Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui Tiongkok | Tidak Ada Hal Kecil Dalam Kultivasi: Menemukan Keterikatan Dalam Kehidupan Sehari-hari

11 Feb. 2015 |   Oleh: Fang Zhengwen, praktisi Falun Dafa dari Provinsi Liaoning, Tiongkok

(Minghui.org)

Dalam daerah saya, tempat produksi materi klarifikasi fakta seperti bunga bermekaran di mana-mana dan materi yang dihasilkan berkualitas tinggi dan beraneka ragam.

Sayangnya, banyak praktisi tidak tahu banyak tentang perawatan peralatan. Bilamana sebuah printer mengalami sedikit masalah, mereka akan meminta bantuan dari praktisi yang memiliki keahlian teknik.

Jadi, selama beberapa waktu, saya bertanggung jawab untuk membantu praktisi menyelesaikan masalah teknik sederhana dan mencari orang setempat untuk memperbaiki printer. Ketika ada yang memberitahu saya bahwa ada printer tidak berfungsi, saya akan mengayun sepeda dan mengambilnya satu per satu, lalu mengembalikannya setelah diperbaiki.

Saya menjadi sangat sibuk. Saya berpikir di dalam hati, sebagai pengikut Falun Dafa, selama itu berkaitan dengan Dafa, saya akan melakukannya tak peduli betapa sulit dan merepotkannya.

Dengan berlalunya waktu, saya perlahan-lahan menyadari bahwa itu bukan hanya urusan memperbaiki peralatan, tetapi juga proses berkultivasi.

Mencari Ke Dalam Ketika Memiliki Perasaan Marah

Praktisi A dan saya berencana untuk bertemu dan pergi ke rumah praktisi B untuk mengambil printer. Tetapi kami terhalang dan saat tiba di tempat B, langit sudah gelap.

B bertanya dengan galak, ”Apakah kalian lelah?” Kami menjawab tidak. Ia berkata, ”Saya merasa lelah, menunggu kalian selama tiga jam.”

Setelah mengambil printer, saya bertanya kepada A, ”Bagaimana perasaanmu setelah mendengar perkataan B?” Ia tidak merasa kesal sama sekali. Dibandingkan dengan kemurahan hatinya, saya menyadari kemarahan saya. Saya mulai mencari ke dalam. Tiga jam memang cukup lama dan kami tidak memikirkan perasaan B. Saya hendak meningkatkan diri dalam hal ini.

Saya bawa printer itu ke tukang reparasi dan saat tiba di rumah sudah jam 22.00. Saya makan malam dan merenungkan apa yang telah terjadi pada hari itu. Saya merasakan bahwa perasaan marah telah hilang. Guru telah menyingkirkannya untuk saya.

Setelah printer diperbaiki, saya menelepon praktisi B dan bertanya kapan saya bisa mengembalikannya. Ia berkata, ”Biarkan di tempatmu. Dalam beberapa hari saya tidak punya waktu luang.” Ia menambahkan akan mengirim pesan kepada saya kapan saya bisa mengembalikan printernya.

Saya mulai merasa kesal dan berpikir, ”Kamu merasa cemas ketika printer perlu diperbaiki. Sekarang sudah diperbaiki, kamu tidak buru-buru mengambilnya dan saya harus menyimpannya untuk kamu. Mengapa kamu tidak memikirkan orang lain?” Saya segera menemukan kemarahan saya dan melenyapkannya.

Ujian-ujian lain mengikuti. Praktisi B memberitahu saya bahwa ia ingin menggunakan printer. Saya sedang terlibat dalam proyek dan memintanya untuk menghubungi praktisi lain. Ia berkata bahwa ia tidak bisa menghubungi praktisi itu dan merasa sangat cemas. Akhirnya, saya tidak punya pilihan selain membawa printer kepadanya.

Bis telah berhenti beroperasi dan naik taksi akan menghabiskan 40 yuan. Saya mengantarnya dengan mengendarai sepeda, dan seluruh tangan saya belepotan tinta hitam. Saya memahami bahwa gangguan ini timbul supaya saya marah kepada praktisi B dan menolak untuk mengantarkan printer kepadanya.

Saya tahu menyembunyikan sikap itu adalah tidak berguna, jadi saya memutuskan untuk mengantarkan printer itu. Saya membawa peralatan ke tempat pertemuan yang dijanjikan. Tapi B menyuruh saya harus berjalan lebih lanjut ke Utara. Saya berkata dalam hati, saya harus mengkultivasikan kesabaran saya, menghantarkan printer kepadanya dan tidak memikirkan atau merasakan apa pun.

Saya berhasil mengantarkan printer kepada B tanpa ada keluhan. Dalam perjalanan pulang, saya merasa lega. Saya tahu telah membuat kemajuan hal ini.

Mencari Kekurangan Diri Sendiri Ketika Melihat Kekurangan Orang Lain

Praktisi C adalah seorang wanita lansia yang sangat rajin ketika mengklarifikasi fakta kepada orang-orang di depan umum. Ia membawa banyak materi dengan becak dan pergi ke tempat-tempat ramai untuk membagikannya. Ia mengunduh materi, mencetak, menggandakan DVD dan membuat kartu serta amulet dengan pesan-pesan tentang Falun Gong.

