Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wei Yanjun Dipaksa Menjadi Tunawisma setelah Empat Tahun Dipenjara di Sel Isolasi

22 Jan. 2014 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Shandong, China


(Minghui.org)

Ringkasan Penting Fakta Penganiayaan:


Nama: Wei Yanjun(魏延军)
Jenis Kelamin: Pria
Umur: 39 tahun
Alamat: Kota Taian, Provinsi Shandong
Pekerjaan: Karyawan Telecom Plant No. 3 Kota Taian
Tanggal Penangkapan Terakhir: 11 Oktober 2009
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Taian (泰安监狱)
Kota: Taian
Provinsi: Shandong
Penganiayaan yang Diderita: Penahanan, pemerasan, interogasi dengan kekerasan, kursi besi, tidak diberi makan, pengurangan waktu tidur, sidang ilegal, penahanan ilegal, hukuman penjara, cuci otak, dipaksa duduk di kursi kecil untuk waktu yang lama, pemukulan brutal, wajah ditampar, dan sel isolasi

Wei Yanjun dari Kota Taian, Provinsi Shandong ditangkap pada Oktober 2009, dan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Dia ditahan di sel isolasi di Penjara Taian, dimana dia menderita penghinaan, pemukulan, dan berbagai jenis penganiayaan lain. Wei dibebaskan dari penjara tahun ini. Dia menderita luka di sekujur tubuh dan harus menjadi tunawisma karena keluarga telah tercerai berai.

Wei pernah bekerja di Telecom Plant No. 3 Kota Taian. Pada Juli 1994, dia menghadiri ceramah di Jinan yang diberikan langsung oleh Master Li Hongzhi, pencipta Falun Gong. Setelah itu dia memahami makna sebenarnya dari kehidupan, menjadi orang yang baik, dan hidup sesuai prinsip Sejati-Baik-Sabar.

Praktisi Falun Gong yang Gigih Dianiaya

Setelah Partai Komunis China (PKC) melarang Falun Gong dan memulai penganiayaan terhadap latihan tersebut pada Juli 1999, Wei tetap menjadi praktisi yang gigih. Dia pergi ke Beijing untuk memohon hak berlatih Falun Gong pada Januari 2001, dia ditangkap oleh polisi Beijing, ditahan oleh polisi Kota Taian, dan diperas sebesar 5.000 yuan. Dia menjadi tunawisma pada September 2001 untuk menghindari dibawa ke pusat cuci otak.

Peragaan Penyiksaan: Kursi Besi

Wei ditangkap di rumah kontrakannya pada 11 Oktober 2009, oleh kapten Zhang Guangfeng, wakil kapten Qi Xin dari Divisi Keamanan Domestik Kantor Polisi Distrik Taishan, dan para petugas dari Kantor Polisi Dongguan.

Polisi melakukan interogasi dengan kekerasan. Petugas Zhang Guangfeng, Qi Xin, dan lainnya memborgol dia pada kursi besi dan mengganggu dia makan maupun tidur. Polisi Bi Xin dan lainnya dari Kantor 610 Distrik Taishan mengancam keluarganya dan menghalangi mereka menyewa pengacara. Pada 16 Maret 2010, petugas Kantor 610 Distrik Taishan, Kejaksaan Distrik Taishan, dan Pengadilan Distrik Taishan mengadilinya. Dia dijatuhi hukuman 4 tahun penjara pada 24 Maret dan dipindahkan ke Divisi No. 5 Penjara Taian (sekarang Divisi No. 1) pada 13 April.

Dia menolak untuk "berubah," jadi pengawas Liu Xinrong dan instruktur Gao Lingshan dari Divisi Nomor 5 mengawasinya sepanjang waktu. Dia ditahan di Tim Manajemen Nomor 7, salah satu wilayah terburuk di dalam penjara. Dia ditugaskan di kelompok yang dikenal terlibat dalam memaksa "transformasi" para praktisi Falun Gong. Pimpinan tim dari kelompok itu, Yu Zhijun, sangat korup. Anggota tim termasuk Zhao Yupei, yang divonis bersalah karena penyerangan, pecandu narkoba Du Shanhui, dan koruptor Feng Dongjun. Mereka bergantian mengawasi, memaksa dia menonton video yang memfitnah Falun Gong setiap hari, memaksa dia duduk di bangku kecil selama berjam-jam, dan dikurangi waktu tidurnya.

Karena dihukum duduk jangka panjang, pantat Wei membusuk, darah membasahi celana dalamnya, tekanan darahnya naik melebihi 160, dan ia hampir pingsan.

Ia kemudian dipindahkan ke Tim Manajemen Nomor 9, dimana penyiksaan berlanjut. Instruktur Gao Lingshan dari Divisi Nomor  1 berkata kepadanya, "Anda harus 'berubah'." Dia juga menginstruksikan koruptor Zhang Qingshu, pembunuh Wang Yibing, Zhao Yupei, Yu, dan lain-lain, "Saya ingin melihat hasilnya. Saya tidak peduli bagaimana kaliam mencapainya." Para narapidana ini memukulinya, menendang, menampar, meludahi wajah, dan memasukkan kain ke dalam mulutnya. Mereka sangat kejam.

Wei diisolasi, diawasi oleh tiga hingga tujuh kriminal, dilarang berbicara dengan siapa pun, dan tidak boleh melihat mata siapa pun. Baik dia pergi ke toilet atau rumah sakit, dia diawasi oleh dua atau tiga kriminal. Dia sering dianiaya dan diintimidasi.

Istri Wei tidak bisa menahan tekanan lagi, jadi dia membawa anak mereka dan menceraikannya. Oleh karena itu, dia tidak ada tempat untuk dituju ketika dibebaskan dan menjadi tunawisma.

Mereka yang Terlibat dalam Penganiayaan Wei:

Kantor Polisi Distrik Taishan:
Qi Jinghui, mantan direktur
Zhang Jun, mantan wakil direktur
Zhang Guangfeng, mantan kapten Divisi Keamanan Domestik
Qi Xin, kapten Divisi Keamanan Domestik
Shen Dayong, polisi

Penjara Taian:
Liu Xinrong, mantan pengawas Divisi Nomor 5
Gao Lingshan, mantan instruktur Divisi Nomor 5
Zhu Xuhu, pengawas Divisi Nomor 1
Lu Wenfeng,instruktur Divisi Nomor 1
Liu Zengzhong, wakil instruktur Divisi Nomor 1
Zhao Yong, polisi Divisi Nomor 1 yang melakukan transformasi dengan penganiayaan

Chinese version click here
English version click here