Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Karma Penyakit Berkepanjangan yang Terlihat Dalam Keadaan Jian-Wu (Bagian 5)

29 Maret 2015 |   oleh pengikut Dafa daratan Tiongkok, Hong Yuan

(Minghui.org)

Lanjutan dari Bagian 4

Catatan: artikel ini adalah keadaan yang terlihat oleh penulis dalam kondisi pribadinya, dipublikasikan hanya sebagai referensi untuk rekan-rekan sesama praktisi, harap tetap berpedoman pada Fa sebagai Guru.

7. Bicaranya lain di bibir lain di hati, tidak menepati janji, menyebabkan celah kebocoran bagi kekuatan lama untuk melakukan penganiayaan


Saya pernah bertemu seorang praktisi yang lumpuh, banyak rekan praktisi dalam jangka panjang membantunya memancarkan Zheng Nian, namun tidak berefek, ada sebagian praktisi bahkan mulai goyah. Setelah ditelusuri sebabnya, saya menemukan praktisi tersebut beberapa puluh tahun yang lalu pernah mengucapkan janji secara asal-asalan, ia belum merealisasinya, sekarang ada makhluk yang tingkatnya sangat rendah menagih janjinya, rekan-rekan praktisi walau memancarkan Zheng Nian juga tidak dapat mengatasinya. Sedangkan praktisi ini di saat belajar Fa, sesekali masih menyinggung perihal janji tersebut, dia tidak menyadari bahwa ini merupakan isyarat yang ditunjukkan padanya, bahwa dia harus menyelesaikan masalah janji ini. Dia malah tidak menganggapnya sebagai masalah. Saya kemudian memperingatkan dia, bertukar pendapat bersama dia atas dasar prinsip Fa. Walaupun itu adalah janji sebelum dia menjalani Xiulian, setelah Xiulian merasa itu adalah sebuah janji yang salah, namun anda tidak mencairkannya, tidak memberi jalan lain sebagai solusinya, hal ini juga tidak dibenarkan. Belakangan dia telah memahami, lalu menyelesaikan masalah ini secara tuntas, lumpuh yang dia derita juga sembuh secara alami.

Karma penyakit semacam ini, jika masalah pokoknya tidak diselesaikan, akan terus mengulur waktu, membuat karma penyakit berulang-ulang, makin lama semakin berat.

Shifu dalam Zhuan Falun mengatakan: “Bagi saya perkataan yang tidak ingin saya ucapkan, tidak akan saya ucapkan, tetapi yang telah saya ucapkan pasti adalah perkataan yang benar“.

Kandungan makna pada tingkat paling rendah dari sepotong Fa ini, anda sekalian sebenarnya sudah jelas. Prinsip ini mengekang segalanya, mengekang manusia biasa, ia tidak semata-mata mengekang “ orang budiman yang memegang teguh ucapannya”, juga mengekang “orang yang mengingkari ucapannya”, lebih-lebih mengekang orang Xiulian. Namun ada rekan praktisi terbiasa berbicara tanpa rasa tanggung jawab, demi mencapai suatu tujuan berbicara berlebihan, bahkan yang dia bayangkan diucapkan sebagai kenyataan, berjanji dengan sesuka hati, setelah menimbulkan kerugian bagi rekan praktisi, dia mengelak diri dari tanggung jawab. Ada yang mengingkari ucapan dan janjinya, ada yang tidak mengakui kesalahannya, ada pula yang mencari orang lain untuk dijadikan kambing hitam. Ada yang selalu beranggapan: “saya hanya sekedar berucap asal-asalan, siapa yang akan menganggapnya sebagai sungguhan?” namun kerugian yang ditimbulkan karena hal ini bagaimana diperhitungkan?

Shifu dalam artikel “Menyisihkan pasir” mengatakan: “Prinsip alam semesta adalah demikian:  Apa pun yang telah dilakukan oleh suatu kehidupan, dia juga harus bertanggung-jawab terhadapnya.

Menurut pengamatan saya, berbicara itu juga merupakan suatu perilaku, suatu yang dibuat, semua itu juga eksis secara materi. Tentu saja apabila berucap salah atau berbuat salah, lalu diperbaiki dengan tulus hati, itu tidak ada masalah, tetapi harus minta maaf secara terbuka kepada orang lain, kerugian yang ditimbulkan karena hal ini harus dikompensasi, ini adalah prinsip di dunia manusia. Namun ada rekan praktisi dengan alasan “jika tahu salah akan saya perbaiki”, menyikapi janji sebagai hal yang tidak perlu diperhatikan, ingin berubah pikiran ubah saja, timbul kerugian bagi orang lain masih mencari alasan untuk mengelak diri, bahkan menimpakan kesalahan pada orang lain. Sumber karma penyakit dari sebagian praktisi bertambat di sini. Contoh yang saya kemukakan di atas tentang praktisi tidak menepati janji yang diucapkan sebelumnya, padahal tidak terlalu serius, namun sudah menyebabkan dia di kemudian hari jadi lumpuh.

8. Di permukaan gigih maju, pada hakekatnya kendur dan malas.

Shifu dalam “Ceramah Fa internasional Great New York tahun 2009” (Ceramah Fa di berbagai tempat jilid 9) mengatakan: “Namun berkultivasi diam-diam di tengah kesepian yang tanpa harapan, tidak tampak suatu harapan, itu adalah yang paling sulit. Xiulian macam apa pun juga akan mengalami cobaan yang demikian, akan melewati perjalanan yang demikian. Jika dapat bertahan secara konsisten, gigih maju dengan tiada henti, itu barulah benar-benar gigih maju. Perkataan ini walau disampaikan secara demikian, untuk menjalaninya betul-betul terlampau sulit, dari itu dikatakan Xiulian-lah seperti pada saat awalnya, pasti akan menghasilkan buah sejati“.

