Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Polisi Menganiaya Orang Cacat

18 Juli 2015 |   Oleh Ke Zhengji di Kota Maoming, Provinsi Guangdong, Tiongkok


(Minghui.org) Nama saya Ke Zhengji, seorang Praktisi Falun Gong berusia 52 tahun yang telah dianiaya karena berlatih Falun Gong sejak penganiayaan di mulai pada tanggal 20 Juli 1999.

Saya seorang cacat karena penyakit radang usus yang dapat menyebabkan sebagian dari ruas tulang belakang di punggung mengapur, membuat tulang punggung kurang fleksibel.

Penyakit ini menyebabkan saya merasakan sakit berkelanjutan, dan saya terpaksa harus  pensiun dari Pabrik Heat and Electricity di Kota Maoming. Saya mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1997, dan kemudian sakit saya hilang.

Dijatuhi Hukuman Penjara Tujuh Tahun

Lebih dari dua belas polisi dari Kepolisian Distrik Maonan menerobos masuk dan menggeledah rumah saya pada satu malam di Mei 2004. Mereka menemukan sebuah kartu bertulis “Sejati-Baik-Sabar” di kamar anak perempuan saya yang berumur sembilan tahun. Mereka mengancam anak saya bahwa ia akan dikeluarkan dari sekolahnya apabila ia tidak memberitahukan siapa yang memberikan kartu itu.

Polisi menangkap saya, membawa saya ke kantor 610 dan saya dipaksa berdiri selama mereka menginterogasi saya 36 jam.

Pengadilan Distrik Maonan menjatuhi saya hukuman penjara tujuh tahun dengan rahasia karena mendistribusikan materi informasi Falun Gong. Saya mengajukan banding, yang kemudian ditolak.

Polisi membawa saya ke Penjara Yanjiang dimana saya ditahan di distrik 6. Manager bengkel, Li Ge dan kepala penjara Wang Jiancheng berusaha mencuci otak saya setiap hari lebih dari 16 jam. Saya dipaksa melakukan pekerjaan berat termasuk waktu hari libur.

Zhang Qirui diperintah oleh penjaga menaruh obat tak dikenal dalam minuman saya. Saya bisa melihat partikel putih dengan ukuran beras berada di dalamnya, suatu tanda obatnya masih belum larut.

Ditangkap Sejak 1999

Dua belas polisi dari Kantor Polisi Hongqi di Distrik Maonan menangkap saya pada malam natal tahun 1999 dan membawa saya ke kantor polisi. Chen Jiliang, Kepala Kantor Polisi, Chen Hua, wakilnya dan sekelompok orang-orang menggeledah rumah saya pada hari berikutnya dan menyita buku-buku Falun Gong dan gambar-gambar Pencipta Falun Gong.

Polisi lokal menangkap saya sewaktu saya melewati Kota Changge di Provinsi Henan pada  tanggal 8 April 2000 dalam perjalanan saya ke Beijing di mana saya ingin menuntut hak untuk berlatih Falun Gong. Mereka menyita 200 yuan saya, menahan saya dengan tidak sah di Pusat Penahanan Kota Changge selama tujuh hari dan saya dikenakan kerja paksa di sana.

Saya dicegah untuk tidur selama tiga hari berturut-turut. Polisi memerintahkan narapidana memukul saya.

Saya dibawa pulang ke kota asal saya oleh Departemen Kepolisian Maoming dan dibawa ke Pusat Penahanan Maoming No. 2 selama satu bulan. Saya dikenakan kerja paksa dalam waktu yang panjang dan hanya diberikan sedikit makanan. Meskipun saya seorang cacat, saya diborgol selama tujuh hari karena saya tidak menyelesaikan kuota pekerjaan yang diberikan.

Praktisi harus membayar lima yuan setiap hari untuk makanan, dan mereka memeras sekitar 7.000 Yuan dari setiap keluarga praktisi dan mereka mengatakan ini adalah biaya pembebasan sebelum mereka membebaskan kami. Keluarga saya tidak membayar, maka perusahaan lama saya membayarnya dan memotong uang pensiun saya setiap bulan sebesar 100 yuan.

Kepala Kantor 610 di perusahaan saya meminta saya bertemu dengannya untuk membicarakan mengenai pekerja pensiun pada suatu malam di Februari 2001. Ia meminta saya meninggalkan Falun Gong di mana saya menolaknya. Ia membawa saya ke pusat cuci otak yang telah didirikan oleh Kantor 610 di penjara tua Shitan bangsal 4 di Kota Huazhou.

Chinese version click here
English version click here