Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pertanyaan Rumit, Jawabannya Sederhana Ketika Berkultivasi

31 Jan. 2016 |   Oleh Jing Xin, praktisi Falun Gong di Tiongkok


(Minghui.org) Seorang pria menjawab panggilan telepon saya pada suatu sore di tahun 2013. Saya berbicara tentang mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi afiliasi kepadanya serta mengapa penting melakukannya.

“Kalian orang Falun Gong selalu mengatakan tentang bencana dan malapetaka tidak akan terjadi pada kalian jika melafalkan Falun Gong baik,” katanya. “Tetapi, mengapa PKT menangkap dan memukuli kalian? Lagi pula, mereka mengambil organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup. Jika ini tidak berfungsi bagi kalian, bagaimana saya bisa percaya ini akan berfungsi pada saya?”

Saya baru saja memulai klarifikasi fakta Falun Gong melalui telepon dan tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaannya. Saya memberi respon, tetapi ia tidak menerima dan tidak mau mundur dari PKT.

Sebagai praktisi lama, saya tentu tahu jawabannya. Tetapi tidaklah gampang menjawab untuk orang yang tidak tahu sedikit tentang Falun Gong. Saya menyesal tidak bisa membantunya untuk memahami.

Perbedaan antara Kultivator dan Orang Biasa

Di rumah, saya serius memikirkan pertanyaan itu dan menemukan jawabannya, di mana cukup mudah: Seseorang yang tidak berkultivasi dapat diberkati jika ia melafalkan “Falun Dafa baik.” Akan tetapi, kultivator harus menahan kesusahan dan kesengsaraan untuk melenyapkan karma mereka sebelum mereka bisa menyelesaikan perjalanan kultivasinya. Itu sama seperti Biksu Tang Seng dalam Perjalanan ke Barat, harus melewati 81 ujian sebelum bisa memperoleh sutra yang asli.

Lalu mengapa, yang bukan praktisi diberkati jika mereka melafalkan Falun Gong baik? Sepanjang sejarah ada contoh bagaimana orang memperoleh berkah ketika mereka menghormati Buddha dan Dewa, sementara mereka yang menghina Buddha dan Dewa akan menemui kemalangan.

Falun Gong adalah Fa Buddha. Para kultivator mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar dan berkultivasi menuju tingkat tinggi. Kesehatan mereka membaik dan moralitas mereka meningkat.

Dihukum oleh Langit

Karena iri hati, Jiang Zemin, mantan kepala rezim komunis Tiongkok, melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong. Kebohongan-kebohongan disebarkan melalui media milik komunis, yang mencetuskan kebencian terhadap para Dewa dan Buddha.

Siapa pun yang membenci Buddha dan Dewa akan dihukum oleh langit. Sebagai contohnya, kaisar Romawi kuno menganiaya umat Kristiani selama 300 tahun. Wabah besar menyapu Kerajaan Romawi sebanyak empat kali karena langit marah. Jumlah tak terhitung dari warga Romawi yang membenci umat Kristiani meninggal dunia dalam kesengsaraan. Kerajaan Romawi akhirnya runtuh tidak lama setelah itu.

Delapan puluh juta rakyat Tiongkok meninggal dunia melalui berbagai gerakan politik sejak PKT berkuasa pada tahun 1949. Di atas itu, PKT menganiaya Falun Gong, yang merupakan Fa Buddha. Langit tentu akan melenyapkannya.

Mereka yang mengikuti PKT dan membenci Falun Gong akan dikubur bersamanya. Praktisi tidak ingin rakyat Tiongkok tertipu dan tersangkut di dalam aksi penganiayaan oleh PKT. Jadi para praktisi memberitahu orang-orang tentang fakta kebenaran dari latihan kultivasi ini untuk menjelaskan kesalahpahaman dan kebencian mereka sehingga mereka lolos dari hukuman langit.

Jika orang-orang bisa membedakan baik dan jahat, mengetahui kebenaran, serta membuat keputusan benar bagi diri mereka sendiri dalam peperangan antara kebaikan dan kejahatan, terutama di tengah kebohongan PKT, makhluk seperti itu sungguh luar biasa dan rasional. Mereka tentu akan dilindungi oleh para Dewa dan Buddha.

Pepatah kuno mengatakan “hukuman dalam kehidupan ini” maknanya mereka yang melakukan kejahatan akan dihukum, sementara mereka yang melakukan kebaikan akan diberi penghargaan. Banyak orang yang percaya “Falun Dafa baik” telah pulih dari penyakit mereka atau selamat dari malapetaka dan bencana. Bahkan banyak yang mengungkapkan rasa terima kasih kepada Shifu dari Falun Gong melalui situs web Minghui.

Kultivator Harus Menahan Penderitaan

Mengapa kultivator harus menjalani kesengsaraan jika mereka ingin menyelesaikan kultivasi mereka? Sebagai analogi, ada banyak kerang di pantai dan orang-orang dengan mudah bisa mengambilnya. Tetapi jika orang ingin mengumpulkan mutiara paling cemerlang dan berharga, mereka harus menyelam lebih dalam dan berbahaya.

Kisah Perjalanan Ke Barat, Biksu Tang Seng menemui kesusahan sebanyak 81 kali. Iblis dan setan bahkan datang untuk memakan daging segar Biksu Tang. Ia dan kelompok pengembaranya menghadapi ujian hidup dan mati. Akhirnya, mereka berhasil mendapatkan sutra sejati.

Sejarah Menceritakan Penganiayaan Masa Lalu

Dalam sejarah, Sakyamuni, Buddha Siddharta Guatama, difitnah dan dijebak oleh ajaran kultivasi lain. Pengikutnya Mu Jianlian dirajam sampai mati karena kecemburuan orang lain. Kaisar Romawi kuno menganiaya umat Kristiani selama 300 tahun. Yesus disalib. Banyak pengikutnya juga disalib, dibakar hingga mati atau dimakan singa. Jika umat Buddhis dan Kristiani tidak menegakkan kepercayaan mereka di masa mereka, ajaran mereka tidak akan bisa diturunkan dari generasi ke generasi selama ribuan tahun.

Falun Gong – Latihan Kultivasi Kuno Lainnya

Kultivasi praktisi Falun Gong berbeda dari kultivasi lainnya di dalam sejarah. Praktisi menghabiskan waktu dan sumber daya dalam pembuatan materi informasi untuk memberitahu orang-orang tentang fakta kebenaran Falun Gong dan penganiayaan dengan mempertaruhkan keselamatan mereka. Tujuan mereka adalah menyelamatkan manusia.

Jika orang-orang percaya “Falun Gong baik” dan mundur dari PKT, mereka akan memiliki masa depan cerah. Ini perwujudan dari belas kasih praktisi terhadap makhluk hidup.

Praktisi menghadapi penangkapan, penahanan, cuci otak dan pemenjaraan. Rumah mereka digeledah karena mereka berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong.

Praktisi menahan kesengsaraan dan kesusahan bukan hanya demi kultivasi sendiri, tetapi juga demi menyelamatkan makhluk hidup.

Sudah cukup lama sejak saya berbicara kepada pria yang menanyakan pertanyaan sulit itu. Saya tidak tahu apakah keraguannya telah sirna dan sekarang memahami fakta kebenaran Falun Gong. Saya berharap, ia seperti orang lainnya, bisa menghargai belas kasih praktisi dan tidak menolak untuk mengetahui fakta kebenaran Falun Gong.

Chinese version click here

English version click here