Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Falun Gong Tidak Meninggalkan Siapa Pun

18 Feb. 2016 |   Oleh praktisi Falun Gong di Tiongkok


(Minghui.org) Praktisi Falun Gong berusaha untuk menyelamatkan semua orang orang, termasuk mereka yang telah ikut menganiaya.

Keluarga saya mengajukan tuntutan pidana terhadap mantan diktator Tiongkok Jiang Zemin, tetapi kami tidak menuntut pengikutnya mereka juga adalah korban. Kami dengan tulus ingin memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan kami berharap mereka akan memiliki masa depan yang cerah. Kami percaya, paling tidak, kami harus menyelamatkan mereka dari kebohongan beracun PKT.

Pemahaman Saya

Misi praktisi Falun Gong adalah untuk menyelamatkan makhluk hidup. Dalam “Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York Tahun 2015,” Guru berkata,

“Tak peduli bagaimanapun, pokoknya yang dapat kita selamatkan, termasuk mereka itu, kita juga harus menyelamatkannya.”

dan

“Kita melihat mereka yang bersikap tidak baik terhadap Dafa, yang bersikap garang terhadap pengikut Dafa, orang seperti itu sesungguhnya juga sangat mengibakan, dia sesungguhnya juga telah diracuni oleh kebohongan PKT, maka dia barulah berbuat demikian.”

Bagian ceramah ini menyadarkan saya bahwa seorang praktisi harus secara tuntas menyingkirkan rasa dendam mereka terhadap orang-orang yang teracuni oleh kebohongan dan ikut menganiaya. Mereka juga adalah korban dari rejim Partai Komunis Tiongkok (PKT). Jika kita, praktisi Falun Gong mengabaikan mereka dan tidak berusaha menyelamatkan mereka, siapa yang akan menyelamatkan?

Sikap Saya Berubah

Rekan kerja menganggap saya dan istri adalah orang yang jujur, tetapi kami tiba-tiba menjadi target kebencian setelah penganiayaan mulai dan kami diawasi dengan ketat. Pada April 2000, pemilik perusahaan kami bekerja sama dengan Kantor 610 dan berencana untuk mengirim istri saya ke pusat cuci otak.

Saya meminta bantuan kepada seorang pemimpin di Kantor 610 yang pernah menjadi tetangga kami, menceritakan kepadanya kami harus merawat ibu saya di Shenyang. Ia mengabaikan permohonan saya dan menangkap istri saya di tempat kerja di hari berikutnya. Untuk waktu yang lama setelah itu, saya sangat marah setiap kali saya bertemu dengannya. Saya tidak berbicara padanya selama bertahun-tahun.

Ia tewas dalam kecelakaan lalu lintas empat tahun yang lalu. Saya merasa sedih dan mulai berpikir mungkin saya bisa menyelamatkannya jika berusaha lebih keras.

Melalui belajar Fa dengan teratur, saya akhirnya menyadari bahwa dendam itu berakar dari keegoisan. Dengan mengabaikan ego dan berpikir untuk menyelamatkan makhluk hidup saya baru bisa menembus bayang-bayang penganiayaan. Saya lalu mengubah sikap saya terhadap para penganiaya.

Seorang Penganiaya Menyesali Kesalahannya

Seseorang di tempat kerja adalah penganiaya yang sangat jahat. Ia yang mengarahkan agen untuk menangkap istri saya saat mereka membawanya ke pusat cuci otak. Ia juga menganiaya praktisi lainnya. Saya menganggapnya sebagai kaki tangan kejahatan dan tidak berbicara padanya di tempat kerja. Tetapi saya berubah setelah mendengar ajaran Fa Guru.

Saya merasa saya belum cukup berbelas kasih terhadapnya. Saya ingin menyelamatkan semua orang dan tidak ingin kehilangan seorang pun karena dendam saya. Saya mulai berbicara kepadanya seperti seorang teman lama.

Saya mengunjungi keluarganya pada liburan Tahun Baru lima tahun yang lalu. Ia dan suaminya terkejut dengan kunjungan saya dan memperlakukan saya dengan baik. Sejak itu, kami saling memberi salam dan bercanda, seperti dulu lagi, sebelum penganiayaan dimulai.

Rekan-rekan praktisi dan saya menggunakan kesempatan ini untuk mengklarifikasi fakta tentang Falun Gong kepadanya. Ia tidak hanya mundur dari PKT, tetapi juga menyatakan penyesalannya karena telah ikut menganiaya.

Seorang Mantan Bawahan yang Penuh Kemarahan

Seorang mantan bawahan di tempat kerja punya hubungan yang baik dengan saya sebelum penganiayaan dimulai. Ketika penganiayaan itu mulai, ia menyerang saya untuk merebut posisi saya. Ia menulis artikel di sebuah surat kabar untuk memfitnah Dafa. Dan memang ia akhirnya mendapatkan posisi saya saat saya dipecat, tetapi saya tidak marah padanya.

Kemudian, ia pindah ke selatan setelah istrinya yang masih muda meninggal dunia. Saya masih khawatir tentang dia walaupun sesungguhnya ia mendapatkan keuntungan di atas penderitaan saya. Saat ia kembali untuk menengok putrinya beberapa tahun yang lalu, saya mengundangnya makan malam. Di meja, saya dengan tulus menceritakan kepadanya fakta tentang Falun Gong dan menasihatinya untuk mundur dari PKT. Ia tersentuh dengan perbuatan saya dan setuju untuk mundur dari PKT.

Chinese version click here
English version click here