Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Orang yang Selamat dari Penjara Wanita Menceritakan Penyiksaan yang Dialaminya

25 April 2015 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Liaoning


(Minghui.org) Enam Praktisi Falun Gong yang selamat dari penyiksaan di Penjara Wanita Liaoning akhir-akhir ini menceritakan pengalaman yang menghantuinya.

Pelecehan Seksual dan Pemukulan

Zhang Shuxia berusia 60 tahun sewaktu ia dibawa ke Penjara Wanita Liaoning pada tahun 2005. Polisi memerintahkan dua tahanan untuk menaruh lada pedas di vaginanya. Mereka memaksanya meminum air asin yang mendidih, yang telah diberi lada pedas. Mereka menumpahkan air mengandung lada ini pada bokongnya dan memaksanya meminum air kotor.

Liu Shuyuan, wanita berusia 62 tahun memberitahukan bagaimana ia ditelanjangi dan dipukul dengan keras sewaktu ia ditahan di Penjara Wanita Liaoning pada musim panas tahun 2005. Tubuh Liu mempunyai sejumlah goresan dan luka memar. Penyiksa menggosok garam di tempat lukanya dan melanjutkan pemukulan terhadapnya.

Sengatan Listrik

Wu Yuping (wanita) disiksa dengan tongkat listrik pada tahun 2003 dan 2004 di Penjara Wanita Liaoning. Pada musim semi tahun 2003, polisi menggunakan tongkat listrik menyetrum mulutnya yang menjadi bengkak parah. Pada tanggal 5 April 2004, Wu menolak melepaskan keyakinannya terhadap Falun Gong, polisi secara bergilir melakukan sengatan listrik kepadanya mulai dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Beberapa bulan kemudian, punggungnya masih ada tanda-tanda luka bakar.

“Pengikatan” dan “Ranjang Kematian”

Liu Zhi wanita berusia 51 tahun dibawa ke Penjara Wanita Liaoning pada Juli 2011. Ia dibaringkan di atas “ranjang kematian.” Kedua lengan dan kakinya diregangkan dan diikat pada empat sudut rangka metal ranjang. Ia dalam posisi demikian selama beberapa hari. Ia tidak dilepaskan bahkan untuk makan.

Sewaktu keluarga Liu mengunjunginya di penjara pada bulan September, ia perlu dibantu untuk berjalan karena kaki dan lututnya membengkak. Ia tidak bisa mengikat tali sepatunya, karena kepalan tangannya tidak bisa dibuka. Ia tidak bisa mengangkat lengan ke posisi kepala. Ia tidak bisa duduk tegak lurus di sebuah kursi dan jatuh terus.

Zhang menderita penyiksaan yang sama pada tahun 2002. Disiksa di atas “ranjang kematian” selama sebulan, Zhang tidak bisa mengangkat lengannya dan tidak bisa berjalan.


Peragaaan Penyiksaan: Ranjang Kematian

Chen Shang, wanita berusia 37 tahun ditahan di Penjara Wanita Liaoning pada tahun 2009. Ia disiksa “pengikatan” dalam periode waktu yang lama. Seperti “ranjang kematian,” penyiksaan ini memaksa korban berada pada satu posisi dalam waktu yang lama dan mengakibatkan tubuh mereka kehilangan perasaan atau tidak bisa bergerak. Chen juga dipukul sewaktu diikat. Ia tidak diperbolehkan memakai kamar mandi selama dua hari.

Peragaan Penyiksaan: “Pengikatan”

Tidak Diperbolehkan Tidur

Jin Cuixiang (wanita) dihalangi untuk tidur sewaktu ia ditahan di Penjara Wanita Lioning pada tahun 2002. Setiap hari ia harus kerja mulai dari pukul 06:30 pagi sampai pukul 9 malam. Satu jam setelah berakhir kerja, ia dibawa ke kamar mandi dan dipaksa duduk di bangku kecil sepanjang malam. Tahanan mengawasinya secara bergilir dengan dua jam per giliran, dan akan membangunkannya apabila ia tertidur.

Artikel terkait:
Ms. Liu Zhi on the Verge of Death Yet Denied Bail for Medical Treatment

Chinese version click here
English version click here