Banyak orang di tengah Xiulian yang berlangsung lama waktu, tak terasa telah menjadi kendur dan malas. Ada yang tidak berlatih Gong dalam jangka panjang, ada yang hanya sekali-sekali berlatih meditasi, sehingga Benti-nya tidak mengalami transformasi yang sempurna, ketika datang karma penyakit tidak dapat menangkalnya, berlarut-larut dalam waktu lama. Ada yang sepenuh hati sibuk dengan hal-hal klarifikasi fakta sehingga tidak punya waktu, ada pula orang yang memang malas dan mengendurkan diri, malas dan kendur semacam ini akan merebak ke segala aspek, terutama akan terefleksi pada aspek Xinxing, membuat praktisi bersangkutan bagaikan manusia biasa, dengan demikian akan menjadi faktor penyebab bagi kekuatan lama untuk menganiaya dengan memperparah karma penyakit.

Pernah sekali saya di luar daerah bertemu dengan seorang rekan praktisi yang dilanda karma penyakit berat, ia berbaring di ranjang tidak dapat bangun, rekan-rekan praktisi membantunya memancarkan Zheng Nian namun keadaannya makin lama semakin memburuk. Rekan-rekan mengatakan praktisi ini sudah Xiulian hampir 20 tahun, sangat gigih maju, demi meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar Fa dan melakukan tiga hal, ia rela melepaskan pekerjaannya yang berhonor tinggi, dan mencari pekerjaan santai yang berupah rendah. Saya datang begitu melihat, menemukan ia sudah demikian kendur dan malas bagaikan manusia biasa, walau ia di bibir mengatakan bagaimana untuk memanfaatkan waktu dengan ketat, sesungguhnya waktu yang ia miliki digunakan untuk bermain, malam hari ia bertandang dalam internet hingga larut malam, melihat acara hiburan dan film, mana ada belajar Fa dan berlatih Gong? Ia sungguh pandai berbicara, penampilannya di antara sesama rekan praktisi sangat aktif. Sesungguhnya ia tidak mencari ke dalam, tidak mau mengubah diri sendiri, banyak konflik dengan praktisi lainnya, di tengah manusia biasa berambisi tinggi, tuntutannya terlampau tinggi, bila tidak tercapai apa yang diharapkan ia malah menyalahkan orang lain, materi yang tertimbun dari sifatnya yang suka menyalahkan terlampau banyak, konflik tidak dapat diatasi, mengakibatkan hidupnya mengalami kesulitan, namun ia pandai menutupi semua itu. Pekerjaan Dafa yang biasa ia lakukan, juga adalah pekerjaan yang dibagikan oleh rekan praktisi lain, dilakukan sekedar untuk memenuhi permintaan, bukan dilakukan dengan kondisi hati yang murni. Materi klarifikasi yang dibuat dengan membawa perasaan jengkel, diberikan kepada manusia biasa juga tidak mau dilihat, malah menimbulkan dampak negatif bagi klarifikasi fakta. Xiulian dia seutuhnya sudah kendur, hati yang lega dengan tiada hentinya melepaskan ego di tengah gigih maju seperti pada masa awal sudah tidak tampak lagi; hati yang konsisten untuk tiada hentinya mencari ke dalam mengatasi konflik dengan bersandar pada Fa demi menerobos rintangan, kini sudah mengalami kemunduran; peningkatan diri dengan tiada hentinya melampaui manusia biasa untuk memahami prinsip Fa yang lebih tinggi, kini telah sirna. Sebaliknya yang dicari adalah kesenangan dan sensasi di tengah manusia biasa  

Saya melihat masalah yang dia alami terlampau besar, tapi bagaimanapun dia belum meninggalkan Dafa, saya lalu bertanya padanya mengapa malam hari begitu bermain di internet bisa hingga larut malam?  Mengapa dalam jangka panjang tidak belajar Fa dan berlatih Gong? Rekan-rekan praktisi yang mendengar terkejut seketika, mereka sama sekali tidak menyangka demikian, setelah dikejar terus dengan pertanyaan, cukup lama dia baru mengakui. Saya beritahu dia sekarang mulai dari awal, anggap diri sendiri seperti praktisi baru, dari awal mulai belajar Fa dan berlatih Gong dengan gigih, memandang penderitaan sebagai kegembiraan, jangan karena penderitaan lalu berkeluh-kesah, lakukan sedikit demi sedikit, karma penyakit akan terlewati, jika tidak maka bergegaslah ke rumah sakit. Bagi rekan-rekan praktisi lain hanya dapat membantunya seperti membimbing seorang praktisi baru, yang perlu diutamakan adalah belajar Fa dan mencari ke dalam. Akan tetapi apakah dia dapat menerobos rintangan iblis dan melangkah kembali, masih tergantung dia sendiri.

Ini adalah sebuah contoh yang tipikal. Bagi karma penyakit yang tidak begitu berat, sedikit banyak juga ada yang disebabkan oleh keadaan semacam ini.


Bersambung ke Bagian 6

Chiinese version click here