Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

London: Para Profesional Medis Menyatakan Keprihatinannya Atas Kejahatan Pengambilan Organ Paksa Di Tiongkok

30 Juni 2014 |   Oleh Tang Xiuming, koresponden Minghui di London


(Minghui.org) Baru-baru ini Kongres Internasional transplantasi organ 2014 di London menawarkan kesempatan langka bagi para profesional medis dan praktisi Falun Gong untuk menyentuh secara mendasar isu pengambilan organ paksa di Tiongkok.

Fakta-fakta penganiayaan Falun Gong dan informasi pengambilan organ secara keseluruhan di Tiongkok membantu ahli di bidang transplantasi organ menghubungkan potongan-potongan pengalaman empiris mereka dan mengakui bahwa pengambilan organ paksa di Tiongkok adalah kejahatan sistematis yang direstui negara.

Selama konferensi empat hari yang berakhir tanggal 7 Juni, banyak peserta menyatakan keprihatinan mereka atas pengambilan organ paksa di Tiongkok yang menentang prikemanusiaan, hati nurani dan etika medis. Sebuah konsensus menyatakan bahwa perhatian global dan upaya kolektif adalah suatu keharusan untuk mengakhiri kejahatan.

Konferensi ini merupakan pertemuan International Liver Transplantation Society (ILTS), the European Liver and Intestine Transplant Association (ELITA), and the Liver Intensive Care Group of Europe (LICAGE).

Ahli Hati: Terlibatnya Perilaku Komersial yang Tidak Etis

Dr Ibraham Marwan, Dekan Institute Hati National, Universitas Menofia di Mesir, menandatangani petisi DAFOH 2014 (Doctors against Forced Organ Harvesting) tanggal 5 Juni.

"Ini sangat penting untuk menghentikan [pengambilan organ]," kata Dr Ibraham Marwan, Dekan Institute Hati National, Universitas Menofia di Mesir, setelah mempelajari pengambilan organ hati secara paksa terhadap tahanan di Tiongkok. Dr Marwan percaya bahwa program ini sangat diperlukan untuk menginformasikan pada seluruh profesional medis yang mengambil paksa organ hidup dan itu salah.

Dr Marwan mengungkapkan bahwa sebuah komite dari the International Liver Transplant Society pergi ke Tiongkok lebih dari 15 tahun yang lalu dan bertemu dengan dokter Tiongkok yang bertanggung jawab atas penggunaan organ dari tahanan hukuman mati.

Dr Marwan berbagi apa yang ia tahu tentang penggunaan organ dari tahanan yang dieksekusi mati di Tiongkok. "Saya pikir pada saat itu, mereka memiliki kesepakatan dengannya [dokter Tiongkok] mereka melakukan itu untuk orang Tiongkok dan bukan [masyarakat] internasional. Tapi sayang banyak orang pergi dari negara mereka ke negara yang dekat dengan Tiongkok dan masuk ke Tiongkok untuk melakukan hal itu. Ini adalah jalan belakang atau pintu yang buruk, tapi masalahnya adalah hal itu [tidak manusiawi]."

Namun, setelah mempelajari kelompok tahanan lain yang tidak menyetujui, praktisi Falun Gong, menjadi target dan sumber perilaku komersial tidak etis ini, Dr Marwan menandatangani petisi DAFOH 2014 karena jelas bahwa sekarang, orang-orang dibunuh demi mengambil organ mereka.

Diperbaruinya Petisi DAFOH (Doctors against Forced Organ Harvesting) dibuat atas momentum suksesnya kampanye 2013, yang memperoleh 1,5 juta tanda tangan secara global. Petisi itu terus mendesak Komisaris Tinggi PBB urusan Hak Asasi Manusia untuk memanggil Tiongkok agar mengakhiri kejahatan terhadap kemanusiaan dan memulai penyelidikan lebih lanjut.

Dokter Kanada: Sebuah Jumlah "Gila"

Seorang dokter dari Ottawa Kanada berbagi bahwa secara pribadi ia telah menghadiri presentasi dari David Kilgour, mantan diplomat Kanada dan jaksa penuntut. Dalam presentasinya, Kilgour berbicara tentang penyelidikan independen yang menyimpulkan bahwa adanya pengambilan organ yang direstui negara dari para praktisi Falun Gong.

