Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Seorang Ibu Mencari Keadilan Atas Kematian Anaknya

8 Feb. 2015

(Minghui.org) “Suami saya meninggal dunia ketika putra kami berusia lima tahun. Tidaklah mudah untuk membesarkan dua anak sebagai orangtua tunggal. Saya bertahan hidup hanya demi putra saya. Dia begitu baik dan sangat mencintai saya. Dia pernah berkata kepada saya: ‘Saya akan merawat ibu, bahkan jika harus menjadi seorang pengemis.’ Saya bekerja keras untuk membesarkannya. Dia kuat dan sehat, tetapi meninggal dunia ketika baru berusia 39 tahun. Mereka (pihak berwenang di Penjara Wumaping) mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab..” kata Peng Guangzhen, seorang ibu berusia 70 tahun yang mencari keadilan atas kematian putranya, Xu Langzhou, yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan di penjara Partai Komunis Tiongkok (PKT), dipenjarakan karena keyakinannya pada Falun Gong.

Peng Guangzhen dan putranya, Xu Langzhou

Keluarga Terpisah dan Xu Dianiaya hingga Meninggal Dunia

Peng Guangzhen adalah seorang praktisi Falun Gong, begitu juga dengan putranya sebelum terbunuh. Xu adalah seorang petugas polisi berprestasi di Kota Panzhihua, Provinsi Sichuan. Kelakuan baiknya pernah dimuat di media setempat beberapa kali. Dia menyumbangkan uang bagi “Proyek Harapan” untuk membangun sekolah bagi anak-anak miskin. Dia terkenal di kotanya sebagai “pekerja teladan” selama empat tahun berturut-turut atas kejujuran dan kerajinannya dalam bekerja.

Karena keyakinannya pada Falun Gong, Xu dipecat dari kantor polisi, ditahan, dan dikirim ke kamp kerja paksa dan dipenjara untuk waktu yang lama. Dia disiksa dengan metode Ranjang Kematian, disetrum dengan tongkat listrik (lebih dari 10.000 Volt), serta digantung dan dipukuli. Dia diikat dan dijemur di tengah terik matahari untuk waktu yang lama. Dia dipaksa untuk melakukan kerja buruh dalam suhu tinggi. Penahannya selama 8 tahun di penjara, dia tetap menjaga belas kasih dan kebijaksanaan sebagai seorang praktisi Falun Gong, dan dikagumi oleh beberapa penjaga penjara yang bersimpati. Enam bulan sebelum masa penahannya berakhir, dia tiba-tiba meninggal dunia. Kejadian sebelum kematiannya sangat mencurigakan.

Istrinya telah menceraikannya dan membawa putra mereka setelah dia dianiaya. Sejak itu, ibunya, Peng Guangzhen hidup sendirian.

Ilustrasi penganiayaan: Digantung dengan tangan diborgol ke belakang

Sulit Mencari Keadilan

Sejak Xu dihukum penjara selama delapan setengah tahun, ibunya tidak pernah berhenti memohon keadilan atas namanya. Ibunya memberitahu semua orang yang dijumpainya, ”Hukum Tiongkok tidak pernah melarang Falun Gong. Semua ini adalah propaganda media. Kita mempunyai hak untuk berkeyakinan pada Falun Gong dan berbicara kebenaran. Putra tidak bersalah. Dia harus dibebaskan segera.” Ibunya juga mengungkapkan bahwa Polisi kota Panzhihua menganiaya dan menjebak Xu.

Akibatnya, dia juga telah ditangkap dan dihukum penjara dua tahun. Petugas polisi menganiaya dia dengan Kursi Harimau dan mengikat kedua tangannya ke belakang punggungnya, serta menggantung dia hingga kakinya tidak menyentuh lantai. Ketika dia pingsan dan berhenti bernafas, petugas polisi menurunkan dan membiarkan dia pulih kembali.Di pusat penahanan, polisi terkadang menganiaya dia sampai kejang. Di penjara, dia ditempatkan di “ruang isolasi” selama tujuh bulan.

Hatinya hancur dengan kematian putranya, tetapi itu tidak menghalangi niatnya untuk mencari keadilan demi putranya.

Penjara Wumaping menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenasah anaknya

Setelah Xu meninggal dunia, Penjara Wumaping menolak untuk melakukan autopsi.  Kejaksaan Leshan juga berbohong kepada ibunya, “Kami sudah melakukan autopsi. Kematiannya normal.” Akan tetapi ketika diminta laporan autopsinya, pihak kejaksaan tidak memberi jawaban.

Penjara dan Kejaksaan melakukan segala hal yang bisa mereka lakukan utuk mencegah keluarga Xu melakukan autopsi. Keluarga kemudian menghubungi beberapa kantor forensik di provinsi lain, tetapi sebagian besar dari mereka menolak untuk menangani. Ketika akhirnya salah satu kantor forensik melakukan autopsi, mereka menolak untuk memberikan laporan otopsi kepada Peng. Walaupun dia adalah satu-satunya anggota keluarga Xu yang hadir, dia dipaksa keluar dari fasilitas tersebut oleh dua polisi wanita.

Ketika Peng mendatangi penjara untuk meminta catatan medis dan laporan otopsi putranya, beberapa penjaga menyerang dan mengancam dia untuk mengkremasi jasad Xu. Para penjaga bahkan mengancam pengacara yang disewanya dari Beijing. Penjara menggunakan jalur Biro Pengadilan Beijing dan memaksa pengacara itu pergi.

