Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

15 Tahun Penganiayaan Brutal dan Tak Berperasaan: Melihat Kembali 445 Pemukulan Sampai Mati Terhadap Praktisi Falun Gong

25 Okt. 2014 |   Oleh: koresponden Minghui


(Minghui.org) Xuan Chengxi (玄成喜), seorang petani berusia 61 tahun dari Shandong, dipukuli sampai mati beberapa jam setelah ditangkap pada 12 Oktober 2000. Di gedung pemerintahan Kabupaten Yuhe, personel dari Kantor 610 dan petugas polisi bergantian memukulinya. Ketika Xuan kehilangan kesadaran, mereka menuangkan air dingin padanya untuk membangunkannya sebelum kembali memukulinya sampai dia meninggal dunia.

Xuan Chengxi

Tanpa memberi tahu keluarganya, petugas mengkremasi jenazahnya. Kemudian mereka memberi tahu keluarganya bahwa dia meninggal karena serangan jantung dan menuduhnya “berkolusi dengan pengaruh luar negeri serta berniat menggulingkan pemerintah.”

Seorang praktisi Jilin berusia 19 tahun, Zhao Jing (赵静), ditangkap pada 23 November 2000 saat dalam perjalanan menuju Beijing untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah agar menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong. Dia meninggal dunia segera setelah dipukuli di pusat penahanan.  

Menurut laporan Radio Free Asia, ayahnya “melihat banyak bekas dipukuli di tubuhnya. Polisi setempat buru-buru mengkremasi jasadnya pada hari yang sama dan tidak memberi kesempatan kepada ayahnya untuk memfoto jenazahnya.” Keluarganya kemudian memberi tahu Minghui bahwa mereka menemukan dua untai kawat logam di dalam abu kremasinya.

Zhao Jing

Seorang praktisi lain yang dipukuli hingga meninggal dunia pada usia 19 tahun, adalah Chu Congrui (初丛锐), ditangkap pada 1 Desember 2000 di Lapangan Tiananmen karena memprotes penganiayaan. Dia meninggal dunia 12 hari kemudian di Penjara Haidian Beijing. Wajahnya berubah bentuk, dan seluruh tubuhnya berdarah.

Chu Congrui

Di atas adalah tiga dari 445 praktisi Falun Gong yang dipukuli sampai meninggal dunia karena kepercayaan mereka dalam 15 tahun terakhir. Kematian akibat pemukulan berkisar 11,7% dari total 3.795 kematian yang telah dikonfirmasi kematiannya, dalam penganiayaan sejauh ini.

Praktisi Falun Gong dibunuh setiap bulan sejak rezim Komunis memulai penganiayaan pada tanggal 20 Juli 1999.

Untuk memaksa para praktisi melepaskan Falun Gong, pihak berwenang sering kali menerapkan berbagai bentuk penyiksaan pada waktu yang bersamaan, termasuk pemukulan, menyetrum dengan tongkat listrik, cekok makan, digantung pada pergelangan tangan, dilarang tidur, dan lain-lain. Fokus dari artikel ini, bagaimanapun juga, adalah para praktisi yang dipukuli sampai meninggal dunia, baik dengan tangan kosong atau peralatan, termasuk benda-benda sehari-hari.

Kecuali tiga dari 445 praktisi di atas, kami memiliki data lokasi yang menunjukkan di mana tepatnya pemukulan terjadi.

Di luar 442 kasus dengan data lokasi yang diketahui, 419 praktisi dipukuli selama ditangkap atau selama dikurung di kantor polisi, pusat penahanan, kamp kerja paksa, penjara, pusat pencucian otak, dan fasilitas penahanan ekstra legal lainnya.

Banyak praktisi meninggal dunia saat berada di dalam penahanan. Contohnya, di antara 109 praktisi dipukuli di kantor polisi, 77 (70,6%) meninggal dunia sebelum mereka dibebaskan.

Lima praktisi dipukuli saat dipindahkan dari satu fasilitas ke fasilitas lain. Sebanyak 18 praktisi lainnya dipukuli saat ditangkap, termasuk 11 pemukulan brutal yang dilakukan di rumah mereka. Total, 23 praktisi meninggal dunia saat dipindahkan ataupun penangkapan.

Secara keseluruhan, 51% dari 445 kematian praktisi ketika berada di dalam penahanan polisi.

Di antara 445 praktisi yang dipukuli sampai mati, rata-rata usianya adalah 48 tahun.


Lima provinsi dengan jumlah kematian tertinggi karena pemukulan adalah Shandong, Hebei, Liaoning, Heilongjiang dan Jilin, di mana semuanya berada di bagian Timur Laut Tiongkok.