Bilamana ia mengalami masalah dengan komputer atau printer, ia akan menelepon saya untuk meminta bantuan. Setelah tiba di tempatnya, ia akan menghabiskan waktu dengan mengeluh tentang praktisi lain. Saya berusaha memberitahu dia bahwa pasti ada kesalahpahaman, tetapi bagaimanapun saya berbagi pemahaman dengannya, ia tidak berubah. Saya mulai bertanya-tanya mengapa ia terus-menerus mengeluh kepada saya.

Saya teringat ajaran Guru:

“Ketika muncul perselisihan apa pun, muncul masalah apa pun, saya pernah beri tahu Anda sekalian, selain kedua orang yang berselisih harus mencari penyebab dari diri sendiri, orang ketiga juga harus memikirkan diri sendiri, mengapa hal ini diperlihatkan kepada Anda?” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Chicago Tahun 2004”)

Guru juga berkata,

“Sebagai orang Xiulian, mengintrospeksi ke dalam adalah sebuah pusaka.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Washington D.C. 2009”)

Saya membatin: ”Apakah saya mempunyai masalah yang sama?” Pasti ada alasan dalam hal ini. Saya menemukan bahwa saya memiliki konsep sebelumnya terhadap koordinator dan tidak menyelesaikan masalah ini. Saya memilih untuk membicarakan masalah ini dengan orang lain secara tersendiri, dari pada berbagi pemahaman saya secara belas kasih dan langsung dengan koordinator. Jadi saya salah karena tidak bertindak sesuai dengan Fa. Ketika meluruskan masalah saya, saya perhatikan praktisi C berhenti mengeluh kepada saya tentang praktisi lain.

Sekali lagi, saya menyadari tidak ada hal kecil dalam kultivasi. Semua hal terjadi bagi seseorang untuk meningkatkan Xinxing (moral, kualitas moral).

Mencari Ke Dalam Di Tengah Konflik

Kami berhenti mencetak Mingguan Minghui di daerah kami, dan saya berpikir untuk mengambil alih tanggung jawab itu. Dengan bantuan praktisi lain, saya mengedit edisi lokal kami. Jadi saya mulai mempelajari dasar-dasarnya dan ketika menemui masalah yang tidak bisa saya selesaikan, saya meminta bantuan praktisi lain.

Saat yang bersamaan, saya menaruh perhatian untuk membuang pengaruh kebudayaan Partai Komunis di dalam isi yang diterbitkan. Pekerjaan saya diulas dan diterbitkan oleh editor Minghui. Seiring kepercayaan saya bertambah besar, saya semakin menjadi mandiri.

Begitu saya mulai percaya diri, suatu malam, praktisi A meminta saya pergi ke rumahnya. Saya segera pergi ke sana dan terjadi hal yang memalukan. Ia berkata, ”Praktisi D hendak berbicara dengan kamu,” dan segera pergi.

Praktisi D berkata bahwa ia mempelajari tulisan saya tentang penganiayaan yang dideritanya di Mingguan Minghui dan laporan-laporan ini telah disebarkan ke umum. Ia merasa takut dianiaya lebih lanjut dan berharap saya berhenti melakukan hal ini.

Saya menjadi kesal dan membela diri. Saya berkata, ”Saya melihat laporan kejadian ini di website Minghui dan menggunakannya untuk disebarkan di daerah kita. Saya bersalah tidak memberitahu kamu terlebih dahulu sebelum menggunakan artikel tersebut.” Akan tetapi, ia terus mencecar saya atas perbuatan saya.

Saya merasa sangat tidak senang dengan praktisi A, yang membawa saya masuk ke dalam situasi ini. Saya merasa dikhianatinya dan memutuskan untuk berhenti mengerjakan proyek. Saya pulang dengan rasa amarah di hati. Selama sebulan lebih, saya tidak menulis apa pun. Kami berhenti mencetak koran mingguan. Selama masa ini, saya gagal mencari seseorang untuk mengambil alih tugas saya.

Melalui belajar Fa berulang-ulang, saya menyadari bahwa saya bersalah. Bukankah ini adalah kesempatan bagi saya untuk meningkatkan Xinxing? Saya melakukan hal yang begitu sakral. Jika keterikatan hati manusia saya tidak terungkapkan, bagaimana saya bisa melakukan lebih baik? Bagaimana saya bisa berkultivasi? Saya harus meneruskan penulisan artikel untuk Mingguan Minghui, mengungkap kejahatan dan membantu menyelamatkan lebih banyak orang.

Sekarang, saya masih bergumul dengan konsep-konsep manusia saya dan memiliki begitu banyak keterikatan untuk disingkirkan. Saya sekarang menyadari bahwa tidak ada masalah kecil dalam kultivasi. Segala kejadian pada diri saya mempunyai alasan. Hanya ketika saya menggunakan pusaka untuk mencari ke dalam, barulah saya sungguh-sungguh berkultivasi.

Sekarang saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan dengan gigih. Ketika menulis artikel untuk Mingguan Minghui dan tidak berjalan lancar, saya segera merenungkan terhadap pola pikiran saya. Apakah saya memiliki keterikatan hati manusia yang menahan saya? Adakah prinsip-prinsip Fa yang belum jelas bagi saya? Ketika saya menemukan sesuatu, saya segera meluruskannya dan inilah peningkatan.

Dalam kultivasi, kita terus-menerus memurnikan diri kita sendiri, berjalan keluar dari kondisi manusia dan menuju kedewaan.

Chinese version click here

English version click here