Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Provinsi Hubei: Seorang Ibu Meminta Pembebasan Putranya Di Depan Pusat Pencucian Otak

9 Juni 2014 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Hubei, Tiongkok


(Minghui.org) “Kembalikan putra saya Chen Song kepada saya!” Ibu Chen berdiri di luar Pusat Pencucian Otak Bangqiao, Wuhan dengan diam, memakai gaun putih panjang dengan tulisan berwarna hitam padanya.

Pusat Pencucian Otak Bangqiao, yang secara formal dikenal dengan nama “Pusat Edukasi Legal Provinsi Hubei, adalah sebuah penjara hitam (fasilitas penahanan ilegal). Polisi dari Kantor 610 dan Biro Keamanan Nasional menangkap Chen Song, seorang teknisi dari Perusahaan Industri Kimia Yuandong, pada 6 Maret dan menahannya sejak itu.

Ibu Chen sangat cemas terhadap putranya sehingga dia tidak bisa tidur. Perusahaan Chen masih baru, biaya perakitan senilai 30 juta yuan tidak beroperasi seiring dengan penahanan terhadap dirinya. Banyak karyawan di pabrik terkena dampak negatif sehubungan dengan penundaan proyek yang tidak terduga ini.

Kantor 610 Kabupaten Dawu dan Biro Keamanan Nasional mengancam keluarganya, memperingatkan mereka agar tidak pergi ke pusat pencucian otak lagi untuk meminta pembebasan Chen.

Ibunda Chen berdiri dengan diam di luar Pusat Pencucian Otak Bangqiao di Wuhan, Provinsi Hubei. Huruf Mandarin di gaunya bertuliskan, “Kembalikan putraku Chen Song kepada saya!”

Keluarga Diberikan Alasan yang Tidak Pasti

Pihak keluarga tidak diberi tahu setelah penangkapan Chen, begitu juga ibunya, yang berusia 60 tahun lebih, bepergian tiada henti dari Wuhan ke Kota Huanggang dan lalu ke Kabupaten Dawu di Kota Xiaogan, dimana dia bertanya di sejumlah kantor polisi, pusat penahanan, departemen kepolisian, dan divisi keamanan domestik yang berbeda. Agen-agen ini tidak ada yang mengakui bahwa mereka bertanggung jawab atas penangkapan Chen dan hanya melempar ke agen lain.

Ibunda Chen bepergian tanpa henti dari Wuhan ke Huanggang (satu jam empat puluh menit dengan alat transportasi pribadi) dan Huanggang ke Xiaogan (2 jam dan 17 menit dengan transportasi pribadi) untuk mencari keberadaan putranya. Sumber: Google maps; Grafik: Minghui.org

Keluarganya akhirnya menemukan Chen ditahan di Pusat Pencucian Otak Banqiao. Saat keluarganya pergi ke sana untuk meminta pembebasan Chen, kepala seksi He (nomor lencana 4267010) menolak untuk mengakui bahwa Chen ada di dalam dan mengamcam akan menangkap anggota keluarganya.

“Pusat Pendidikan Hukum Provinsi Hubei” menjalankan sesi pencucian otak yang khusus ditujukan pada praktisi Falun Gong. Pusat ini dipindahkan dari Tangsunhu ke Distrik Hongshan di Desa Mahu, sebelah Penjara Wanita Hubei. Pusat ini membuat rasa takut kepada  para tahanan dengan cara “sewenang-wenang, pemenjaraan tak terbatas waktu;

penyiksaan mental; dan penyiksaan fisik. Lebih dari 1.000 praktisi telah ditahan dan disiksa sejak awal.

Kantor 610 “Menghadiahi” Polisi dengan Barang-barang Milik Pribadi yang Disita

Pada pukul 11.30 pagi, 6 Maret, pemimpin tim Wan yang berasal dari Biro Keamanan Nasional Kota Huanggang, berada di dalam mobil hitam yang tidak memiliki plat nomor, diikuti oleh staf Kantor 610 dan hampir 20 petugas dari Kantor 610 Dawu, Biro Keamanan Nasional, dan Kantor Polisi Chencelou Distrik Huangzhou mendobrak masuk Perusahaan Industri dan Kimia Yuandong.

