Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Yang Saya Lihat Sewaktu Bermeditasi

14 Maret 2014 |   Oleh seorang praktisi di Provinsi Liaoning, China


(Minghui.org) Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang praktisi yang pernah dipenjara. Saya pikir semua yang ia katakan dan lakukan berdasar pada prinsip-prinsip Fa. Meskipun ia dipenjara selama 9 tahun, kulitnya berkilau. Ia penuh dengan energi dan tidur sangat sedikit. Saya pikir ia telah berkultivasi dengan baik dan mungkin tubuhnya telah ditransformasi menjadi Tubuh Putih-Murni (sebuah tubuh yang telah mencapai kemurnian absolut hingga tingkat tertinggi dan transparan). Hal ini membuat saya mengevaluasi kembali kultivasi saya sendiri, dan saya menyadari saya perlu meningkat.

Ketika saya melihat pada diri sendiri saya menyadari bahwa saya pucat, dan saya kadang kala mengalami karma penyakit. Saya memancarkan pikiran ke sisi saya yang telah tercerahkan meminta sisi fisik manusia saya untuk cepat bertransformasi menjadi materi energi tinggi. Saya merasakan sakit di dada dan kaki saya keesokan harinya. Saya juga muntah darah, persis seperti saya dahulu. Ini berlangsung selama sekitar satu hari. Saya berbagi dengan para praktisi lainnya dan mereka berkata bahwa itu adalah karena keterikatan saya. Satu praktisi berkata bahwa saya memiliki terlalu banyak konsep manusia. Saya mulai mencari ke dalam.

Mengalami dan Penglihatan yang Jelas

Tiga hari setelah saya mulai mencari ke dalam, saya ingin beristirahat setelah hari yang sibuk. Saya ingat Guru memberitahu kita bahwa melakukan latihan adalah istirahat terbaik, jadi saya menyalakan musik untuk perangkat ke-lima dan duduk bermeditasi.

Pada mulanya pikiran saya penuh oleh pemikiran dan saya tidak dapat tenang. Kemudian saya ingat bahwa kita tidak seharusnya membiarkan pikiran kita berkeliaran ketika kita melakukan latihan. Ketika saya tenang, saya melihat sebuah tangga di depan saya. Bagian atas tangga lurus. Bagian bawah, tinggi sekitar satu lantai, lebih dekat ke tanah, dan terlihat seperti huruf Z.

Saya menaiki tangga, dan ia memanjang ke langit. Saya tidak dapat melihat batas ketika saya melihat ke atas. Saya dikelilingi oleh kabut seiring saya naik. Sesekali saya samar-samar dapat melihat pegunungan yang jauh. Kemudian saya tumbuh dua sayap besar.

Saya tidak tahu seberapa tinggi saya naik. Saya terbang melewati kabut dan awan dan melihat langit biru, seakan saya berada dalam sebuah pesawat. Ada bola bumi di tengah langit biru. Pada mulanya ia berbentuk setengah lingkaran, dan kemudian menjadi bulat, persis seperti bentuk bumi. Ia terbuat dari banyak dunia yang terbaris secara vertikal dan horizontal. Ada sungai dan gunung murni di setiap dunia. Saya berdiri di tangga di tengah bola bumi dan terus naik menuju kabut. Saya tidak tahu seberapa tinggi saya terbang.

Saya melihat Buddha besar duduk di tengah langit. Tangga tersebut berhenti di depan Buddha, dan kemudian ia mulai hancur. Sebuah tangga emas muncul di tempatnya. Tangga ini lebih lebar dan indah, tetapi ia berangsur-angsur menghilang, juga.

Saya tahu saya adalah Buddha besar tersebut, dan saya merasakan keberadaan tubuh Buddha saya. Pada saat itu saya tidak mempunyai pikiran, dan menjadi satu dengan tubuh Buddha saya. Saya membungkuk ke depan dan melihat ke bawah, tetapi saya tidak dapat melihat batas apapun. Kemudian tubuh saya bertumbuh besar, naik lebih tinggi ke ruang angkasa, dan menghilang.

Saya kembali ke keadaan meditasi. Ketika musik selesai, saya merasa nyaman dan hangat. Rasanya begitu indah sehingga saya ingin melanjutkan meditasi. Saya ingin melihat tubuh Buddha saya lagi.

Saya menyalakan musik untuk perangkat ke-lima, mulai bermeditasi, dan memasuki keadaan “ding,” yaitu keadaan kosong, tetapi pikiran tetap sadar. Tubuh Buddha saya muncul di ruang angkasa, dan saya melihat ia terkomposisi oleh dunia yang tak terhitung. Di dalam tubuh Buddha ada pegunungan, sungai, dan kehidupan yang tak terhitung. Lengan, kaki, bahkan kuku kaki terbuat oleh dunia yang  banyak sekali, dan dunia-dunia ini merupakan tubuh Buddha. Ada jumlah dunia yang tak terbatas. Saya melihat pegunungan dan sungai-sungai memudar.

Kata-kata dapat secara samar menggambarkan tetapi tidak dapat mengekspresikan yang saya lihat dan yang saya rasakan. Saya telah berkultivasi sekitar 18 tahun. Saya tidak selalu tekun dan masih mempunyai banyak konsep dan keterikatan manusia.

Saya berada di usia 50-an dan mempunyai rambut abu, dan tubuh fisik saya tidak berubah banyak. Tetapi sisi yang telah dikultivasi dengan baik sangat suci dan indah!

Terima kasih, Guru, atas dorongan Anda.

Chinese version click here
English version click here