Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Rumania: Aksi Damai dan Pengumpulan Tanda Tangan untuk Mengecam Penganiayaan di Tiongkok

7 Juni 2015 |   Oleh praktisi Falun Gong di Rumania


(Minghui.org) Praktisi Falun Gong dari seluruh Rumania berkumpul di Bucharest pada 10 Mei 2015 untuk memperingati Hari Falun Dafa Sedunia. Mereka menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar Tiongkok dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk meningkatkan kesadaran atas penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok.

Warga Rumania menandatangani petisi, menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok

Gadis cilik belajar gerakan latihan Falun Gong


Praktisi Falun Gong memperagakan latihan


Memegang foto dari para korban penganiayaan, praktisi Falun Gong memprotes penganiayaan di depan Kedutaan Besar Tiongkok

Pengumpulan Tanda Tangan di Herastrau Park

Setelah melakukan aksi damai di Kedutaan Besar Tiongkok, praktisi Falun Gong pergi ke Herastrau Park dan menggelar pengumpulan tanda tangan petisi untuk diserahkan kepada PBB. Lebih dari seratus tanda tangan terkumpul. Banyak orang terkejut mengetahui kekejaman yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Seorang wanita setengah baya memberitahu praktisi bahwa ia mengurus seorang kakek yang datang untuk menandatangani petisi setiap tahun sebelum ia meninggal dunia pada usia 92 tahun. Kakek itu menyimpan bunga lotus kertas dari praktisi setiap tahun. Meski ia kesulitan berjalan, ia tetap datang untuk menunjukkan dukungannya.

Seorang wanita yang bekerja di bidang hukum dan suaminya menandatangani petisi. Mereka berharap bisa bekerja sama dengan praktisi Falun Gong untuk menghentikan penganiayaan oleh PKT. Wanita itu tahu sedikit tentang pelanggaran HAM di kamp-kamp kerja paksa Tiongkok.

Meningkatkan Kesadaran di Cismigiu Park

Pada 17 Mei, praktisi Falun Gong menggelar pengumpulan tanda tangan di pintu masuk Cismigiu Park. Lebih dari 200 tanda tangan terkumpul.



Praktisi Falun Gong Rumania mengadakan kegiatan di pintu masuk Cismigiu Park

Sepasang anak muda dari Amsterdam memuji praktisi atas upaya gigih mereka menentang penganiayaan.

Seorang kakek yang hampir buta menandatangani petisi. Ia berkata ingin membantu dengan meminta orang lain untuk memberikan tanda tangan. Ia bersusah payah menemukan teman wanitanya dan meminta dia datang serta menandatangani petisi.

Chinese version click here
English version click here