(Minghui.org) Nyala lilin lain diadakan pada tanggal 25 April di depan konsulat China di Chicago. Musik latihan Falun Gong yang lembut diputar sebagai latar belakang, pikiran Yu Chao kembali ke masa 15 tahun silam.

Dia bercerita: "Saya berkata kepada istri saya malam sebelum 25 April 1999, "Jika kita mengambil langkah melakukan permohonan damai untuk hak-hak praktisi Falun Gong, hidup kita tidak akan bisa dibayangkan mulai besok. Tapi seseorang perlu memberitahu orang-orang fakta bahwa Falun Gong adalah baik." Yu dan istrinya sedang belajar di Universitas Tsinghua di Beijing pada saat itu.

"Saya tahu malam itu bahwa Falun Gong memberi saya kekuatan spiritual untuk melakukan hal ini, penindasan yang sudah berlangsung selama tiga tahun sebelum 25  April 1999 tidak akan berhasil. Falun Gong akan tersebar di seluruh dunia," dia melanjutkan, "Kami tidak yakin satu hal: akankah kita hidup untuk melihat hari itu?"

Yu dan istrinya bergabung bersama lebih dari 10.000 praktisi yang mengajukan permohonan damai di Beijing, meminta agar praktisi Falun Gong diberikan lingkungan yang tidak bermusuhan untuk berlatih dan praktisi yang ditahan oleh polisi di Tianjin dibebaskan. Sepuluh ribu orang pergi dengan tenang hari itu, setelah Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji bertemu dengan perwakilan Falun Gong. Zhu setuju melepaskan praktisi Tianjin dan memberikan jaminan bahwa pemerintah tidak menentang Falun Gong.

Setelah 15 tahun, Yu mengatakan bahwa ia tahu jawaban atas pertanyaannya sekarang: "Falun Gong telah tersebar di seluruh dunia. Melalui upaya gigih anti-kekerasan praktisi memberitahu orang-orang fakta, dunia telah mengetahui apa itu Falun Gong dan apa pula PKC. Saya bangga dan sangat beruntung!"

Chicago adalah salah satu lokasi di mana praktisi Falun Gong mengadakan rapat umum dan nyala lilin di seluruh dunia selama akhir pekan 25 April 2014, menyerukan kembali kepada Partai Komunis China (PKC) untuk mengakhiri kampanye 15 tahun penindasan. Kampanye ini mencakup pengambilan organ paksa orang yang masih hidup, yang telah terdokumentasi dengan baik dan fokus terbaru dari kecaman global.

Praktisi di Tiongkok juga merayakan dengan spanduk yang dipasang di area publik untuk menginformasikan kepada masyarakat: "Falun Dafa Agung" dan "Dunia membutuhkan Sejati-Baik-Sabar. "

Sebuah dekorasi liontin dengan fakta Falun Gong di Kabupaten Gong'an, Provinsi Hubei pada perayaan ke-15 dari permohonan damai 25 April


Praktisi Falun Gong mengadakan pawai di Flushing, New York pada tanggal 26 April 2014 untuk memperingati permohonan damai ke 15 pada 25 April


Sebuah prosesi mundur dari PKC dan organisasi afiliasinya adalah bagian dari pawai Flushing di New York pada tanggal 26 April. "Dari pejabat PKC tingkat tinggi sampai warga biasa, tidak ada yang bisa melarikan diri dari kontrol dan pelecehan PKC. Hanya saja bentuk dan derajatnya yang berbeda." Sun, seorang penonton, berkomentar: "Saya suka spanduk, terutama salah satu yang mengatakan PKC bukan Tiongkok, Saya rasa ini masuk akal."


Praktisi Falun Gong menampilkan pertunjukan tarian genderang pinggang di Flushing, New York


Praktisi Falun Gong di Washington DC mengadakan rapat umum dan nyala lilin di depan Kedutaan Besar China di peringatan permohonan damai ke-15 pada tanggal 25 April 1999

Kekuatan Tenang

Chen Gang, yang saat ini tinggal di Munich, Jerman, adalah salah satu dari 10.000 pemohon di luar kompleks Zhongnanhai pada tanggal 25 April 1999. Ia berbagi bahwa ia sangat terkesan dengan permohonan damai dan kekuatan spiritual praktisi.

Chen mengalami Pembantaian Tiananmen dan membantu menyelamatkan siswa dan warga terluka oleh peluru PKC. Dia paham dengan baik sifat brutal PKC, dan melihat dua macam tanggapan dari orang-orang Tionghoa: melawan dengan kekerasan atau mundur dari kekerasan.

"Kekuatan tenang Para praktisi Falun Gong menyalakan harapan di hati saya. Saya berpikir bahwa orang-orang Tionghoa akhirnya memperoleh kembali martabat mereka," tambahnya.

Praktisi Falun Gong berkumpul di depan konsulat China di Munich, Jerman pada tanggal 25 April 2014 untuk menyerukan diakhirinya penganiayaan dan mengungkap kejahatan pengambilan organ praktisi yang masih hidup di Tiongkok

"Ibu, Saya Bangga Padamu!"

Jiang baru berusia 13 tahun pada tanggal 25 April 1999. Dia mulai berlatih Falun Gong pada awal tahun 1999, bersama dengan ibunya. Dia sangat berbeda dari rata-rata remaja di Tiongkok: ibunya ditahan karena tidak melepaskan keyakinannya pada Falun Gong. Keluarganya dipaksa membayar sejumlah besar uang untuk pembebasannya.

Ayahnya terimbas dan kehilangan pekerjaannya. Keluarganya harus hidup dengan  utang besar. Guru sekolah dasarnya disiksa sampai mati karena berlatih Falun Gong. Sebagai seorang remaja, ia berada di bawah tekanan besar. Namun demikian, dia dan ibunya tidak melepaskan keyakinan mereka.

Keyakinan mereka pada Falun Gong dan mempertahankan hati nurani semakin kuat. Mereka mulai memroduksi materi klarifikasi fakta di rumah dan memberikannya kepada orang-orang di lingkungan. Polisi masuk ke rumahnya pada bulan April 2007 ketika ibunya sedang sendirian di rumah. Ibunya akhirnya berhasil melarikan diri, tetapi telah dipaksa pergi dari satu tempat ke tempat lain selama tujuh tahun terakhir.

Jiang kemudian berhasil meninggalkan Tiongkok. Pada peringatan permohonan 25 April, dia mengirimkan ucapan dari hatinya: "Ibu, Saya bangga padamu!"

"Meskipun saya memiliki masa remaja yang sangat berbeda, saya bangga menjadi anak ibu. Keyakinannya terhadap kebenaran telah menginspirasi saya dan mempengaruhi hidup saya. Saya harap kita semua akan bekerja sama untuk mengakhiri penganiayaan ini. Saya berharap ibu saya akan segera pulang. Ayah dan saya sangat merindukannya."

Praktisi Falun Gong mengadakan nyala lilin di depan Konsulat China di Chicago, Illinois pada malam 25 April 2014


Chinese version click here
English version click here