Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pengalaman Kultivasi Falun Dafa

11 Maret 2015 |   Oleh: Qing Chun, praktisi dari Kota Jiamusi, Tiongkok

(Minghui.org) Saya pernah menderita sakit di dada, leher dan penyakit lainnya sebelum berlatih Falun Dafa. Tetapi saya sekarang telah berubah menjadi orang yang benar-benar sehat dan berenergi. Di usia 70 tahunan, saya bahkan bisa langsung naik ke lantai tujuh atau delapan tanpa mengalami kesulitan bernapas. Adalah sangat mudah bagi saya untuk membawa karung beras seberat 22 kg ke lantai tiga. Orang-orang yang mengenal saya semua mengetahui kebaikan hati saya terhadap mereka; oleh karena itu mereka tahu bahwa Falun Dafa adalah baik.

Mata ketiga saya terbuka setelah berlatih Falun Dafa. Saat menonton rekaman ceramah Guru, saya melihat diri saya sedang duduk di atas awan. Saya juga punya pengalaman lain di suatu pagi di musim panas tahun 1997, selama latihan pagi bersama rekan-rekan praktisi. Saya berpikir bahwa akan menyenangkan bila saya bisa melihat tempat latihan tampak seperti apa di dimensi lain. Saya pun segera melihat pemandangan, ada selubung transparan melingkupi tempat latihan, ada sebuah Falun yang berputar, dan tulisan-tulisan di buku Dafa nampak berwarna keemasan.

Saya bertemu dengan istri seorang rekan praktisi di jalan pada tahun 2002. Dia bukan seorang praktisi. Dia mengatakan kepada saya bahwa konferensi berbagi pengalaman akan diadakan di rumahnya. Saya pulang untuk memancarkan pikiran lurus dan melihat bahwa rumah wanita itu terlindungi dengan penutup yang besar dan beberapa Buddha duduk di atasnya. Saya mengatakan kepada rekan-rekan praktisi tentang hal itu, di mana menyemangati mereka dan memperkuat kepercayaan diri mereka untuk berkultivasi Dafa.

Suatu malam di musim dingin, saya pergi keluar untuk membagikan materi informasi Falun Dafa. Saat berkonsentrasi membagikan materi informasi, seorang pemuda berjalan ke arah saya dan mengulurkan tangan ke arah saya. Sebelum menyentuh saya, tiba-tiba dia berteriak, dia merasa takut dan langsung melarikan diri. Saya tahu Guru telah melindungi saya.

Kaki saya terdapat beberapa benjolan merah, dan cukup menyakitkan pada akhir tahun 2006. Suatu malam saya bermimpi. Saya melihat satu makhluk kejahatan menyumpah saya dan mengatakan bahwa dia menginginkan saya mati. Saya terbangun, dan langsung duduk untuk memancarkan pikiran lurus serta mencari ke dalam. Saya menemukan alasan atas penyakit itu bahwa saya melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadap Dafa.

Saya mengabaikan karma penyakit itu dan terus berlatih. Di malam hari saya pergi bersama dengan rekan-rekan praktisi untuk membagikan materi informasi dan memasang poster.

Beberapa hari kemudian saya menemukan kaki saya sudah normal kembali. Saya menyadari betapa seriusnya berkultivasi Falun Dafa. Saat belajar Fa saya akan menyilangkan kaki sebagai rasa hormat karena mata ketiga saya melihat bahwa seluruh makhluk suci di surga berlutut untuk mendengarkan ceramah Guru.

Kelompok saya mengemban tugas untuk mencetak Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis, dan saya bertanggung jawab untuk mencetak materi. Lengan kanan saya sakit dan mengganggu pekerjaan saya. Namun, saya melafalkan Fa Guru, dan pekerjaan itu selesai tanpa masalah.

Para praktisi di kota saya memutuskan untuk membakar kembang api. Saya ikut dengan mereka, namun terjadi kecelakaan. Angin besar menjatuhkan saya, dan bahu kanan saya menyentuh tanah terlebih dahulu. Saya mencoba bangkit beberapa kali. Ada rasa sakit di sekujur tubuh selama lebih dari empat bulan setelah itu. Saya tahu itu adalah kesengsaraan bagi saya untuk dilalui.

Saya mengalami sakit perut ketika bergabung dalam kelompok belajar Fa. Salah satu praktisi terus-menerus mengoreksi pengucapan saya "Ren" dan "Zhen" (Sabar dan Sejati). Saya ingin membacanya secara akurat, tapi selalu gagal. Semakin banyak rekan praktisi mengoreksi saya, semakin saya mengucapkannya dengan tidak benar. Saya bahkan merasa seperti mau muntah karena sakit di perut.

