Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Membuat Orang Lain Mengetahui Falun Dafa Dengan Mengkultivasi Diri Dengan Baik

11 April 2015 |   Oleh praktisi Falun Dafa Tiongkok


(Minghui.org) Pekerjaan saya adalah mengurus rumah tangga dan mengasuh. Dua tahun lalu, saya mulai bekerja untuk seorang nyonya tua.

Dia adalah seorang wanita pendiam dan sering terlihat tidak bahagia. Dia juga seorang perokok berat. Hanya melihat wajah sedihnya saja sudah membuat saya cemas. Saya selalu merasa khawatir kalau saya telah melakukan sesuatu yang membuatnya marah.

Saya segera merasa tidak nyaman jika berada di dekatnya, dan perilaku merokoknya mengganggu saya; saya berpikir untuk berhenti. Tetapi kemudian dia jatuh sakit dan membutuhkan lebih banyak perawatan. Saya berpikir bahwa saya belum boleh pergi.

Saya sangat sibuk merawatnya dan tidak punya waktu untuk mengurus anak saya sendiri, belajar Fa ataupun membuat materi informasi tentang Falun Dafa. Saya harus berhenti kerja!

Dia mencari seorang suster baru untuk menggantikan saya tapi tidak bertahan lama sebelum  dia menelepon saya. Dia berkata bahwa masakan saya lebih enak dan menginginkan saya memasak sesuatu untuknya setiap hari. Kemudian dia menginginkan saya menjadi orang yang membawanya ke rumah sakit setiap hari untuk menjalani pemeriksaan. Dia akan membayar atas pekerjaan ini tetapi tidak sebanyak ketika saya bekerja penuh untuknya.

Saya menemukan bahwa upah suster itu lebih tinggi dari upah saya yang pernah dibayar. Awalnya saya merasa tidak enak dan marah, tetapi dengan cepat saya mengingatkan diri sendiri adalah seorang praktisi. Bagaimana seharusnya saya bersikap seorang praktisi.

Saya menceritakan perasaan saya kepada rekan-rekan praktisi. Saya mempelajari Fa lebih banyak dan menyadari bahwa saya tidak berbelas kasih. Saya mempunyai hati yang mengejar kepentingan pribadi, dan mengharapkan kenyamanan. Saya lupa untuk mengkultivasi diri sendiri di dalam konflik. Namun saya malah mencari kekurangan orang lain.

Misi praktisi Falun Dafa bukan mencari kepentingan pribadi, melainkan membantu membangunkan orang-orang untuk memahami Falun Dafa dan penganiayaan. Hanya dengan mengkultivasi diri sendiri dengan baik barulah saya bisa berhasil membantu orang-orang memahami Falun Dafa. Perilaku saya harus menjadi jendela bagi orang-orang untuk mengetahui kebenaran Falun Dafa.

Melalui banyak belajar Fa, saya menjadi lebih teguh untuk menyingkirkan keterikatan manusia ini. Saya memahami bahwa pekerjaan ini bukan hanya memberikan pemasukan bagi saya. Namun saya harus menggunakan kesempatan ini untuk membantu orang-orang yang mempunyai takdir pertemuan dengan saya supaya mengetahui kebaikan Falun Dafa melalui perbuatan saya. Saya harus merawat nyonya tua  itu dengan baik dan membantunya agar mempercayai saya melalui kata-kata dan perilaku saya.

Saya berjanji di dalam hati bahwa saya akan mematut standar yang lebih tinggi bagi diri saya sendiri dan mengkultivasi setiap pikiran serta perbuatan saya, berjalan di jalur yang telah diatur bagi saya untuk menjadi orang yang lebih baik.

Dengan cepat saya menjadi akrab dengan nyonya tua ini. Ketika tidak memiliki semua keterikatan itu lagi, saya menemukan segalanya berjalan dengan lancar dan ada keharmonisan antara nyonya tua dengan saya. Saya juga tidak terganggu dengan bau menyengat dari rokoknya. Saya menceritakan informasi perihal Falun Dafa dan dia mundur dari Partai Komunis Tiongkok, juga berpikir bahwa Falun Dafa adalah baik. Saya menganjurkan dia untuk berulang-ulang mengucapkan “Falun Dafa Baik dan Sejati-Baik-Sabar baik” setiap hari.”

Dia mempunyai telepon genggam dan meminta putri saya untuk membantunya memeriksa sisa pulsa di teleponnya. Keesokan harinya saya mengembalikan telepon itu kepadanya. Dia merasa bahwa pulsa di teleponnya terlalu sedikit dan saya pasti telah menggunakannya untuk keperluan pribadi.

Saya menjelaskan kepadanya bahwa saya adalah praktisi Falun Dafa dan saya tidak akan melakukan hal semacam itu. Dia tidak percaya pada saya. Saya merasa kesal. Tetapi segera saya sadar bahwa saya harus berbuat lurus. Jadi saya menanggapinya dengan serius dan pergi ke toko telepon genggam untuk memeriksakan telepon itu untuknya. Kemudian saya mengetahui bahwa dia telah melakukan panggilan telepon kepada saudarinya dan melupakan hal itu padahal itulah yang mengurangi pulsanya.

Dia merasa bersalah karena telah menyalahkan saya. Tetapi saya mampu untuk tetap tenang dan tidak marah kepadanya. Sebenarnya, di dalam hati saya berterima kasih kepadanya karena telah memberi kessempatan kepada saya untuk meningkat dan melepas keterikatan hati.

Saat berada di rumahnya, saya sering menyanyikan lagu-lagu Falun Dafa untuknya. Dia menikmati dan berkata bahwa liriknya sangat bagus, siapapun yang telah menulis lirik itu pastilah orang yang luar biasa. Dia sangat menikmati nyanyian saya sehingga meminta saya untuk menyanyikannya bagi tamu-tamunya. Melalui nyanyian saya membuat orang-orang mengetahui Falun Dafa. Kemudian saya akan menjelaskan lebih jauh kepada mereka tentang Falun Dafa dan memberi materi kepada mereka untuk dibaca. Saya menggunakan bentuk ini untuk mencapai lebih banyak orang dan membuat mereka mengetahui kebaikan Falun Dafa.  

Nyonya tua itu sekarang telah banyak berubah. Dia tidak terlihat selalu tidak bahagia, bisa berjalan dengan stabil dan juga berbicara dengan keras. Dia menganggap saya sebagai putrinya dan memuji saya ketika berbicara dengan siapapun yang dia temui.

Melihat kembali ke belakang, saya menyadari bahwa waktu serta pekerjaan saya dengan nyonya tua ini adalah satu proses bagi saya untuk melepaskan keterikatan hati. Tidak ada yang benar ataupun salah tapi semuanya terjadi untuk menguji apakah saya bisa melepaskan keterikatan hati. Sebagai seorang praktisi di masa ini, saya telah datang ke dunia untuk membantu menyadarkan orang-orang dengan berbelas kasih.

Chinese version click here
English version click here