(Minghui.org) Praktisi Falun Gong mengadakan kegiatan di Belgia dan 14 kota di Jerman pada 10 Desember, Hari Hak Asasi Manusia, yang memprotes penganiayaan Falun Gong di Tiongkok dan menyerukan untuk mengakhirinya. Upaya yang gigih untuk menghentikan penganiayaan mendapat banyak perhatian dan memperoleh dukungan publik yang besar.

Kegiatan ini diadakan di Brussels, Berlin, Hamburg, Bremen, Munich, Nuremburg, Heidelberg, Karlsruhe, Freiburg, Leipzig, Cologne, Frankfurt, Dortmund, Duesseldorf, dan Cham.

Menyalakan lilin pada 10 Desember di Frankfurt untuk mengenang praktisi yang meninggal akibat penganiayaan di Tiongkok.

Praktisi menampilkan latihan Falun Gong di Gerbang Brandenburg di Berlin.

Penduduk setempat dan wisatawan di Munich memahami penganiayaan Falun Gong.

Peragaan latihan Falun Gong di Munich.

Pasangan di Munich menandatangani petisi untuk menghentikan kekejaman pengambilan organ di Tiongkok.

Seorang praktisi (kiri) memberitahu orang-orang tentang penganiayaan.

Banyak wisatawan Tiongkok mengunjungi Katedral Cologne pada 10 Desember dan menerima brosur tentang Falun Gong. Seorang praktisi Falun Gong Jerman memberi newsletter untuk pemuda Tiongkok. Ayah pemuda itu meminta mengembalikan newsletter, tapi pemuda itu bersikeras menyimpannya.

Praktisi Jerman meminta seorang praktisi Tionghoa untuk berbicara dengan keluarga Tiongkok. Setelah mendengar fakta penganiayaan, orang tua anak itu memutuskan untuk mundur dari organisasi komunis.

Beberapa pria paruh baya Tiongkok perlahan mendekati stan Falun Gong dan berbisik untuk meminta newsletters Falun Gong. Seorang praktisi memberi mereka beberapa newsletters, tetapi mereka terus melirik materi lainnya di atas meja stan. Mereka senang ketika akhirnya diberi buku "Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis".

Natalia, produser film independen, mewawancarai praktisi Falun Gong dan merencanakan untuk memasukkan materi ini ke dalam filmnya.

Sell, warga Frankfurt, menandatangani petisi yang menentang pengambilan organ, dan menyarankan agar cucunya mengunjungi stan Falun Gong.

Banyak orang di Brussels menandatangani petisi yang menentang penganiayaan terhadap Falun Gong.

Beberapa warga Belgia dan anak dewasa mereka mengatakan kepada Christophe, seorang praktisi Falun Gong, bahwa mereka telah bekerja di Tiongkok selama beberapa tahun. Mereka mengetahui bahwa Falun Gong adalah topik yang tak boleh dibicarakan di Tiongkok. Anak mereka penasaran dan mencari informasi tentang Falun Gong secara online, dan kemudian polisi Tiongkok pergi mengunjungi mereka. Christophe mengatakan kepada mereka apa itu Falun Gong dan fakta penganiayaan. Mereka sangat berterima kasih atas informasi, dan menandatangani petisi untuk mengecam penganiayaan.

Seorang wisatawan Tiongkok mengatakan kepada seorang praktisi Falun Gong yang ibu mertuanya telah bertemperamen jauh lebih baik sejak dia mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1992. Ibu mertuanya pernah mengalami kecelakaan buruk, di mana dia ditabrak mobil, tapi ia tidak terluka sama sekali. Wisatawan tahu bahwa Falun Gong adalah hebat dan tidak pernah percaya kebohongan PKT.

Setelah mengetahui manfaat kesehatan dan spiritual dari Falun Gong, banyak orang menunjukkan minat dalam latihan kultivasi. Mereka bertanya di mana mereka bisa belajar dan ingin mencobanya.