Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mengubah Pemikiran Konvensional untuk Menyingkirkan Karma Penyakit dan Perasaan

20 Juni 2014 |   Oleh seorang praktisi di Tiongkok


(Minghui.org) Saya bersama dengan anak perempuan saya mengunjungi anak laki-laki saya yang dipenjara. Kami berdua menjadi terbawa perasaan, dan menangis. Setelah kembali ke rumah malam itu, salah satu bagian dari wajah saya terasa mati rasa.

Saya berpikir, “Saya pasti mempunyai beberapa konsep pikiran yang telah dimanfaatkan oleh kekuatan lama. Saya sadar bahwa ini mungkin hasil dari perasaan saya terhadap anak laki-laki saya. Perasaan adalah keterikatan manusia yang Guru [Guru Li Hongzhi, pendiri Falun Dafa] inginkan kita singkirkan.”

Saya kemudian merasa mati rasa di satu bagian dari tubuh saya dan kesulitan untuk berjalan.

Kekuatan Lama Tidak Layak Menguji Kita

Saya duduk untuk memancarkan pikiran lurus, tapi merasa bahwa pikiran lurus saya tidak cukup kuat. Saya mengangkat telepon dan menelepon seorang teman praktisi, “Tolong datang” saya berkata kepadanya. “Apa yang terjadi?” Ia bertanya. Saya berkata, “Datanglah secepatnya.”

Dalam waktu singkat, tiga orang praktisi mengetuk pintu rumah saya. Mereka bertanya apa yang terjadi. Saya melambaikan satu tangan dan berkata, “Saya baik-baik saja, silakan masuk.” Meskipun saya berkata saya baik-baik saya, gejala mati rasa tidak hilang. Mereka mencoba membantu saya, tapi saya tetap bersikeras untuk berjalan dengan kekuatan saya sendiri.

Setelah masuk ke dalam rumah, kami semua duduk dan mulai memancarkan pikiran lurus tanpa mengucapkan sepatah katapun. Setelah itu, seorang praktisi menganjurkan, “Ayo lakukan latihan berdiri.” Saya berusaha untuk berdiri tapi saya tidak bisa tetap berdiri. Kemudian saya berusaha untuk jongkok dan tidak bisa bertahan juga, tapi saya tidak takut. Saya tetap memancarkan pikiran lurus.

Saya berkata kepada mereka, “saya pergi menemui anak saya dan hati saya tergerak. Iblis mengambil keuntungan dari celah yang saya punya.” Mereka berkata, “Kita tidak memperbolehkan iblis mengambil keuntungan dari celah kebocoran. Kita mempunyai Guru dan Fa, kita bisa memperbaiki diri kita sendiri dengan Fa, dan kita tidak membutuhkan kekuatan lama untuk menguji kita. Kekuatan lama tidak layak meguji kita.”

Kami memancarkan pikiran lurus hingga mendekati jam 10 malam. Pada waktu itu saya merasa lebih baik. Saya menyarankan mereka untuk pulang, tapi seorang praktisi berkata bahwa ia masih khawatir. Ia berkata, “Bagaimana kalau saya menginap di sini malam ini?” Saya berkata, “Tidak perlu, saya mempunyai Guru yang menjaga saya.” Saya mengantar mereka ke pintu tanpa masalah apapun. Tapi wajah saya masih terasa kurang baik.

Saya tidak tidur malam itu. Saya tetap memancarkan pikiran lurus untuk memusnahkan tangan-tangan hitam, hantu busuk, dan faktor iblis dari rezim komunis, juga kejahatan dan elemennya yang dikendalikan kekuatan lama. Saya tidak mempunyai ketakutan atau kekhawatiran. Saya meminta Guru untuk menguatkan saya. Saya tahu bahwa saya mempunyai Guru dan Fa, dan iblis tidak bisa menyentuh saya.

Pagi harinya, saya membangunkan suami saya. Ia sangat bahagia karena melihat saya kembali normal, “Lihat, kamu tidak bisa berjalan lurus kemarin malam, tersandung  dimana-mana. Sangatlah luar biasa kamu bisa kembali normal hanya dalam waktu semalam. Saya tidak khawatir sekarang. Kamu bisa melanjutkan dan melakukan apa yang kamu perlu lakukan sebagai praktisi Falun Dafa. Saya akan melakukan pekerjaan di rumah.”

