Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wanita Beijing Dipaksa untuk Menjalani Pengobatan Penyakit Jiwa Karena Menolak Melapaskan Keyakinannya

30 Sep. 2014 |   Oleh seorang koresponden Minghui dari Beijing, Tiongkok



(Minghui.org) Zhang Yinying (张印英) telah menghabiskan total sembilan tahun di dua kamp kerja paksa sejak penganiayaan dimulai pada tahun 1999 karena kepercayaannya pada Falun Gong.  Penganiayaan paling brutal terjadi di sebuah rumah sakit jiwa.

Selain disetrum dengan listrik pada kepalanya, dan diberikan obat secara paksa yang mengakibatkan halusinasi, ia juga diborgol di ranjang siang malam 24 jam, tidak diizinkan untuk ke kamar mandi, dan dicekok paksa makanan sepanjang hari. Setelah kondisinya kritis, baru ada pembebasan bersyarat medis pada akhir tahun 2012, setelah ia menderita empat bulan di rumah sakit jiwa.

Beruntung wanita berusia 60 tahun ini akhirnya sembuh melalui latihan Falun Gong, dan bisa membagi pengalamannya.

Pada Agustus 2012, kamp kerja paksa wanita Beijing dimana Zhang ditahan sejak penangkapannya pada Desember 2010, memaksa anak lelaki Zhang untuk mengirim Zhang ke sebuah rumah sakit jiwa.

Penjaga kamp kerja paksa mengawal mereka ke rumah sakit no. 261 di Distrik Haidian di Beijing. Ini adalah rumah sakit militer, dan merupakan Pusat Sertifikasi untuk Penyakit Jiwa di Daerah Militer Beijing. Rumah sakit ini khusus mengobati pasien penyakit jiwa.

Selama empat bulan, Zhang disiksa dua kali dengan disetrum kepalanya. Perawat memasang sesuatu seperti sebuah headset pada kepalanya. Ia langsung hilang kesadaran. Orang-orang mengatakan ini adalah prosedur “koma listrik.”

Setelah ia bangun, ia merasa sangat sakit. Perawat dan dokter kemudian menyuntikan dan memaksanya minum obat-obat yang tidak jelas. Sewaktu ia mengeluh sakit akibat “koma listrik,” seorang dokter mengancamnya akan melakukannya lagi.

Tahanan lain di sana memberitahukan Zhang bahwa tujuan dari “koma listrik” adalah untuk membuat orang-orang “melupakan masa lalu.”

Zhang Yingying diborgol di ranjang sepanjang waktu di rumah sakit jiwa, dan tidak diperbolehkan memakai kamar mandi. Setelah ia berhenti mogok makan, rumah sakit terus mencekok paksanya. Selang dibiarkan tetap ada di perutnya sepanjang waktu.

Zhang menjadi sangat kurus, dan tubuhnya kejang-kejang dan terasa gatal. Penglihatannya menjadi buruk, dan suaranya menjadi rendah. Ia sering berhalusinasi dalam pendengarannya dan penglihatannya.

Dengan perlahan ia menjadi tidak bisa berdiri maupun berjalan, dan akhirnya duduk tegak saja tidak bisa jika tidak dibantu. Mengalami semua penyiksaan ini, keluarganya harus membayar 4.480 Yuan setiap bulan untuk biayanya di rumah sakit.  Daftar tagihan rumah sakit tertulis berbagai item seperti, biaya makanan, biaya perawat dan biaya administrasi.

Melihat Zhang menjadi tidak bisa bergerak dan berada diambang kematian, otoritas rumah sakit dan kamp kerja paksa membebaskannya dengan syarat medis.

Setelah pembebasannya dari rumah sakit jiwa, Zhang Yinying tidak bisa berdiri, duduk ataupun berbaring. Ia merasa sangat gelisah dan tidak bisa tidur.

Ia mengingat, “Sewaktu keluarga saya tidur, saya hanya bisa jalan di kamar dengan langkah kecil. Apabila orang melihat mata dan cara saya berjalan, mereka pasti akan mengira saya benar-benar adalah pasien penyakit jiwa. Penderitaan saya melebihi apa yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.”

Polisi mengunjungi rumahnya setiap minggu dan memberitahukan keluarganya, “Apabila Zhang meninggal dunia, kamu harus memberitahukan kami.”

Zhang Yinying setelah dibebaskan dari rumah sakit jiwa

Meskipun otoritas mengharapkan Zhang Yinying meninggal dunia di rumahnya, ia diberi semangat oleh rekan praktisi Falun Gong untuk mulai lagi berlatih Falun Gong.

Ia tidak bisa mengingat gerakan latihan, maka praktisi mengajarkannya lagi dan membawakannya materi Falun Gong. Melalui membaca buku Falun Gong dan latihan, Zhang sembuh dengan perlahan, tapi pasti. Sekarang ia telah sembuh total kembali.

Zhang Yinying sembuh melalui latihan Falun Gong

Chinese version click here
English version click here