Saya mulai menjadi kesal: Mengapa dia memberi kesulitan seperti ini kepada saya? Semakin saya memikirkannya, pembacaan saya semakin buruk. Saya tidak bisa membaca bahkan satu kalimat pun dengan baik. Rekan praktisi sangat marah dan berkata keras: "Ini adalah Fa! Lihatlah materi. Apa yang Anda baca?" Saya mengkritik dia langsung di tempat. Namun, saya merasa diri saya  buruk, dan saya hampir menangis.

Puisi Guru pun muncul dalam pikiran saya, yang berbunyi :

“Ratusan derita sekaligus menimpa; Coba melihat bagaimana dia bisa hidup.” (“Derita Pikiran dan Hatinya,” Hongyin)

Saya melafal puisi ini dan menjadi tenang.

Ketika sedang belajar Fa di rumah, saya terus-menerus melihat ke dalam dan menemukan keterikatan ini: Saya merasa tidak senang jika dikritik. Jika melihat praktisi terlambat tiba untuk belajar Fa, saya berpikiran buruk terhadap mereka.

Ketika saya menyampaikan hal ini kepada seorang rekan praktisi, saya tidak tahan dan menangis. Sebenarnya saya harus merasa senang karena mengeluarkan benda kotor tersebut.

Praktisi di kelompok kami pergi untuk mengklarifikasi fakta di suatu sore. Seorang praktisi mengatakan kepada saya bahwa dia mendengar beberapa informasi palsu tentang Guru, yang disebarkan dari Korea Selatan. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak seharusnya menyebarkan gosip semacam ini lagi.

Guru menekankan masalah ini: "... Masih ada sebagian praktisi sudah sejak dahulu selalu mengikuti situs internet kejahatan...." ("Apa yang Disebut Membantu Shifu Meluruskan Fa?" Petunjuk Penting Gigih Maju III)

Keesokan harinya di waktu makan siang ketika saya memancarkan pikiran lurus untuk membersihkan dimensi saya, benda hitam seukuran bola voli keluar dari sisi kanan dahi saya. Pikiran saya langsung merasa sangat ringan. Perasaan buruk selama empat bulan terakhir ini telah lenyap.

Saya berpikir mengapa saya menderita karma penyakit selama lebih dari empat bulan. Meskipun saya telah mencari ke dalam, namun itu hanya di permukaan, dan tidak akan dihapus dari akarnya. Saya tidak melepaskan keterikatan saya. Saya menyadari bahwa jika semua konsep manusia saya hilang, kondisi itu adalah kondisi kehidupan yang telah tercerahkan.

Menyelamatkan Praktisi dari Kantor 610

Seorang praktisi akan dibebaskan dua tahun yang lalu. Namun, sebelum dibebaskan, beberapa praktisi lain telah dibebaskan terlebih dahulu, tapi kemudian ditangkap lagi oleh petugas dari Kantor 610 dan dikirim ke salah satu pusat pencucian otak untuk dianiaya. Jadi saat itu kami tidak membiarkan hal itu terjadi, dan kami merencanakan untuk mengambil tindakan di dalam kelompok kami.

Saya naik bus pagi-pagi sekali di hari pembebasannya ke lokasi dekat penjara untuk memancarkan pikiran lurus. Banyak praktisi lainnya juga datang, termasuk seorang wanita bersama seorang anak kecil. Hari itu sangat dingin. Kami semua dengan tenang memancarkan pikiran lurus.

Sekitar pukul 09:00, staf Kantor 610yang terdiri dari tiga sampai empat orang, datang dengan mobil mereka ke penjara. Satu mobil polisi diparkir di luar gerbang penjara. Sopir keluar dari mobil dan mengucapkan beberapa kata kepada penjaga penjara. Saya memancarkan pikiran lurus agar mereka tidak merintangi proses pembebasan ini.

Kami, praktisi yang lebih tua memancarkan pikiran lurus untuk mengelilingi kendaraan polisi: "Rekan praktisi harus pulang dengan selamat." Anggota keluarganya juga mengatakan: "Hal yang terbaik adalah memiliki teman-teman praktisi yang melindungi dia."

Praktisi  yang ditahan keluar dari penjara dan menuju mobil keluarganya. Setelah mengemudi beberapa saat, ia pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam sebuah gedung. Kendaraan polisi masih mengikuti mobil keluarganya. Kemudian praktisi ini dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman.

Dengan demikian agen Kantor 610 setempat tidak dapat menjalankan rencana mereka lagi.

Chinese version click here

English version click here