Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Melampaui Kebiasaan dari Konsep Manusia (Bagian 1)

16 Des. 2015 |   Oleh praktisi Falun Dafa dari  Tiongkok


(Minghui.org) Seiring masa Pelurusan Fa diperpanjang lagi dan lagi bagi kita untuk kultivasi dan menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup, saya memperhatikan bahwa sejumlah praktisi masih terlena, sementara yang lain menjadi makin kendur. Beberapa dari kita bahkan mulai tidak percaya lagi perkataan Guru dan kenyataannya, pelurusan Fa akan segera berakhir. Selama enam belas tahun terakhir ini, apa yang disebut sebagai kesaksian diri mulai memudar bagi beberapa orang.

Kenapa kita melihat kemunduran seperti itu dalam kultivasi kita?

Saya percaya bahwa banyak praktisi kurang memahami permintaan Fa di berbagai tingkatan, maka dari itu menjadi terikat pada konsep manusia mereka. Mereka terbenam dalam keterikatan, dan gagal mencari ke dalam. Mereka hanya bisa mengeluhkan tentang gangguan dari kekuatan lama, maka dari itu kehilangan kesempatan berharga untuk benar-benar mengkultivasikan Xinxing mereka dan meningkat ke tingkat berikutnya.

Akibat dari pemahaman Fa yang tidak tepat, beberapa praktisi takut untuk melangkah keluar untuk menyelamatkan makhluk hidup. Sementara banyak yang lainnya sudah melayangkan tuntutan hukum terhadap Jiang Zemin karena melancarkan penganiayaan, praktisi-praktisi ini masih belum bergabung dalam gerakan untuk mengadili Jiang Zemin, mantan diktator Tiongkok.

Hari ini, saya ingin mengangkat tiga masalah: pentingnya belajar Fa dan melepaskan keterikatan kita, pentingnya memiliki pemahaman yang tepat terhadap kekuatan lama, dan pentingnya mengadili Jiang Zemin. Singkatnya, pemahaman pribadi menyarankan bahwa hanya dengan memiliki pemahaman yang dalam terhadap Fa baru kita bisa melampaui kebiasaan dari konsep manusia dan secara penuh dedikasi kita menyelamatkan makhluk hidup.

1. Belajar Fa Menyeluruh dan Melenyapkan Keterikatan Hati

Kita semua tahu bahwa keterikatan hati kita disingkirkan secara terus-menerus, selapis demi selapis, hingga kita mencapai paling permukaan dari diri kita. Tetapi, ini menjadi sebuah masalah saat kita terpaku pada keterikatan yang sama berulang kali.

Meskipun setelah begitu banyak tahun berkultivasi, saya rasa bahwa masih banyak dari kita tidak benar-benar memahami permintaan Fa terhadap kita di berbagai tingkat yang berbeda. Kita masih menggenggam erat banyak konsep dan pemikiran manusia, yang membuat kita tidak bisa menjadi dewasa dalam berkultivasi dan memberikan alasan kepada kekuatan lama untuk memanfaatkan celah kekosongan kita.

Guru berkata:

"Tetapi harus banyak belajar Fa, jika tidak, anda tidak tahu kandungan makna “Zhen Shan Ren” pada tingkat berbeda, dengan demikian anda tidak dapat mewujudkan ‘Zhen Shan Ren’ secara sungguh-sungguh dalam perbuatan. (“Ceramah Fa pada Konferensi Para Pembimbing di Changchun”)

Dasar kultivasi pribadi yang mantap adalah prasyarat bagi semua hal yang kita lakukan untuk membantu Guru dan meluruskan Fa. Kita tentu saja tidak bisa menurunkan standar kita; bila tidak, jalur kultivasi kita akan diisi dengan gangguan dari kekuatan lama. Kita harus memiliki pemahaman yang jelas terhadap standar ini sehingga sisi manusia kita tidak akan tersesat atau mudah goyah oleh perilaku manusia biasa.

Keterikatan pada Nafsu Birahi

Dari perspektif saya, ini adalah keterikatan utama yang harus kita singkirkan sepenuhnya. Pikiran kita harus bebas dari pikiran semacam ini sepanjang waktu; seharusnya kita tidak tergerak oleh nafsu birahi sama sekali.

Banyak praktisi jatuh karena keterikatan hati ini yang terus-menerus kembali pada mereka, dan begitulah jadinya. Kita semua tahu standar bagi praktisi di Shen Yun – itu adalah standar yang harus kita ikutin jika kita ingin membantu Guru dan menyelamatkan makhluk hidup. Tidak boleh kurang sedikit pun.

