Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Rangkuman: Kasus Penganiayaan Selama Januari dan Februari 2014 di Beijing

24 April 2014 |   Oleh Koresponden Minghui di Beijing


(Minghui.org) Dua puluh tiga praktisi Falun Gong dilaporkan telah diculik di Beijing selama  Januari dan Februari 2014. Sepuluh praktisi tengah disidangkan, dan beberapa praktisi diganggu. Zheng Zongye meninggal pada Januari setelah menderita stres selama satu dekade karena pelecehan dan penyiksaan.

Sebagian besar praktisi diamankan setelah mereka memberitahu orang-orang tentang manfaat berlatih Falun Gong dan berbicara secara terbuka tentang penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis China (PKC) terhadap latihan spiritual damai itu.

Penculikan ini terjadi di beberapa distrik dan kabupaten: enam penculikan di Distrik Haidian, empat di Distrik Fengtai, tiga di Shunyi, tiga di Huairou, dua di Yanqing, dan satu di masing-masing distrik Xicheng, Chaoyang, Daxing, Mentougou, Miyun, dan Changping.

Praktisi Liang Bo dari Distrik Haidian, Wang Xiaoli dari Distrik Residen Gaojiayuan, Yuan Wen dan Yuan Shuang dari Distrik Anzhen dilecehkan di rumah mereka. Mereka akhirnya meninggalkan rumah untuk menghindari penganiayaan lebih lanjut.

Meninggal Setelah 12 Tahun dalam Pelarian

Zheng Zongye, lahir pada 1953, adalah seorang karyawan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah Tanaman Fangzhuang dan seorang penduduk Distrik Xicheng. Setelah dia mulai berlatih Falun Gong pada 1995, dia menemukan kembali kesehatannya dan menikmati kehidupan keluarga yang harmonis.

Ketika PKC meluncurkan penganiayaan terhadap Falun Gong pada 1999, Zheng pergi ke Lapangan Tiananmen untuk mengajukan hak untuk berlatih Falun Gong. Dia juga mengatakan kepada teman-teman dan rekan-rekan kerjanya tentang manfaat Falun Gong. Polisi setempat, komite perumahan, Kantor 610, dan orang–orang di tempat kerjanya segera mulai secara terbuka melecehkan Zheng dan keluarganya, termasuk putrinya.

Pada 28 Maret 2000, Zheng diusir dari apartemen milik perusahaannya dengan alasan karena dia telah menggunakannya untuk menampung praktisi Falun Gong yang datang ke Beijing untuk mengajukan permohonan. Zhengdan keluargaya dipaksa untuk tinggal dalam sebuah ruangan yang berukuran 9 kali 9 meter di bawah pengawasan ketat. Pihak berwenang datang ke tempat tinggal barunya itu tanpa pemberitahuan untuk menginterogasi atau membawanya ke tahanan. Zhengdan keluarganya tidak lagi diizinkan untuk menjalani kehidupan yang normal.

Istri Zheng, Pang Xiuzhong, dipaksa menjalani beberapa kali sesi pencucian otak. Akhirnya dia harus meninggalkan keluarganya untuk menghindari penganiayaan lebih lanjut. Pada 25 November 2002, setahun setelah istrinya pergi, Zhengdan putrinya juga melarikan diri karena pelecehan tanpa henti itu; akan tetapi, pihak berwenang melacak keberadaan mereka. Zheng dipaksa untuk pindah hampir 20 kali selama 12 tahun.

Pada 7 Januari 2014, Zheng ambruk dan dirawat di rumah sakit. Seorang sekretaris Bidang Politik dan Hukum Komite lokal (PLAC) memberitahu pihak rumah sakit agar menolak  memberikan perawatan medis kepada Zheng. Rumah sakit menuruti perintah itu, dan Zheng pun meninggal.

Kepala Keamanan Domestik Lokal dan Keluarganya Memukul Kerabat Praktisi

Wang Zicheng dan ZhangAiping telah dipenjara beberapa kali karena berlatih Falun Gong. Penculikan terbaru terhadap pasangan keluarga itu berlangsung pada 29 Oktober 2013, ketika mereka dimasukkan ke Pusat Penahanan Pertama Beijing.

Pada 3 Januari 2014 kerabat pasangan itu meminta pembebasan mereka dari Divisi Keamanan Domestik Kabupaten Pinggu. Petugas disana mengatakan kepada keluarga mereka bahwa Zhang Daming, pemimpin divisi, tidak lagi bekerja disana. Setelah mereka menemuinya melalui Kantor Banding, Zhang menolak bertanggung jawab. Para kerabat akhirnya langsung pergi kerumahnya untuk menuntut jawaban.

