Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Memiliki Pola Pikir Layaknya Seorang Praktisi Baru dan Gigih Maju

20 Nov. 2014 |   Oleh Tong Zhen


(Minghui.org) Ketika saya baru saja mulai berlatih Falun Dafa, saya selalu menekankan berlatih gong sebagai prioritas. Saya bertahan berlatih di luar ruangan dan menghadiri kelompok belajar Fa, hujan atau cerah bahkan jika itu adalah hari raya. Tidak peduli muncul konflik apa, saya bisa mencari ke dalam. Meskipun saya tidak bisa selalu memenuhi persyaratan Fa, saya selalu berusaha.

Setelah penganiayaan dimulai, terutama selama tujuh sampai delapan tahun saya ditahan secara ilegal, saya menolak untuk bekerja sama dengan pihak berwenang komunis, dan membentuk konsep bahwa polisi dan orang lain yang salah dan saya selalu benar. Saya jarang diuji jika saya bertindak sesuai prinsip-prinsip Fa, atau jika saya mencari ke dalam seperti yang saya lakukan ketika saya pertama kali mulai berlatih.

Setelah saya kembali ke rumah, konsep bahwa, "orang lain selalu salah dan saya selalu benar" terus semakin kuat. Akibatnya, saya tidak bisa menerima rekan-rekan praktisi selama berbagi pengalaman kami. Saya konflik dengan rekan kerja, yang berubah menjadi sebuah perdebatan.

Saya menenangkan diri dan berpikir, "Saya telah berlatih Falun Dafa selama 17 tahun, jadi bagaimana saya bisa berdebat dengan non-praktisi? Apa yang telah saya lakukan selama ini?"

Saya bertanya pada diri sendiri, "Jika saya menolak pendapat orang lain entah mereka berpendapat positif atau negatif ketika konflik muncul, apakah ini berkultivasi? Apakah saya telah bertindak seperti itu ketika saya pertama kali mulai berlatih?"

Saya sangat tersentuh oleh artikel "Dalam kondisi semi terbuka melihat karma penyakit yang berkepanjangan" di Mingguan Minghui. Pelurusan Fa telah sampai ke tahap ini, sehingga sangat mengkhawatirkan melihat begitu banyak masalah yang serius masih ada dalam kultivasi kita dan kita benar-benar harus menyikapi hal-hal ini dengan serius.

Menyadari Rasa Puas Diri Saya

Saya baru-baru ini menyadari bahwa saya tidak boleh berpuas diri tentang berapa tahun saya telah berkultivasi dalam Dafa, berapa banyak ujian besar yang telah saya lalui, atau berapa banyak orang yang saya selamatkan. Saya harus menganggap diri saya sebagai seorang praktisi baru dan selamanya tetap rendah hati dalam ke-agungan Fa, mempertahankan kondisi pikiran saya seperti ketika saya pertama kali mulai berlatih, dan mencari ke dalam setiap saat ketika konflik terjadi. Hanya dengan mengultivasi diri sendiri saya akan dapat membantu menyadarkan orang.

Guru mengingatkan kita, "Dari itu dikatakan Xiulian-lah seperti pada saat awalnya, pasti akan menghasilkan buah sejati." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa Internasional di Great New York Tahun 2009")

Sudahkah kita melakukannya? Pada masa akhir Darma (masa akhir hukum ketika orang tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah), sangat sedikit di masyarakat adalah benar. Ini mencemari anda bahkan ketika anda terus-menerus menolaknya, apalagi memanjakan diri sendiri dan mencarinya. Guru berkata,

"Menonton televisi, melihat komputer, pokoknya benda apa saja tak peduli, anda telah melihatnya berarti sudah masuk. Otak manusia, tubuh manusia setelah banyak terisi oleh benda-benda buruk tersebut, perilaku anda akan dikendalikan olehnya. Pembicaraan anda, cara pemikiran anda, sikap anda memahami suatu hal, semuanya akan terpengaruh olehnya." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York Tahun 2010")