Melenyapkan Kebencian

Ketika kita menjumpai cobaan dan kesulitan dalam kultivasi, sangatlah mudah bagi kita untuk mengeluhkan situasi itu dan mulai timbul perasaan benci. Tetapi sebagai praktisi di jalan dewa, kita tidak boleh membawa sesuatu seperti kebencian bersama kita. Sebenarnya, ini adalah konsep pikiran yang sangat buruk untuk dipertahankan; banyak praktisi jatuh dari tingkatannya karena mereka tidak sanggup melepaskan kebencian mereka.

Menderita Kesengsaraan

Tidak ada jalan mudah dalam berkultivasi; semua kultivator akan menderita kesusahan, dan sering dalam menghadapi manusia biasa. Sebagai kultivator, kita harus bisa melewati cobaan-cobaan ini dengan hati terbuka.

Sebagai contoh, saya diperlakukan sebagai seorang pengeset kaki di tempat kerja. Para kolega akan memanfaatkan saya untuk meminta saya mengerjakan tugas-tugas yang tidak ingin dikerjakan orang lain. Saya tidak mengeluh dan menaruh fokus untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Setelah beberapa tahun kultivasi, saya tidak lagi merasakan ini menjadi sebuah masalah.

Fokus Pada Kultivasi

Dalam kehidupan sehari-hari, saya belajar melepaskan banyak hobi dan keterikatan lainnya. Di luar pekerjaan tetap, saya belajar Fa, melakukan latihan Gong, dan fokus pada peningkatan Xinxing. Saya tidak melibatkan diri dalam hubungan pembayaran karma di antara manusia biasa jadi saya tidak akan menciptakan lebih banyak karma lagi. Saya temukan bahwa pikiran saya menjadi lebih tenang dan jernih.

Kita harus benar-benar mengkultivasikan Xinxing kita — hanya dengan begitu kita bisa mendapatkan perubahan fundamental pada tubuh fisik dan benti kita. Bila tidak, dengan apa kita meluruskan Fa?

Pada waktu bersamaan, standar dari peningkatan Xinxing kita adalah hal yang sama di mana kita perlu meraihnya untuk membangun fondasi. Tanpa basis yang kuat dalam kultivasi, kita pasti menghadapi cobaan di dalam pelurusan Fa.

Menaruh Perhatian Pada Masalah Gangguan Iblis oleh Pikiran Sendiri

Guru telah menyebutkan masalah ini sejumlah kali dalam ceramah Fa. Dalam pengalaman saya, gangguan ini menjadi umum setelah para praktisi mencapai tingkat tertentu dalam berkultivasi. Banyak orang termasuk diri saya, menjadi terikat pada kemampuan supernormal.

Ketika mendengar atau melihat hal-hal dari dimensi lain, kita mulai menggunakan informasi ini untuk membimbing tindakan kita. Alhasil, para praktisi sering tersandung dalam kultivasi dan jatuh dari tingkatannya.

Sebagai contoh, seorang praktisi melihat kerabatnya akan berada dalam bahaya. Dia memancarkan pikiran lurus untuk menyingkirkan bahaya itu, dan merasa nyaman setelah itu.

Saya rasa ini adalah cerminan dari keterikatan hati pada sentimen manusia biasa. Sebagai kultivator, kita seharusnya melepaskan hal-hal seperti ini. Ini semua bisa menjadi gangguan atau ilusi yang diciptakan dari keterikatan hati kita sendiri.

Seorang praktisi dengan Tianmu melihat dia dahulu adalah seorang pejabat tinggi yang telah membunuh seseorang pada kehidupan yang lalu. Dia lalu diberitahu bahwa dia harus menderita demi membayar karma. Mendapat pikiran ini, dia segera meninggal dunia.

Ada banyak kasus seperti ini.  Jika kita tidak berkultivasi berbasiskan atas Fa, berbagai hal ini di dimensi lain bisa dengan mudah memanipulasi kita. Kita harus selalu tidak tergerak apa pun yang kita lihat di dimensi lain.

Gangguan semacam ini mungkin adalah pengaturan dari kekuatan lama atau ujian atas pemahaman terhadap Fa. Baik kita bisa melewati ujian atau menerobos gangguan tergantung pada betapa solid kultivasi kita, jadi kita tidak pernah mengendurkan diri dalam berkultivasi atau menurunkan standar kita.

Kultivasi Pembicaraan Seseorang

Banyak praktisi tidak memberikan perhatian yang cukup dalam mengkultivasi pembicaraan dan membuat komentar yang tidak bertanggung jawab tentang kultivasi orang lain. Mereka menderita berbagai cobaan sebagai akibat dari karma di mana mereka tidak tahu hal itu terjadi dengan cara begini.

Pikirkanlah — kenapa menjadi masalah jika orang lain membuat kesalahan? Itu hanya memperlihatkan bahwa kita masih memiliki pikiran manusia dan hati kita tergerak.

Di samping itu, ketika kita menyadari keterikatan hati praktisi lain, kita harus menunjukkannya dengan belas kasih, karena itu adalah tanggung jawab kita sebagai rekan kultivator. Tetapi bukan berarti mereka akan menerimanya, dan itu boleh-boleh saja.

