Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mampu Melepaskan Ego Membantu Saya Meningkatkan Kultivasi

7 Agu 2015 |   Oleh praktisi Falun Dafa dari Tiongkok


(Minghui.org) Saya sudah berkultivasi selama lebih dari 10 tahun, dan setiap langkah maju dapat saya lewati hanya dengan bantuan Guru. Saya tidak bisa menemukan kata-kata untuk berterima kasih kepada Guru. Di sini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana saya bisa melepaskan sifat mementingkan diri atau “ego” saya.

Beberapa tahun lalu seorang praktisi minta tolong kepada saya untuk menyusun materi klarifikasi dan dimasukkan ke dalam DVD. Berdasarkan permintaannya, template yang diberikan kepada saya modifikasi, lalu memasukkan materi tentang Dafa dan penganiayaan ke dalam DVD. Hal itu tidak sulit dan akan selesai dengan cepat.

Saya yakin bahwa mutu produk akhir nanti akan jauh lebih bagus. Namun kenyataannya dalam mengerjakan memerlukan waktu yang lama dan dengan usaha keras. Saya harus mendesain ulang cover-nya dan mengatur lagi isinya. Saya merasakan sepertinya sangat sulit dan memakan banyak waktu.

Setelah saya anggap selesai, DVD itu saya serahkan kepada praktisi itu dan saya tidak diminta untuk membuat perubahan, yang biasanya selalu ada perubahan walau sedikit. Dalam hati ada pertanyaan, mengapa? Apakah sebaiknya langsung saya kerjakan? Saya agak ragu-ragu.

Setelah melihat ke dalam, dan mengenali ada sifat egois di belakang keraguan saya itu. Saya takut akan membuat saya repot dan sulit nantinya. Lalu timbul di pikiran saya, “Saya seorang praktisi Dafa, bagaimana bisa saya harus menarik diri dari kesulitan bila sedang menyelamatkan makhluk hidup? Saya harus berinisiatif melakukan perbaikan.” Segera hati saya menjadi jernih setelah timbul pikiran semacam itu.

Saya harus memperbaiki DVD itu agar semua orang menghargainya. Saya lakukan desain ulang pada beberapa bagian, termasuk isinya. Untuk itu makan waktu beberapa bulan. Setelah selesai saya merasa puas.

Saya pikir praktisi itu akan senang ketika saya menyerahkan DVD itu kepadanya, namun tak ada respons apa pun. Sedikit kecewa, namun setelah melihat ke dalam saya mengenali bahwa ada keterikatan kegairahan dan kegembiraan hati bila mendapat pujian, ini yang mencegah dia mengakui mutu DVD yang baru diperbaiki itu.

Tiga tahun kemudian seorang koordinator tidak sengaja menemukan DVD itu dan berpendapat itu bagus. Dia ingin menggunakannya, namun dia minta kepada saya agar dibuat sedikit penyesuaian lebih dulu.

Saat itu saya mengatakan kepada diri saya, saya akan mengerjakan ini dengan hati yang murni. Keterampilan saya adalah anugerah dari Guru, maka tak ada yang harus dibanggakan. Namun adalah sebuah kesalahan bila tidak saya kerjakan dengan baik.

Selama mengerjakan desain DVD itu, ada beberapa emosi manusia yang melintas di hati. Saya amati mereka lalu saya musnahkan. Mutu dari desain isi dan cover menjadi jauh lebih baik, dan efek keseluruhan juga jauh lebih baik dari yang sebelumnya.

Koordinator itu sangat senang atas keberhasilan perbaikan itu dan berkali-kali mengucapkan terima kasih. Kemudian DVD itu didistribusikan ke banyak universitas dan kantor pemerintahan secara luas

Ujian kultivasi itu tidak berhenti di sini. Suatu waktu saya melihat artikel di website Minghui mengenai isi dari DVD tentang klarifikasi fakta. Tetapi saya mempunyai pendapat sendiri. Namun masih juga terpikir, apakah masih harus menggunakan isi buatan saya pada DVD, atau isi yang disarankan oleh artikel itu? Adanya dilema ini saya menjadi frustasi memikirkan apa yang mesti saya lakukan.

Saya yakin bahwa tak ada yang salah dengan DVD saya, namun saya merasa sangat ragu-ragu. Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa ada yang salah dengan pola pikir saya, atau mungkin saya punya suatu keterikatan.

Saya menenangkan diri dan belajar Fa dengan sepenuh hati. Suatu hari Guru memberikan isyarat kepada saya, dan saya menyadari bahwa saya terkubur dalam egoisme. Mengapa saya tidak mau berhenti memakai DVD saya, bukannya karena isi dari DVD, itu karena saya telah menggunakan waktu yang lama untuk menghasilkannya. Saya tidak mau hal ini diremehkan, dan ini disebabkan oleh “ego” saya yang belum saya lepaskan.

Hal ini membuat saya memahami mengapa kekuatan lama berkepala batu mengejar yang dia inginkan demi untuk melindungi kepentingan mereka sendiri. Mereka mengganggu pelurusan Fa bahkan dengan imbalan hilangnya jiwa makhluk hidup yang tak terbilang banyaknya.

Setelah saya mengerti ini, semua rasa mementingkan diri itu saya buang dari hati. Kemudian saya menjadi sadar bahwa arahan yang disarankan oleh artikel Minghui itu sesungguhnya lebih bagus daripada kepunyaan saya.

Kita berkultivasi di dunia manusia ini, dan harus membuang semua perasaan hati manusia. Hanya bila kita telah membuang semua pola pikir manusia baru kita dapat meningkat dan memahami kedalaman prinsip-prinsip Fa.

Ini semua adalah pemahaman saya. Mohon dibetulkan bila ada kesalahan.

Terima kasih Guru!

Chinese version click here
English version click here