Saya ingat ketika saya pertama kali mulai berlatih, saya menempatkan kriteria tinggi pada diri sendiri dan bertekad untuk tidak menonton TV. Saat Pelurusan Fa kini telah sampai pada tahap akhir, kondisi kultivasi saya malah sebaliknya, semakin parah dari sebelumnya. Saya berkata pada diri sendiri, saya harus mengubah situasi ini dan dari saat ini menganggap diri saya sebagai seorang praktisi baru dan mematut semua perilaku saya menurut Dafa, dan berkultivasi secara gigih seperti yang saya lakukan di awal!

Masyarakat manusia adalah lingkungan kultivasi bagi praktisi Dafa, tapi jangan lupa itu juga penuh dengan substansi yang diatur kekuatan lama untuk menganiaya Dafa. Jika kita tidak dapat bertindak dalam masyarakat manusia dengan baik, maka bisa dengan mudah terjebak dalam lingkungan penganiayaan besar. Kita perlu membubung di atas lingkungan ini, mengultivasi diri dengan baik dan membangkitkan makhluk hidup pada waktu yang sama. Hanya dengan mendorong kesempatan ke depan seperti ketika kita baru saja mulai berlatih dan mengukur setiap pikiran kita dengan prinsip-prinsip Dafa, kita bisa berjalan di jalan kita dengan lurus.

Kejahatan telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk menganiaya pengikut Dafa. Kita semua tahu bahwa menempatkan pengikut Dafa ke penjara, kamp kerja paksa, dan pusat pencucian otak merupakan bentuk penganiayaan. Namun, di luar tempat-tempat itu, penganiayaan terhadap pengikut Dafa masih berlanjut. Mereka sering memanfaatkan keterikatan praktisi dan memanifestasikan substansi berbahaya yang bisa menggerogoti keinginan praktisi dan mengganggunya melakukan tiga hal dengan baik. Ini juga merupakan bentuk penganiayaan.

Mengapa begitu banyak rekan praktisi meninggal dalam bentuk karma penyakit atau kematian tak terduga dalam tahun-tahun terakhir ini? Penganiayaan terhadap praktisi di luar penjara dan kamp kerja paksa sama parahnya seperti yang di dalam penjara. Menurut pendapat saya, tidak peduli apakah anda berada di penjara atau tidak, Partai menganiaya praktisi sebagai satu tubuh, tetapi penganiayaan di penjara hanya lebih jelas: yang disebut proses transformasi, penyiksaan, bahkan menyiksa praktisi sampai mati; sedangkan di luar mereka menggunakan sisa pikiran manusia dan keterikatan praktisi, manifestasi semua jenis ilusi, memperbesar keterikatan mereka, dan menggerogoti keinginan mereka.

Jika praktisi tidak membaik dengan cepat dan berhadapan dengan jenis penganiayaan ini, hasilnya mungkin apa yang terjadi dalam artikel, "Dalam kondisi semi terbuka melihat karma penyakit yang berkepanjangan"-meninggal dalam bentuk kecelakaan atau karma penyakit, atau penderitaan karma peyakit dalam jangka panjang. Kita harus tetap jernih dalam Fa, lebih waspada dalam lingkungan yang relatif lebih longgar, menolak segala macam godaan dengan pikiran lurus setiap saat, berkultivasi seolah-olah kita baru mulai dan tidak membiarkan keinginan kita gigih maju menjadi rontok.

