Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Selalu Ingat, Kamu Adalah Kultivator Dalam Lingkungan Apapun

4 Sep. 2013 |   Oleh: praktisi Falun Dafa dari China


(Minghui.org) Saya adalah praktisi lama Falun Dafa, berumur 70 tahun lebih. Saya telah berlatih Falun Dafa dan berjalan di jalur kultivasi selama lebih dari 10 tahun. Saya gigih belajar Fa, melakukan latihan Gong, memancarkan pikiran lurus dan mengklarifikasi fakta untuk menyelamatkan makhluk hidup setiap hari.

Saya baru-baru ini ditabrak motor dan terluka parah. Di bawah ini adalah kasus tentang apa yang terjadi. Mohon dengan belas kasih tunjukkan jika ada yang kurang tepat.

Suatu hari pada Mei 2013, saya baru saja menyelesaikan latihan pagi hari dan pergi ke pasar setempat untuk berbelanja. Saat menyeberangi jalan, sebuah motor menabrak saya. Saya terjatuh dan pingsan.

Banyak orang berkumpul di sekitar tempat kejadian. Banyak darah berceceran di sepanjang jalan. Pengendara sangat ketakutan dan terus menerus menelepon.

Saat itu, ayah dari seorang rekan praktisi lewat dan melihat saya. Ia segera datang menolong dan terus menerus memanggil nama saya. Ia bertanya bagaimana keadaan saya dan ingin membawa saya ke rumah sakit.

Ketika mulai sadar, saya berkata, ”Saya baik-baik saja. Saya tidak ingin pergi ke rumah sakit.” Saya juga berkata kepada pengendara motor, ”Jangan khawatir, saya tahu ini bukan salahmu. Saya adalah praktisi Falun Dafa dan tidak menyalahkan kamu.”

Saat pingsan, saya melihat dunia lain, dengan Arhat berkilauan emas di mana-mana. Sangat indah dan menakjubkan.

Saat itu, Fa Guru muncul di benak saya:

“Oleh sebab itu setelah Yuanshen anda keluar, betapa indahnya tempat yang terlihat juga harus kembali.” (Petunjuk Nyata dari Petunjuk Penting untuk Gigih Maju)

Mungkin karena ayah rekan praktisi memanggil nama saya berulang kali, Yuan Shen (jiwa utama) saya kembali dan saya siuman. Dari kejadian ini, saya menyadari Guru tidak ingin saya pergi, tetapi supaya saya tetap tinggal dan menolong lebih banyak orang.

Saya dibawa ke rumah sakit, dan dokter menemukan luka besar yang dalam di kepala saya yang tidak berhenti berdarah. Mereka memberikan tujuh jahitan. Kaki saya sangat memar dan tidak dapat berjalan. Mereka ingin memberi suntikan dan obat minum, tetapi saya menolak. Melihat saya begitu gigih tidak mau diopname, keluarga membawa saya pulang.

Setelah sampai di rumah, pendarahan tetap tidak berhenti. Saya harus sering mengganti perban. Saya teguh percaya bahwa Guru ada di samping saya. Dengan Guru dan Fa, saya tidak takut apapun. Setiap hari saya belajar Fa dan melakukan latihan seperti biasa. Selama meditasi duduk, saya perlahan-lahan menaikkan kaki ke posisi lotus ganda dan bertahan, tak peduli sakitnya.

Tiga hari kemudian, keajaiban terjadi.  Semua luka-luka menghilang dan saya kembali ke kondisi sebelum kecelakaan. Banyak orang berkata, ”Ini ajaib! Seorang manula 70 lebih, sembuh begitu cepat tanpa obat-obatan atau injeksi. Falun Dafa benar-benar ajaib!”

Saya memahami dari kejadian ini bahwa kita tidak hanya harus serius dalam belajar Fa setiap hari, tetapi juga harus memahami inti sari Fa, sehingga ketika kesengsaraan muncul, kita dapat memperlakukan diri sebagai kultivator dengan pikiran lurus yang kuat. Dengan begini, kita dapat dengan cepat menanggulangi kesengsaraan. Sementara itu, kita harus menggunakan perbuatan lurus untuk membuktikan kebaikan Falun Dafa kepada orang-orang di seluruh dunia.

Setelah kejadian ini, saya juga bertanya-tanya mengapa saya menemui kesengsaraan besar seperti ini ketika pelurusan Fa mendekati dunia manusia dan sibuk menyelamatkan makhluk hidup. Apakah saya masih memiliki keterikatan kuat yang belum dilepaskan, yang menjadi celah kebocoran yang dimanfaatkan kejahatan?

Saya mencari ke dalam berulang kali dan menemukan masih memiliki keterikatan kuat pada perasaan. Saya tinggal sendirian dan sering merasa kesepian, sehingga sering menelepon putri saya.

Guru mengajarkan kita:

“Terikat pada Qing keluarga, pasti akan dibuat letih olehnya, terjerat olehnya, tersiksa olehnya, dengan memegang erat tali Qing keluarga akan diganggu olehnya seumur hidup, hingga menjelang akhir usia menyesal pun sudah terlambat.” (“Larangan bagi Orang yang Berkultivasi,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju)

Kehidupan setiap kultivator mungkin bisa diperpanjang, tetapi perpanjangan itu tidak demi kehidupan biasa. Pada perjalanan akhir dari jalur kultivasi, saya akan berusaha keras untuk belajar Fa lebih baik, melenyapkan berbagai keterikatan manusia dan menyelamatkan makhluk hidup lebih banyak, supaya bisa mencapai kesempurnaan dan mengikuti Guru kembali ke rumah sebenarnya.

Chinese version click here
English version click here