Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wang Sumei Menolak untuk Berhenti Latihan Gerakan Falun Gong di Penjara

8 Sep. 2015 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Liaoning, Tiongkok


(Minghui.org) Wang Sumei, Berumur 50-an, adalah seorang praktisi Falun Gong dari Kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Dia ditangkap pada tanggal 21 Juli 2008, dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada Desember 2008. Dia sekarang di Penjara Wanita Provinsi Liaoning.

Dia menolak untuk berhenti melakukan latihan gerakan Falun Gong, yang merupakan bagian integral dari kultivasi ini, meskipun disiksa oleh penjaga dan narapidana.

Setelah Wang dipindahkan ke bangsal No. 11, ia bangun di tengah malam untuk memancarkan pikiran lurus dan melakukan latihan. Para penjaga yang menugaskan narapidana untuk memantau dan mencegah dia melakukan latihan.
Narapidana Lainnya Dihukum Karena Wang

Para tahanan yang dikelompokkan menjadi tiga orang. Jika salah satu dalam kelompok melanggar aturan penjara, semua orang dalam kelompok akan dihukum. Taktik ini telah banyak digunakan terhadap praktisi. Para penjaga menempatkan dua narapidana dan seorang praktisi per kelompok. Para tahanan diperintahkan untuk mengancam atau memukul praktisi.

Jika narapidana tidak bisa menghentikan praktisi dari melakukan latihan, mereka akan diperingatkan, diancam, atau poinnya dikurangi. Poin yang didapatkan narapidana akan mengurangi masa hukumannya. Satu poin berarti satu hari lebih sedikit di penjara. Poin dapat diperoleh dengan melakukan kerja keras atau melakukan hal-hal buruk bagi penjaga. Narapidana bisa mendapatkan 8 sampai 12 poin untuk sebulan kerja keras. Satu kata dari seorang penjaga dapat berarti hilangnya 1-6 poin. Itu berarti bahwa banyak narapidana akan melakukan apa saja untuk mendapatkan poin, termasuk menyiksa praktisi.

Wang dipantau siang dan malam oleh anggota tim yang berbeda. Mereka akan meminta dia atau menahannya untuk mencegahnya melakukan latihan. Tapi dia tidak pernah menyerah. Karena menolak untuk berhenti, Wang ditahan di sel isolasi berkali-kali.

Sel Isolasi

Sel isolasi lembap, dingin dan tidak ada pemanas waktu musim dingin. Dua narapidana berjaga-jaga di sepanjang hari bahkan dengan tiga, mantel berlapis kapas hangat, para tahanan masih merasa dingin di dalam sel. Namun, dingin tidak terlalu mengganggu Wang. Bahkan narapidana mengaguminya.

Para penjaga tidak bisa menghentikan Wang dari melakukan latihan, sehingga mereka menyerah. Bahkan, meskipun dia seharusnya tidak mendapatkan makanan atau pakaian dari keluarganya, para penjaga akan mengambil apa pun yang diberikan oleh keluarga Wang dan memberikan itu padanya.

Keadaan Memburuk

Ini berlangsung sampai Oktober 2013, ketika Wu Yan, wakil baru diangkat dari bangsal No. 11, mulai menganiaya praktisi. Wang dimasukkan ke dalam sel isolasi lagi.

Dia juga dipukuli. Gu Qing, Berumur 50-an, adalah kepala narapidana dari bangsal No. 11 dan seorang lesbian. Dia memerintahkan teman narapidananya, Xia Meihuizi, yang berumur sekitar 30, untuk menganiaya Wang. Setiap kali Wang mulai melakukan latihan pada malam hari, Xia memukulinya secara kejam.

Wang berteriak, "Falun Gong adalah baik!" Dan "Guru, saya ingin melakukan latihan!" Gu Qing dan Xia Meihuizi me-lakban mulutnya.

Wakil Wu Yan tidak memperbolehkan narapidana lain untuk berbicara dengan Wang.

Wang tetap melanjutkan latihan. Akhirnya penjaga memperbolehkannya meditasi di ranjang.

Sesuatu yang menakjubkan terjadi ketika Wang melakukan meditasi duduk. Dia berputar dalam gerakan melingkar saat sedang duduk dengan posisi lotus penuh di tempat tidur, tanpa membuat seprai tempat tidurnya berantakan. Banyak tahanan melihatnya, dan beberapa penjaga juga menyaksikannya.

Chinese version click here

English version click here