Para petugas  memakai pakaian bebas dan membawa mobil-mobil tak bernomor. Tanpa memberikan dokumentasi apapun, mereka menangkap Chen Song, seorang teknisi dari perusahaan itu.

Mereka memberi tahu karyawan lain bahwa Chen adalah seorang “buronan.” Mereka lalu mengakui bahwa dia ditangkap karena berlatih Falun Gong. Setelah polisi menyeretnya, mereka memaksa agar para karyawan menunjukkan tempat tinggal Chen.

Mereka menggeledah tempat tinggalnya berulang kali, bahkan sampai membalikkan tong-tong sampah. Mereka menyita tiga buah laptop, dua buah kamera, paling sedikit enam buah telepon seluler, perangkat keras mobile, pemutar MP3 dan MP4, DVD, beberapa USB, GPS, speaker, kartu bank, dan uang tunai. Total nilai yang mereka bawa adalah 13.000 yuan. Mereka juga menyita semua barang berharga, dokumen, kwitansi, dan kunci-kunci perusahaan.

Kelompok Wan juga bertanggung jawab atas penggeledahan mobil pribadi Chen. Seorang kolega Chen menghentikan polisi saat mereka mencoba untuk membawa mobil itu pergi.

Setelah penggeledahan, seorang pria tua dari Kantor 610 Kota Xiaogan mengatakan kepada para petugas dari Kantor Polisi Chencelou, “Kalian telah bekerja keras dalam penangkapan Chen Song. Kalian berhak atas barang-barang ini [uang tunai dan barang berharga lainnya] untuk kalian. Kita hanya tertarik dengan komputer dan dokumen…” Mereka menghadiahi polisi dengan barang-barang milik Chen.

Setelah menangkap Chen, Wan bersama yang lainnya mencoba untuk menangkap dua kolega laki-laki yang berada di asrama yang sama. Mereka gagal, tetapi Wan bersama para pengikutnya meneriaki dan mengancam para karyawan serta menginterogasi dua kolega perempuannya.

Dua wanita itu tidak berlatih Falun Gong, tetapi Wan mengancam mereka akan ditahan, dimana hal ini benar-benar mengagetkan dan membuat mereka marah. Kolega yang satu ketakutan hingga tidak berani berkata apapun. Untuk menghindari penganiayaan, dua kolega pria itu dipaksa untuk meninggalkan rumah dan pekerjaan mereka.

Seorang Supervisor dan Teknisi Andalan yang Berdedikasi

Chen Song adalah salah seorang supervisor dan juga teknisi andalah dari perusahaannya. Dia hidup berdasarkan prinsip Sejati-Baik-Sabar. Dia jujur dan rajin, sering bekerja hingga larut malam. Dia sangat rendah hati, tulus dan baik. Dia sering menggunakan mobil pribadnya untuk menjemput para pelanggan dan staf, menjadi suruhan bagi para koleganya. Saat hujan atau langit sedang gelap, dia akan menawarkan tumpangan bagi koleganya untuk pulang.

Sebelum saluran produksi dipasang, demi untuk melindungi agar properti tetap berharga lebih dari 20 juta yuan. Chen bersama dua kolega laki-laki memilih untuk tetap di mobil saat cuaca dingin selama beberapa minggu, bergantian mengawasi gedung itu setelah bekerja seharian penuh. Saat perusahaan kekurangan dana dan tenaga kerja, Chen memimpin untuk melakukan pekerjaan manual, memindahkan barang-barang dan menjadi kotor. Selama berhari-hari, dia membersihkan saluran produksi dengan mesin semprot pembersih.

Chen terus bekerja di shift malam di bengkel hingga ditangkap. Bilamana dia pergi keluar untuk melakukan bisnis, Chen selalu memikirkan kebaikan bagi perusahaan dan mencoba untuk mengurangi pengeluarkan hariannya.

Penangkapan terhadap Chen ini telah membawakan badai besar bagi perusahaan dan sejumlah keluarga. Saluran produksi yang telah diinvestasikan oleh Perusahaan Yuandong senilai lebih dari 30 juta yuan telah menurun, dan dua koleganya dipaksa untuk pergi. Dokumen yang disita oleh kepolisian termasuk barang informasi yang sangat penting bagi perusahaan. Karena produksi terhenti, banyak pekerja kehilangan pekerjaan mereka.

Chinese version click here
English version click here