Guru berkata, "Terpaut pada satu pikiran manusia atau Dewa." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York Tahun 2010") Ketika seseorang santai sedikit saja, seseorang bisa ditarik kembali ke sisi manusia. Kadang-kadang tarik ulur seseorang ke sisi manusia hanya sedikit, tapi yang sedikit bisa menjadi sarang semut yang menyebabkan bendungan meledak. Guru telah mengatakan kepada kita kisah tentang seorang pengikut Brahmanism berkultivasi dalam kesepian di pegunungan:

Di awal kultivasinya sangat gigih, dia berkultivasi menyendiri di tengah gunung. Pada suatu hari ada seorang pemburu mengejar seekor rusa, rusa itu telah terluka. Rusa itu berlari ke tempat dia, dia lalu menyembunyikannya, dan memberi perlindungan. Rrasa iba dari manusia biasa, serta keterikatan hati manusia terhadap Qing, semuanya dicurahkan pada rusa kecil itu, akibatnya banyak sekali upaya yang dia curahkan pada rusa itu, tatkala meditasi pikirannya juga tidak bisa tenang, selalu memikirkan makanan apa yang harus disiapkan untuk rusa, dia telah mengendurkan kegigihannya. Pelajaran yang sangat mendalam.

Selang beberapa tahun, pada suatu hari rusa itu tiba-tiba meninggal, dia bukan main sedihnya. Dia selalu memikirkan rusa itu, dia lebih-lebih tidak dapat gigih maju. Di saat jiwanya berakhir dia masih tidak memikirkan Fa Buddha, yang dipikirkan adalah rusa itu, maka setelah meninggal dia bereinkarnasi menjadi seekor rusa.

Mencari ke Dalam adalah Kunci

Beberapa konsep manusia yang telah terbentuk selama ribuan tahun telah dilarutkan ke dalam lapis demi lapis tubuh dan bahkan telah menjadi bagian dari kita. Guru telah mengatakan kepada kita keajaiban Fa yang dapat menghancurkan semua kosep: Mencari ke dalam. Tapi kita cenderung mencari ke luar ketika konflik dan kesengsaraan muncul.

Apa yang saya pahami adalah setiap keterikatan manusia adalah sebuah substansi dan tanpa mencari ke dalam serta memperbaiki diri kita sendiri, substansi itu tidak akan pernah tersingkir. Mencari ke dalam adalah menyayat hati dan menyakitkan, karena setara dengan memotong substansi yang merupakan bagian dari tubuh kita. Tapi hanya dengan mencari ke dalam tanpa syarat kita dapat meningkat dan substansi negatif tersingkir. Setiap keterikatan harus melalui proses ini dan hanya dengan melakukan hal ini keterikatan manusia dapat disingkirkan.

Saya ingat ketika saya baru saja mulai berkultivasi, jika saya lewat melakukan latihan satu hari, saya pasti akan menebusnya. Apakah saya masih bisa melakukan itu sekarang? Ketika saya lewat memancarkan pikiran lurus secara global, apakah saya menebusnya? Ketika saya baru saja mulai berkultivasi, saya belajar Fa dengan perhatian besar, tapi sekarang, meskipun saya bisa melafalkan Fa sangat baik dan telah hafal, tapi itu tidak masuk ke dalam hati saya. Saya cenderung berpikir tentang hal-hal lain sambil membaca Fa - melakukan dua hal secara bersamaan.

Ketika konflik muncul, Guru mengatakan kepada kita, "Tak peduli masalah ini mencela anda atau tidak mencela anda, anda tetap mencari pada diri sendiri, anda akan menemukan masalahnya." ("Ceramah Fa pada Konferensi di Eropa" 1998)

Apakah kita mampu untuk selalu melakukan hal ini dengan sepenuh hati seperti ketika kita pertama kali mulai? Saya sarankan setiap praktisi berpikir tentang bagaimana gigihnya kita ketika kita baru saja mulai berkultivasi dan seperti apa kita sekarang. Pernahkah kita melihat keinginan kita untuk gigih maju mengendur? Kita perlu menganggap diri sebagai seorang praktisi baru dan berkultivasi secara gigh mulai dari saat ini.

Mari kita semua benar-benar memperhatikan kultivasi kita dan mempertahankan keadaan pikiran, "Xiulian-lah seperti pada saat awalnya," dan gigih maju dalam kultivasi sampai akhir.

Chinese version click here
English version click here