Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Muda Mengatasi Kesulitan dan Menguatkan Keyakinan

9 Nov. 2015 |   Oleh seorang praktisi Falun Dafa di Daratan, Tiongkok


(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 1995 pada usia 6 tahun. Saya sering kali pergi dengan ibu ke tempat latihan untuk berlatih gerakan dan belajar Fa.

Saya mengalami dua kesulitan besar pada jalan kultivasi saya dan mengatasi mereka melalui keyakinan pada Guru dan Fa. Melalui kesulitan ini, saya mengerti bahwa Guru tidak ingin meninggalkan kita, sehingga kita harus terus berusaha maju pada perjalanan akhir kultivasi ini dan tidak mengendur.

Kelumpuhan Wajah

Saya terdaftar di sebuah SMA yang jauh dari rumah, sehingga keluarga saya menyewakan sebuah tempat kost dekat sekolah untuk saya. Belajar pelajaran sekolah sangat giat pada saat itu dan saya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk belajar Fa.

Suatu hari saya bangun dengan ketidaknyamanan pada bagian kiri wajah saya. Saya mengabaikannya dan pergi ke sekolah seperti biasa. Ada ujian pada hari itu dan ketika saya mengikuti ujian, air mata mengalir tak terkendali pada bagian kiri wajah saya. Menjelang siang, bagian kiri wajah saya menjadi mati rasa, seakan lumpuh.

Saya menelepon ibu dan ia segera datang. Ia menyuruh saya untuk melafal “Falun Dafa baik dan Sejati-Baik-Sabar baik” sebanyak mungkin. Ia juga memancarkan pikiran lurus untuk saya dan ketika saya kembali ke rumah dari sekolah, ia memutar rekaman audio ceramah Guru dan membaca Zhuan Falun dengan saya.

Pemilik kost melihat wajah saya dan mendesak ibu untuk membawa saya ke dokter. Ibu meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Pada hari ketiga, wajah saya telah normal kembali. Ibu dan saya sangat senang dan berterima kasih kepada Guru.

Terluka pada sebuah Kecelakaan Mobil

Saya bekerja di kota lain sejak saya lulus dari sekolah. Saya bekerja berjam-jam dan tampaknya tidak punya banyak waktu untuk belajar Fa atau memancarkan pikiran lurus. Ketika berada di tempat kerja, saya gagal berbuat sesuai Fa dan mengembangkan banyak keterikatan.

Suatu hari, saya pergi dengan seorang rekan ke sebuah pertemuan dan mengalami kecelakaan mobil. Saya terlempar dari mobil dan pingsan. Ketika saya sadar, saya tidak dapat menggerakkan lengan saya dan kaki saya memar.

Pergelangan kaki rekan saya terkilir dan bahu kanannya sangat sakit sehingga ia tidak dapat bergerak. Kami dibawa ke rumah sakit dan pemeriksaan menunjukkan bahwa tulang selangka kanan saya retak. Saya diberi tahu bahwa operasi perlu dilakukan. Saya pulang ke rumah dan menelepon ibu. Ia menganjurkan saya untuk lebih banyak belajar Fa.

Bos saya datang ke rumah saya keesokan harinya dan mendesak saya mendapat perawatan medis. Kami pergi ke rumah sakit ortopedi terbaik di wilayah kami. Dokter memasukkan saya ke rumah sakit, mengatakan bahwa luka saya sangat serius.

Ucapan dokter membuat saya cemas. Saya memutuskan bahwa lebih baik saya melakukan operasi.

Dua hari kemudian, saya diberi tahu bahwa operasi dijadwalkan untuk hari berikutnya. Namun, masa haid saya datang keesokan paginya dan ketika saya memberi tahu perawat, saya diberi tahu bahwa saya harus menunggu setidaknya satu minggu untuk operasi. Rumah sakit akan ditutup untuk istirahat setelah minggu itu, sehingga operasi harus ditunda selama sepuluh hari lagi.

Saya menelepon ibu dan hari berikutnya ia datang. Ia berkata, “Kita adalah praktisi Dafa. Tidakkah kamu berpikir mengenai hal ini? Kamu tidak meminum obat bertahun-tahun dan semuanya baik-baik saja. Pulang ke rumah dengan saya dan kita akan belajar Fa dan berlatih gerakan. Saya yakin bahwa Guru akan mengurus kamu. Lihat, bukankah Guru membantu kamu dengan menunda operasi untukmu? Masa pelurusan Fa bergerak dengan sangat cepat. Kamu perlu mengejar ketinggalan!”

Saya masih ragu-ragu, tetapi setelah memikirkannya, saya memberi tahu ibu, “Baik, saya akan pulang ke rumah dengan ibu. Saya percaya pada Guru dan Fa.”

Di rumah, selain makan dan tidur, seluruh waktu saya gunakan untuk belajar Fa dan berlatih gerakan. Saya dapat menggerakkan tubuh saya dalam sehari dan tidak lagi merasa sakit. Ketika saya melalukan gerakan kedua, saya sangat lelah dan berkeringat banyak, tetapi ibu saya menggiatkan saya, “Tetap gigih. Kamu akan pulih.”

Satu bulan telah berlalu sejak kecelakaan itu dan sekarang saya dapat menggerakkan lengan saya dan bekerja. Terima kasih Guru atas belas kasih Anda dalam membantu saya lagi dan lagi untuk mengatasi kesulitan.

Jika ada yang tidak tepat dalam pemahaman saya, mohon tunjukkan dengan belas kasih.

Chinese version click here

English version click here