Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Puluhan Praktisi di Provinsi Gansu Menuntut Jiang Zemin

31 Juli 2015 |   Oleh koresponden Minghui dari Tiongkok


(Minghui.org) "Saya dihukum ilegal sepuluh tahun penjara. Istri saya Geng Cuifang meninggal setelah melompat dari sebuah apartemen lantai enam ketika mencoba untuk menghindari penangkapan. Anak saya menjadi tunawisma dan tidak ada yang merawat. Dia menderita kanker paru-paru dan tidak ada uang untuk makan, merawat diri sendiri. Dia akhirnya meninggal akibat dari penganiayaan."

Kutipan--satu surat Su Anzhou tentang tuntutan terhadap Jiang Zemin

Su Anzhou baru-baru ini mengajukan tuntutan pidana kepada Jaksa Agung, menuntut mantan diktator Jiang Zemin yang memulai penganiayaan terhadap Falun Gong, mengakibatkan kematian istri dan anaknya. Dia menuntut Jiang Zemin dibawa ke pengadilan dan bertanggung jawab atas kematian keluarganya.

Sejauh ini, lebih dari 40.000 orang di Tiongkok telah mengajukan tuntutan terhadap Jiang Zemin. Su adalah salah satu dari puluhan praktisi dari Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, yang baru-baru ini mengajukan tuntutan.

Rincian Tuntutan Su Anzhou

Su Anzhou ditangkap pukul 6:00 pada 13 Juni 2002, oleh Liu Jicun dan Han Rong dari departemen keamanan, yang bersembunyi di luar gedung apartemen ketika ia meninggalkan rumah. Mereka mendorongnya ke dalam mobil dan melaju ke departemen keamanan.

Sementara petugas lainnya pergi ke apartemen untuk menggeledah, tetapi istrinya, Geng Cuifang, menolak untuk membuka pintu. Polisi menggedor pintu dalam waktu yang lama, dan memecahkan dinding pintu. Geng begitu ketakutan akhirnya melompat dari lantai enam.

Awalnya dia selamat akibat jatuh. Tetangganya ingin membantunya, tetapi polisi menyuruh semua orang pergi, mengambil kunci, dan pergi ke apartemen kami. Mereka menyita dua buku tabungan dan uang tunai.

Geng tergeletak di tanah, di bawah sinar matahari, sampai ia meninggal pukul 16:00. Polisi tidak pernah membantunya atau meminta bantuan medis. Satu tetangga mengatakan, "Polisi kejam - Mereka akan dihukum satu hari nanti."

Tuntutan Bai Jinyu

Bai Jinyu, 68, yang pensiun dari Perusahaan Petrokimia Lanzhou. Penganiayaan membuat dia cacat. Dia ditangkap empat kali dan dikirim sekali ke kamp kerja paksa. Dia diawasi dan diikuti sejak tahun 2007.

Zhao Xudong, anak Bai Jinyu, disiksa sampai mati setelah dicekok paksa makan selama 50 hari pada tahun 2004 di Pusat Penahanan Lanzhou. Dia meninggal pada usia 36.

Dia telah ditangkap empat kali dan dikirim ke kamp kerja paksa sekali.

Li Hongping, menantu Bai Jinyu, telah ditangkap enam kali karena berlatih Falun Gong. Dia dikirim ke kamp kerja paksa dan dibawa ke pusat pencucian otak.

Tuntutan Zhao Tong

Zhao Tong, 78, sebelumnya bekerja di Kantor Penerimaan Mahasiswa Provinsi Gansu. Karena keyakinannya pada Falun Gong, polisi sering melecehkan, baik di rumah maupun di tempat kerja, terutama ketika siswa mendaftar. Pada akhirnya, ia dipecat.

Pelecehan membuat suaminya takut, ia ingin menceraikannya. Kesehatannya memburuk dan ia meninggal karena kanker paru-paru setelah Zhao dipecat.

Pernyataan Nie Ying

Nie Ying diganggu setiap beberapa hari, terutama ketika dia hamil. Pelecehan menyebabkan tekanan psikologis yang ekstrem, dan bayi perempuan lahir cacat.

Suami Nie dijatuhi hukuman penjara sepuluh tahun karena berlatih Falun Gong.

Anak Nie di diskriminasi oleh guru dan teman satu kelas di sekolah teknis, karena ibunya berlatih Falun Gong. Dia tidak bisa tahan dengan tekanan secara terus menerus dan akhirnya meninggalkan sekolah.

Tuntutan Xu Jinling

Xu Jinling, berusia tujuh puluhan, telah ditangkap berkali-kali selama 16 tahun terakhir.

Suami Xu, Xu Zhigang, meninggal pada 24 Juli 2006, sebagai akibat dari penganiayaan.

Putra sulung Xu, Xu Jianping, telah ditangkap tiga kali karena ia berlatih Falun Gong.

Putri sulung Xu, Xu Liping, terpaksa meninggalkan rumah selama tiga setengah tahun untuk menghindari penangkapan. Dia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Pusat Pencucian Otak Gongjiawan oleh polisi, yang telah mengawasi dan mengikutinya malam Maret 2006, setelah dia kembali ke rumah.

Xu Limin, putri bungsu Xu Jinling, ditahan di Pusat Pencucian Otak Gongjiawan selama 108 hari.

Banyak Praktisi dari Kota Lanzhou Mengajukan Tuntutan

Xi Lilin, 75, pensiunan dari Perguruan Tinggi Bisnis Kota Lanzhou. Dia ditahan empat kali, ditahan di sebuah kamp kerja paksa selama 14 bulan, dan ditahan tujuh tahun penjara. Rumahnya digeledah tiga kali.

Yuan Xiuying dipecat dari perusahaannya karena kepercayaan pada Falun Gong. Suaminya ditahan di Kamp Kerja Paksa Lanzhou Ping'antai selama satu tahun pada tahun 2000.

Yan Dongxing diborgol dan dibelenggu selama tiga hari ketika ia ditahan di kantor polisi setempat pada bulan Juni 2007. Istrinya hampir kehilangan hidupnya karena penganiayaan.

Latar belakang

Pada tahun 1999, Jiang Zemin, ketua Partai Komunis Tiongkok, mengabaikan anggota Komite Tetap Politbiro lainnya dan melancarkan penindasan berdarah terhadap Falun Gong.

Di bawah perintahnya, Partai Komunis Tiongkok membentuk lembaga keamanan di luar kerangka hukum, “Kantor 610” pada 10 Juni 1999. Organisasi tersebut   berada di atas kepolisian dan sistem yudisial dalam melaksanakan perintah Jiang terkait Falun Gong: hancurkan reputasi mereka, bangkrut kan secara finansial, dan hancurkan mereka secara fisik.

Penganiayaan ini telah mengakibatkan kematian banyak praktisi Falun Gong selama 16 tahun terakhir. Lebih banyak lagi yang telah disiksa karena keyakinan mereka dan bahkan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya. Jiang Zemin bertanggung jawab langsung karena telah memulai dan melanjutkan penganiayaan brutal tersebut.

Konstitusi Tiongkok mengizinkan warga untuk menjadi penuntut dalam kasus pidana, dan banyak praktisi yang sekarang menggunakan hak tersebut untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap mantan diktator itu

Chinese version click here
English version click here