Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Membahas Akar dari Keterikatan Hati

8 Nov. 2014 |   Oleh: praktisi di Provinsi Hebei, Tiongkok


(Minghui.org) Saya sering berpikir bahwa saya terlalu peduli pada barang mewah dan harga diri, dan orang-orang yang saya kenal juga meyakininya. Meskipun saya tidak kaya, saya meminjamkan uang kepada orang lain, dari ribuan hingga puluhan ribu. Saya tidak memiliki tabungan lagi, dan saya tidak banyak berpikir ketika orang lain meminjam atau mengambilnya dari saya.

Saya percaya bahwa hal yang paling sulit bagi saya untuk dilepaskan adalah keterikatan reputasi dan harga diri. Ketika orang lain dengan sengaja mengambil keuntungan atas diri saya, saya sering berpikir bahwa saya tidak peduli terhadap kepentingan sedikit itu. Namun demikian, di dalam hati saya berpikir, “Beraninya kamu memperlakukan saya dengan buruk! Beraninya kamu membodohi saya!”

Saya berusaha keras untuk menekan keterikatan-keterikatan ini: bertengkar, reputasi, dan kebencian mendalam terhadap mereka yang mengambil keuntungan atas diri saya. Saya melewati banyak ujian dan penderitaan dengan cara ini.

Suatu hari, saya tiba-tiba menyadari bahwa jika orang lain tidak menginginkan barang-barang mewah dari saya tapi hanya menginginkan batu atau benda kotor di halaman aya, akankah saya tergerak? Baru saya sadari bahwa betapa kuatnya keterikatan saya pada barang mewah dan gengsi.

Pelepasan barang-barang mewah dan status sosial berpadu dengan hati dari “Saya lebih baik daripada orang lain” – hati yang tidak murni dalam pengejaran reputasi. Bagaimana hal itu tersembunyi dengan baik dan begitu lama? Karena saya berpikir secara keliru bahwa saya sudah melepaskannya, dan orang lain juga mengatakan bahwa saya melakukan hal ini dengan baik.

Guru berkata:

“Pimpinan mungkin juga mengatakan orang tersebut sungguh cakap, apa pun dapat dikerjakan. Para kolega mungkin juga mengatakan orang ini sungguh cakap, punya sedikit akal kepintaran, punya bakat kecakapan.” (Zhuan Falun)

“Ketika pemahaman Anda terhadap ilmu pengetahuan dimensi ini dan pemahaman terhadap segala yang ada di dalam dimensi ini makin hari makin jelas, ketika sepertinya makin hari makin mengerti, berarti Anda juga makin hari makin menutupi diri sendiri.” (“Ceramah Fa di Konferensi Fa di Switzerland”)

Saya menyadari bahwa ketika seseorang yakin terhadap sesuatu untuk waktu yang lama, mungkin itu menjadi sumber dari banyak kesulitan dan penderitaan. Ketika seseorang dapat menemukan akar dari keterikatan dan melenyapkannya, banyak hal dapat diselesaikan dengan mudah. Dan, kadang-kadang, bahkan akar itu sudah hilang, kita masih memegang keterikatan tanpa akar dalam kebiasaan kita.

Sebagai contoh, ketika mertua saya dengan terang-terangan membedakan anak-anak saya dari cucu lainnya, saya merasa iri hati dan tidak adil. Lalu saya bertanya pada diri sendiri: “Apa yang Anda inginkan? Apakah Anda benar-benar menginginkan anak-anakmu dimanja? Apakah Anda menginginkan orang lain mengurus semuanya bagi mereka? Apakah Anda menginginkan mereka tumbuh besar dan tidak dapat mengurus diri mereka sendiri?” Jawabannya adalah jelas.

Ketika suami saya terlambat pulang rumah, saya ingin menelepon dia dan menanyakan keberadaannya serta kapan mau pulang. Bahkan jika saya tidak sungguh-sungguh menelepon dia, saya masih marah. Ketika hal itu terjadi, saya kembali bertanya pada diri sendiri: “Apakah Anda benar-benar sangat terikat padanya? Apakah Anda benar-benar menginginkan dia berada di samping kamu sepanjang waktu? Apakah Anda memerlukan kasih sayang dan perhatiannya?” Kembali saya mengetahui jawabannya.

Hal itulah saya menyadari bahwa saya sedang mengejar benda-benda itu tanpa disadari apakah saya membutuhkannya atau tidak. Adalah benar bagi manusia biasa untuk mengejar sentimental, tetapi sebagai seorang kultivator, seseorang harus mengkultivasi keterikatan-keterikatan ini. Bahkan saya melakukannya di luar kebiasaan, begitu saya menyadari, sebenarnya saya tidak membutuhkannya, maka mudah untuk melepaskannya.

Mungkin Anda berusaha untuk menanyai diri Anda sendiri bilamana Anda merasa tidak seimbang: “Apa yang saya inginkan? Apakah saya benar-benar menginginkannya?” Mungkin Anda akan menemukan bahwa itu bukanlah sungguh-sungguh yang Anda inginkan, dan menemukan bahwa benda itu sangat kecil dan sepele. Apa yang kita butuhkan adalah melepaskan kebiasan-kebiasaan lama kita yang sebenarnya.

Mohon tunjukkan jika ada kekurangan dalam pemahaman saya!

Chinese version click here
English version click here