Pagi itu, saya pergi dengan seorang praktisi untuk mengklarifikasi fakta tentang Falun Gong kepada orang-orang. Kami tidak berpikir tentang gejala penyakit yang saya alami sehari sebelumnya. Saya kembali sehat, seperti puisi Guru yang mengatakan,

“Tidak ada keterikatan terhadap segal hal Jalan di bawah telapak kaki dengan sendirinya jadi lancar” (“Tanpa Halangan” dari Hong Yin Vol. II)

Melepaskan Perasaan

Suami saya pergi ke rumah tetangga pada suatu hari di bulan Januari tahun kemarin. Tetangga saya ini adalah seorang janda. Saya menyangka bahwa ia dan suami saya berselingkuh karena suami saya pernah berselingkuh sebelumnya. Saya sangat marah dan mengeluh kepada anak saya, “Kenapa ia tidak mati saja, karena itu akan membantu saya menghilangkan kekhawatiran.” Ketika saya mengatakan hal itu, saya merasa sesuatu menjalar naik dari perut saya.

Darah keluar dari mulut saya dan membasahi lantai. Saya langsung sadar bahwa apa yang saya katakan tidak sesuai dengan Fa. Saya menampar wajah saya sendiri dan berakta, “Saya tidak mengkultivasi pembicaraan! Guru, saya bersalah. Saya tidak menginginkan keterikatan apapun, dan saya hanya akan mendengarkan Anda.”

Saya tetap merasakan darah naik ke tenggorokan saya. Saya berpikir untuk meminta bantuan teman praktisi. Tapi pikiran lain datang, “Saya bisa mengatasinya. Saya mempunyai Guru, jadi saya tidak mempunyai ketakutan apapun.” Saya mengisi sebuah botol air dengan air dingin. Saya terus meminum air satu tegukan setiap kali, berusaha untuk menekan darahnya ke bawah. Setelah beberapa kali tegukan, darah itu tetap naik. Saya menutup mulut saya, tapi darah keluar dari hidung. Saya sadar, “Ini tidak benar, mungkin saya tidak seharusnya berusaha menahannya. Ini adalah hal buruk. Guru membersihkan tubuh saya!” Saya mengambil tempat sampah dan mulai memuntahkan darah dan darah beku ke dalamnya.

Saya berkata kepada Guru di dalam hati, “Guru, saya tidak sakit. Ini adalah benda buruk yang tidak saya inginkan.” Saya berhenti muntah setelah saya selesai berpikir. Hari itu jam 10 di malam hari. Saya naik ke ranjang dan kemudian sadar bahwa saya memakai pakaian karena saya takut bahwa saya akan muntah lagi di tengah malam, dan akan lebih mudah jika saya tidur dengan pakaian saya. Tapi dengan cara lain, saya mengharapkannya. Tidak! Saya tidak mengingikan keterikatan. Kemudian saya membuka baju saya dan pergi tidur. Saya tidur malam itu tanpa masalah apapun.

Saya telah sepenuhnya melepaskan keterikatan itu, dan berhenti khawatir bahwa suami saya mempunyai hubungan gelap. Guru berkata,

“saat kedua mata terpejam siapa pun juga tidak saling mengenali lagi, utang karma anda tetap harus dibayar.” (Zhuan Falun)

Saya berpikir dalam hati, “Saya selalu pergi keluar untuk menyelamatkan orang. Suami saya juga seorang makhluk hidup. Ia mempunyai takdir pertemuan yang kuat dengan saya, dan saya perlu menyelamatkannya juga.”

Ketika saya melepaskan kekhawatiran itu, suami saya juga berubah. Ia berkata kepada saya, “Saya sudah berkata kepada wanita itu untuk tidak mengganggu saya lagi. Kamu bisa tenang bahwa kita akan mempunyai hidup yang baik bersama. Kamu lebih baik dari siapapun.” Ia kemudian memberikan saya lebih dari 10,000 yuan.

Saya menggunakan uang itu untuk membeli alat pel elektrik. Sekarang saya bisa pergi ke lebih banyak tempat untuk menyelamatkan lebih banyak orang.

Chinese version click here
English version click here