Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Tiga Praktisi Falun Gong Wanita Ditangkap dan Ditahan karena Mengahadiri Persidangan

27 Sep. 2014 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Jiangxi, Tiongkok


(Minghui.org) Tiga orang praktisi wanita dari kota lain menghadiri persidangan di Pengadilan Guangfeng terhadap enam orang praktisi pada tanggal 6 Juni 2014. Mereka ditangkap dan ditahan di Pusat Penahanan Guangfeng selama 13 hari.

Ketiga wanita itu meninggal gedung pengadilan sekitar tengah hari ketika enam orang polisi menghentikan dan menanyakan mereka. Praktisi mengatakan mereka akan keluar makan, beberapa orang polisi mengikuti mereka.

Saat mobil polisi melaju, polisi-polisi itu menarik mereka dan mendorong mereka masuk ke mobil. Ketiga praktisi berteriak, “Falun Dafa baik! Polisi menangkap orang baik!”

Mereka dibawa ke Divisi Keamanan Domestik Departemen Kepolisian Guangfeng. Polisi menanyakan asal mereka. Sebagai jawabannya, mereka menceritakan fakta mengenai Falun Gong. Mereka memberikan DVD Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis dan materi Falun Gong lainnya kepada polisi-polisi itu. Polisi lain menerobos masuk ke dalam kantor dan menjambret salah satu tas punggung mereka.

Polisi membawa mereka ke rumah sakit untu pemeriksaan fisik malam itu. Wanita-wanita itu melawan saat diperiksa, sehingga polisi menyeret mereka. Rok seorang praktisi muda robek dan terjatuh. Bokong dan kakinya terluka dan memar.

Polisi merekasa hasil pemeriksaa, karena praktisi mau tunduk untuk diperiksa. Mereka dibawa ke Pusat Penahanan Guangfeng.

Ketiga praktisi menolak memberikan nama mereka ke pusat penahanan dan melakukan mogok makan untuk memprotes perlakukan terhadap mereka. Mereka menemukan pen dan kertas dan menulis surat menjelaskan fakta mengenai Falun Gong ke Kantor 610 Guangfeng, Komite Urusan Politik dan Hukum, dan divisi keamanan domestik.

Sipir setuju mengirim kasus mereka ke otoritas yang lebih tinggi jika mereka berhenti mogok makam. Ia juga berjanji mereka akan dibebaskan setelah 13 hari.

Pada tanggal 19 Juni, praktisi diberitahu bahwa mereka tidak akan dibebaskan jika mereka tidak memberikan nama. Praktisi-praktisi itu melakukan mogok makan lagi. Pusat penahanan akhirnya melepaskan mereka jam 5 sore.

Chinese version click here
English version click here