Dokter Kanada menyebutkan bahwa dokter Tiongkok telah melakukan lebih dari 1.000 transplantasi hati, yang merupakan jumlah "gila" [sangat tinggi]. Hanya ada 300 hingga 400 transplantasi organ hati per tahun di seluruh negeri Kanada, karena alasan kecocokan organ sulit ditemukan. Dia adalah spesialis transplantasi hati dan telah mendengar dari dokter lain bahwa pasien mereka pergi ke Tiongkok untuk "wisata transplantasi organ" karena rumah sakit Tiongkok menjamin organ cocok dalam waktu dua minggu. Tidak ada tindak lanjut pemeriksaan pasca-operasi atau pemantauan yang dilakukan oleh rumah sakit Tiongkok.

Dokter Mesir: Ini Memalukan dan Harus Diakhiri

Dr Alaa Osman dari Universitas Mesir dan putrinya Sarah, juga seorang profesional medis, menandatangani petisi DAFOH 2014 untuk PBB tanggal 7 Juni.

"Ini memalukan!" Dr Alaa Osman berkomentar saat ia menandatangani petisi DAFOH, "Jadi kami menandatangani ini."

Setelah mengetahui bahwa pengambilan organ adalah kejahatan yang direstui negara dan sistematis di Tiongkok, Dr Osman menyambung dengan kisah saudaranya, seorang perwira polisi berpangkat tinggi di Mesir. Kerabatnya memerlukan sebuah trasplantasi hati dan membayar $ 100.000 sekitar empat tahun lalu di Tiongkok." Ini adalah mesin uang ... Bagaimana mereka bisa melakukan ini?

"Harus ada hukum. Harus ada komite, tidak hanya dari dokter, tetapi dari masyarakat umum. Hal ini sangat penting untuk meiadakan pembunuhan dan kejahatan yang dilakukan di Tiongkok," kata Dr Osman.

Dokter Jerman: "Bencana dan Anti Kemanusiaan"

Dr Nicolus Richter (kanan) dari Jerman berbicara dengan seorang praktisi Falun Gong untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengambilan organ di Tiongkok.

Dr Nicolus Richter, seorang ahli bedah dari Jerman yang spesialis dalam transplantasi hati dan ginjal, mendengar tentang pengambilan organ paksa di Tiongkok lebih dari lima tahun yang lalu.

Dia berbagi pengalaman pribadinya beberapa tahun yang lalu: "Kami membahas di departemen ketika kedatangan tamu dari Tiongkok yang ingin belajar transplantasi hati di pusat kami di Jerman. Kami mendiskusikan dan memutuskan untuk tidak bekerja sama dengannya."

Departemen Dr Richter menulis kembali untuk dokter Tiongkok, menolak melatih mereka dalam transplantasi hati, dan mengkutip pengambilan organ paksa yang berlangsung di Tiongkok. "Ini adalah bencana dan anti kemanusiaan!”

"Saya pikir sebagai orang Jerman, kami juga memiliki sejarah yang sangat kelam terhadap bencana. Saat ini, kami memiliki tanggung jawab yang sangat besar, kewajiban moral, melihat di dunia di mana hal-hal tersebut terjadi dan mengangkat suara kami ..., "tambah Dr Richter.

Dokter Transplantasi Hati dari Arab Saudi: Ini Mempengaruhi Kami

Seorang dokter transplantasi hati dari Arab Saudi menandatangani petisi DAFOH tanggal 7 Juni.

Seorang dokter spesialis transplantasi hati dari Arab Saudi menandatangani petisi DAFOH tanggal 7 Juni, itu hari terakhir konferensi. Dia mengatakan bahwa telah mempelajari tentang pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong tahun lalu di Austria, saat konferensi global tentang transplantasi organ. Dia berharap bahwa tanda tangannya akan segera membantu mengakhiri kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Kami tahu tentang hal ini. Kami bahkan melakukan publikasi di the American Transplant Journal tentang hal ini, apa yang kita sebut 'wisata transplantasi organ." Pasien-pasien ini datang untuk menindaklanjuti perawatan di rumah sakit kami. Kami memiliki keprihatinan tentang hal ini." Dokter Saudi mengatakan bahwa ia telah bertemu pasien seperti itu dalam tiga tahun terakhir.

Chinese version click here
English version click here