Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Belajar Fa Tidak Bisa Menggantikan Memancarkan Pikiran Lurus

15 Maret 2015 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok


(Minghui.org) Dalam "Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco 2014," Guru menyebutkan bahwa beberapa praktisi merasa sedih, lesu, dan malas.

Guru berkata:    

"Saya beri tahu kalian, banyak sekali kehidupan buruk yang halus, mereka seperti debu menyelubungi anda, menyelubungi pikiran manusia, tetapi itu tidak terhitung sebagai apa-apa, anda memancarkan pikiran lurus niscaya dapat membasmi benda-benda busuk itu."

Saya berada dalam kondisi kultivasi yang buruk beberapa waktu, mengulur-ulur waktu dan malas. Meskipun saya cemas, saya tidak bisa melepaskan diri dan menerobosnya. Ketika saya berbicara dengan praktisi lain, saya mengetahui bahwa beberapa dari mereka mengalami masalah yang sama dan juga merasa frustrasi.

Setelah membaca ceramah Guru, saya menemukan apa yang menjadi masalah saya.

Pertama, saya menyadari bahwa saya tidak menyadari pentingnya memancarkan pikiran lurus dan telah melakukannya dengan serampangan. Saya ingin melakukan lebih baik setelah saya membaca ceramah, jadi saya memancarkan pikiran lurus secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu setiap kali saya bisa untuk membersihkan medan saya.

Saya biasanya menderita rasa sakit di lutut kanan. Saya mencoba memancarkan pikiran lurus untuk mengurangi rasa sakit, tetapi tidak berhasil. Kadang-kadang saya bahkan tidak bisa menahan berat badan pada kaki kanan ketika saya berjalan. Setelah saya membaca ceramah Guru, saya memancarkan pikiran lurus selama hampir dua jam untuk menyingkirkan "kehidupan buruk yang halus" seperti yang dikatakan Guru.

Saya fokus untuk menyingkirkan unsur-unsur buruk. Lutut saya merasa jauh lebih baik setelah itu dan rasa sakit itu lenyap.

Melakukan dengan Baik di Semua Aspek

Suatu kali saat memancarkan pikiran lurus, saya merasakan kekacauan kosmik dalam tubuh saya, dan bahwa lapisan "elemen malas" yang menyebabkan saya merasa lelah. Saya tahu karena saya belum berkultivasi dan memancarkan pikiran lurus dengan sungguh-sungguh, sehingga unsur-unsur buruk membentuk penghalang yang mencegah saya menjadi gigih. Karena itu, saya merasa tak berdaya, pasif, dan tidak bisa meningkatkan diri.

Saya merasakan apa yang Guru jelaskan:

"Maka anda dibuat tak berdaya, pasif, agar anda menjadi malas-malasan, benda tersebut justru membuat anda tidak dapat membangkitkan semangat."

"Namun benda tersebut dengan sebuah pikiran sudah akan terbasmi tuntas. Justru pikiran lurus anda kurang, maka pikiran lurus tidak dapat dibangkitkan, jadi ia tidak berfungsi." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco 2014")

Saya melihat beberapa praktisi juga berada dalam kultivasi yang kurang baik. Beberapa memancarkan pikiran lurus dengan telapak tangan mereka ke bawah, sementara yang lain menderita karma penyakit atau kesengsaraan yang dialami dalam waktu lama. Mungkin keadaan mereka adalah hasil dari tidak memperhatikan memancarkan pikiran lurus untuk menyingkirkan gangguan. Semakin lama mereka dalam kultivasi yang kurang baik, mereka kurang percaya diri, dan mereka menjadi lebih pasif.

Beberapa praktisi, di sisi lain, telah menyadari bahwa dengan memancarkan pikiran lurus mereka secara aktif menyingkirkan unsur-unsur buruk. Saya sarankan mereka yang dalam keadaan kultivasi yang buruk atau mengalami kesengsaraan untuk melafalkan kalimat dalam memancarkan pikiran lurus dari ceramah terbaru Guru. Jika praktisi memahami pentingnya dan kekuatan pikiran lurus, mereka dapat bertahan dalam melakukannya sampai elemen buruk hancur!

