Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Provinsi Liaoning: Wu Lixian Kembali Ke Rumah Setelah Tiga Tahun Disiksa dan Dipenjara Secara Ilegal

24 Maret 2014 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Liaoning, China


(Minghui.org) Wu Lixian keluar dari Penjara Wanita Liaoning pada 16 April 2013, setelah menderita di sana selama tiga tahun. Penjaga penjara dan tahanan menyiksanya dengan kurungan isolasi, menyiram air dingin di luar gedung dalam suhu membeku, menelanjangi dan menjambak serta membenturkan kepalanya ke tembok. Akibatnya Wu diopname di rumah sakit beberapa kali.

Pengadilan Distrik Wanghua di Kota Fushun, Provinsi Liaoning memvonis Wu tiga tahun penjara pada September 2010. Sebelumnya, ia telah ditahan di Pusat Tahanan Nangou selama lima bulan setelah ditangkap pada 16 April 2010.

Disiksa di Penjara Wanita Liaoning

Wu dipindahkan ke Penjara Wanita Liaoning setelah divonis secara ilegal. Pada November 2010, ia dibawa ke ruangan besar tanpa kamera pengawas. Tahanan kriminal menelanjanginya hingga hanya mengenakan kaos dan memaksanya berdiri di depan jendela. Mereka menyiramkan air dingin padanya dan kaosnya menjadi basah kuyup. Kemudian tahanan membuka kaosnya dan memaksanya berdiri setengah telanjang dengan ditiup angin dingin.

Dia hanya diperkenankan tidur sebentar setiap hari dan tidak punya selimut. Makanannya sangat sedikit dan penggunaan toilet dibatasi. Akibatnya, kaki Wu membengkak parah dan kesulitan berjalan. Ia menderita seperti itu selama dua bulan lebih.

Wu dipaksa melakukan kerja paksa dari jam 09.00 hingga 19.00 setiap hari. Ia tidak diperkenankan berbicara dengan orang lain, terutama rekan-rekan praktisi. Ia bahkan tidak diperkenankan bertemu dengan praktisi lain. Penyiksaan fisik dan caci maki sudah menjadi makanan sehari-hari.

Setelah disiksa, Wu menjadi linglung dan kesulitan berbicara. Tahanan kriminal Yu Bo memukul kepalanya dan tahanan Chao Qingbo mendorongnya ke lantai. Ketika Wu tidak bisa bangun, kepala seksi menuduhnya berpura-pura terluka. Belakangan ia segera dilarikan ke rumah sakit karena punggungnya terluka.

Suatu hari setelah Wu melakukan latihan Falun Gong di bengkel kerja, ia dipenjarakan di sel isolasi. Setelah melakukan latihan di sel itu, penjaga memborgolnya dua kali untuk menghentikannya. Setelah lama dikekang, Wu menjadi linglung dan mulai muntah. Lima orang membawanya keluar dengan mengusungnya ke rumah sakit, di mana ia diopname selama 24 jam. Setelah dibawa kembali ke penjara, ia tidak dapat duduk atau berdiri sendiri dan kesulitan berjalan. Ia segera diopname di rumah sakit lagi.

Dalam kondisi fisik yang parah, tahanan kriminal bertanya apakah ia masih akan berlatih Falun Gong. Ia menjawab: ”Ya.” Karena jawaban itu, penjaga penjara mengirimnya kembali ke sel isolasi selama tiga bulan.

Disiksa di Kantor Polisi Heping

Lima polisi berpakaian preman menangkap Wu pada 16 April 2010 dan membawanya ke ruangan berjeruji besi dan bangku di Kantor Polisi Heping.

Peragaan penyiksaan: Kursi besi

Ia diborgol dan diikat pada kursi besi. Ketika petugas Keamanan Domestik menanyakan tentang praktisi lain, ia menolak menjawab pertanyaannya. Petugas itu bertanya apakah Wu punya kartu debit atau perhiasan dan dijawab tidak ada.

Kepala polisi Zhang Zhongsheng datang untuk menginterogasi Wu, tetapi ia menolak menjawab. Karena marah, Zhang mulai menghantam kepalanya. Wu menjadi pusing dan mual. Dalam perjalanannya ke toilet, ia terjatuh ke lantai dan pingsan.

Hari berikutnya, dua petugas membawanya ke ruangan. Mereka menyuruhnya menandatangani surat pernyataan. Ketika menolak, kepala polisi Zhang Zhongsheng memegang tangannya dari belakang dan mencap jempolnya ke kertas. Ia kemudian dibawa ke Pusat Tahanan Nangou, di mana ia dicekok paksa selama lima bulan penahanan.

Chinese version click here

English version click here