Kasus Individu

Bola Mata Li Zaiji Terlepas Setelah Pemukulan Biadab

Li Zaiji (李再亟), 44 tahun, adalah praktisi pertama yang dipukuli sampai meninggal di Kota Jilin, Provinsi Jilin. Dia ditangkap ketika dalam perjalanan menuju Beijing untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah pada tahun 1999. Tanpa proses apapun, polisi menghukumnya satu tahun kerja paksa. Dia meninggal dunia pada 8 Juli 2000. Menurut keluarga, punggungnya menghitam dan juga berwarna keunguan, pelipis kirinya cekung ke dalam. Salah satu bola matanya terlihat seperti didorong kembali ke tempatnya dan dibuat diam di tempatnya dengan menggunakan kain kasa. [1]

Li Zaiji

Pembuluh Darah Wang Bin Pecah

Wang Bin (王斌), 47 tahun, seorang insinyur komputer, dipukuli oleh empat tahanan selama hampir satu jam di Kamp Kerja Paksa Dongfeng di Daqing, Provinsi Heilongjiang pada 27 September 2000. Pembuluh darah di lehernya pecah. Beberapa tulangnya retak, dan tubuhnya dipenuhi dengan memar. Dia meninggal dunia pada 4 Oktober setelah mengalami gagal jantung. [2]

Tulang Belakang Zou Wenzhi Patah dan Organnya rusak

Zou Wenzhi (邹文志) meninggal dunia pada usia 54 tahun setelah dipukuli oleh petugas polisi dan personel keamanan di tempat kerjanya pada 16 Oktober 2000. Tubuhnya dipenuhi oleh memar dan luka-luka. Pemeriksaan medis mengkonfirmasikan bahwa tulang belakangnya patah dan dia mengalami luka yang parah pada organ-organ internalnya, termasuk jantung. [3]

Zou Wenzhi

Chen Guibin Dilempar ke Tumpukan Salju Setelah Dipukuli Dengan Kejam

Setelah penangkapannya pada Januari 2000, Chen Guibin (陈桂彬), 35 tahun, dibawa ke kantor keamanan di tempat kerjanya dan dipukuli dengan kejam oleh empat petugas keamanan. Dua tulang di lehernya patah, dan tubuhnya menjadi lumpuh. Setelah dipukuli, para penjaga melemparnya keluar ke tumpukan salju selama lebih dari satu jam.

Ketika akhirnya dia dikirim ke rumah sakit, saat itu sudah terlambat: dia sulit bernafas, dan menderita karena dehidrasi serta tidak bisa buang air kecil. Dalam kesakitan yang luar biasa, dia meninggal dunia pada 7 Pebruari 2001. [4]

Chen Guibin

He Xingzong Dipukuli Sampai Meninggal di Jalanan

He Xingzong (何行宗), 55 tahun, berhadapan dengan polisi pada 8 Desember 2001, ketika sedang menempelkan selebaran tentang penganiayaan terhadap Falun Gong. Ketika dia menolak untuk memenuhi permintaan mereka, para petugas polisi langsung memukulinya sampai meninggal dunia. Pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa kematiannya dikarenakan “kecelakaan.” Namun, ketika mempersiapkan pemakaman, keluarganya menemukan ada dua tapak tangan tercetak jelas di lehernya, belakang kepalanya terluka sangat parah, dan buah zakarnya hancur. [5]

He Xingzong

Praktisi Lanjut Usia Meninggal Dunia Setelah Dilempar ke Tanah dan Diinjak-injak oleh Penjaga Kampa Kerja Paksa

Di Kamp Kerja Paksa Shuangkou di Tianjin, Chen Baoliang (陈宝亮), 66 tahun, dipukuli sampai meninggal dunia karena mengkritisi penjaga yang menyiksa praktisi lain. Para penjaga melemparnya ke tanah, melompat, dan menginjak-injak tubuhnya. Setelah setengah jam penyiksaan ini, Chen pingsan dan meninggal dunia dalam beberapa menit.

[1] Fakta yang Mengerikan Berkenaan dengan Kematian Li Zaiji
[2] Polisi Menangkap Banyak Praktisi di Kota Daqing, Provinsi Helongjiang
[3] Polisi Menyiksa Praktisi Zou Wenzhi dari Kota Dalian Hingga Meninggal Dunia; Petugas Berusaha Membungkam Anggota Keluarga dengan Uang
[4] Praktisi Dafa Chen Guibin Dipukuli Hingga Meninggal Dunia oleh Departeman Keamanan Perusahaannya, Kabupaten Wucheng, Provinsi Shandong
[5] Praktisi Dafa He Xingzong Dibunuh oleh Polisi Saat Menempel Selebaran
[6] Penjaga Menghasut Kriminal untuk Memukul Praktisi Dafa Chen Baoliang Hingga Meninggal Dunia di Kamp Kerja Paksa Shuangkou, Kota Tianjin

Chinese version click here

English version click here