Dulu saya berpikir bahwa belajar Fa lebih sering bisa menggantikan memancarkan pikiran lurus. Tapi setelah pengalaman ini, saya menemukan bahwa kita harus melakukannya dengan baik di semua aspek, mulai dari belajar Fa dan melakukan latihan, memancarkan pikiran lurus, dan mengklarifikasi fakta.

Kita tidak bisa menggantikan satu hal dengan hal yang lain. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan untuk rajin memancarkan pikiran lurus.

Mencari ke Dalam dan Sungguh-sungguh Berkultivasi

Beberapa praktisi telah mengalami penderitaan dari anggota keluarga mereka, mengalami karma penyakit, atau menderita kesulitan keuangan. Meskipun mereka mencoba, mereka merasa terjebak dan kelelahan, dan beberapa dari mereka menjadi mati rasa.

Saya juga berada dalam situasi yang sama. Ketika saya tenang dan mencari ke dalam, saya tahu itu karena saya tidak berkultivasi dengan sungguh-sungguh.

Ketika saya dihadapkan dengan segala macam kesulitan dan konflik, saya menemukan bahwa keterikatan saya untuk perasaan dan keuntungan adalah hambatan nyata. Saya mencari ke dalam dan memahami bahwa melepaskan "ego" adalah hal paling sulit dilakukan.

Guru berkata:

"Jika kita dapat mengevaluasi dari aspek kita sendiri di saat menjumpai masalah apapun, saya katakan bahwa orang tersebut sungguh luar biasa, di jalan anda mencapai kesempurnaan niscaya tidak ada rintangan apapun yang dapat menghalangi anda. Kita umumnya di saat menjumpai masalah apapun, selalu memandang ke luar, mengapa kamu memperlakukan saya seperti ini? Dalam hati merasa telah diperlakukan tidak adil, bukan sebaliknya memeriksa diri sendiri, ini merupakan hambatan paling besar dan paling fatal bagi semua makhluk hidup." ("Ceramah Fa pada Konferensi di Singapura")

Satu-satunya cara untuk mengatasi kesulitan adalah berkultivasi dengan sungguh-sungguh. Jika kita bisa melakukan seperti yang Guru ajarkan, maka kita akan bisa melihat sumber masalahnya. Jika kita mengultivasi diri sesuai dengan prinsip-prinsip Fa, menjaga Xinxing tanpa keluhan, dan memperlakukan setiap orang dengan kebaikan, tidak hanya kesengsaraan yang dimusnahkan, kita juga akan dapat menyelamatkan orang-orang.

Salah satu alasan mengapa kita tidak dapat menyelesaikan konflik dan mengatasi kesengsaraan karena kita tidak mencari ke dalam untuk mengultivasi diri kita sendiri. Kita memegang erat keterikatan dan tidak memperhatikan memancarkan pikiran lurus.

Di masa lalu, saya akan menunjukkan masalah praktisi segera setelah saya melihatnya, dan saya pikir bahwa saya bertanggung jawab kepada mereka. Saya sekarang menyadari bahwa pikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar. Sebagai seorang praktisi Xiulian, kita harus terlebih dahulu mencari ke dalam dan tidak "memandu" orang lain, atau mencari kekurangan orang lain.

Kultivasi adalah masalah serius. Kita harus mencari ke dalam tanpa syarat, berhati-hati terhadap segala sesuatu yang kita lakukan, dan tidak mengabaikan bahkan yang terkecilpun. Kita tidak akan dapat mencapai standar jika kita melewatkannya bahkan hanya satu hal kecil.

Guru berkata:

"Ada kalanya di tengah Xiulian ada cobaan yang tak terlewati, tidak dapat menemukan keterikatannya, itu dikarenakan ada sejumlah masalah sepele tidak dijadikan perhatian. Sesungguhnya hal yang lebih kecil lagi, jika tidak memenuhi kriteria juga tidak dibenarkan." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa di San Francisco 2014")

Rekan-rekan praktisi, marilah kita memanfaatkan momen dan menebus waktu yang hilang. Guru berkata, "...Xiulian-lah seperti pada saat awalnya, pasti akan menghasilkan buah sejati." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa International di New York 2009")

Ini adalah pengalaman dan pemahaman saya saat ini. Mohon tunjukkan sesuatu yang tidak pantas.

Chinese version click here
English version click here