Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Polisi Menahan Diri setelah Praktisi Mengajukan Tuntutan Hukum terhadap Jiang Zemin

25 Des. 2015 |   Oleh koresponden Minghui di Tiongkok


(Minghui.org) Sejak Mei 2015, praktisi Falun Gong terus mengajukan tuntutan hukum terhadap mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin karena memulai penganiayaan selama 16 tahun terhadap latihan spiritual.

Sekarang, pemerintah daerah menghubungi praktisi untuk membahas tuntutan hukum mereka terhadap Jiang Zemin. Namun, mereka hanya mengajukan beberapa pertanyaan dan kemudian membiarkan praktisi pergi. Tren terbaru ini adalah perubahan yang signifikan.

Pihak berwenang tiga kota di Tiongkok, Kota Renqin, Kota Jinan, dan Kota Chongqing, adalah di antaranya yang diketahui telah mengubah niat mereka dan menahan diri ketika hendak menganiaya praktisi.

Kota Renqiu, Provinsi Hebei

Yu Xiuduo: "Polisi pergi tanpa berkata apa-apa lagi"

Polisi datang bertemu Yu Xiuduo pada awal Oktober, menanyakan apakah dia telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Jiang Zemin. Yu mengakui telah mengirimkan tuntutan. Dia berkata, "Saya ditangkap secara ilegal beberapa kali karena penganiayaan yang diluncurkan oleh Jiang Zemin. Kesehatan saya memburuk karena penganiayaan oleh Jiang zemin." Polisi pergi tanpa berkata apa-apa lagi.

Ma Kaihun: Polisi Pergi

Ma Kaihua diminta pergi ke kantor desa dan berbicara tentang tuntutan hukum terhadap Jiang zemin. Polisi hanya mengatakan kepadanya untuk tidak mengajukan tuntutan. Ma berkata, "Ya, saya mengajukan tuntutan. Saya tak sadarkan diri selama 18 jam setelah saya disiksa. Selangka saya masih cacat. Semua orang-orang yang menyiksa saya melakukannya di bawah arahan Jiang Zemin. Saya menuntut Jiang Zemin, karena saya ingin memberikan kesempatan kepada orang-orang yang menyiksa saya untuk bertobat." Polisi pergi.

Mao Jianxun: "Polisi tidak berkata apa-apa"

Polisi datang ke rumah Mao Jianxun di awal Oktober, mengklaim bahwa itu ilegal menuntut Jiang Zemin. Mao menjawab, "Jiang Zemin menganiaya Falun Gong dan bertanggung jawab atas pengambilan organ dari praktisi. Setiap orang harus menuntutnya." Polisi tidak bisa berkata apa lagi kepadanya.

Li Yupeng: Kepala Sekolah dan Istrinya Pergi

Li Yupeng adalah seorang guru. Kepala sekolah dan istrinya mengunjungi rumah Li pada suatu hari.

"Mengapa anda menyebutkan nama kami dalam tuntutan anda terhadap Jiang Zemin," kata istri kepala sekolah. "Anda tidak memiliki hak untuk menuntut dia, mengingat struktur sekolah."

Li menjawab, "Kami menuntut dia karena pemerintah memungkinkan untuk melakukannya. Pemerintah mengeluarkan peraturan baru di mana semua tuntutan hukum yang diajukan oleh warga Tiongkok harus diproses. Kami dilindungi secara hukum. Juga, bagaimana anda tahu apa yang kami tulis dalam tuntutan?"

Kepala sekolah dan istrinya segera pergi.

Chen Fenglei: "Jangan pergi ke Beijing"

Pada Agustus, polisi memanggil Chen Fenglei dan bertanya apakah dia mengajukan tuntutan terhadap Jiang Zemin. Chen mengatakan ya. Polisi meminta agar ia harus datang ke kantor polisi.

Chen mengatakan kepada mereka bahwa ia dan istrinya ditangkap dan ditahan beberapa kali sejak awal penganiayaan pada tahun 1999. Dia mengatakan kepada mereka bahwa anak-anak mereka dibiarkan tanpa perawatan, dan bahwa ia dipenjarakan selama lebih dari 11 tahun. Dia menuntut Jiang Zemin karena Jiang zemin telah memerintahkan penganiayaan ini.