Peng tidak dapat menemukan kantor pemerintah untuk membantunya. Sebagian besar staf bersimpati sampai mereka menyadari bahwa kasus ini berkaitan dengan Falun Gong. Kemudian mereka mulai menghindari topik ini atau membela pihak penjara, sepertinya setiap kejahatan apapun yang berkaitan dengan praktisi Falun Gong diijinkan di Tiongkok.

Akhirnya, Peng secara resmi menuntut Penjara Wumaping untuk memberi kompensasi negara dan memohon keadilan ke Pengadilan Tinggi Provinsi Sichuan. Dalam waktu itu, dia mengalami lebih banyak perlakuan yang tidak masuk akal.

Setelah Peng mengajukan kompensasi dari negara, dia juga mengajukan keluhan terhadap penjara yang hanya mengijinkan kunjungan keluarga jika membawa surat dari Kantor 610, dimana adalah ilegal. Resepsionis dari Biro Penjara, yang menghubungi pihak penjara dan mengkonfirmasikannya, memberitahu Peng bahwa dia membutuhkan surat pernyataan dari penjara untuk melaporkan keluhan.

Pengadilan tinggi mengabaikan tuntutan Peng. Peng tidak mendapat jawaban setelah mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Sichuan pada Oktober 2013. Tiga bulan kemudian ketika dia pergi untuk menindaklanjuti, pengadilan tinggi mengatakan bahwa kasus tersebut telah melewati batas waktu dan menolak untuk menerimanya. Setelah Peng menunjukan tanggal pengajuan, pengadilan tinggi tidak punya alasan untuk menolaknya, sehingga mereka menerima kasus tersebut pada 24 Januari 2014.

Pengadilan tinggi tidak menyidangkan kasus ini secara terbuka. Hanya tiga orang yang diijinkan untuk menyaksikan, kemudian berubah menjadi hanya tiga anggota keluarga. Tepat sebelum pengadilan dimulai, mereka tidak mengijinkan seorang pun untuk menyaksikan persidangan. Peg dan pengacaranya melakukan protes, dan pengadilan mengijinkan anggota keluarga dan teman-teman mereka masuk.

Selama persidangan, penjara hanya menyediakan kesaksian dari tahanan lain dan penjaga. Pihak penjara juga membuat catatan medis palsu dan memanipulasi laporan forensik untuk menghindari tanggung jawab atas kematian Xu. Penjara tidak memberikan rekaman video apapun yang diminta oleh pengacara. Pengacara menunjukkan bahwa pihak penjara tidak bisa membuktikan bahwa mereka tidak menganiaya praktisi Falun Gong, ataupun mereka bisa membuktikan bahwa mereka tidak bertanggung jawab terhadap kematian Xu.

Peng berkata, ”Putra saya dihukum penjara karena keyakinannya. Tidak ada landasan hukum untuk menganiaya Falun Gong, bahkan menurut hukum resmi Tiongkok. Falun Gong mengajarkan kami menjadi orang baik dan jujur.” Dia memberitahu ketua pengadilan, ”Saya akan terus-menerus mengajukan tuntutan, bahkan jika saya harus pergi ke PBB.”

Pengadilan ditunda tanpa ada keputusan.

Tahun 2013, Peng mengirimkan lebih dari 200 surat untuk mengajukan tuntutan atas putranya






Peng Guangzhen mengunjungi beberapa kantor pemerintah






Beberapa penghargaan milik Xu Langzhou


Surat Xu Langzhou kepada ibunya dari dalam penjara

Pihak-pihak yang Terlibat dalam Penganiayaan Terhadap Xu Langzhou :

Penjara Jiazhou di Provinsi Sichuan (penggabungan Penjara Wumaping dan Penjara Chuannan)

Telepon : +86-833-2349097, +86-833-2349089
Zhu Wei (祝伟), Sipir dan Sekretaris PKT dari Penjara
Tian Yi (田义), Wakil Sipir
Zhang Jian (张健),  Sipir dari bangsal ke-7
Man Maolin (满茂林)
Yang Jianjuan (杨建元)
Seseorang dengan nama belakang JiQui Yunnan(邱云南):  : wakil sipir untuk kelompok baru di penjara. 86-13890685086 (selular)
Bai Yang (白洋)
Liu Yubin (刘玉斌)

Kantor Pengacara di Penjara untuk Kantor Kejaksaan Kota Leshan:
Li Lei (李雷): Direktur
Zhang Xianzhong (张先中):  +86-833-2116064

Penjara Kota Chengdu untuk Pasien:
He Zhengde (何正德): Direktur
Dokter penjara yang terlibat dalam kasus Xu Rangzhou:
Tang Ruichen, (唐锐臣), Tang Xiaofan (唐小凡), Wang Jun (王君), Zhao Shumei (赵书梅), Liu Jianhang (刘舰杭), Liu Tianming (刘天明)

Perawat-perawat di dalam penjara yang terlibat di dalam kasus Xu Langzhou:
Yao Qiushuang (姚秋霜), Xu Yongliang (许水良), Huang Yawen (黄雅文), Fu Rui(符锐), Liang Xiaorong (梁晓蓉), Gao Simao (高思懋), Zhu Jihong (朱继红), Yang Jie (羊婕), Zhang Cuilan (张翠兰), Deng Hongyan (邓鸿雁), Deng Li(邓莉), Mao Simin (毛思敏), Zhao Chunyan (赵春艳), Lai Jin (赖静), Xie Yaoyao (谢遥遥)

Artikel terkait:
Petugas Polisi Teladan, Xu Langzhou dari Kota Panzhihua, Provinsi Sichuan, Meninggal Dunia dengan Kondisi yang Mencurigakan (Foto)

Chinese version click here
English version click here