Jika mereka tidak memahaminya, kita tidak seharusnya tergerak atau menyalahkan mereka karena memiliki keterikatan.

Sejumlah praktisi terikat dengan betapa baik orang lain berkultivasi. Tetapi kita semua masih kultivator dan bukan dewa. Kita semua memiliki keterikatan hati dan membuat kesalahan. Bahkan jika orang lain telah mencapai kesempurnaan, mereka telah mencapai akhir dari jalur kultivasi, dan itu adalah urusan mereka. Tidak ada apa pun bagi kita untuk menjadi terikat.

Mengikuti Keadaan Secara Wajar

Ketika saya pergi ke Beijing untuk membela Dafa setelah penganiayaan dimulai, saya ditangkap dan dianiaya. Beberapa kali saya merasa diperlakukan tidak adil dan mengeluh dengan kondisi ini. Tetapi segera itu, saya bisa mengidentifikasi emosi itu sebagai pikiran manusia dan melenyapkannya. Saya bisa menjaga hati yang damai dan tidak cemas ketika manusia biasa tidak bisa memahami saya.

Tanpa mengejar apa pun, saya perlahan-lahan membuat kemajuan dalam berkultivasi dan menyelamatkan banyak manusia.

Saya memahami bahwa kita harus mengikuti keadaan secara wajar saat berkultivasi di tingkat yang lebih tinggi. Ketika benar-benar berbelas kasih, kita tidak bisa dipengaruhi oleh situasi di luar. Tidak peduli apa kata orang lain tentang saya, atau kesalahpahaman mereka terhadap saya, atau bagaimana situasi dalam masyarakat ini, saya bisa menjaga hati yang damai dan belas kasih .

Dari tingkat yang lebih tinggi, marah adalah manifestasi dari sifat keiblisan. Jika kita melihat masalah dari perspektif ini, itu akan menjadi lebih mudah untuk mengidentifikasi sifat iblis kita ketika hati kita tergerak dan menjadi kesal selama terjadi konflik. Ini akan membantu kita dalam meluruskan hati dan meningkatkan Xinxing kita.

Orang Lain Berubah Saat Kita Berubah

Ketika saya menerobos dalam berkultivasi, saya sering mendapatkan perubahan situasi dalam klarifikasi fakta kepada orang-orang yang keras kepala, dan perlahan-lahan menjadi mau mendengarkan, lalu saya bisa menyelamatkan lebih banyak orang dari sebelumnya.

Ada dua contoh. Paman saya adalah seorang anggota lama Partai Komunis Tiongkok (PKT). Ketika memberitahu dia mengenai penganiayaan beberapa tahun lalu, dia tidak mau mendengar sedikit pun. Saya berbicara kepadanya lagi baru-baru ini dan memintanya agar mengundurkan diri dari PKT, namun dia tetap tidak mau.

Saya tidak terpengaruh olehnya, dan terus berbicara kepadanya dengan pikiran yang damai. Saya memberitahu dia bahwa watak PKT adalah bertentangan dengan budaya tradisi dan nilai moral orang Tiongkok.

Mengejutkan saya, dia setuju untuk mengundurkan diri dari Partai Komunis di akhir pembicaraan kami dan bahkan mengumumkan keputusan tersebut di tempat kerjanya di keesokan hari. Hal ini membuat saya menyadari kekuatan dari belas kasih yang sebenarnya. Makhluk hidup akan sadar, membedakan baik dari yang jahat, dan terselamatkan oleh kekuatan belas kasih kita.

Saya bertemu dengan seseorang di rumah seorang teman di mana sangat sombong dan menghina praktisi Dafa. Meskipun perilakunya seperti itu, saya tidak terpengaruh. Saya dengan sederhana berhenti berbicara kepadanya ketika dia tidak mau mendengarkan sama sekali.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, di terminal bis, dia tiba-tiba memegang tangan saya dan berkata, “Tolong bantu saya mundur dari PKT.“ Saya rasa ini mungkin belas kasih saya yang telah mengubahnya, di mana membuat para makhluk hidup dibalik dirinya bertindak seperti itu sehingga dia bisa diselamatkan oleh seorang praktisi Dafa.

Kultivasi Seperti Awal

Pada awal kultivasi, banyak praktis bisa menjaga pikiran yang damai dan jernih. Tetapi karena penganiayaan, banyak yang menjadi negatif dan tidak merasa meningkat saat belajar Fa.

Kenyataannya, kita harus tetap berkultlivasi dengan hati gembira dan optimis yang pernah kita miliki; kita harus berkultivasi dengan pikiran terbuka dan tekad yang kuat menuju tingkat yang lebih tinggi.

Bersambung ke Bagian 2

Chinese version click here
English version click here