Polisi tidak banyak bicara. Mereka mengatakan, "Jangan pergi ke Beijing" dan kemudian membiarkan dia pergi.

Kota Jinan, Provinsi Shandong

"Naiki saja sepeda Anda"

Seorang polisi melihat seorang praktisi di jalan dan mengatakan kepadanya untuk pergi ke kantor polisi memverifikasi tuntutan terhadap Jiang Zemin. Praktisi bertanya apakah petugas bisa memberinya tumpangan.

"Jangan duduk di mobil polisi," kata petugas polisi, "Ini mungkin membuat orang berpikir bahwa anda ditangkap. Naiki saja sepeda anda."

Polisi "adalah korban yang sesungguhnya"

Seorang petugas polisi bertanya kepada seorang praktisi tentang tuntutan hukum terhadap Jiang Zemin. Praktisi berbicara kepadanya tentang Falun Gong dan berkata, "Anda adalah korban yang sesungguhnya yang dianiaya. Pencipta Falun Gong mengatakan kepada kami untuk membantu anda."

Polisi juga adalah korban, karena Jiang Zemin memerintahkan mereka untuk melakukan kejahatan terhadap praktisi Falun Gong.

"Jangan langsung ke Kejaksaan Agung," saran petugas, "Mulai dari tingkat yang lebih rendah dan lakukanlah dengan cara anda."

Kota Chongqing

Video Bukti Penganiayaan

Dua petugas polisi pergi ke rumah seorang praktisi pada 29 Oktober untuk memverifikasi tuntutan hukum terhadap Jiang Zemin. Mereka memintanya untuk mengisi dan menandatangani formulir, dan mengambil video saat ia mengisi formulir.

Orang tua itu berbicara kepada mereka tentang Falun Gong dan mengatakan kepada mereka bahwa Jiang Zemin adalah penyebab utama dalam penganiayaan terhadap Falun Gong. Ia menjelaskan bahwa Jiang Zemin telah menyebabkan kematian banyak praktisi, dan Jiang zemin telah melanggar konstitusi Tiongkok, Hukum Pidana Tiongkok, dan hukum internasional.

"Jika saya melakukan apa yang anda minta, akan ada bukti yang menunjukkan bahwa anda telah menganiaya praktisi. Ini akan merusak masa depan anda! Anda akan menjadi korban. Oleh karena itu, saya tidak bisa melakukan itu sehingga tidak merugikan anda."

Dua petugas paham, dan kemudian mereka setuju untuk mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Artikel terkait dcalam bahasa Mandarin:

http://www.minghui.org/mh/articles/2015/11/3/河北任丘市骚扰诉江公民的人员“知趣而退”-318543.html
http://www.minghui.org/mh/articles/2015/11/4/ 今非昔比, 诉 江 大潮 中 警察 变 了 -318610.html
http://www.minghui.org/mh/articles/2015/11/8/ 上门 "核实" 诉 江 的 警察 三 退 了 -318831.html

Latar belakang

Pada tahun 1999, Jiang Zemin, ketua Partai Komunis Tiongkok, mengabaikan anggota Komite Tetap Politbiro lainnya dan melancarkan penindasan berdarah terhadap Falun Gong.

Di bawah perintahnya, Partai Komunis Tiongkok membentuk lembaga keamanan di luar kerangka hukum, “Kantor 610” pada 10 Juni 1999. Organisasi tersebut berada di atas kepolisian dan sistem yudisial dalam melaksanakan perintah Jiang Zemin terkait Falun Gong: hancurkan reputasi mereka, bangkrut kan secara finansial, dan hancurkan mereka secara fisik.

Penganiayaan ini telah mengakibatkan kematian banyak praktisi Falun Gong selama 16 tahun terakhir. Lebih banyak lagi yang telah disiksa karena keyakinan mereka dan bahkan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya. Jiang Zemin bertanggung jawab langsung karena telah memulai dan melanjutkan penganiayaan brutal tersebut.

Konstitusi Tiongkok mengizinkan warga untuk menjadi penuntut dalam kasus pidana, dan banyak praktisi yang sekarang menggunakan hak tersebut untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap mantan diktator itu

Chinese version click here
English version click here