Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wanita Mendapatkan Keberuntungan Setelah Membantu Praktisi Falun Gong

22 Maret 2015 |   Oleh praktisi Falun Gong di Provinsi Hebei, Tiongkok


(Minghui.org) Bibi saya agresif dan cepat marah. Tapi ketika Falun Gong diperkenalkan ke desa saya pada tahun 1996, dia menawarkan rumahnya sebagai tempat pertemuan bagi para praktisi untuk belajar Fa, meskipun dia sendiri tidak ikut berlatih.

Mertuanya memiliki kesehatan yang buruk dan mereka mendengar bahwa Falun Gong bisa membantu mereka. Beberapa bulan kemudian, ayah mertuanya pulih dari pendarahan otak, tangan dan kaki ibu mertuanya kembali lentur setelah melakukan latihan.

Pada waktu itu, bibi saya memulai bisnis mengantarkan tabung gas ke restoran di Beijing. Dia tidak punya banyak uang, jadi dia meminjam 5.000 yuan sebagai modal. Sejak mertuanya pulih kesehatannya, mereka bersedia memberikan bantuan. Bibi saya sangat senang atas bantuan mereka.

Sembuh dari Percobaan Bunuh Diri

Bibi saya bertengkar dengan suaminya. Karena marah, dia overdosis pil, mengalami koma, dan dilarikan ke rumah sakit. Tiga hari kemudian, saya pergi ke rumahnya untuk belajar Fa dan mendengar apa yang terjadi dari ibu mertuanya.

Bibi saya tampak pucat. Dia dengan lemah bercerita tentang insiden tersebut dan mengatakan bahwa dia telah berbaring di posisi yang sama sejak ia kembali ke rumah karena dia tidak memiliki kekuatan untuk bergerak. Dia merasa sangat tidak nyaman dan ingin saya membalikkan tubuhnya.

Bibi saya gendut dan tinggi, jadi saya memanggil ibu mertuanya untuk membantu. Sebelum kami mampu membalikkan tubuhnya, dia sudah kehabisan napas. Saya kemudian bergegas pulang mencari kaset ceramah Guru diputar untuknya.

Ketika saya mengunjunginya keesokan harinya, dia berkata, "Falun Gong luar biasa! Setelah saya selesai mendengarkan rekaman pertama, saya bisa mendorong badan ke samping di tempat tidur. Setelah rekaman ketiga, saya bisa membalikkan diri dan merasa lebih kuat." Dari pengalaman ini, bibi saya bahkan lebih teguh dalam keyakinannya bahwa latihan adalah baik.

Teguh atas Penganiayaan oleh Rezim Tiongkok

Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai menganiaya praktisi Falun Gong pada tahun 1999, kami kehilangan lingkungan latihan, dan kami tidak lagi berkumpul untuk belajar, dan rumah bibi saya menjadi target pelecehan. Staf desa dan polisi sering pergi ke sana untuk melecehkan keluarganya.

Suatu hari ketika bibi saya pergi ke Beijing untuk mengantarkan tabung gas, polisi setempat membawa ayah mertuanya ke tahanan dan memaksa dia menghadiri sesi cuci otak untuk memaksanya meninggalkan keyakinannya. Ketika bibi saya kembali dan mendengar tentang hal itu, dia mengajak saya untuk mencarinya.

Kami tahu di mana mereka menahan praktisi Falun Gong. Dia menghadapi salah satu petugas polisi dan berkata, "Ayah mertua saya pernah mengalami stroke. Dia terbaring di tempat tidur dan tidak bisa bekerja. Setelah berlatih Falun Gong, kesehatannya pulih kembali. Sekarang anda telah menyeretnya ke sini - jika ia memiliki masalah, anda akan bertanggung-jawab atas apapun yang terjadi padanya."

Itu membuat polisi dan staf Kantor 610 takut. "Anda bisa menggunakan mobil untuk membawa ayah mertua anda pulang," kata mereka.

"Saya tidak membawa mobil," jawabnya. "Anda menyeretnya ke sini, anda harusĀ  membawanya kembali."

Staf Kantor 610 menghubungi kepala partai desa untuk mengatur transportasi. Ayah mertuanya dan dua praktisi lainnya dibawa pulang dalam waktu setengah jam.

Sebuah Penyelamatan yang Berani

Setelah kejadian ini, mertua bibi saya mengalami banyak gangguan dari anggota keluarga lainnya. Salah seorang paman terus mengatakan kepada mereka melepaskan Falun Gong untuk menghindari lebih banyak masalah dari pemerintah. Kemudian, pada Bulan Oktober 2002, ibu mertuanya meninggal. Bibi saya mengatur pemakaman besar dan menolak mendengarkan gosip tentang ibu mertuanya.

Pada satu kesempatan, dua praktisi dari desa lain mengunjungi saya, dan polisi muncul untuk mengganggu keluarga saya. Tanpa penjelasan, 4-5 petugas berusaha membawa dua praktisi ini ke kantor polisi.

Perdebatan kami dengan polisi membuat bibi saya waspada. Setelah mengtahui apa yang sedang terjadi, ia kembali ke rumah mengambil mobil van dan melambai kepada dua praktisi untuk masuk ke dalam.

Sementara polisi berdebat dengan saya, dua praktisi melompat ke dalam mobil van. Bibi saya membawanya pergi.

Ketika polisi melihat dua praktisi telah pergi, mereka berpikir bahwa rumah saya memiliki jalan rahasia. Ibu mertua saya melihat apa yang terjadi dan bercanda dengan mereka, "Kalian tidak akan dapat menemukan mereka. Mereka terbang jauh." Polisi akhirnya pergi.

Sejak itu, bisnis bibi saya lebih makmur dari sebelumnya. Hal ini telah berkembang dari mengantarkan tabung gas menjadi berinvestasi ke fasilitas mandi umum dan real estate. Asetnya melonjak dari nol sampai puluhan juta yuan. Keluarganya kini dikenal karena keberuntungan dan kemakmuran mereka.

Chinese version click here
English version click here