Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Saya Akhirnya Belajar untuk Berhenti Menempatkan Diri Sendiri di atas Orang Lain dan Mulai Berkultivasi dengan Solid

20 Juli 2014 |   Oleh Chun Jing


(Minghui.org) Suatu hari saya bertanya kepada seseorang, “Tebak berapa umur saya?” Ia berkata, “Lebih dari 50 tahun?” Saya menjawab. “Bukan, coba tebak lagi.” “Lebih dari 60 tahun setidaknya,” Ia berkata lagi. Saya berkata, “Saya berumur 73 tahun.” “Tidak mungkin! Bagaimana kamu kelihatan begitu muda?” Ia berkata dengan tidak percaya.

Selama 16 tahun terakhir, selain perubahan fisik saya menjadi lebih baik, saya juga telah melepaskan keterikatan saya kepada perasaan sentimen dan meletakan diri sendiri di atas orang lain.

Kegembiraan dalam Mendapatkan Fa

“Mencari Guru beberapa tahun,
Suatu hari bertemu sendiri;
Mendapatkan Fa dan kembali melalui kultivasi,
Mencapai kesempurnaan mengikuti Guru kembali
(“Takdir Pertemuan Kembali ke Buah Status Kudus” dalam Hong Yin I)

Ketika saya masih kecil, saya selalu suka melihat langit yang selalu berubah. Saya selalu ingin tahu, dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan tentang alam semesta yang luas. Saya berpikir, “Bagaimana alam semesta terbentuk? Bagaimana Bumi dibentuk? Bagaimana manusia dan banyak hal di bumi menjadi ada? Kenapa manusia ada? Kenapa saya disini?”

Ketika berumur 55 tahun, teman suami saya memberikan sebuah buku Zhuan Falun. Saya membolak balik halamannya tapi kemudian menaruhnya kembali. Suami saya membacanya dan memulai berlatih Falun Gong. Tetapi, butuh waktu 2 tahun bagi saya untuk menghargai kesempatan yang menakjubkan ini.

Anak laki-laki saya, kuliah di sebuah universitas di Beijing, menelepon saya pada 30 November 1998 dan berkata, “Ibu, kamu sebaiknya membaca buku itu.” Saya tahu Ia mengacu kepada Zhuan Falun.

Setelah saya menutup telepon dan melihat ke atas, Zhuan Falun berada sangat jelas di rak buku. Saya mengambilnya dan membacanya dalam satu kali, bahkan melewatkan waktu makan hari itu.

“Saya akan berlatih Falun Gong,” Saya berkata kepada suami saya setelah saya membaca Zhaun Falun. “Benarkah?” Suami saya bertanya dengan gembira, “Iya.” Saya menjawab dengan tegas.

Guru berkata di Zhuan Falun, “Banyak orang telah berlatih Gong dalam waktu lama, juga ada yang tidak pernah berlatih Gong, tetapi dalam seumur hidupnya punya dambaan terhadap prinsip kebenaran dan hakikat kehidupan manusia, dan selalu menelaahnya. Sekali dia telah belajar Falun Dafa kita, dengan seketika dia sudah memahami banyak masalah dalam kehidupannya yang ingin dimengerti, namun belum mendapat penjelasan. Mungkin seiring pikirannya yang membubung, perasaan hatinya akan sangat haru tersentuh, hal ini adalah pasti. Saya tahu, orang yang sungguh-sungguh Xiulian memang mengetahui nilai pentingnya, mereka akan tahu untuk menyayanginya.” (Ceramah VIII)

Saya sangat gembira pada hari itu dan merasakan bahwa semua orang tersenyum kepada saya ketika saya keluar. Saya berkata kepada semua orang yang saya temui tentang manfaat dari latihan Falun Gong. Saya berlatih di sebuah taman lokal, dan pergi mempromosikan Falun Gong di lapangan umum dan stasiun kereta api. Semua saudara dan beberapa teman di tempat kerja juga mulai berlatih Falun Gong.

Penganiayaan yang Tiba-tiba

Pada permulaan tahun 1999, polisi berpakaian preman mulai datang ke tempat latihan kami, tapi tidak seorangpun yang berpikir bahwa ini penting dan kami berlatih seperti biasa.

Kemudian penganiayaan dimulai dan kami tidak lagi mempunyai tempat untuk latihan dengan kelompok besar.

Setelah 20 Juli 1999, ketika penganiayaan dimulai secara formal, tempat kerja saya memaksa semua orang untuk membuat pernyataan. Saya berkata, “Saya telah bekerja di sini selama bertahun-tahun dan kalian semua mengetahui saya dengan baik. Saya hanya mempunyai 3 hal untuk dinyatakan: 1) Saya akan tetap berlatih (Falun Gong) karena saya telah diberikan keuntungan sangat banyak darinya. 2) Saya tidak akan terlibat dalam politik. 3) Stasiun TV mengatakan kebohongan dan merekayasa cerita. Kalian semua adalah orang-orang pintar dan bisa mengerti apa yang terjadi di sini.” Semua orang terdiam. Kemudian pemimpin berkata dengan keras, “Pertemuan selesai!”

