara terbalik.”

“Saya hendak bergabung di kegiatan manapun selama itu berkaitan mengungkap kekejaman PKC, korupsi, pengambilan organ secara hidup, penganiayaan terhadap Falun Gong dan apapun mereka lakukan untuk mencelakai rakyat China,” kata Yang. “Saya pikir ini sesuatu yang harus dilakukan oleh orang yang memiliki pikiran lurus.”

“Selama bertahun-tahun, tanpa takut akan penganiayaan oleh PKC, Falun Gong telah menjalankan upaya gigih untuk menentangnya di seluruh dunia, yang mana terpuji dan juga menunjukkan kehebatan Sejati-Baik-Sabar. Kita harus menyuarakannya. Saya percaya protes kita dapat mengatasi kelompok berandal PKC.”

“Tanpa Partai Komunis di China, China baru dapat dilahirkan,” tambahnya.

Setelah membaca Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis, yang mengungkap secara detail kejahatan yang dilakukan rejim sepanjang sejarah, Yang mencatat orang-orang seharusnya tidak berilusi dengan Partai Komunis.

Siapapun Dapat Berlatih Falun Gong

Praktisi dari seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi di kegiatan Denmark, menceritakan kisah-kisah pribadi mereka tentang manfaat dari latihan ini.

Praktisi Swedia Anders berkata alasan ia ikut dalam pawai akbar adalah untuk “membuat lebih banyak orang tahu akan penganiayaan terhadap Falun Gong oleh PKC.” Kopenhagen adalah kota besar dengan banyak turis China, ia mengungkapkan harapan bahwa orang-orang China akan melihat keindahan Falun Gong dan tersadarkan bahwa orang-orang dari seluruh dunia memperoleh manfaat dari latihan ini.

“Saya harap orang China dapat mengerti Falun Gong melalui pengamatan mereka sendiri dan membaca, daripada dengan buta mendengarkan propaganda fitnahan dari PKC. Mereka seharusnya berpikir pada diri sendiri, yang pada akhirnya, dapat melihat siapa benar dan siapa yang salah,” katanya.


Praktisi Vietnam Pham dan Hoomg di pawai akbar

Banyak praktisi Vietnam yang sekarang tinggal di Eropa, juga mengikuti pawai. Kebanyakan mereka adalah praktisi baru, dengan fakta bahwa jumlah praktisi Falun Gong di Vietnam makin bertambah di tahun-tahun belakangan ini.

Pham mulai berlatih Falun Gong 16 bulan lalu. Sebelum berlatih Falun Gong, kesehatannya buruk. Setelah melihat orang Vietnam lainnya memperoleh manfaat baik fisik dan mental dari berlatih, ia memutuskan untuk mencoba Falun Gong.

“Jika ada fisik yang kurang nyaman, melakukan latihan Falun Gong dapat segera membantu,” katanya berdasarkan pengalamannya.

Hoomg datang ke Kopenhagen bersama Pham. Ia berkata alasan mereka datang adalah “memberitahu orang-orang di seluruh dunia tentang penganiayaan Falun Gong oleh PKC.”


Praktisi Falun Gong Jerman Dima (kanan) dan Stephan, anggota dari Tian Guo Marching Band Eropa

Praktisi Falun Gong Jerman Dima dan Stephan bergabung di pawai akbar sebagai anggota Tian Guo Marching Band Eropa, yang terdiri dari para praktisi Falun Gong. Mereka berpergian bersama dengan band ke seluruh Eropa untuk menunjukkan keindahan Falun Gong dan mengungkap penganiayaan di China.

“Kami hendak menunjukkan kepada orang-orang akan keindahan Falun Gong dan juga memfokuskan pada masalah HAM di China. Praktisi Falun Gong (di China) telah menderita penganiayaan selama 14 tahun. Kami ingin agar orang-orang di Kopenhagen menaruh perhatian pada masalah ini,” kata Dima.

Dima mengetahui Falun Gong dari ayahnya dan mulai berlatih pada akhir 2005. Ia telah memperoleh manfaat baik secara fisik dan mental dari latihan ini dan berharap makin banyak orang dapat mengalami hal yang sama.

Dima terutama berharap orang-orang China yang telah ditipu oleh fitnahan dan kebohongan rejim komunis dapat mengerti fakta kebenaran Falun Gong. “(Mereka) seharusnya tidak hanya mendengarkan propaganda PKC,” katanya. “Jika mereka pergi ke luar negeri, mereka seharusnya dapat memperoleh informasi lebih banyak untuk mengerti apa sebenarnya Falun Gong itu.”

Stephan mulai berlatih Falun Gong tiga tahun lalu karena ia suka ide mengikuti Sejati-Baik-Sabar, prinsip pembimbing dari Falun Gong. Satu setengah tahun lalu, ia bergabung dengan Tian Guo Marching Band Eropa.

Tidak hanya ia menikmati musik, kata Stephan, tetapi lebih penting lagi, ia merasa beruntung bisa menyebarkan keindahan Falun Gong dan membangkitkan kesadaran tentang penganiayaan di China.

Chinese version click here
English version click here