Ketika Zhang melihat mereka di depan pintu, dia pun panik. Ketika mereka terus mengetuk pintu, Zhang dan keluarganya, termasuk: ayah dan istrinya sendiri, bergegas keluar pintu untuk menyerang mereka. Beberapa kerabat, termasuk tiga wanita dan seorang anak, menderita luka berdarah di mulut dan hidung karena serangan gencar mereka. Beberapa orang bahkan menjambak rambut mereka. Kemudian Zhang menelepon polisi minta bala bantuan untuk melakukan serangan secara berkelompok.

Para korban mengajukan keluhan di Kantor Banding hari berikutnya. Meskipun seorang karyawan di kantor meyakinkan mereka bahwa Divisi Inspeksi Disiplin akan dihubungi, tidak ada tindakan yang diambil. Sebaliknya, para korban dilecehkan oleh majikan mereka sendiri di tempat kerja.

Pengacara Diusir dari ruang sidang

Pada 17 Mei 2013, Sembilan praktisi Falun Gong diculik di Desa Jiantou Distrik Changping: Zhang Mingxia, Zhang Xiuping, Hao Funing, Zhu Jinsong, Lin Fuhua, Li Yanling, Feng Xiaoling, Yan Feng dan Jin Yuantao. Mereka secara resmi ditahan pada 22 Juni 2013, dan akhirnya disidangkan pada 18 Februari 2014.

Karena pengadilan mau menerima pesan, Zhang Mingxia mengajukan permintaan: "Semua yang saat ini masih menjadi anggota PKC tolong selamatkanlah dirimu." Dia menjelaskan kepada hakim bahwa karena Jiang Zemin telah menggunakan PKC untuk menganiaya FalunGong, semua anggota PKC adalah kaki tangan penganiayaan itu. Zhang menjelaskan, Oleh karena itu, mereka harus diadili, kecuali mereka telah mundur dari keanggotaan PKC.

Kesembilan praktisi itu menolak untuk memberikan nama mereka, dan mereka mengajukan pembelaan "tidak bersalah." Ketika hakim menyebut reses, dia menuntut agar kerabat para praktisi meninggalkan ruang sidang. Keluarga tersentuh akan keberanian para praktisi Falun Gong yang mereka saksikan. Selain itu, mereka memutuskan untuk menyewa pengacara terbaik untuk pembelaan mereka.

Empat orang pengacara untuk empat praktisi yang berbeda berargumen dalam pembelaan mereka. Mereka tidak mau kalah, oleh karena itu, hakim mengusir pengacara itu dari ruang sidang. Sidang itu diintrupsi sebanyak  tiga kali, dan sidang terpaksa ditunda lebih awal.

Lin Qingrong Diculik di Beijing

Praktisi Falun Gong Lin Qingrong, warga Desa Xiaji, Kabupten Baoying, Kota Yangzhou, Provinsi Jiangsu, dan istrinya Li Guohua menghadapi beberapa kali penculikan dan dipenjara selama 10 tahun terakhir. Lin diculik terakhir pada 28 Januari 2014 ketika dia mengklarifikasi fakta tentang penganiayaan Falun Gong di Yanggezhuang, Changping.

Lin dan istrinya pernah diculik di Panzhihua, Provinsi Sichuan, dan kemudian ditahan di rumah sakit jiwa pada Januari 2001. Di sana, mereka disuntik dengan obat yang merusak syaraf, dan seorang dokter bahkan memberitahu Li: "Saya tahu kamu tidak sakit mental, tetapi saya tidak bisa membantumu. Departemen kepolisian memberi tahu kami untuk melakukan ini."

Pada tahun 2004, pasangan suami istri itu dipaksa untuk menghadiri sesi pencucian otak Xinhua di Provinsi Jiangsu pada bulan September dan Oktober. Mereka disiksa karena menolak untuk "dirubah pendirian." Pada Maret 2006, Li kembali dipenjara, kali ini dia dipenjara selama empat bulan. Pada 27 Januari 2007, dia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara di Penjara Wanita Nantong dan kemudian dikirim ke Penjara Rumah Sakit Jiwa Pukou Nanjing.

Lin diculik lagi pada bulan September 2007 sebelum Olimpiade. Ketika ibunya yang buta mencoba untuk menghentikan pemerintah menculik anaknya, dia jatuh dan terluka. Karena dia tidak mampu memperoleh perawatan medis, dia meninggal pada tahun 2009, saat putra-putri dan menantunya masih dipenjara.

Mengikuti kebijakan penganiayaan yang berskala nasional oleh PKC, banyak pejabat pemerintah dan warga negara biasa telah melakukan kejahatan keji terhadap masyarakat atas nama "Membasmi Falun Gong." Tindakan tersebut harus segera dihentikan.




Chinese version click here
English version click here