Saya pensiun pada usia 59 tahun, setahun lebih cepat dari usia pensiun.

Melepaskan Perasaan Sentimen

“Mencapai kesempurnaan memperoleh buah status Buddha;
Mengalami penderitaan dianggap bahagia;
Lelah tubuh belum dianggap derita;
Berkultivasi hati paling sulit dilewati;
Tiap rintangan harus diterobos;
Di mana-mana semua ada iblis
Ratusan derita sekaligus menimpa;
Lihat dia bagaimana hidup;
Bisa menelan derita dunia; Keluar duniawi adalah Buddha.”
(“Derita Pikiran dan Hatinya” dalam Hong Yin I)

Saya mengerti prinsip Fa, tapi sering merasa sulit untuk “Mengalami penderitaan dianggap bahagia.”

Anak lelaki tertua saya ditangkap secara ilegal dan dihukum selama satu tahun kerja paksa karena membagikan materi klarifikasi kebenaran tentang Falun Gong. Saya sangat khawatir ia akan sengsara, jadi saya pergi ke kantor polisi lokal untuk mencoba membebaskannya. Saya pergi ke sana dengan dipenuhi kebencian terhadap polisi jahat dan dengan sebuah mental melawan. Akibatnya, saya gagal untuk membebaskan anak saya atau menyelamatkan polisi tersebut.

Saya tidak bisa makan dan tidur dengan baik selama berhari-hari dan pikiran saya dipenuhi oleh adegan mengerikan penganiayaan. Menantu perempuan saya belajar Fa dengan saya dan saya akhirnya bisa mulai tenang.

Saya tetap mendengarkan ceramah Guru dan semuanya kembali normal. Suatu hari, ketika saya membaca Hong Yin, setiap kata masuk ke dalam hati dan saya merasa seperti Guru membawa saya ke kosmos yang luas. Saya melihat dengan jelas bahwa saya terjebak sangat dalam di antara kasih sayang manusia.

Guru memberitahu kita dengan sabar, “Terikat pada Qing keluarga, pasti akan dibuat letih olehnya, terjerat olehnya, tersiksa olehnya, dengan memegang erat tali Qing keluarga akan diganggu olehnya seumur hidup, hingga menjelang akhir usia menyesal pun sudah terlambat.” (“Larangan bagi Orang yang Berkultivasi” dalma Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

Setelah itu, saya tetap melihat ke dalam ketika melakukan tiga hal. Saya menjadi lebih dewasa, dan secara perlahan bisa melepaskan perasaan kasih sayang.

Ketika saya berkultivasi, kapanpun saya menemui konflik, ceramah Guru akan muncul di pikiran saya: “Biarpun kalian mengalami hal baik dan buruk di tengah Xiulian, semuanya adalah hal yang baik, karena ia barulah muncul setelah anda menjalani Xiulian.” (“Kepada Konferensi Fa Chicago” dalam Petunjuk Penting untuk Gigih Maju III)

Melepaskan Keterikatan terhadap Ketenaran

Saya selalu menjadi murid yang pandai ketika saya masih muda, dan menjadi pejabat akademis teratas di tempat kerja sebelum saya pensiun. Karena hal ini, ditambah dibesarkan di Budaya Partai Komunis Tiongkok, saya sering menganggap diri sendiri luar biasa.

Sebagai contohnya, ketika seorang teman praktisi berbicara tentang mata langit, saya akan berkata, “Milik saya telah terbuka bahkan sebelum saya mulai berkultivasi.” Saya merasa bahwa saya mempunyai kualitas bawaan yang baik.

Ketika praktisi berbicara tentang De (kebajikan) yang dikumpulkan oleh leluhur mereka, saya akan berkata, “Leluhur saya berasal dari keluarga yang terpelajar, dengan banyak De, dan karenanya saya pasti mempunyai banyak De.”

Ketika praktisi berbicara tentang Dafa membuka kebijaksanaan, saya akan berkata, “Saya seorang pemain kecapi, catur, kaligrafi, dan pelukis yang handal. Saya pintar dan terbaik dalam segala sesuatu yang saya lakukan. Asal saya berlatih, saya akan menjadi luar biasa, saya seorang yang jenius, lebih dari orang kebanyakan.”

Bunga Udumbara tumbuh di rumah saya selama 4 tahun berturut-turut. Dengan mental pamer saya, saya berkata kepada praktisi, “Itu karena kami mempunyai sebuah energi baik di rumah saya.” Pikiran saya untuk menjadi luar biasa semakin meningkat dan saya sering berbicara kepada praktisi dengan nada menyuruh dan membuat komentar yang mengkritik tentang mereka.

Suatu hari, saya berbicara dengan pasangan yang sedang mengalami beberapa karma penyakit. Saya menaruh diri saya sendiri di atas mereka dari awalnya, meskipun saya berada di sana untuk menolong mereka. Sang istri adalah orang yang sangat lembut yang normalnya selalu tidak berbicara banyak, tapi hari itu ia berbagi banyak hal dengan saya dan saya merasa sangat puas. Tapi suaminya selalu memotong pembicaraan untuk menjelaskan situasi.

