(Minghui.org) Di luar International Convention Center Birmingham, Praktisi Falun Gong mengadakan berbagai kegiatan pada tanggal 3 dan 4 Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang kekejaman pengambilan organ tubuh di Tiongkok yang didukung negara. Mereka yang dibunuh untuk diambil organ tubuhnya adalah tahanan hati nurani, di mana kebanyakan dari mereka berlatih Falun Gong.

Pada waktu yang bersamaan, Partai Konservatif sedang mengadakan sebuah konferensi di dalam. Banyak pejalan kaki mempelajari tentang penganiayaan Falun Gong di Tiongkok dan menandatangani petisi menyerukan penghentian kekejaman pengambilan organ tubuh.


Kegiatan Falun Gong di luar Konferensi Partai Konservatif 2016 di Birmingham.






Peserta konferensi dan pejalan kaki menandatangani petisi mendukung Falun Gong

Penulis Anna Andrew dan dua temannya pergi menandatangani petisi. Anna mengatakan bahwa ia memilih untuk menandatangani karena ia percaya pengambilan organ tubuh dari orang yang masih hidup untuk mencari keuntungan tidak boleh terjadi, dan praktek itu merupakan perbuatan yang tidak bermoral.


Rebecca Sheen mengatakan bahwa setiap orang harus berbuat sesuatu tentang penganiayaan ini.

Rebecca Sheen sedang mencalonkan diri sebagai dewan kota Birmingham. Setelah menandatangani petisi, ia mengatakan bahwa praktisi harus melanjutkan apa yang mereka lakukan. Mereka harus membantu lebih banyak orang untuk mengetahui tentang penganiayaan karena sudah sangat lama orang-orang tidak ingat apa yang Hitler lakukan terhadap orang Yahudi. Hanya dengan membeberkan kejahatan ini, baru bisa mengakhirinya.


Tanda tangan petisi menyerukan pengakhiran pengambilan organ tubuh di Tiongkok

Seorang pria bernama Dsbamislau mengatakan bahwa orang-orang tidak boleh diam terhadap kejahatan yang begitu brutal. Ia percaya bahwa dunia harus menginvestigasi dan membawa pelakunya ke pengadilan.


Pensiunan polisi Tom menandatangani petisi

Tom telah pensiun sebagai seorang polisi tahun lalu dan sekarang adalah seorang anggota dewan kota di Staffordshire. Ia percaya bahwa kejahatan yang tidak terpikirkan seperti itu dalam abad 21 hanya bisa terjadi di sebuah pemerintahan diktaktor. Ia menjelaskan bahwa mengadakan kegiatan di luar konferensi adalah ide yang bagus untuk memberitahukan orang-orang tentang penganiayaan dan bisa membantu untuk mengakhirinya.


Sandra menawarkan bantuan untuk menyebarkan informasi tentang penganiayaan dan pengambilan paksa organ tubuh.

Sebagai seorang perawat, Sandra terkejut setelah mengetahui tentang kekejaman pengambilan organ tubuh yang masih terjadi di Tiongkok pada hari ini. Praktek ini mengejutkan dan menakutkannya. Ia mengatakan bahwa ia akan menyebarkan informasi ini karena ia percaya bahwa kebanyakan orang akan senang membantu apabila mereka mengetahui hal ini.


Phaedra meminta masyarakat internasional membantu menghentikan pengambilan paksa organ tubuh.

Phaedra adalah seorang karyawan Kota Birmingham. Ia mengatakan bahwa orang-orang tidak bersalah tidak boleh dibunuh seperti itu dan masyarakat internasional harus mengadakan suatu investigasi dan membantu menghentikan praktek ini.


Peter Shelyn menandatangani petisi.

Peter Shelyn telah berkunjung ke Tiongkok 13 kali. Ia menandatangani petisi dan mendukung praktisi untuk meneruskan perbuatan yang benar dalam rangka membeberkan kekejaman ini.