Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Belajar dari Pengalaman Pahit – Mengkaji Pengalaman Penangkapan Massal di Kota

25 April 2014 |   Oleh Seorang Praktisi Dafa di Tiongkok


(Minghui.org) Banyak praktisi di Zhuozhou, Beijing, dan Laishui telah ditangkap dengan tidak sah pada tanggal 25, dan 26 Februari 2013. Rumah mereka digeledah, dan komputer, printer, CD, dan uang tunai diambil. Semua praktisi ini mempunyai hubungan dengan dua koordinator di Zhuozhou.

Pada masa terakhir Xiulian Fa ortodok, terjadi lagi hal demikian, khususnya setelah penangkapan massal di Kota Shijiazhuang. Ini pasti ada keterkaitan dengan keadaan kultivasi praktisi secara kesuluruhan di tempat ini.

Beberapa hari sebelum penangkapan, saya bertanya kepada koordinator yang merupakan salah satu praktisi yang tertangkap, “Anda telah berkultivasi bertahun-tahun. Perubahan yang telah dibuat Fa terhadap Anda misalnya dalam hal kepribadian, konsep, tabiat, atau kebiasaan?”

Ia menjawab, “Apakah Guru telah mengajarkan kita sesuatu seperti itu di dalam Fa? Jika tidak, kita tidak seharusnya berbicara hal itu.” Saya menanyakannya beberapa pertanyaan lagi, dan ia tidak bisa memberikan jawaban yang jelas pada hampir semua pertanyaaan saya.

Mungkin kita semua perlu berpikir dengan serius mengenai ini: Kita telah berkultivasi bertahun-tahun. Jika kita tidak bisa mengetahui apa dari kita yang telah berubah setelah berkultivasi, maka apa yang telah kita kultivasikan? Jika kita tidak bisa memberikan jawaban yang jelas, maka kita mungkin sudah menemukan penyebab penangkapan massal di tingkatan yang lebih dalam.

Gagal Memahami Fa Di Atas Basis Fa

Apabila kita dapat berasimilasi dengan Fa tanpa syarat, tidak akan ada jarak di antara kita dan bisa secara alami membentuk satu tubuh. Saya berpendapat ini adalah arti dari “Jalan besar tanpa bentuk.”(“Ceramah Fa di Manhattan” 2006)

Tetapi, sebagian praktisi selalu ingin membentuk satu tubuh yang mempunyai bentuk. Sewaktu seseorang ingin menjadi pemimpin atau koordinator, ada praktisi lain yang membantu orang tersebut memenuhi keinginannya dengan menyediakan kondisi-kondisi yang dibutuhkan. Ini menyebabkan orang yang ingin menjadi pimpinan tidak bisa melepaskan keterikatannya untuk menjadi pemimpin dan keinginan kuatnya untuk mengontrol orang lain. Orang-orang yang ingin melakukan “hal-hal yang spektakuler” kelihatannya selalu mempunyai kesempatan untuk melakukan itu. Ini dikarenakan mentalitas manusia kita yang memberi semangat dan mendorong mereka untuk berbuat demikian.

Koordinator yang Bermentalitas Manusia

Beberapa praktisi di Zhuozhou suka mengkoordinasi proyek berskala nasional, maka ada koordinator nasional, koordinator provinsi, dan koordinator tingkat kabupaten. Sewaktu praktisi mengadakan konferensi Fa, dimulai dengan pimpinan memberikan sambutan, dilanjutkan praktisi berbagi pengalaman mereka, dan pada penutupannya, pimpinan memberikan ringkasan. Mereka telah mendirikan grup belajar Fa terpusat, dan koordinator setempat harus melapor kepada mereka secara teratur. Para koordinator memberikan instruksi dan nama orang-orang yang telah mundur dari PKC harus juga dilaporkan kepada koordinator.

Kita mungkin perlu mempunyai aturan seperti ini di tempat kerja, tetapi tidak ada hirarki seperti ini dalam kultivasi. Mentalis manusia kita yang masih mendukung mereka yang ingin menjadi pimpinan, memenuhi keinginan mereka atas nama membantu Guru meluruskan Fa. Orang-orang ini selalu melakukan “hal-hal spektakuler,” dan “mengkoordinasi seluruh wilayah di Zhuozhou.”

Mereka memulai proyek nasional pada tahun 2007, dan tahun 2012, lebih dari 180 praktisi di seluruh negeri ditangkap, hampir 20 orang dari Zhuozhou. Sebagian praktisi dibawa ke kamp kerja paksa dan sebagian dijatuhkan hukuman kurungan penjara. Ini adalah pelajaran yang sangat pahit. Sekarang sudah tujuh tahun, tragedi ini terulang lagi.

Sewaktu praktisi mengingatkan seorang koordinator bahwa ia sedang diikuti oleh polisi dan akibatnya seorang rekan praktisi telah ditangkap, koordinator tersebut percaya mereka ditangkap karena mereka tidak mempunyai pikiran lurus yang kuat dan kejadian ini tidak ada kaitan dengannya. Ia terus saja bolak-balik mengunjungi tempat-tempat produksi materi, dan akibatnya semua tempat materi yang ia hubungi digeledah oleh polisi, dan hampir semua praktisi yang mengikutinya melakukan “hal-hal spektakuler” ditangkap.

Keterikatan yang Kuat hingga Akhir Pelurusan Fa

Bo Xilai telah dihukum, Li Dongsheng telah ditangkap, dan juga Zhou Yongkang. Praktisi mulai merasa kejahatan tidak akan bertahan lebih lama dan pelurusan Fa akan segera berakhir. Mereka berpikir kejahatan tidak berani menyentuh kita lagi dan kita boleh melakukan “hal-hal spektakuler” dengan penuh semangat. Mereka mulai tidak memperhatikan masalah keamanan: Saling menghubungi dengan ponsel tanpa memperhatikan keamanan dan mengunjungi tempat produksi materi dengan santai.

Kita telah terikat dengan waktu berakhirnya pelurusan Fa selama 15 tahun. Guru mengkhawatirkan kita, tetapi kita masih belum bisa melepaskan mentalitas manusia dan gagal memahami Fa di atas basis Fa. Kita masih tetap berpegang pada kulit lapisan luar manusia kita.

Salah Beranggapan bahwa Melakukan Sesuatu sama dengan Gigih Maju

Bertahun-tahun kita mengatakan mengenai gigih maju dan berkultivasi dengan teguh, tetapi sebagian praktisi menganggap, melakukan sesuatu dengan cepat dan melakukan “hal-hal spektakuler” sebagai gigih maju. Ini adalah kesalahpahaman dalam berkultivasi. Gigih maju artinya adalah kita harus rajin melepaskan mentalitas manusia dan keterikatan kita, dan membuktikan Fa serta menyelamatkan mahkluk hidup dengan kondisi dewa.

Kita harus belajar dari pengalaman pahit kita. Kita semua harus mencari ke dalam dan mencari serta menemukan konsep dan tingkah laku kita yang belum berasimilasi pada Fa, dan cepat meluruskan diri kita sendiri.

Mohon tunjukan apabila ada yang tidak sesuai dalam sharing ini.

Chinese version click here
English version click here