Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Profesor dalam Penjara Menderita Kegagalan Organ setelah 8 Bulan Cekok Paksa Makan

19 Des. 2015 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Jilin, Tiongkok


(Minghui.org) Che Pingping telah mogok makan untuk memprotes penahanan palsu selama delapan bulan. Dia di cekok paksa makan tiga kali sehari dan sekarang menderita beberapa kegagalan organ.

Keluarga profesor 40 tahun ini hampir tidak bisa mengenalinya ketika mereka mengunjunginya beberapa hari yang lalu. Dia seperti orang uzur, rambutnya kotor dan berantakan, dan dia telah kehilangan setengah dari berat badan normal. Dia juga mengalami kesulitan berbicara atau berjalan.

Che Pingping

Che dijatuhi hukuman 4 tahun setelah penangkapan ke-7 di Oktober 2013 karena menolak untuk melepaskan keyakinannya pada Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok.

Untuk memprotes penahanan ilegal, Che mulai mogok makan di April 2015 ketika ditahan di Pusat Penahanan Kota Jilin. Para penjaga di sana mencekok paksa makan setiap hari.

Dia sudah dalam kondisi kritis ketika ia dipindahkan ke penjara pada 26 November, namun penjara membawanya tanpa melakukan pemeriksaan medis yang diperlukan. Dia melanjutkan mogok makan dan lagi bertemu dengan cekok paksa makan brutal. Setiap kali selang pengisi ditarik keluar, berlumuran dengan darah.

Para dokter penjara mengatakan bahwa beberapa organ tidak berfungsi.

Che ditahan di Divisi No 8, di mana beberapa praktisi Falun Gong telah meninggal atau menjadi cacat dari penyiksaan brutal, termasuk cekok paksa makan.

Sebagian daftar orang yang terlibat dalam penganiayaan Che:
Penjara Wanita Provinsi Jilin
Kepala Penjara, administrasi penjara: +86-431-85375021
Ni Xiaohong (倪笑红), kepala distrik penjara No. 8: +86-431-85375045
Ruang penjaga: +86-431-85375048
Wu Zeyun (武泽云), sipir: +86-431-85375001

Laporan terkait:
College Professor Gets Four Year Sentence after Seven Arrests for Refusing to Give Up her Beliefs

Chinese version click here
English version click here