Saya kehilangan kesabaran dan berkata kepadanya, “Saya berbagi dengannya, bukan denganmu. Kami kultivator mempunyai banyak energi. Jika kamu tetap membuat kesimpulan untuknya, kamu akan mengganggu perkembangannya. Kamu melakukan sesuatu yang buruk, dan kamu bertanggung jawab untuk kondisinya saat ini. Kamu harusnya melihat diri kamu sendiri dengan baik...!”

Saya berbicara banyak dan merasa saya berada sepenuhnya dalam Fa. Saya terkejut, tiba-tiba ia berteriak dengan keras, “Kamu sangat mendominasi. Berhenti berbicara!” saya diam karena terkejut. Saya memaksa diri saya untuk tenang dan berkata, “Pasti ada sesuatu yang tidak saya lakukan dengan baik. Saya akan memikirkanya.” Kemudian saya pergi.

Guru berkata,” Nada pembicaraan dan kebaikan hati dalam melakukan pekerjaan, ditambah dengan prinsip rasional dapat mengubah hati orang, namun dengan cara perintah selamanya tidak akan berhasil!” (“Sadar Jernih” dalam Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

Saya mencari ke dalam dan sadar: Sebelum saya mulai berlatih saya selalu memperlakukan saudara, anak perempuan, murid dan kolega saya layaknya seorang majikan.

Saya merasa bahwa Guru selalu berada di sisi menolong kita selama kita mempunyai pikiran lurus. Semakin saya merefleksikan, saya mengingat banyak prinsip Fa dan mengatur syarat untuk diri sendiri: Dengan tulus belajar Fa, memancarkan pikiran lurus untuk memunaskan keterikatan saya, tetap diam tapi mendengarkan ketika teman praktisi berbicara dan menyingkap keterikatan saya. Saya juga memutuskan untuk membatasi jumlah kelompok belajar Fa yang saya hadiri menjadi dua. Setelah beberapa saat, teman praktisi berkata

Saya telah berubah banyak.

Kultivasi Nyata

Suatu hari, anak lelaki saya, yang biasanya sangat pendiam, berkata, “Ibu, kamu tidak berkultivasi dengan solid.” Saya sangat terkejut, karena tidak pernah ada seorangpun yang pernah berkata seperti ini sebelumnya.

Suatu hari ketika saya membaca Hong Yin, saya membaca baris terakhir dalam “Berkultivasi Nyata,” “Cocokkan setiap masalah; Dapat melakukannya berarti berkultivasi.” (“Berkultivasi Nyata” dari Hong Yin I)

Saya merasa seperti dipukul oleh sebuah “tongkat peringatan.”

Dua hari kemudian ketika saya belajar Fa, anak lelaki saya berkata, “Ibu, kamu menyiapkan pelajaran lagi, bukan?” Tiba-tiba, saya merasa itu adalah sebuah petunjuk dari Guru melalui mulut anak saya. Saya mulai untuk melihat ke dalam diri saya: di masa lalu, setiap kali saya belajar Fa, saya kadang berpikir: “Paragraf ini bisa menolong untuk memahami masalah yang ia bicarakan di waktu itu.” Seandainya saya lupa, saya akan menghapal paragraf ini dan membacakannya kepada teman praktisi, berpikir bahwa saya bertanggung jawab terhadapnya. Saya merasa puas dengan diri saya sendiri ketika melakukan ini. Saya seperti ini untuk waktu yang lama, menolong orang lain untuk berkultivasi bukannya mengkultivasikan diri sendiri. Kadang-kadang saya juga mengkritik orang lain karena tidak berkultivasi dengan solid. Saya akhirnya mulai untuk mengerti arti sebenarnya dari kultivasi solid.

Saya sadar: saya telah benar-benar gagal untuk berkultivasi dengan solid. Guru berkata di akhir Zhuan Falun, “Harap anda pulang ke rumah menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk sungguh-sungguh berkultivasi.” (Ceramah IX dalam Zhuan Falun)

Mengklarifikasi Fakta

Banyak artikel di website Minghui tentang klarifikasi kebenaran, yang saya dapati sangat menginsipirasi dan memberikan dorongan.

Ketika saya mengklarifikasi fakta kebenaran kepada orang-orang tentang Falun Gong, saya biasanya mulai berbicara tentang manfaat kesehatan dari latihan ini. Hampir setiap orang yang saya ajak bicara setuju keluar dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi terkaitnya, termasuk seorang pemimpin di Kementerian Kebudayaan, seorang istri gubernur, kepala dari sekolah PKT, dan seorang instruktur dari kamp kerja paksa, juga beberapa selebritis, ahli dan orang-orang biasa. Saya juga telah meyakinkan seseorang yang pernah sangat menyakiti saya untuk keluar dari PKT. Ketika mereka berkata, “Terima kasih!” atau berkata bahwa mereka berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang Falun Dafa, saya merasa bersyukur dan bergembira dari hati saya yang paling dalam.

Chinese version click here
English version click here