Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menyingkirkan Kesombongan dan Kepentingan Pribadi

3 Nov. 2015 |   Oleh praktisi Falun Gong di Tiongkok


(Minghui.org) Saat saya pertama kali membaca kalimat, “Saya mempunyai seperangkat sistem tersendiri,” dalam Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Amerika Serikat Barat Saat Hari Yuansiao Tahun 2003, muncul keraguan dan pikiran yang tidak sopan terhadap Guru.

Saya langsung berhenti membaca dan mencari ke dalam. Saya sadar pikiran-pikiran ini berakar dari ajaran ateis Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Saat berdiskusi mengenai perasaan ini dengan kelompok belajar Fa saya, kata “kesombongan” terus menerus muncul di pikiran saya. Saya sadari keterikatan ini adalah akar dari pikiran saya tidak benar saya.

Dalam “Melangkah Menuju Kesempurnaan,” Guru berkata: “Setelah Xiulian suatu periode waktu, apakah masih tetap pada pemikiran semula, apakah oleh hati manusia semacam ini membuat diri anda masih bertahan di sini? Jika demikian, itu tidak dapat diperhitungkan sebagai pengikut saya, ini adalah keterikatan hati dasar yang belum disingkirkan, tidak dapat mengenal Fa di atas basis Fa.” Saya selalu menganggap diri saya lebih tinggi dari orang lain. Setelah berlatih Falun Gong, saya memahami pentingnya mengultivasikan diri sendiri. Namun, saya gagal melihat tujuan dari kultivasi saya yang adalah untuk merasa lebih tinggi lagi dari orang lain! Saya juga ingat merasa iri terhadap Guru Li.

Seiring berlalunya waktu, kesombongan saya berkembang hingga saya memandang rendah orang biasa. Saya juga sulit bertoleransi terhadap keterikatan praktisi lain, berpikir kultivasi mereka tidak sebaik kultivasi saya sendiri.

Jika orang menolak untuk menerima “mutiara kebijaksanaan” saya ketika saya menunjukkan keterikatan mereka, saya selalu merasa marah. Tingkah laku saya ini menciptakan banyak konflik dan jarak antara saya dengan semua orang di sekeliling saya.

Guru Li memperlakukan semua makhluk hidup sama. Tapi karena kesombongan dan kepentingan pribadi, saya menyalahartikan belas kasihnya menjadi saya pada dasarnya lebih baik dari orang lain.

Oleh karena itu, kesombongan saya berkembang menjadi iblis di dalam pikiran saya sendiri, hingga memperlihatkan ketidakhormatan yang lebih besar lagi terhadap Guru Li dan Dafa.

Kesombongan saya berkaitan langsung dengan rasa kepentingan pribadi saya. Dua keterikatan manusia ini merasuki saya hingga saya sulit untuk mencari ke dalam dan melihat kekurangan diri saya sendiri. Contoh, sudah menjadi kebiasaan bagi saya untuk menyalahkan orang lain begitu mereka mulai ribut dengan saya.

Saya menggunakan prinsip Fa tingkat tinggi untuk mengukur orang lain, tetapi tidak pernah untuk saya sendiri. Saya juga sudah mulai tenggelam dalam keadaan yang tidak benar lainnya, seperti, mengejar nama, keuntungan pribadi, dan mentalitas pamer, yang berlawanan dengan tanpa ego dan belas kasihnya makhluk alam semesta baru.

Setelah menyadari ini, saya memutuskan untuk menyingkirkan semua keterikatan itu. Saya mulai secara sadar menjauhi perasaan atau pikiran yang tidak benar terhadap orang lain, berbarengan saya menjadi lebih pengertian dan toleran.

Perubahan yang terjadi pada saya mempermudah saya dalam mengklarifikasi fakta kepada mereka yang telah tertipu oleh kebohongan PKT tentang Falun Gong.

Saya merasa berada di tingkatan yang berbeda sekarang, tingkatan yang penuh dengan pengertian dan belas kasih. Terima kasih Guru!

Chinese version click here

English version click here