Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berkultivasi Seperti Seorang Praktisi Baru Dafa

30 Jan. 2015 |   Oleh Linyan dari New York


(Minghui.org) Saya beruntung bisa mengikuti Konferensi Fa San Fransisco 2014 dan sangat terharu apa yang dikatakan oleh Guru Li Hongzhi. Akan tetapi, setelah pulang ke rumah, saya merasa kultivasi saya masih tidak ada kemajuan. Kenyataannya, saya perhatikan bahwa saya benar-benar tidak mengikuti prinsip Dafa yaitu Sejati-Baik-Sabar Dafa.

Guru berkata di dalam Zhuan Falun bahwa “Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) adalah satu-satunya pengukur baik buruk seseorang.”

Saya menyadari bahwa saya kurang memahami arti sepenuhnya dari prinsip-prinsip ini. Akan tetapi, baru-baru ini saya mengalami sejumlah kejadian yang membantu saya untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam.

Berkultivasi Sejati

Selama berbagi kultivasi minggu lalu, saya perhatikan bahwa beberapa praktisi bisa berbicara dari hati mereka dan menghargai kebaikan orang lain. Saya tidak bisa melakukan hal yang sama, tetapi mengenali bahwa itulah seharusnya seorang praktisi.

Itu mengingatkan saya pada tanya jawab di Konferensi San Fransisco 2014:

“Pengikut: Lingkungan kerja bidang media sangat kompleks, rekan praktisi di sekitar juga punya perasaan demikian, kadang kala intrik-mengintrik lebih banyak terjadi daripada manusia biasa.

Shifu: Saling tidak percaya satu sama lain, semua tidak berkata jujur, antara satu sama lain tidak boleh disentuh, semua tidak mencari ke dalam, jika demikian tentu jadi kompleks.:” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco Tahun 2014”)

Saya pahami bahwa ketika Anda tidak perlu melindungi diri sendiri, tidak seorang pun dapat mengganggu Anda. Jika Anda menemui konflik, itu karena Anda perlu meningkatkan karaktermu. Kita harus bersikap tulus terlebih dahulu sebelum lingkungan kita bisa merasa nyaman.

Berkultivasi Belas Kasih

Suami dan saya bergantian belajar Fa bersama anak kami. Ketika tiba giliranku, anak dan saya sering cekcok. Ketika saya mengomentari dia kurang serius belajar Fa, ia akan melawan saya. Kemudian saya berkata padanya bahwa ia perlu menghormati orangtuanya.

Suami saya berkata bahwa kami bertiga tidak selalu bersikap seperti keluarga karena kami tidak saling berbelas kasih dan saling menghormati.

Saya yakin bahwa menulis artikel tentang pelaku kejahatan di dalam komunis Tiongkok adalah sedang mengklarifikasi fakta tentang Falun Dafa kepada orang-orang. Setelah mendengar pengalaman seorang pemuda di Konferensi San Fransisco 2014, saya menyadari bahwa menulis artikel dengan belas kasih juga mengklarifikasi fakta tentang Dafa kepada orang-orang.

Ketika kita memperlihatkan bahwa kita peduli pada orang-orang, mereka secara naluri akan menerima apa yang kita katakan. Kenyataannya, orang-orang bisa merasakan ketulusan kita di balik kata-kata kita. Memperlakukan semua orang dengan belas kasih adalah persyaratan dasar bagi seorang praktisi.

Berkultivasi Kesabaran

Dalam beberapa minggu terakhir, kami mencetak ulang artikel-artikel lama di kolom kesehatan kami. Saya tidak berpikir itu pantas dan mengeluhkan kepada editor yang bertanggung jawab kolom itu. Editor itu menjawab, ”Praktisi yang bertanggung jawab kolom ini membuat kesalahan. Kamu juga membuat kesalahan karena mengangkat masalah ini tidak dengan berbelas kasih.”

“Shifu telah mengajukan permintaan ini, setelah kembali ke tengah realita, antara kalian begitu saling memandang lagi-lagi tidak berkenan di hati. Setelah kembali ke tengah realita, kalian digerakkan oleh kepentingan realitas dan keterikatan pribadi, lagi-lagi kalian sudah tidak seperti kondisi hati sekarang ini! Kalian harus tahu bahwa kalian adalah orang Xiulian, betapa besar kewajiban kalian! Kelak kalian akan tahu, ketika itu kalian hanya dapat menyesal!” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco Tahun 2014”)

Saya merasa tidak sabar di antara praktisi. Saya harus terus-menerus menghadapi masalah setiap hari. Saya cenderung menangani masalah-masalah ini dengan cara manusia bukannya menggunakan Fa sebagai pembimbing. Guru berkata di Konferensi Fa San Fransisco 2014:

Mengacu pada apa yang Guru katakan, saya memahami bahwa saya merasa baik saat menghadiri konferensi karena Guru memurnikan pikiran semua orang. Akan tetapi, saya sekarang perlu melepaskan keterikatan, banyak keterikatan itu disebabkan oleh didikan di Tiongkok.

Temperamen manusia adalah sifat negatif. Itu perlu disingkirkan apakah itu praktisi atau bukan. Kondisi hati yang perlu kita jaga adalah kondisi hati saat menghadiri konferensi Falun Dafa.

Maka itu, saya berharap kita semua bisa lebih rajin dalam perjalanan kultivasi kita.

Chinese version click here
English version click here